Share

Lembar Perbedaan

last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-08 15:07:25

Tanpa berpikir panjang, Kiran membuka pintu dengan cepat. Dia masuk ke dalam kamar begitu saja, sampai langkahnya terhenti saat melihat Elvano berdiri dengan pandangan tertunduk ke bawah.

Kiran ikut menatap ke lantai, serpihan kaca dari gelas yang pecah berserakan di lantai.

“El.” Kiran mengayunkan kakinya cepat. Saat sampai di samping Elvano, tangannya terulur untuk menjauhkan Elvano dari lantai yang penuh dengan pecahan kaca.

Kiran melihat Elvano yang terkejut karena kedatangannya. Belum juga
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (11)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
dih,,modusmu dan bucinmu ke kiran lho el,, sungguh manis,,,,,,
goodnovel comment avatar
eva nindia
Kiran jngan insecure trus ya... El lgi mode buayaa hahahah
goodnovel comment avatar
Adeena
El jangan Ngadi Ngadi manja boleh tapi lihat sikon...
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dimanja Mantan Posesif   Berharap Hadir

    Melihat ekspresi Alina, Aksa malah menggoda.“Ternyata, anak kesayanganmu belum cerita masalah ini kepadamu?” Aksa terus memperhatikan wajah sang istri.Alina sewot. “Dia ‘kan sibuk, wajar kalau belum sempat cerita.”Meskipun kesal karena dia belum diberitahu, tetapi Alina juga senang mendengarnya.“Itu kabar bagus. Kapan El siap mau melamar Kiran, aku akan menyiapkan semuanya.” Alina melebarkan senyum setelah beberapa saat sempat kesal. “Soal itu, El juga belum memberitahu kapan pastinya, hanya baru bilang kalau ingin melamar.” Alina menghela napas pelan. Tiba-tiba saja dia teringat pada putra pertamanya.“Jangan sampai seperti kakaknya, menikah tanpa pesta apalagi lamaran. Aku jadi tidak bisa pamer ke orang-orang.” Alina bernapas kasar lagi. “Yang penting sudah ada niatan dan El juga tidak seperti kita atau kakaknya, menikah dadakan sampai sanak saudara saja tidak tahu.”Setelah bicara, Alina melangkah meninggalkan suaminya begitu saja.Sedang Aksa tak bisa berkata-kata melihat uca

  • Dimanja Mantan Posesif   Tetap Makan

    Kiran kebingungan karena sikap Elvano.Dia ditarik begitu saja sampai tidak bisa minta izin pada Alina.“El, kamu langsung mengajakku begini, apa tidak masalah?” Kiran meragu.Elvano menghentikan langkah.Masih menggenggam telapak tangan Kiran, Elvano menatap pada kekasihnya ini.“Tidak masalah, Mama juga tidak akan marah.” Elvano menjawab dengan santai. “Sekarang, ayo duduk di sana,” ajaknya kemudian.Kiran masih tidak enak hati.Elvano mudah bilang tidak masalah, sedangkan Kiran tamu di sana, rasanya tak sopan pergi begitu saja tanpa izin.Mereka duduk di gazebo yang ada di taman samping rumah.Elvano menatap tak sabar ke kotak yang Kiran bawa.“Kamu masak apa saja?” Elvano tak mengalihkan pandangan dari kotak itu.Kiran lebih dulu mengeluarkan rantang dari dalam kotak, ada juga tempat buah potong dan camilan.“Di rumahmu pasti banyak buah dan camilan, tapi aku merasa perlu membawanya juga.” Kiran sudah menyusun barang bawaannya di lantai gazebo.Pandangan Elvano tertuju pada Kiran.

  • Dimanja Mantan Posesif   Bucin Akut

    Bola mata Elvano membulat lebar mendengar nama Kiran disebut.“Jangan, dia bisa mengomeliku berjam-jam.”Elvano mengambil sendok di nampan, dengan cepat Elvano mulai memasukkan suapan ke mulut.Alina tersentak.Putranya ini benar-benar membuatnya tak habis pikir.Segala omelan dan ancamannya sudah tidak mempan, tetapi Elvano bisa panik dan ketakutan saat nama Kiran disebut.Alina memperhatikan Elvano yang makan dengan tergesa-gesa.“Pelan-pelan makannya, El.” Alina sekarang panik melihat cara makan Elvano.Dengan mulut penuh, Elvano membalas, “Biar cepat habis dan cepat belajar lagi.”Alina dibuat tak berkata-kata karena tingkah putranya.Sampai satu piring nasi yang Alina bawa, benar-benar habis tak bersisa.“Kamu makan terburu-buru seperti itu, bisa membuat perutmu sakit.” Alina khawatir.Elvano baru saja menenggak habis segelas air putih. Dia menatap sang mama yang memandang waswas.“Yang penting sudah makan ‘kan, Ma.” Elvano melebarkan senyumnya.Dia mengulurkan nampan berisi pirin

  • Dimanja Mantan Posesif   Takutnya Sama Kiran

    Pria ini tersentak. Wajahnya seketika memucat.“Aku sudah melakukan apa yang kamu katakan, apa lagi yang kamu inginkan?” Pria ini menahan geram dan panik karena keluarganya terus dijadikan senjata untuk mengancam dirinya.“Kamu bohong!” Suara Martha tertahan. Matanya menyorot menuh kilatan yang menyambar-nyambar. “Katakan yang sebenarnya padaku.”Tangan pria ini mengepal. “Apa yang sebenarnya kamu inginkan? Bukankah yang terpenting, aku diam dan tidak menyeret namamu dalam kasus ini. Urusan kita sekedar bisnis, aku butuh uang dan kamu memberiku pekerjaan. Sekarang, berhenti menekanku dan jangan mengganggu keluargaku lagi!”Pria ini begitu emosi.Martha tersenyum miring.Suaranya sedikit tertahan saat Martha berucap, “Dia masih hidup. Kamu tidak melakukan tugasmu dengan benar. Kamu membohongiku.”Pria ini tersentak mendengar ucapan Martha. Dia meneguk ludak kasar.“Karena kebohonganmu ini, sekarang aku dan putriku tidak bisa tenang. Jika sampai apa yang aku lakukan ini terbongkar, kamu

  • Dimanja Mantan Posesif   Mana Paham

    Kening Kiran berkerut dalam.“Siapa yang bertengkar.” Kiran memalingkan muka dari Noah. “El memang sibuk, kok.”Kiran kembali menatap pada Noah. “Kenapa tiba-tiba sekali kamu tanya soal El? Bukannya kamu tak menyukainya? Untuk apa mencari tahu kabarnya?” Mata Kiran menyipit curiga.Noah mengembuskan napas kasar dari mulutnya.“Ya, siapa tahu. Diam-diam dia menyakitimu.” “Tidak mungkin.” Kiran membantah dengan cepat. “El takkan pernah bisa melakukan itu.” Kiran bicara dengan penuh keyakinan.Noah menggeser posisi duduknya sampai menghadap Kiran. Dia menatap sang adik yang sangat percaya diri. “Kenapa tidak mungkin? Kamu sangat yakin dia tidak akan menyakitimu?” “Ya, tentu saja aku yakin. Karena yang tahu bagaimana hubungan kami, ya hanya kami. Kamu mana paham.” Noah menyipitkan mata.“Apa? Kenapa menatapku seperti itu?” Kiran mendadak merinding karena tatapan Noah.“Kalian tidak melakukan hal-hal di luar batas, ‘kan?” Noah menyelidik.Bola mata Kiran membola. Sampai impulsif melayang

  • Dimanja Mantan Posesif   Rencana Pesta

    Hari berikutnya.Kiran tidak ke kantor karena weekend.Semalam dia mengobrol dengan Noah sampai larut malam. Dan pagi ini, Kiran bisa tidur sepuasnya.Walau, suara ketukan pintu pada akhirnya membangunkannya.“Kamu belum bangun, Kiran?”Suara Surya terdengar dari luar.Kiran menguap sebelum membalas, “Ya, Ayah. Aku baru saja bangun.”“Baguslah, cepat cuci muka atau mandi. Orang tuamu dan semua orang ada di depan.”Kiran bangun dengan cepat.Dia duduk di atas ranjang sambil menatap ke pintu kamarnya.Kenapa mereka semua berkumpul di depan?Kening Kiran berkerut dalam.Dia mencoba menebak. Tetapi tak ada apa pun yang bisa dia pikirkan untuk saat ini.Kiran turun dari ranjang. Dia harus keluar menemui semua orang.Di halaman depan.Semua orang duduk di kursi yang sudah disusun rapi. Hidangan untuk sarapan juga sudah tersaji di meja.“Kiran belum bangun?” Kamila memastikan. Dia menatap pada Surya yang baru saja datang.“Baru saja bangun, mungkin sekarang mandi atau cuci muka dulu.” Surya

  • Dimanja Mantan Posesif   Harus Kiran

    Malam hari.Elvano tiba di rumah saat pukul delapan malam. Kakinya melangkah menuju tangga, ketika telinganya mendengar suara sang kakak ipar di ruang keluarga.Berbalik arah ke arah suara kakak dan kakak iparnya berada, Elvano menemukan keduanya sedang bicara di ruang keluarga.“Kalian di sini? Le

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Dimanja Mantan Posesif   Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status