Share

Bab 107 

Penulis: Belinda
Akhirnya, Aldrian mengantar Felix keluar. Ketika Aldrian kembali setelah mengantar Felix pergi, hari sudah gelap. Kyna dan Aldrian menginap di rumah Inggrid.

Ini adalah pertama kalinya Aldrian menginap di rumah Inggrid dalam lima tahun terakhir. Di kamar yang dulu ditinggali Kyna semasa kecil, hanya ada sebuah tempat tidur single.

Sebenarnya, rumah Inggrid memiliki lebih dari satu kamar. Ada juga kamar di mana orang tua dan adik laki-laki Kyna dulu tinggal.

Kyna memandangi tempat tidur yang semp
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 468 

    Saat irama musik melambat, gerakan menari semua orang juga ikut melambat. Awalnya, semua orang berkumpul dan menari bersama. Perlahan-lahan, mulai tidak ada orang di sekitar Kyna dan Eldric.Musiknya sangat memikat, terutama karena band tersebut memainkan lagu cinta yang lembut. Dua orang yang menyimpan "rahasia" di hati sama sekali tidak menyadari keadaan di sekitar mereka dan masih tenggelam dalam alunan musik. Sebagai penggemar tari, mereka tanpa sadar mulai menampilkan tarian pasangan Zoringa.Begitu mulai, mereka tidak bisa berhenti. Lingkungan di sekitar sudah kosong, tetapi itu tidak masalah. Semua orang kembali ke tempat duduk masing-masing untuk menonton mereka menari, tetapi itu juga tidak masalah. Pada saat ini, yang harus mereka lakukan hanyalah menari.Setelah menjalani rehabilitasi berkala selama setengah tahun, keadaan Kyna sudah jauh lebih baik. Gerakan-gerakan yang dulu hanya bisa dia lakukan dengan terbatas, kini mampu diselesaikannya hingga 80%. Terutama semua geraka

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 467

    "Kalau kamu nggak bisa jaga mulutmu, jenazahmu akan kutelantarkan di hutan belantara!" bentak orang itu dengan marah sambil menoleh.Roberto mengangkat alisnya. "Terserah. Setelah aku mati, kamu boleh telantarkan aku ke mana pun kamu mau. Aku bahkan nggak bisa kendalikan kamu selagi hidup, apalagi setelah mati." Eldric mengemudikan mobil dengan perasaan gembira. Ketika mereka hampir sampai di jalan taman yang dekat dengan rumah, dia tiba-tiba berhenti. "Kak Kyna, aku mau telepon Kak Gabe.""Ngapain kamu telepon kakakku?" Kyna merasa anak ini sebenarnya cukup licik dan selalu bersikap memelas seperti seekor anak anjing, sehingga dia tidak tega menyalahkan Eldric."Kak Kyna, aku sudah pesan tempat di sebuah restoran, dari sebulan yang lalu. Aku kira, aku akan punya kesempatan untuk mengajakmu keluar di Hari Natal ...." Eldric lagi-lagi memasang tatapan memelasnya.Kyna memelototinya."Kak Kyna ...." Eldric mengulurkan tangan dan menarik lengan Kyna dengan pelan."Telepon saja, asalkan k

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 466 

    Ketika Kyna menyelesaikan sesi rehabilitasinya, waktu sudah hampir siang. Eldric memapahnya keluar dari klinik.Salju makin menyulitkan orang dengan masalah mobilitas seperti Kyna. Selain itu, sesi rehabilitasinya hari ini lebih intens. Kakinya terasa lemas saat berjalan. Bahkan dengan bantuan Eldric, dia tetap terpeleset dan kehilangan keseimbangan di dekat area parkir.Tidak jauh di belakang mobil mereka, sebuah mobil lain telah terparkir di sana sepanjang pagi tanpa bergerak. Melihat adegan ini, orang di dalam mobil itu menghantam setir dengan marah. "Kenapa dia bahkan nggak bisa papah orang dengan benar!"Namun, baru saja orang itu selesai memaki, Eldric langsung bereaksi dan memeluk Kyna. Kyna juga mencengkeramnya secara refleks. Di tengah salju yang dingin, mereka saling berhadapan dan dapat melihat uap putih yang keluar dari napas masing-masing.Kyna baru saja menyelesaikan rehabilitasi. Wajahnya memerah secara alami karena olahraga. Ketika mendongak, sebutir salju melayang turu

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 465

    Untungnya, Kyna juga membawa hadiah dan memberikannya kepada semua orang di klinik.Ketika Kyna hendak masuk ke ruang konsultasi untuk menerima akupunktur, Roberto mengucapkan selamat tinggal dengan lantang, lalu berjalan pergi dengan pakaian merahnya dan tas merah yang sudah kosong. Sebelum pergi, dia melambaikan tangan kepada Eldric dan mengucapkan "Merry Christmas".Kyna merasa ada sesuatu yang kurang dari pemandangan itu. Dia tiba-tiba teringat bahwa pria yang selalu menemani Roberto tidak datang hari ini. Apa dia juga sedang libur Natal?Biasanya, terdapat banyak mobil yang diparkir di luar klinik karena banyaknya pasien yang datang. Berhubung hari ini Hari Natal, jumlah pasien jauh lebih sedikit. Namun, tetap ada beberapa mobil yang terparkir di pinggir jalan.Roberto masuk ke kursi penumpang salah satu mobil. Ada seseorang yang duduk di kursi pengemudi. Wajahnya dingin dan dia menatap lurus ke depan. Ketika Roberto naik ke mobil, pria itu tidak menunjukkan reaksi apa pun.Robert

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 464

    Keesokan harinya, Kyna terbangun di atas tempat tidur. Siapa yang memindahkannya ke kamar? Seingatnya, dia tidur di pelukan Inggrid semalam.Perapian, salju, lampu, dan makan malam Natal semalam terasa begitu indah. Kyna terlihat agak linglung, seolah masih tenggelam dalam suasana hangat malam sebelumnya.Saat masih kecil, Kyna sering menonton Gala Festival Musim Semi. Lagu "Malam yang Tak Terlupakan" selalu diputar di TV. Dia tidak pernah benar-benar mengerti apa artinya memiliki malam yang tak terlupakan. Sekarang, dia akhirnya mengerti. Malam yang indah membuat harapan tetap ada.Kyna bergolek di bawah selimut hangat sebelum sepenuhnya terbangun. Saat duduk, dia menemukan empat hadiah di meja samping tempat tidurnya. Tanpa membukanya, dia tahu hadiah-hadiah itu dari Inggrid, Intan, Gabe, dan Eldric.Ada dua set perhiasan. Sangat jelas bahwa Intan sedang bersaing dengan Gabe dalam memberikan hadiah kepada Kyna. Tidak ada yang paling mewah, yang ada hanya lebih mewah lagi. Ketika memb

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 463 

    Namun, pada akhirnya, Intan "disingkirkan" dari dapur. Beberapa saat kemudian, Gabe juga "diusir"."Dia merasa aku justru merepotkan!" kata Gabe sambil tertawa. Dia sama sekali tidak keberatan menguji pemuda itu.Akibatnya, dalam satu sore, Eldric langsung menyiapkan satu meja besar penuh makanan, termasuk hidangan penutup. Ada masakan Barat maupun masakan Zoringa. Bahkan ada juga pangsit kuah kukus.Intan sangat terkejut, "Eldric, apa keluargamu berkecimpung di bisnis restoran?"Eldric terkekeh. "Bukan, Bibi. Aku cuma suka memasak.""Ini .... Eldric, aku sudah nggak pernah menyantap makan malam semewah ini selama puluhan tahun!" seru Intan.Ucapan itu jelas berlebihan, tetapi cukup untuk menunjukkan betapa hebatnya kemampuan memasak Eldric."Terima kasih atas pujiannya, Bibi." Eldric tersenyum lebar. Selain itu, panggilannya kepada Intan terdengar sangat alami.Setiap kali Eldric memanggil Intan, Kyna akan meliriknya. Dia pura-pura tidak melihat, tetapi telinganya perlahan memerah.In

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status