Share

Diusir Paksa

last update publish date: 2026-03-19 10:24:07
Elvano melihat ketakutan di wajah Kiran. Dia baru saja bertemu dengan Surya dan melihat pria itu baik-baik saja.

Tetapi janjinya pada Surya untuk tak memberitahu Kiran soal pertemuan mereka, membuat Elvano tak langsung memberitahu Kiran.

“Oke, oke, aku antar. Tapi tenangkan dirimu dulu.” Elvano mengusap lembut lengan Kiran.

Kiran mengangguk-angguk pelan. Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya, sebelum masuk ke dalam mobil Elvano.

Setir kemudi diputar pelan, Elvano mengemudikan m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Wida
good Kiran
goodnovel comment avatar
eva nindia
hih gemes q Ama emak.a kiran
goodnovel comment avatar
wardah
nah yg tegas Kiran sama mereka,,, biar kapok mereka
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Jahat Sekali

    Keesokan harinya.Kiran berangkat ke perusahaan sendiri karena Elvano harus mengurus Leya ke sekolah.Saat baru saja menginjakkan kaki di pintu masuk lobby, lengan Kiran dirangkul seseorang yang membuatnya langsung menoleh.Kiran menghela napas kasar melihat Sabrina sudah bergelayut di lengannya.“Ada apa sih, Sab? Baru juga masuk lobby, kamu sudah membuatku terkejut.” Kiran menatap pada Sabrina yang sedang mengatur napas.Sabrina menarik napas beberapa kali sebelum mengembuskan pelan. Lalu dia menatap ke Kiran yang sejak tadi sudah memandangnya.“Kamu sudah lihat berita terbaru pagi ini? Jujur, aku tidak mau percaya karena kamu tidak pernah cerita padaku.” Suara Sabrina penuh penekanan di akhir kalimat.Kiran menghentikan langkahnya. Tubuhnya kini menghadap pada Sabrina yang perlahan mengendurkan pelukan di lengan.Kiran tahu apa yang Sabrina maksud.“Berita soal apa?” Kiran mencoba memastikan.“Lihat ini, persidangan kasus Dania atas percobaan penculikan dan pembunuhan padamu dan Pak

  • Dimanja Mantan Posesif    Rencana Elvano

    Kiran berdiri di depan lobby apartemen. Dia harus kembali ke asrama setelah selesai makan dan membereskan dapur sang ayah.Kiran menarik napas dalam-dalam. Pembicaraannya dengan sang ayah, menariknya ke belakang, ke masa lalu yang melekat dalam ingatannya.Sampai suara klakson mobil menyadarkan lamunannya, tatapannya kini tertuju pada mobil yang berhenti tepat di hadapannya.Kiran segera masuk ke dalam mobil, dia menyapa lebih dulu sang kekasih sebelum memakai sabuk pengaman.“Kamu sudah makan malam?” Tatapan Elvano tertuju pada Kiran ketika bicara.“Sudah.” Kiran menarik napas panjang, sebelum menoleh pada Elvano.Punggung Elvano menegak saat menyadari mata Kiran merah dan bengkak. “Kamu baru saja menangis? Ada apa? Siapa yang menyakitimu?”Kiran langsung menangkup kedua pipi, dia menggeleng pelan. “Tidak, tidak apa-apa. Tadi hanya bicara dengan Ayah sampai menangis.”Satu sudut Elvano tertarik ke atas. “Apa ada masalah?”Kiran menggeleng pelan. “Tidak ada.”Elvano mengembuskan napas

  • Dimanja Mantan Posesif    Perbincangan Ayah dan Anak

    Di apartemen ayah KiranKiran baru saja selesai menyiapkan makanan yang dimasaknya sendiri di atas meja.“Ayah, makan malamnya sudah siap.” Kiran melepas celemek dan menggantung kembali ke tempatnya.Kiran melongok ke kamar, tetapi ayahnya juga belum keluar dari dalam.Kiran melangkah menuju kamar sang ayah, sebelum dia mengetuk pintu kamar ayahnya, tatapan Kiran lebih dulu tertuju pada ponsel sang ayah yang ada di meja kecil dekat pintu kamar.Nomor tak dikenal terpampang di layar.Tepat sebelum Kiran menyentuh ponsel sang ayah keluar dari dalam kamar.“Ayah, ini nomor siapa? Kalau penting, jawab saja dulu.” Tangan Kiran meraih ponsel di atas meja lalu mengulurkan ke ayahnya.Surya menatap nomor yang terpampang di layar, sebelum pandangannya kembali tertuju pada Kiran.“Sepertinya ini nomor ibumu.”Kiran tersentak.“Kamu memblokir nomornya di ponsel Ayah, jadi dia menghubungi Ayah pakai nomor lain.” Surya menekan tombol tolak panggilan setelah selesai bicara.“Bagaimana Ayah tahu kala

  • Dimanja Mantan Posesif    Ada Saja Dalangnya

    Elvano sudah kembali ke perusahaan. Kini dia sedang memandang video antara Kiran dan Widya yang sudah menyebar di kalangan karyawan dari salah satu staffnya.Dia diam mengamati, meskipun semua orang sudah tahu soal hubungannya dengan Kiran, tetapi kenapa masih ada yang berani menyebar berita seperti ini.Tatapan Elvano begitu datar pada staffnya yang berdiri dengan kepala tertunduk.“Kamu tahu, siapa penyebar pertama video ini?” Suara Elvano benar-benar penuh penekanan.Staff itu langsung mengambil ponsel yang ada di tangan Elvano, setelahnya dia mencari pengirim pertama video itu di grup karyawan.“Ini, Pak. Sepertinya dia dari divisi operasional.” Staff langsung memperlihatkan foto profil dan nomor pengirim pertama video itu.“Divisi operasional?” Satu sudut alis Elvano tertarik ke atas.“Betul, Pak. Ada di bionya. Setiap karyawan pasti menulis divisi mereka di bio, jadi bisa dilacak siapa pemilik nomor itu, Pak.” Staff kembali menunduk setelah memperlihatkan informasi yang Elvano i

  • Dimanja Mantan Posesif    Gosip Lagi

    Siang hari.Kiran mengetuk pintu ruang kerja Elvano sebelum masuk ke dalam lalu berdiri di depan meja kerja sang kekasih.“Ada pertemuan dengan PT. Angkasa satu jam lagi, lebih baik kita pergi sekarang agar tidak membuat perwakilan dari mereka menunggu.” Kiran sudah siap dengan berkas di pelukannya saat menyampaikan jadwal Elvano siang ini.“Baiklah.” Elvano menutup berkas yang ada di mejanya.Elvano bangkit dari duduknya, dia mengambil jasnya yang ada di sandaran kursi, sebelum memakainya dengan rapi lagi.“Ayo pergi,” ajak Elvano.Kiran mengangguk. Dia melangkah di belakang Elvano saat keluar dari ruangan untuk menuju lift.Kiran dan Elvano awalnya hanya berdua, sampai dari lantai lain masuk beberapa staff yang kemudian berdiri di depan mereka. Kiran dan Elvano berdiri di bagian belakang, sampai pintu lift kembali terbuka lagi di salah satu lantai dan beberapa karyawan juga masuk ke sana.Awalnya semua terasa nyaman, sampai terdengar karyawan yang ada di paling depan mulai berbicar

  • Dimanja Mantan Posesif    Jangan Salah Paham

    Kiran melihat Surya yang diam. Tangannya terulur ke arah Surya, menggenggam telapak tangan sang ayah dengan erat.“Yah, aku mengajak Ayah tinggal di sini, jauh dari mereka, hanya agar Ayah hidup tenang tanpa gangguan mereka lagi.” Kiran bicara dengan pelan dan penuh kehati-hatian.“Kamu jangan salah paham, Kiran. Ayah bertanya bukan untuk bermaksud apa-apa, Ayah hanya mau tahu saja.” Napas Kiran berembus pelan. “Kapan Ayah menemui Ibu? Bukankah sudah kubilang, Ayah jangan lagi menemuinya, atau Ibu akan berusaha keras mengubah keputusan Ayah.”“Ayah ingin aku bahagia, ‘kan? Ya, bahagiaku dengan melihat Ayah bahagia, tenang tanpa harus memikirkan sikap Ibu padaku.” Kiran bicara dengan sangat cepat walau takut ayahnya marah. “Aku tahu, sudah lancang mengatur hidup Ayah, tapi ini yang terbaik untuk Ayah saat ini.”Surya mengulurkan tangan lainnya, lalu menepuk-nepuk pelan punggung tangan Kiran. “Ayah paham maksudmu.”“Ayah tidak marah dengan keputusan yang kamu ambil, Kiran,” kata Surya

  • Dimanja Mantan Posesif    Trik Murahan

    Mona melirik Dania sekilas, sebelum menatap pada Kiran dengan penuh percaya diri. “Tadi Bu Dania melepasnya sebentar dan ditaruh di meja, tapi waktu kembali, gelangnya sudah tidak ada. Yang mejanya paling dekat dengan meja Bu Dania hanya kamu. Kalau bukan kamu, siapa lagi?” Mona kukuh memojokkan.

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Dimanja Mantan Posesif    Datang-datang Mabuk

    Hening, tidak ada balasan dari seberang panggilan. Tetapi setelahnya Kiran mendengar suara ketukan pelan dari luar. Kiran bergegas turun dari ranjang, kakinya melangkah cepat. Begitu pintu terbuka, tatapan Kiran tertuju pada Elvano yang menunduk. Satu tangan Elvano memegang ponsel yang menempel di

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Dimanja Mantan Posesif    Membenci?

    Dahi Kiran berkerut dalam. Sejauh ingatan yang masih tersisa di kepalanya, Elvano tidak suka kopi pahit. Namun, bukankah kesukaan orang bisa berubah? Bahkan sifat dan perilaku saja bisa?Lantas, kenapa Kian begitu yakin kalau Elvano, masih sama seperti dulu?“Kenapa reaksimu begitu? Kamu tidak per

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Dimanja Mantan Posesif    Ada Dukungan

    Sudah tertebak Widya akan membahas hal ini. Dan, seharusnya Kiran tidak terkejut sama sekali.Kiran menarik napas dalam-dalam lebih dulu. Tubuhnya sedikit menegak dengan tatapan lurus tak terpatahkan. “Aku dapat kamar asrama dari perusahaan.”“Aku juga sudah diskusi dengan Ayah kalau tidak akan tin

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status