Share

Bab 710 

Author: Belinda
Malam itu, Anara pulang ke rumah. Rumahnya terasa sepi. Ibunya sedang bekerja shift malam, sedangkan ayahnya mungkin masih minum-minum di luar.

Dulu, Anara memiliki keluarga yang bahagia dan indah. Dia juga pernah menjadi tuan putri kecil yang tinggal di rumah besar, hidup mewah, pergi ke mal paling mewah di Kota Hatam dan membeli apa pun yang diinginkannya.

Namun, semuanya berubah setelah investasi ayahnya gagal. Mereka sekeluarga pindah dari rumah besar ke apartemen sewaan. Mobil yang dulunya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Fuilang Putriani
aduh membosankan kpn tamatnya, ngak d lanjutkan bc penasaran,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 730

    "Kamu nggak malu makan telur yang kukupas?""Bukannya kamu juga makan bubur kacang merah yang kubuat?""Masih ada. Ini kukembalikan.""Heh, kamu sudah memakannya. Kamu takut Kyna merasa jorok, tapi nggak takut aku merasa jorok?""Heh, waktu kita main basket dulu, bukannya kamu juga minum dari botol yang sudah kuminum?"Saat berjalan pergi, Kyna masih bisa mendengar keduanya berdebat. Dia menggeleng dan bergumam dalam hati, 'Kalau nggak, kalian lewati saja hidup bersama dengan baik.'"Kyna!" Ariel berlari menghampiri Kyna dengan panik. "Sudah terjadi sesuatu!""Ada apa? Kenapa kamu begitu panik?" Kyna menangkap Ariel yang terengah-engah."Lihat!" Ariel hampir tidak mampu menahan amarahnya. Dia menunjukkan layar ponselnya tepat di depan mata Kyna.Di layar, terdapat postingan forum lokal yang sedang viral. Judulnya sangat mengejutkan. [ Mengejutkan! Sifat asli seseorang terungkap lagi. Ini rekaman nyata perundungan di sekolah! ]Yang terlampir di bawah adalah klip video pendek, hanya be

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 729

    Di kantin, Aldrian dan Kyna duduk di sudut ruangan. Rona merah di wajah Aldrian masih belum sepenuhnya pudar. Telinga dan lehernya masih sedikit merah."Aku akan kupaskan telur buat kamu." Aldrian mengambil sebutir telur. Wajahnya masih merah dan dia menghabiskan lima menit untuk mengupasnya .... Setelah selesai mengupas, dia meletakkan telur itu di piring kosong di depan Kyna.Kemudian, Aldrian mengupas telur yang kedua. Setelah mengupas telur, dia mulai mengupas jeruk. Kemudian, dia mengupas jeruk yang kedua ....Kyna memperhatikan Aldrian yang kesulitan mengupas kulit telur dan jeruk, lalu menghela napas lagi. Dia belum pernah melihat Aldrian yang seperti ini sebelumnya .... Kenapa dia merasa ini agak lucu?Aldrian bisa merasakan tatapan Kyna. Wajahnya menjadi makin merah. Dia mulai mengupas jeruk dengan lebih lambat.Akhirnya, di bawah tatapan diam Kyna yang terus berlanjut, Aldrian tiba-tiba mendongak, lalu balik memelototi Kyna dengan serius dan galak. Nadanya juga terdengar agak

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 728

    Hari ini, Aldrian benar-benar terpaku pada buku catatan Kyna. Sambil mengangkatnya, dia menyuruh Kyna melihatnya dengan saksama. "Lihat kalimat ini dan baca dengan lantang!" Kyna tetap diam."Kyna, asal kamu tahu, semuanya sudah terlambat. Kamu yang mulai permainan ini, tapi bukan kamu yang bisa tentukan kapan permainan ini berakhir.""Baca!" Baiklah, pria ini benar-benar sudah gila hari ini ...."Umm ...." Kyna berkata dengan terbata-bata, "Jangan pernah ... menyukai ... Aldrian ...." Mendengar Kyna mengucapkannya dengan lantang, Aldrian tertawa kesal. "Aku nggak peduli apa yang kamu pikirkan saat menulis kalimat itu. Aku akan beri tahu kamu sekarang, kamu yang duluan menggodaku. Setelah aku menyerah, kamu yang kembali menggodaku, melarangku melakukan ini dan itu. Setelah menggodaku, kamu mau melarikan diri lagi. Itu nggak mungkin." Aldrian merobek halaman itu sedikit demi sedikit, sampai hancur berkeping-keping."Tunggu, Aldrian ...." Kyna merasa perlu mengklarifikasi semuanya. "

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 727

    "Persetan dengan nggak penting!" Aldrian benar-benar mengumpat. "Apa yang kulakukan dengan Anara nggak penting bagimu, 'kan?"Kyna pun terdiam. Kenapa topiknya melenceng? "Kalau nggak penting, kenapa kamu datang ke hadapanku sambil menangis? Kenapa kamu bilang nggak suka melihatku bersamanya? Kenapa kamu rebut kuota kontes pidato? Kenapa kamu bersikeras mengusirnya dari restoranku? Kenapa kamu meremas pahaku seperti orang mesum ....""Tunggu!" Setelah Aldrian menyebutkan daftar panjang "kejahatan" Kyna, Kyna tentu saja harus menyela, "Siapa yang mesum? Aku melakukannya karena ...."Kyna tidak bisa mengungkapkan alasannya. Perasaan ini membuatnya sangat frustrasi .... Dia memang pernah melakukan setiap hal yang disebutkan Aldrian, tetapi motifnya bukanlah seperti yang dipikirkan Aldrian ...."Kenapa? Katakan padaku!" Tatapan Aldrian sangat menakutkan dan membuatnya terlihat agresif.Kyna menutupi wajahnya. Dia tidak mungkin ​​mengatakan dengan jujur bahwa dia takut kakinya menjadi pinc

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 726 

    Kyna langsung menegang. Darahnya seketika mengalir deras ke kepalanya. Dia secara refleks meraih buku catatan itu. Namun, sudah terlambat.Aldrian sudah terlebih dahulu memungut buku catatan itu. Senyum di wajah Aldrian seketika membeku saat membaca kata-kata itu.Kyna mendengar napas Aldrian yang tiba-tiba berat dan tidak tahu harus berkata apa. Jari-jari Aldrian mencengkeram buku catatan itu. Tatapannya perlahan beralih dari kata-kata di halaman itu ke wajah Kyna."Apa maksudmu?" tanya Aldrian dengan suara serak. Setiap patah kata seolah-olah diucapkannya dengan susah payah. "Memangnya aku begitu menyebalkan?""Nggak ada maksud apa-apa ...." Kyna mencoba mengambil buku catatannya kembali dari genggaman Aldrian.Namun, Aldrian mencengkeramnya lebih erat lagi. Tatapannya terasa sangat mengintimidasi. "Kyna, jelaskan apa maksudnya. Apa yang kulakukan hingga kamu begitu membenciku?" Suaranya dipenuhi amarah."Kamu nggak melakukan apa-apa." Kyna berbisik, "Ini masalahku sendiri dan ngga

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 725

    "Apa yang kamu takutkan?" Suara dingin Aldrian terdengar dari belakang Kyna.Kyna berhenti di tempat. Takut? Apa yang dia takutkan?"Takut guru akan mengira kita berpacaran?" Suara Aldrian terdengar menuduh dan agak agresif.Kyna berbalik dengan terkejut. "Mana ada!""Lalu, apa yang kamu takutkan?" Tatapan Aldrian sedingin es. "Kita nggak punya hubungan apa-apa. Apa yang kamu takutkan?""Aku ...." Kyna bergumam, "Aku salah bicara dan nggak berpikir panjang untuk sesaat ...." Aldrian menatap Kyna dengan dingin, lalu turun tanpa mengatakan apa-apa lagi.Kyna merasa sedikit bingung. Dia tidak tahu kapan Aldrian datang, atau untuk apa dia datang ....Malam itu, pikiran Kyna sangat kacau. Bukan karena fitnahan atau difoto, melainkan karena Aldrian dan Sonny. Saat mencoba tidur malam itu, wajah mereka terus terlintas di benaknya. Dia bahkan tidak tahu bagaimana akhirnya dia tertidur.Tidur Kyna juga sangat tidak nyenyak malam itu. Dia terus mendengar suara. Itu adalah suara Intan dan Gabe.

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 377

    "Luar biasa!" ejek William."Lalu, untuk apa kamu bekerja?" balas Naldo."Apa yang kita katakan waktu itu? Untuk bisa menegakkan kepala, sukses, dan lebih unggul dari orang lain!" jawab William."Jadi, apa yang membuatmu begitu nggak fokus hari ini?" tanya Naldo. "Jangan-jangan, kamu bertengkar sama

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 338

    Kemudian, Anara memperhatikan kalung di leher Kyna dan menggeleng. Dia menghela napas berulang kali sebelum berujar, "Kalungmu ini juga. Di luar, kamu mewakili reputasi Aldri. Bisa-bisanya kamu pakai kalung imitasi seperti itu! Kalung itu sudah hampir berkarat, lho! Memangnya kamu nggak takut memper

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 437

    Satpam itu menatap Anara dan menyahut, "Kalau begitu, kami justru nggak boleh biarkan kamu pergi. Gimana kalau terjadi sesuatu padamu di jalan? Kami akan hubungi ambulans untukmu." 'Apanya yang panggil ambulans!' umpat Anara dalam hati. Memanfaatkan kelengahan para satpam, dia bergegas keluar dan b

  • Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin   Bab 418

    Nelly mendengus dingin dan tidak membantah.Anara masih menangis. Jadi, Naldo mendesaknya, "Cepat kemasi barang-barangmu, mereka akan mulai kerja lagi." Anara memaki Naldo "pecundang" dalam hati. Namun, melihat Nelly dan staf perusahaan pindahan yang berdiri di sana seperti malaikat pencabut nyawa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status