Share

Bab 18 

Author: Belinda
Di akhir pertunjukan, para penari memberikan bunga kepada anak-anak di antara penonton. Menyaksikan anak-anak menerima karangan bunga dengan mata berbinar-binar, ada rasa mengharukan dari meneruskan tradisi.

Kyna duduk di baris pertama. Pemeran utama pria itu turun dari panggung, lalu tersenyum dan menyerahkan bunga itu kepada Kyna.

Kyna agak terkejut dan tidak bereaksi untuk beberapa saat. Sampai Sonia menyenggolnya, dia baru menerima bunga itu dan mengucapkan terima kasih kepada pemeran utama pria.

"Terima kasih sudah datang menonton pertunjukanku." Pemeran utama pria itu membungkuk pada Kyna, lalu kembali ke panggung.

Dalam perjalanan pulang, Sonia bertanya apakah Kyna masih mengingat pemeran utama pria itu. Namun, Kyna sama sekali tidak mengingatnya.

"Dia juga lulusan akademi kita, dua angkatan di bawahmu. Sekarang, dia itu penari utama Sanggar Tari Kota Hatam," ujar Sonia sambil tersenyum.

Ternyata orang itu adalah junior Kyna.

"Seingatku, di salah satu pentas ujian akhir, kamu it
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tien Rumondor
kenapa iklan nya banyak sekali, lebih dari 5 iklan loh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 222 

    Kyna menjawab panggilan itu. Aldrian sepertinya sedang rapat. Terdengar suara orang berbicara, tetapi orang itu seperti sedang berjalan menuju ke luar. "Kyna, aku sudah lihat tiketnya. Kita terbang ke Kundari dulu besok siang?""Iya, kita nginap saja dulu satu malam di Kundari. Nanti, kita baru sewa mobil untuk mulai melakukan perjalanan keliling Yuncesta," jawab Kyna dengan serius, seolah-olah dia sudah merencanakan semuanya."Oke." Aldrian setuju. "Keluarkan aku dari daftar hitam WhatsApp-mu. Kalau nggak, akan merepotkan kalau mau berbagi sesuatu ke kamu.""Oh, oke." Kyna baru menyadari bahwa Aldrian hanya bisa menelepon dan mengirim SMS kepadanya.Seseorang berjalan melewati Aldrian sambil menggoda, "Wah, siapa yang berani blokir presdir kita?"Terdengar tawa Aldrian dan "Stevan, jangan ketawain aku lagi. Aku nggak sengaja buat istriku marah."Stevan adalah seseorang yang tidak dikenal Kyna. Dia tertawa terbahak-bahak dan menyahut, "Pantas saja! Memang cuma Nyonya yang bisa buat pr

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 221 

    Kyna tidak mengerti apa yang dipikirkan Aldrian. Bagaimana mungkin pria itu merasa bahwa dia dan Anara bisa berlibur bersama?"Aldrian, aku punya pertanyaan untukmu," kata Kyna sambil tersenyum pada Aldrian. "Gimana pembagian kamarnya kalau kita berempat pergi berlibur?"Aldrian pun dibuat bingung dengan pertanyaan itu."Apa aku dan Nenek sekamar, sedangkan kamu dan Anara sekamar?" tanya Kyna lagi.Ekspresi Aldrian langsung berubah. "Apa yang kamu bicarakan! Memangnya kita begitu miskin sampai nggak mampu sewa tiga kamar?"Kyna tersenyum tipis. "Kamu bukannya nggak pernah begitu sebelumnya. Waktu di ibu kota, bukannya aku tinggal sendiri di sebuah kamar, sedangkan kamu pergi bareng Anara?""Itu ...." Aldrian tergagap."Itu apa?" Kyna tertawa dan berujar, "Karena kamu sudah janji ke Anara untuk nggak berhubungan intim denganku?""Heh ...." Aldrian tertawa dingin, lalu berkomentar, "Sudah kutahu kamu masih belum lupakan hal itu."Aldrian berguling dan menindih Kyna. "Bukannya ini yang ka

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 220

    Anara terdiam sejenak sebelum menjawab, "Boleh, tentu saja boleh. Kyna, makanlah sebanyak yang kamu mau. Makanannya ada begitu banyak kok!" Anara menunjuk ke piring-piring lain dan menyadari bahwa Kyna telah terlebih dahulu menyentuh setiap makanan hingga penampilannya menjadi agak berantakan. "Kenapa kalian nggak makan?" tanya Kyna sambil tersenyum."Makan kok ... makan ...." Anara memaksakan senyum.Namun, ketika makanan berikutnya dihidangkan, Kyna lagi-lagi terlebih dahulu mengambilnya. Berhubung landak laut adalah makanan favorit Anara, William ingin membiarkan Anara mengambil satu dulu. Alhasil, Kyna malah meletakkan seluruh piring itu di depannya. "Ini favoritku! Kalian nggak akan rebutan sama aku, 'kan?" Aldrian merasa sakit kepala dan memberi isyarat kepada William, "Pesan saja satu lagi." Kemudian, pelayan datang untuk memberi tahu bahwa landak laut sudah habis. Ini adalah restoran baru dan bisnisnya sangat bagus .... Kyna tentu saja tidak bisa makan sebanyak itu. Setel

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 219

    "Hah? Kyna sudah sampai?" tanya Anara dengan terkejut.Kyna menyeka tangannya, lalu keluar dari kamar mandi dan tersenyum. "Iya. Aku pergi rapikan rambutku. Meski pincang, aku tetap ingin terlihat cantik.""Uhuk, uhuk, uhuk ...." William mulai batuk hebat."Ada apa, William? Memangnya aku nggak boleh peduli sama penampilanku? Atau karena aku pincang, mau aku cantik atau nggak sebenarnya sama saja?""Uhuk, uhuk .... Bukan itu maksudku ...." Kyna menyadari bahwa ketika seseorang mulai menggila tanpa kendali, orang lain justru tidak bisa menggila lagi."Ngomong-ngomong, Kyna, kami baru saja ngomong sama Aldri soal liburan ke pulau. Kamu mau ikut?" Anara dengan cepat mengganti topik pembicaraan.Kyna menatap Aldrian, lalu tersenyum tipis.Aldrian terlihat sedikit tidak nyaman. Kyna tahu betul kenapa Aldrian merasa tidak nyaman. Bagaimanapun juga, sebelum datang ke restoran ini, Aldrian baru saja memberitahunya bahwa mereka akan pergi berlibur bersama Inggrid."Kyna, pergi ke pulau bersam

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 218

    Aldrian telah berjanji untuk mengajak Kyna dan Inggrid berlibur. Jadi, Kyna ingin tahu bagaimana reaksinya.Kyna yakin bahwa Aldrian ragu sejenak, tetapi hanya sesaat. Kemudian, dia langsung setuju. "Oke, ayo kita ke pulau." William langsung tertawa terbahak-bahak. "Wah, wah! Aldri, kamu mau lempar kerjaanmu ke kami dan pergi habiskan waktu berdua?"Naldo pura-pura mengeluh, "Mana bisa begitu! Kami mau minta gaji dua kali lipat." Aldrian tertawa terbahak-bahak dan menjawab, "Nggak masalah! Aku akan memberikannya!""Aku juga mau hadiah!" kata William."Pasti ada," jawab Aldrian sambil tersenyum."Ngomong-ngomong, bukannya kamu bilang Kyna juga akan makan bareng kita? Di mana dia?" tanya Anara.Sebelum Aldrian menjawab, William menyela, "Kyna nggak pernah suka sama kita. Cuma kamu juga yang bersikeras mau akur sama dia, padahal dia selalu bersikap dingin padamu. Kamu nggak pernah jera!""Duh!" Anara menyahut dengan manja, "Ini semua juga demi Aldri! Kalau aku itu Aldri, aku pasti mau i

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 217

    "Kyna, mereka itu teman terbaikku, sedangkan kamu istriku. Aku juga serbasalah kalau kalian musuhan. Sebenarnya, mereka semua ingin akur denganmu, terutama Nara. Karena kejadian pagi ini, dia merasa sangat bersalah dan ingin berbicara baik-baik denganmu. Anggap saja kamu melakukannya demi aku. Ayo kita makan dengan baik dan terima niat baik mereka." Kyna merasa kata-kata Aldrian sangat tidak masuk akal. Dia tak kuasa bertanya, "Aldrian, jadi waktu sahabatmu jelek-jelekkan aku di belakangku dan bahkan ejek aku pincang, itu bentuk niat baik mereka? Aku yang salah karena nggak terima niat baik mereka?""Kyna ...." Aldrian mengerutkan kening dengan tidak berdaya, "Bukannya mereka sudah minta maaf padamu? Kenapa kamu masih mempermasalahkannya?" Kyna pun tertawa. Orang akan tertawa ketika mereka sudah benar-benar kehabisan kata-kata. Ternyata, permintaan maaf saja sudah cukup."Jadi, Anara yang tidur telanjang bersamamu juga bentuk niat baik terhadapku? Aku yang nggak cukup murah hati ....

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status