Share

Ketertarikan

last update publish date: 2026-04-04 12:10:52

Senyum Noah terangkat kecil melihat kebingungan dari sorot mata Kiran.

“Di sebuah tempat makan, kamu menabrakku sampai hampir jatuh, dan sekarang kamu juga hampir menabrakku. Apa menabrak tak sengaja menjadi kebiasaanmu, hm?”

Kiran tersentak.

Akhirnya Kiran ingat siapa pria di depannya ini.

“Ternyata Anda.” Kiran tersenyum kecil walau sedikit canggung. “Maaf, saya benar-benar tidak sengaja.”

Noah mengangguk-angguk masih dengan senyum hangat di wajahnya. Dan tatapannya tidak bisa teralihkan dar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Adeena
jangan mimpi mau cari perhatian Elvano...
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Jangan aja Jesicca jadi ulet gatelan
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Cemburu si El...gara2 Mata si Noah lihat lihat ,dan Noah tertarik sama Kiran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif    Harus Selesai

    Kiran menatap pada Elvano yang bersikap berbeda.Jika biasanya Elvano akan semangat mengajaknya masuk.Tetapi berbeda dengan sekarang.Ya, karena sekarang, sang kekasih sedang marah.Dan, Kiran juga tidak akan bisa tidur, sebelum menyelesaikan pembahasan mereka tadi.“Aku ingin bicara denganmu setelahnya baru bisa tidur.” Kiran merangsek masuk begitu saja setelah bicara.Elvano tersentak.“Ki, jangan ….” Elvano tidak bisa mencegah Kiran masuk.Dan begitu Elvano menyusul Kiran ke dalam.Elvano menatap Kiran yang berdiri diam dengan tatapan tertuju ke meja.Kiran memutar kepala ke arah Elvano berdiri. “Kamu minum?” Kiran menunjuk ke meja. Tatapan Kiran tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.“Belum.” Elvano mendekat ke meja, dia kembali menutup botol yang tadi dibukanya sebelum Kiran datang.“Tapi kamu mau minum?” Kiran menatap tak suka jika Elvano sampai mabuk.“Belum minum, Ki. Cium bau napasku, belum bau alkohol, ‘kan?” Kini Elvano dan Kiran saling tatap.Kiran menghela napas ka

  • Dimanja Mantan Posesif    Tidak Bisa Tidur

    Di rumah keluarga Bimantara.Noah baru saja tiba di rumah bersama Yessica.Mereka menghampiri kedua orang tua yang duduk di ruang keluarga.“Bagaimana pestanya?” Kamila Bimantara, menatap kedua anaknya yang baru saja sampai di rumah.“Biasa saja, tidak ada yang menarik kecuali saat bertemu salah satu keluarga Radjasa.” Yessica langsung duduk di samping Kamila, merangkul manja lengan ibunya sebelum menyandarkan kepala di pundak.“Radjasa? Mereka datang ke pesta Tuan Jones?” Tatapan Raihan Bimantara–ayah Noah, tak suka mendengar nama yang baru saja Yessica sebut.“Wajar jika datang, apalagi mereka memegang salah satu proyek milik Tuan Jones.” Suara Noah begitu datar.“Justru itu, kedatangan mereka akan memperkuat kerjasama mereka. Kita akan lebih sulit mengambil proyek-proyek besar karena selalu kalah bersaing dengan mereka.” Raihan bicara dengan nada tinggi.Sudah bertahun-tahun Bimantara bersaing dengan RDJ, dan tidak pernah sekalipun perusahaan mereka bisa mengalahkan RDJ Group.“Mun

  • Dimanja Mantan Posesif    Marah Lagi

    Kiran terdiam mendengar pertanyaan Elvano.Apa benar dia takut jika Elvano marah?Atau dia takut, diamnya Elvano seperti serigala yang memantau mangsa?Kiran menggeleng pelan dia harus percaya pada Elvano.Kiran memejamkan mata beberapa saat sebelum kembali menatap pada Elvano yang masih menyandarkan kepala di pundaknya.“Tidak.” Kiran membalas dengan tenang. “Hanya tidak nyaman, bukan berarti aku takut.”Perlahan Elvano membuka matanya. Napasnya berembus berat.Senyum Elvano terangkat kecil. Dia mengangkat kepalanya dari pundak Kiran, tetapi sekarang dagunya yang bersandar di sana.“Aku hanya sedang menenangkan diri.”Kening Kiran berkerut dalam mendengar ucapan Elvano.“Menenangkan diri dari?” Kiran memastikan.Napas Elvano berembus kasar.Dia mengangkat dagunya dari pundak Kiran. Duduk dengan tenang menghadap ke dinding kaca di depannya, tanpa melepas tautan jemari mereka.“Dari emosiku sendiri.”“Apa sekarang sudah lebih baik?” Kiran memastikan.Saat menoleh pada Kiran, senyumnya

  • Dimanja Mantan Posesif    Diam Yang Menakutkan

    Mata Kiran membola lebar.“El, jangan aneh-aneh.” Wajah Kiran menegang. “Aku tidak akan ke mana-mana, jadi jangan khawatir.”Kiran membujuk.“Tidak bisa.” Elvano menolak. “Pilihannya, tinggal di kamarku atau tinggal di kamarmu?”Kiran menarik napas panjang.Ini memang bukan pertama kalinya mereka sekamar.Tetapi situasi sekarang berbeda.Sebelum Kiran kembali bicara. Kiran terkejut Elvano mendorongnya ke arah kamar miliknya.“Kalau begitu di kamarmu kalau kamu merasa tidak nyaman di kamarku.”Mata Kiran semakin membola.Kiran ingin mengelak, tetapi mereka sudah berada tepat di depan pintu kamarnya.“Buka pintunya.”Kiran melipat bibir mendengar perintah Elvano.Akhirnya Kiran mengeluarkan keycard dari dalam tas lalu menyentuhkan di panel bawah gagang pintu.Begitu kunci terbuka, Elvano yang membuka pintu.“El, aku juga tidak akan ke mana-mana, apa harus sekali sekamar?” Kiran membalikkan tubuhnya menghadap ke Elvano berdiri.Namun, tidak ada balasan dari Elvano.Kiran tahu balasannya.

  • Dimanja Mantan Posesif    'Kan Cemburu

    Langkah Kiran terseret mengimbangi langkah Elvano yang lebar.Bahkan, beberapa kali ujung gaunnya terpijak heelsnya, membuat Kiran hampir terjerambab ke depan.“El, El, pelankan langkahmu.” Kiran tak mampu mengimbangi gerakan kaki Elvano.Ketika sampai di sebuah koridor.Akhirnya Elvano memperlambat langkah. Dia melepas tangan Kiran, sebelum mendorong tubuh Kiran.Kiran tersentak. Punggungnya membentur pelan dinding di belakangnya.“El.” Kiran memekik.Sebelum Kiran melayangkan protes atas sikap Elvano.Bibirnya sudah terbungkam kasar.Elvano menautkan bibir mereka, melumat bibir Kiran tanpa jeda.Satu tangan Kiran meremat kuat tas yang ada digenggamannya.Menolak sekarang, sama dengan memancing kemarahan Elvano lebih besar.Cemburu, hanya karena ini Elvano memperlakukan Kiran seperti sekarang.Elvano akhirnya melepas pagutan bibir mereka.Napas keduanya sama-sama tersengal.Elvano masih menatap penuh amarah. Kedua tangannya kini bertumpu di dinding tepat di kanan dan kiri samping kep

  • Dimanja Mantan Posesif    Ketertarikan

    Senyum Noah terangkat kecil melihat kebingungan dari sorot mata Kiran.“Di sebuah tempat makan, kamu menabrakku sampai hampir jatuh, dan sekarang kamu juga hampir menabrakku. Apa menabrak tak sengaja menjadi kebiasaanmu, hm?” Kiran tersentak.Akhirnya Kiran ingat siapa pria di depannya ini.“Ternyata Anda.” Kiran tersenyum kecil walau sedikit canggung. “Maaf, saya benar-benar tidak sengaja.”Noah mengangguk-angguk masih dengan senyum hangat di wajahnya. Dan tatapannya tidak bisa teralihkan dari wajah Kiran. Seolah ada sesuatu yang menarik Noah untuk masuk lebih dalam ke sorot mata Kiran.“Kamu datang bersama keluargamu atau ….” Noah sengaja menjeda kalimatnya untuk disambung Kiran, memastikan ada hubungan apa antara Kiran dan Elvano.Kiran melipat bibirnya sejenak. “Saya datang mewakili keluarga Radjasa bersama atasan saya.”“Atasan?” Noah mengerutkan kening. Ini tidak seperti yang Yessica katakan. “Keluarga Radjasa, kamu datang bersama Elvano Radjasa?”Kiran mengangguk-angguk pelan

  • Dimanja Mantan Posesif    Apa Karena Dia?

    Kiran masih mencerna apa yang baru saja didengarnya. Telinganya kini semakin ditajamkan ketika mendengar rekan di dekatnya kembali bicara.“Memangnya mereka tidak bersikap baik bagaimana?”“Tidak tahu masalahnya gimana. Hanya saja, tadi waktu aku mau kembali ke sini, aku melihat di dekat toilet, Pa

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif    Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif    Sikap Membingungkan

    Ragu-ragu, Kiran duduk di sofa berhadapan dengan Elvano. Matanya melirik sejenak pada Elvano yang sudah membuka penutup kotak makan siangnya. Dia lantas membuka makanan bagiannya.Ketika melihat ada daun bawang di atas makanan yang dibelinya, bibir Kiran sedikit berkerut.Kiran tidak suka daun bawa

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif    Dikira Takut?

    Kiran mengembuskan napas kasar, tak percaya dengan apa yang didapatnya dan didengarnya. Wajahnya sedikit terangkat, matanya menyorot tajam pada Mona.Telunjuk Mona tertuju ke wajah Kiran, sebelum berucap, “Ingat,

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status