Share

Alasan Saja

last update publish date: 2026-04-22 10:39:32
Kiran baru saja tiba di rumah.

Ketika menginjakkan kaki di dalam, Kiran terkejut melihat Surya ada di rumah.

“Ayah tidak kerja?” Kiran lebih dulu melepas heelsnya, sebelum melangkah menghampiri sang ayah yang ada di ruang makan.

“Ayah ambil libur lagi karena mau merayakan ulang tahunmu.”

Kaki Kiran berhenti melangkah mendengar apa yang Surya katakan.

“Ayah juga tahu? Noah memberitahu Ayah?” tatapan Kiran tak teralihkan dari Surya yang masih menatap ke makanan di atas meja.

Surya menghela n
Aililea (din din)

Kakak, done 3 bab buat hari ini, ya. Makasih banyak

| 14
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
eva nindia
daripada bikin alesan gitu mnding jujur aja Noah ...
goodnovel comment avatar
wardah
Halah Noah alasanmu terlalu mudah dibaca sama Kiran
goodnovel comment avatar
Adeena
wkwkwk lg nguntit ehh malah ketahuan....kasihan Farhan jd kambing hitam Noah...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Surat Tugas

    Sesampainya di perusahaan.Kiran benar-benar ditemui pihak HRD.Kedatangan kepala HRD di divisi pemasaran tentu menarik perhatian semua staff.Sebagian dari mereka memasang wajah panik, takut Kiran terkena masalah sampai Kepala HRD bertindak.“Kamu pasti sudah diberitahu Pak Elvano.” Kepala HRD mulai bicara.Kiran mengangguk hormat. “Sudah, Bu.”Kepala HRD mengulurkan surat penugasan sementara untuk Kiran.“Ini surat penugasanmu. Pak Elvano juga sudah berpesan agar kamu menempati ruangannya selama menjabat sementara sebagai penanggung jawab di divisi pemasaran.”Tangan Kiran diulurkan, menerima surat dari Kepala HRD.Setelahnya Kiran kembali mengangguk sebagai tanda terima kasih ke Kepala HRD.Begitu Kepala HRD meninggalkan divisi pemasaran. Rekan-rekan kerja Kiran langsung mengerumuninya.“Kiran, surat penugasan apa? Lalu, apa maksudnya kamu diminta menempati ruang Pak Elvano?”Teman-teman Kiran menunggu jawaban Kiran dengan rasa penasaran.Kiran mengembuskan napas pelan. Sebelum dia

  • Dimanja Mantan Posesif   Sama-sama Mencoba

    Setelah sarapan.Yessica berada di dalam mobilnya untuk pergi ke perusahaan.Namun, sebelum dia melajukan mobilnya, Yessica lebih dulu menghubungi seseorang.“Kebetulan kamu menghubungi. Aku ingin memberitahukan kalau–”“Kamu masih memantau kakakku?” Yessica memotong cepat ucapan pria dari seberang panggilan.“Tentu saja, sesuai arahan darimu. Sepertinya ada perkembangan, kakakmu sekarang tinggal di seberang rumah wanita itu.”Jemari Yessica meremat stir kemudi, matanya merah menahan amarah.“Wanita itu bukan disukai kakakku, tapi dia adalah Calissa.” Suara Yessica menggeram tertahan. “Apa maksudmu?”Napas Yessica begitu cepat. Rahangnya mengeras sebelum dia berkata, “Calissa adalah adik kandungnya. Jika tahu sejak awal, aku akan berusaha menjauhkannya. Tapi aku malah membuat Kak Noah dekat dengannya.”“Yessica, sebenarnya ada apa? Apa maksud ucapanmu?”“Ken, jika Calissa pulang, maka tamat riwayatku.”Cengkraman tangan Yessica di setir kemudi kini bergetar.“Kenapa kamu bicara seper

  • Dimanja Mantan Posesif   Tetangga Baru

    Keesokan harinya.Kiran sibuk di dapur membuat sarapan saat dia mendengar suara benda jatuh di depan rumahnya.Dia buru-buru mematikan kompir. Kiran melangkah keluar dari dapur, tepat saat Surya juga keluar dari kamar.“Apa yang jatuh, Kiran?” Kiran menggeleng. “Tidak tahu, Yah. Suaranya dari depan, biar aku lihat.”Kiran menunjuk ke pintu depan, setelah melihat ayahnya mengangguk, Kiran kembali berjalan ke depan.Setelah pintu terbuka, Kiran terkejut melihat siapa yang ada di depan pintu sedang memeluk rantang.“Noah.” Kening Kiran berkerut dalam. “Apa yang kamu lakukan di sini?” Kiran menatap heran.Sepagi ini, kenapa Noah sudah ada di depan rumahnya?Noah melebarkan senyum.Di tangan satunya memegang kantong plastik berisi makanan, sedangkan tangan satunya memeluk rantang yang dibawanya.“Aku datang untuk mengembalikan rantang milikmu. Dan juga, aku bawa sarapan.” Noah mengangkat kantong plastik yang dipegangnya.Kiran menatap tak percaya dengan yang Noah lakukan.Sebelum Kiran me

  • Dimanja Mantan Posesif   Rencana Aksa

    Mobil Elvano berhenti di depan halaman rumah Kiran.“Besok aku akan menjemputmu.” Elvano menatap Kiran yang sedang melepas sabuk pengaman.Kiran mengangguk ketika menatap pada Elvano. “Aku akan menunggumu.”Kiran siap membuka pintu, ketika tangannya ditahan Elvano.Kiran menoleh, kedua sudut alisnya tertarik ke atas.“Ada apa?” Kiran menatap bingung Elvano menahan lengannya.“Apa kamu merasa ada yang lupa?” Elvano melirik ke segala arah setelah bicara.Kening Kiran berkerut dalam. Dia memperhatikan sikap Elvano.Dia tahu.Kiran mendekat cepat pada Elvano. Sebuah kecupan mendarat mulus di pipi Elvano.“Ini ‘kan yang lupa?” Kiran kembali memundurkan tubuhnya dari Elvano.Elvano melipat bibir, menahan senyumnya.Tangannya perlahan melepas Kiran.“Hati-hatilah di jalan.” Kiran keluar setelah bicara.Dia masih berdiri di pinggir jalan saat mobil Elvano melaju meninggalkannya.Kiran terus tersenyum menatap kepergian Elvano, sampai pandangannya tertuju ke rumah yang berada di seberang jalan.

  • Dimanja Mantan Posesif   Mempertimbangkan Bukan Janji

    Tubuh Elvano dihadapkan ke Kiran. Dia menatap tak percaya Kiran malah bertanya. “Kamu yang membuat janji itu, bagaimana bisa kamu malah sekarang tanya janji apa?” Kening Kiran semakin berkerut dalam. Baru saja dia mau bicara, pintu lift sudah lebih dulu terbuka. Kiran mengajak Elvano masuk ke dalam lift. “Ki, kamu tidak akan mengingkari janjimu, ‘kan?” Elvano mendesak. Sambil menekan tombol lobby, Kiran membalas, “Apa sih, El? Aku benar-benar tidak tahu, apa yang kamu maksud.” Kini, Kiran menatap pada Elvano. Elvano kesal. Bibirnya mencebik. “Kamu benar-benar keterlaluan.” Elvano memalingkan muka dari Kiran. Kiran diam dengan kening berkerut. Mencoba mengingat janji apa yang pernah dia katakan ke Elvano. “Sepertinya aku tidak membuat janji apa pun padamu.” Kiran menatap pada Elvano. Elvano masih memandang ke arah lain, tak membalas. Kiran mengingat lebih dalam. Sampai Kiran mendengar Elvano bicara. “Bukankah kamu mau menikah denganku jika aku bisa ambil tanggung jawab seb

  • Dimanja Mantan Posesif   Memang Calissa

    Yessica masih menatap tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Seolah, semua itu hanya kalimat yang singgah salah tempat.“Mama jangan bercanda, Ma. Dari mana Mama tahu kalau Calissa masih hidup?" Tatapan Yessica berubah panik. Dia bahkan sampai meneguk ludah kasar. “Calissa sudah meninggal, Ma. Bahkan jasadnya ditenggelamkan di laut dan tidak pernah ditemukan." Kamila menggeleng pelan. Dia memaklumi sikap emosional Yessica karena senang.Sejak dulu, Calissa yang sangat baik pada Yessica. Jika bukan karena Calissa, Yessica tidak akan pernah sampai di keluarga ini.Karena kebaikan Calissa ini, Yessica pasti bersyukur jika Calissa masih hidup.“Mama tahu, kamu juga pasti tidak menyangka kalau Calissa masih hidup. Mama juga sama." Mata Kamila kembali berkaca-kaca. Dia menghela napas lega.Tangan Yessica ditarik paksa dari Kamila. Wajahnya seketika berubah panik, bahkan dia meneguk ludah kasar.“Noah yang memberitahu Mama. Bahkan dia mengirim foto Calissa.” Kamila segera membuka

  • Dimanja Mantan Posesif   Kejutan Berkali-kali

    Alina menghampiri suaminya yang baru saja menginjakkan kaki di dalam kamar. Penuh antusias dia menarik tangan Aksa sebelum dia ajak duduk di tepian ranjang.“Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu kenapa sikap El agak berubah?” Alina tak bisa membendung rasa penasarannya, tatapannya begitu antusia.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Mulai Melawan

    Operasi ayah Kiran berjalan dengan lancar, meskipun Surya belum sadar setelah operasi yang dijalaninya, tetapi Kiran akhirnya bisa sedikit lega.Hari selanjutnya.Kiran berangkat ke perusahaan seperti biasa sesuai janjinya pada Elvano sebelumnya karena sudah diberi cuti.Kiran datang lebih awal. Kak

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dimanja Mantan Posesif   Membuat Onar di RDJ

    Saat jam makan siang.Kiran keluar dari dalam lift yang baru saja terbuka di area lobby. Senyumnya mengembang kala matanya tertuju pada Sabrina yang menunggunya.“Habis cuti, kukira kamu dikasih kerjaan banyak.” Sabrina langsung menggandeng lengan Kiran yang baru saja tiba di hadapannya.Keduanya m

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Dimanja Mantan Posesif   Tuduhan Sepenggal Video

    Kiran dan Sabrina berada di dalam lift setelah mereka selesai makan siang.“Soal sekretarisnya itu, lebih baik kamu hati-hati ya, Kiran. Dengar-dengar pamannya salah satu direktur di sini, makanya dia bisa semena-mena sampai berniat memfitnahmu.” Wajah Sabrina begitu cemas ketika menoleh pada Kiran.

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status