共有

Ada Apa?

last update 公開日: 2026-03-19 08:45:36

Surya tertunduk dalam. Jemarinya semakin meremat hingga kuku-kukunya memucat.

“Dia dulu sangat kecil dan rapuh, tidak bisa hidup tanpaku, bagaimana caraku melepas?” Suara Surya sedikit tertahan. “Tapi berbeda dengan sekarang. Dia bisa mengurus dirinya sendiri, menjalani harinya tanpa beban. Dia bisa pergi menggapai apa yang dia inginkan sekarang.”

“Apa bedanya, Paman? Mau dulu atau sekarang, Kiran tetap membutuhkan Anda.” Elvano menyanggah dengan cepat.

Pandangan Surya kembali terangkat, begitu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (6)
goodnovel comment avatar
wardah
semoga nanti bapaknya mau ikut Kiran,, tinggal bersama Kiran
goodnovel comment avatar
Magda
gara2 yoga banyak hutang
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Tenang Kiran jgn panik ayahmu baik2 saja ,tapi gimana kalo Kiran pindah sama ayahnya otomatis Bu angkat dan sodara angkat nya ikutan
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dimanja Mantan Posesif    Takut Ditinggal

    Kiran duduk di ruang tunggu lobby.Sampai, Elvano akhirnya tiba di sana.“Sudah luang?” Kiran berdiri menyambut Elvano.“Kenapa tidak naik saja langsung?” Elvano sudah berdiri tepat berhadapan dengan Kiran.Kiran menggeleng. “Tidak enak saja. Aku sedang diskors, tidak nyaman jika berkeliaran di perusahaan.”Melihat Elvano yang diam, Kiran kembali bicara. “Aku bawa makan siang, bagaimana kalau kita makan di taman samping?”Kiran mengangkat paper bag yang dibawanya.Elvano mengangguk pelan. Mana mungkin dia menolak.Mereka pergi ke taman samping.Di bawah pohon rindang, di bangku yang biasa digunakan karyawan melepas penat. Kiran dan Elvano duduk di sana.“Kamu bilang mau pergi dengan ayahmu?” Elvano menatap pada Kiran yang sedang mengeluarkan kotak makanan dari dalam paper bag.“Besok, tadi aku baru saja menemui Kak Mila.” Kiran bicara tanpa menatap Elvano.Kiran sibuk menyiapkan alat makan untuk sang kekasih.“Bagaimana? Apa yang dia mau?”Kiran mengangkat pandangan ke Elvano. Sambil m

  • Dimanja Mantan Posesif    Bantuan Terakhir

    Siang hari.Kiran pamit ke Surya jika mau mengurus sesuatu.Dia pergi ke kafe setelah menghubungi Mila.Di sana, Kiran melihat Mila yang sudah menunggu.“Kamu benar-benar datang.”Melihat senyum semringah Mila. Kiran tetap memasang wajah datar.Kiran duduk berhadapan dengan Mila.“Sudah berapa bulan?” Kiran bicara tanpa ekspresi.Mila menyentuh perutnya. “Baru dua bulan.”Pandangan Mila tertunduk. “Aku juga baru tahu kalau hamil kemarin. Karena itu, aku bingung.”Kiran mengembuskan napas pelan.“Sekarang kamu maunya bagaimana? Aborsi?”Kiran melihat Mila tersentak karena ucapannya.“Aku tidak tahu.”Jawaban Mila membuat Kiran mengembuskan napas pelan.“Dari kejadian ini, apa kamu sudah sadar apa kesalahanmu?” Kiran bicara dengan tegas. Sorot matanya penuh penekanan.Mila memejamkan mata sejenak sebelum mengangkat pandangannya ke Kiran. “Aku tahu.”“Jika melakukan aborsi, dosamu akan semakin besar karena membunuh bayi yang tidak bersalah.” Kiran kembali bicara. “Tapi jika kamu pertahan

  • Dimanja Mantan Posesif    Janji Ayah

    Setelah Mila pergi.Kiran kembali ke unit apartemen ayahnya.Dia berdiri di depan pintu. Kiran menarik napas dalam-dalam sebelum mengembuskan pelan.Setelah tenang, Kiran lantas masuk untuk menemui sang ayah.Ketika tiba di dalam, tatapan Kiran tertuju pada Surya yang sudah memandangnya.“Mila sudah pergi?” Surya memastikan.Kiran mengangguk. Dia ikut duduk di samping sang ayah.Surya mengembuskan napas pelan.“Ibumu dipenjara, apa ada hubungannya dengan alasan kamu menanyakan soal asal-usulmu?” Surya langsung menebak.Kiran mengangguk pelan. “Tapi Ayah jangan cemas.”Sambil mengusap punggung tangan sang ayah, Kiran kembali berkata, “Ibu tidak akan ditahan lama, Yah. Dia dimasukkan ke kantor polisi, hanya untuk membuat efek jera saja. Paling tidak sampai sebulan Ibu sudah bebas.”Surya mengembuskan napas pelan.“Ayah marah karena aku membiarkan Ibu ditahan?” Kiran memastikan.Dia melihat wajah lelah sang ayah.“Tidak, Ayah tidak marah. Jika memang ibumu bersalah, memang sudah sepatutny

  • Dimanja Mantan Posesif    Tak Terduga

    Kiran bergeming mendengar ayahnya marah. Sejauh dalam ingatannya, ayahnya adalah orang penyabar yang jarang sekali membentak, apalagi pada anak-anaknya.“Ayah sekarang juga membentakku demi Kiran?”Tatapan Kiran kini tertuju pada Mila yang masih saja tidak mau berhenti.Tidak ingin membuat ayahnya sakit lagi jika terlalu emosi. Kiran mencengkram lengan Mila.“Ayah di sini saja.” Kiran memperingatkan sebelum menarik paksa Mila menjauh dari ayahnya.Mila tersentak.Dia berusaha memberontak, tetapi cengkraman Kiran terlalu kuat.“Lepaskan, kamu tidak berhak menjauhkanku dari Ayah.”Begitu sampai di depan pintu lift, Kiran melepas kasar lengan Mila.“Lebih baik kamu pergi dari sini dan berhenti mengganggu Ayah.” Suara Kiran penuh dengan penekanan.“Kamu berani mengusirku?! Sekarang kamu benar-benar menjadi pembangkang!”Kiran menatap datar.“Aku memang pembangkang sejak dulu.” Setelah mendengkus kecil. Kiran kembali bicara. “Jika bukan karena Ayah yang sakit, aku tidak akan diam saja men

  • Dimanja Mantan Posesif    Kesabaran Yang Habis

    Sore hari.Kiran baru saja membuka sabuk pengaman saat mobil Elvano di depan lobby apartemen.“Aku keluar dulu.”Sebelum tangannya meraih pintu, Kiran kembali menoleh karena lengannya ditahan Elvano.“Ada apa lagi?” Kiran menatap pada Elvano yang masih memegang lengannya.“Besok, apa pun yang kamu lakukan dan di mana kamu berada, jangan lupa memberitahuku.”Satu sudut alis Kiran tertarik ke atas.Apa permintaan Elvano tidak terlalu berlebihan?Tetapi, Kiran juga tidak keberatan.“Iya, kamu jangan cemas.” Senyum Kiran terangkat kecil.“Kalau begitu aku keluar dulu.” Kiran kembali pamit.Namun, sebelum wajahnya teralihkan dari Elvano, Kiran dibuat terkejut saat Elvano meraih tengkuknya.Bibir mereka kini saling bersentuhan.Kiran tersentak.Mata Kiran terbuka ketika melihat Elvano memejamkan mata saat menautkan bibir mereka.Beberapa detik. Elvano akhirnya melepas Kiran.“Aku keluar dulu.” Kiran melipat bibir, setelahnya dia keluar dari mobil Elvano.Masih berdiri di depan lobby, tangan

  • Dimanja Mantan Posesif    Kabar Baik dan Kabar Buruk

    Telunjuk Kiran mengetuk-ngetuk meja, sesekali dia menoleh ke koridor yang terhubung dengan lift.Kenapa Elvano belum kembali?Apa Elvano mendapat masalah besar karena dia?Kiran menggigit bibir bawahnya. Dia tidak bisa tenang.Sampai suara langkah yang familiar di telinganya, mengalihkan pandangan Kiran ke arah koridor.Meski tegang, tetapi masih ada senyum kecil di wajahnya ketika melihat kedatangan Elvano.“Kiran, ke ruanganku.”Mendengar suara tegas Elvano, senyum Kiran sempat memudar meskipun akhirnya kembali terangkat lembut.“Baik, Pak.” Kiran mengangguk.Kiran meninggalkan mejanya, dia bergegas menyusul Elvano yang sudah lebih dulu masuk ke dalam ruang kerja.Kiran menutup pintu dengan rapat, sebelum langkahnya yang pasti tertuju ke meja kerja Elvano.“Bagaimana rapatnya tadi? Mereka tidak mempersulitmu, ‘kan?” Kiran menatap cemas.Tatapan Elvano berbalut rasa bersalah. “Duduklah dulu.”Kiran menyadari perbedaan sikap Elvano. Dia mengikuti instruksi Elvano dengan segera duduk d

  • Dimanja Mantan Posesif    Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last update最終更新日 : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif    Semakin Bersalah

    Bola mata Kiran bergerak menghindari tatapan curiga Sabrina. Semua informasi yang Sabrina jabarkan, membuat Kiran salah tingkah.“Mengaku, Kiran. Kamu sudah salah paham dengan status Pak Elvano?” Nada suara

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Dimanja Mantan Posesif    Tidak Diberi Kesempatan

    Kiran dan Elvano sudah berada di lift menuju divisi pemasaran. Diamnya Elvano benar-benar membuat atmosphere di dalam lift begitu tegang. Kiran melirik Elvano yang tak bicara sepatah kata pun setelah berpisah dari Arlo. Kiran mempertahankan tubuhnya tetap tegak, walau suasana yang dirasakannya b

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Dimanja Mantan Posesif    Pasangan Serasi

    Kaki Kiran berhenti bergerak. Matanya terpaku pada wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan Elvano.Wanita dengan rambut panjang berkilau, wajahnya begitu manis dan terawat, polesan make up di wajahnya bahkan tak menutup kecantikan alami wanita ini.Dan yang membuat tubuh Kiran membeku ketika p

    last update最終更新日 : 2026-03-20
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status