Share

Ada Apa?

last update publish date: 2026-03-19 08:45:36

Surya tertunduk dalam. Jemarinya semakin meremat hingga kuku-kukunya memucat.

“Dia dulu sangat kecil dan rapuh, tidak bisa hidup tanpaku, bagaimana caraku melepas?” Suara Surya sedikit tertahan. “Tapi berbeda dengan sekarang. Dia bisa mengurus dirinya sendiri, menjalani harinya tanpa beban. Dia bisa pergi menggapai apa yang dia inginkan sekarang.”

“Apa bedanya, Paman? Mau dulu atau sekarang, Kiran tetap membutuhkan Anda.” Elvano menyanggah dengan cepat.

Pandangan Surya kembali terangkat, begitu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
tenang kiran,, jangan panik,,
goodnovel comment avatar
wardah
semoga nanti bapaknya mau ikut Kiran,, tinggal bersama Kiran
goodnovel comment avatar
Magda
gara2 yoga banyak hutang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Akhirnya Sadar

    “Hah!”Kiran membuka mata lebar dengan napas tak beraturan, dadanya naik turun dengan cepat, wajahnya pucat berbalut kepanikan.“Ki, Kiran. Akhirnya kamu bangun.” Kiran merasakan usapan lembut di punggung tangannya. Dia menoleh ke samping, tatapannya tertuju pada Elvano.Pria ini tersenyum manis padanya.“Bagaimana perasaanmu? Aku akan panggilkan Dokter untuk memeriksamu.” Elvano menekan tombol untuk memanggil perawat setelah bicara.Sedang Kiran diam beberapa detik, sebelum mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.Terakhir kali yang diingatnya, Kiran merasakan dingin yang menusuk dan suara panik Elvano yang terus mendengung di telinganya.“Di mana aku?” Suara Kiran begitu lemah.“Di rumah sakit.” Elvano mencium punggung tangan Kiran. Dia tatap Kiran yang seperti orang bingung.“Yessica.” Tatapan Kiran tertuju pada Elvano.Raut wajah Elvano berubah suram mendengar nama Yessica.“Apa kamu tahu kalau pria itu suruhan Yessica?” Elvano memastikan.Kiran diam menatap Elvano yang sangat m

  • Dimanja Mantan Posesif   Sepenggal Ingatan Lama

    “Calissa, mainlah dengan anak lainnya.”Calissa menoleh ke sang mama, gadis kecil berusia lima tahun ini mengangguk.“Iya.” Setelah bicara, tatapan Calissa tertuju ke anak-anak perempuan yang berdiri menatapnya.Semua anak panti ini berpenampilan sangat jauh darinya. Terlihat sederhana dan kurang terawat.Calissa mendekat. Dia ragu-ragu menghampiri anak-anak yang menatapnya aneh.Apa Calissa aneh? Nyali Calissa menciut, langkahnya memelan saat anak-anak perempuan ini seperti tak mengharapkan kehadirannya.“Apa mereka tidak mau main denganku?” Calissa bergumam pelan.“Hai.” Calissa menoleh saat mendengar ada yang menyapanya dari samping.Tatapan Calissa tertuju pada anak perempuan yang memegang setangkai bunga, berpakaian sederhana dan tersenyum manis padanya.“Kamu mau main?”Satu kalimat yang didengar Calissa, membuat kepalanya mengangguk-angguk pelan.“Mau.”Anak perempuan di depannya ini, mengulurkan tangan ke arah Calissa. “Aku Yessica.”Senyum Calissa semakin lebar. “Calissa.”

  • Dimanja Mantan Posesif   Kiran Membutuhkanmu

    Saat sampai di UGD.Noah turun dari dalam mobil dengan cepat. Dia berteriak memanggil petugas sebelum membuka pintu belakang untuk membantu Elvano mengeluarkan Kiran dari dalam mobil.Perawat lari tergopoh mendorong ranjang pesakitan. Begitu Kiran dibaringkan di atas brankar, perawat langsung membawa Kiran menuju ruang penanganan. Elvano terus menggenggam telapak tangan Kiran, sampai akhirnya terlepas karena perawat menahannya di luar.“Anda tunggu di luar, Pak. Kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien.”Elvano termangu mendengar apa yang perawat ucapkan.Hingga pintu di depannya tertutup, Elvano hanya bergeming dengan tatapan kosong.Bahkan luka di punggung tangannya, tidak mengalihkan ketakutan akan kondisi Kiran saat ini.Noah berdiri menatap pada Elvano yang hanya diam memandang ke pintu.Mereka sama-sama terpukul, tetapi sepertinya ketakutan terbesar ada pada diri Elvano ketimbang Noah sendiri.Tatapan Noah tertuju pada tangannya. Darah Kiran perlahan mengering, bau anyir

  • Dimanja Mantan Posesif   Lepas Kendali

    Dunia Elvano seakan berhenti tepat saat melihat tangan Kenny terarah di perut Kiran.Saat tangan Kenny ditarik ke belakang, tampak jelas merah darah yang menetes dari ujung belati di tangan Kenny.Mata Elvano membola lebar. Napasnya tersekat begitu melihat tubuh kekasihnya terhuyung pelan, sebelum jatuh ke aspal dengan kedua tangan masih terikat di belakang tubuh.“Kiran!” Suara Elvano keras meski sedikit bergetar.Tepat setelah itu, anak buah Kenny terlibat baku hantam dengan anak buah Theo.Sedang Elvano berlari kencang mengarah pada Kenny yang tertawa puas.Tawa itu benar-benar membuat Elvano ingin mencabik-cabik tubuh pria yang berani melukai kekasihnya.Elvano menerjang tubuh Kenny dalam satu kali lompatan, lututnya menghantam perut pria ini sampai jatuh terkapar.Begitu Kenny tersungkur di aspal. Elvano duduk di atas perut Kenny. Jari-jari tangan kiri Elvano mencengkram leher Kenny seolah siap mematahkannya.“Kamu berani menyakitinya? Kamu berani melukainya?” Kepalan tangan kana

  • Dimanja Mantan Posesif   Ingin Nyawanya

    Mata Kiran membola lebar. Kilau silver yang menembus indera penglihatannya membuatnya menggeleng pelan.“Kamu tidak akan melakukan itu.” Kiran tak bisa lagi menyembunyikan kecemasannya. “El tidak akan melepaskanmu, dia akan menyeretmu ke penjara.” Kiran mencoba menggoyahkan niat pria ini.Namun, pria ini malah tertawa kecil.“Aku tidak takut mati.” Kenny mengangkat belatinya di udara.Brakk!Sebelum belati menghujam perut Kiran, suara benturan mengejutkan semua orang yang ada di dalam mobil bersamaan tubuh mereka yang terhuyung ke segala arah.Mobil berhenti setelah sebelumnya menabrak sebuah mobil yang melintang di depan mereka.“Mobil di depan muncul secara tiba-tiba.” Rekan Kenny menoleh ke belakang, wajahnya begitu panik.Tatapan Kenny tertuju ke mobil di depan mereka yang ringsek bagian sisinya karena benturan kuat. Sebelum pandangannya tertuju ke belakang, tiga mobil yang mengejar mereka kini mengepung.“Sial.” Kenny mengumpat. Saat ini tatapannya tertuju pada Kiran.Jari-jari K

  • Dimanja Mantan Posesif   Orang Jahat

    Beberapa saat sebelum kejadian.Kiran asyik makan dengan Leya, sampai suara dentuman kecil mengejutkannya dan yang lainnya.“Api.”Suara itu terdengar di tengah kerumunan para tamu. Kiran menatap ke arah panggung, benar ada api di sana.Kiran panik, dia langsung menangkap tangan Leya. “Leya, ayo keluar dari sini.” Leya menatap bingung. “Kenapa Kakak Kiran? Tapi Mama belum ke sini, nanti Mama nyariin Leya.” “Panggungnya terbakar, kita keluar dulu.” Kiran sudah berdiri, tatapannya tertuju ke orang-orang yang mulai meninggalkan aula pesta. “Nanti Kakak Kiran yang akan cari Mama dan jelasin, oke.”Leya mengangguk sebelum turun dari kursi. Dia berjalan bersama Kiran menuju pintu keluar.Keduanya terdesak orang-orang yang berusaha keluar dari ruang pesta karena panik.Kiran mengajak Leya menepi agar tidak tertabrak tamu lainnya ketika mencapai luar. Mencarikan tempat yang aman dan luas agar Leya tidak terluka jika terdesak orang dewasa.Di tengah kepanikan. Di bawah lampu yang sedikit te

  • Dimanja Mantan Posesif   Lembur Lagi

    Sore hari. Kiran baru saja selesai merapikan berkas di meja, ketika ponsel di atas meja berdering. Matanya melirik pada layar ponsel. Pesan dari Widya terpampang di layar. [Pulang lebih awal dan jaga ayahmu, jangan banyak alasan!] Napas dari mulut Kiran berembus pelan. Jempolnya segera bergerak

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Mematahkan Tuduhan

    Suara tegas Elvano menarik semua mata tertuju padanya. Auranya mampu membekukan seluruh ruangan, mengubah atmosphere yang panas menjadi sedingin kutub.Kiran bergeming dengan tatapan tertuju pada Elvano yang sedang melangkah ke arahnya.Pria itu muncul tak terduga. Seolah selalu ada untuknya, sama

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status