Share

Ada Yang Aneh

last update publish date: 2026-03-08 09:52:52
Kiran diam dengan tatapan tertuju ke pesan yang dikirimnya pada Elvano.

Sudah dibaca, dan sekarang Kiran menunggu balasan.

[Kamu belum baca kartunya? Itu hadiah buatmu.]

Kiran mengembuskan napas pelan. Dia kembali mengetik pesan.

[Aku tahu, tapi apa harus mengirim bunga ke kantor? Buket mawar merah besar? Semua orang akan mempertanyakannya.]

Kiran melirik ke kanan dan kiri, memastikan rekan kerjanya tidak ada yang mengintip obrolannya yang sedang dia lakukan dengan Elvano.

Sampai, pesan selanjut
Aililea (din din)

Halo Kakak, siang ini 2 bab dulu, 2 bab lagi agak sorean, ya. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian buat dukungan untuk kisah ElKi, ya. Makasih banyak Kakak semua ... :>

| 17
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (20)
goodnovel comment avatar
DyazRini Janardhani
kenapa itu dengan El??
goodnovel comment avatar
eva nindia
gda yg aneh kok .. cmn Kiran blum peka z KLO ortu El udh tau dn ngasih lampu ijo hehehe
goodnovel comment avatar
Adeena
modus'y El ini biar ketemu Kiran...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Mantan Posesif   Memastikan Karena Cemas

    Noah berdiri di depan teras rumah saat malam semakin larut.Apa yang dikatakan orang tuanya, membuat Noah cemas.Dia takut Kiran berubah pikiran, lalu menjauh dari mereka jika Kiran tersinggung.Dia berdiri diam, memandang ke arah rumah Kiran.Sampai tatapannya tertuju pada Surya yang baru saja pulang.Noah melangkah meninggalkan rumahnya untuk menghampirri Surya.“Paman, baru pulang?” Noah menyapa sebelum Surya masuk ke dalam rumah.Tangan Surya sudah memegang gagang pintu saat mendengar suara Noah. Dia membalikkan tubuhnya, tatapannya kini tertuju pada Noah yang sedang menghampirinya.“Nak, Noah. Kenapa malam begini masih belum istirahat?” Surya membuka pintu untuk mempersilakan Noah masuk sekalian.Noah melebarkan senyum. Dia berhenti melangkah, kini berdiri di depan Surya.“Hanya belum bisa tidur, Paman. Aku mau mencari Kiran untuk mengajaknya mengobrol, tapi takut Kiran sudah tidur.” Surya mengangguk-angguk. Dia lebih dulu mempersilakan Noah masuk ke dalam rumah.Mereka masuk ke

  • Dimanja Mantan Posesif   Menyalakan Api

    “Apa?” Kamila dan Raihan terkejut bersamaan.“Bagaimana bisa Kiran kerja di sana?” Kamila menatap tak percaya.Yessica tersenyum dalam hati, meski wajahnya menunjukkan kecemasan.“Mama dan Papa jangan marah dulu. Mungkin, Kiran kerja di sana juga demi dapat uang. Jadi, wajar kalau Kiran kerja di perusahaan besar seperti RDJ.” Yessica memberikan tatapan simpati.Yessica menipiskan senyum. Dia harus membuat Kiran dipaksa keluar dari RDJ.“Baiklah kalau sekarang dia butuh pekerjaan untuk menghasilkan uang. Tapi sekarang, ada kita yang bisa memberikan apa pun yang dia mau. Sepertinya dia tidak perlu lagi kerja di perusahaan itu.” Tangan Raihan mengepal, matanya menyorot tak suka.“Jangan begitu, Pa. Takutnya kalau Papa memaksa Kiran berhenti bekerja, dia pasti sedih.” Yessica menunjukkan rasa peduli untuk membalut niatnya.“Tapi RDJ? Kamu tahu bagaimana RDJ dan Bimantara bersaing, Yess.” Kamila menatap cemas.“Aku tahu, Ma.” Yessica mengembuskan napas berat, seolah ini juga menjadi beban

  • Dimanja Mantan Posesif   Sifat Licik

    “Kiran, aku benar-benar tulus dengan apa yang aku lakukan. Apa kamu tidak bisa memaafkanku? Aku tahu jika salah, dan aku tidak bisa melihatmu bersikap dingin padaku seperti ini.”Yessica harus terus membujuk. Mendekati Kiran agar terhindar dari kecurigaan.Dia aman karena sekarang Kiran hilang ingatan, tetapi tidak tahu kapan Kiran akan kembali ingat dan membongkar, apa yang pernah dia lakukan.Kiran masih diam mendengar ucapan Yessica.Sampai akhirnya napas panjang diembuskan dari bibir Kiran.Senyum Kiran diangkat tipis.Sikap manis Yessica yang jauh berbeda dari sikap sebelumnya, membuat Kiran semakin tidak nyaman.“Tidak ada yang bersikap dingin.” Kiran kembali bicara. “Hanya saja, semua ini masih terasa canggung bagiku. Aku tidak ingat siapa kamu dan bagaimana hubungan kita dulu, jadi jangan memaksaku untuk langsung menerima semua ini.” Nada bicara Kiran penuh penekanan.Yessica mengangguk dengan senyum penuh sandiwara. “Ya, aku mengerti.”“Meski kamu belum terbiasa, tapi aku leg

  • Dimanja Mantan Posesif   Milikmu, Milikku

    “Aku tidak bisa.”Nada bicara Kiran pelan tetapi penuh penekanan.Kiran mau melangkah, tetapi Yessica menggenggam tangannya dengan erat.“Kiran, apa kamu masih marah padaku? Aku bersungguh-sungguh ingin memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya. Aku tidak ada maksud lain.”Kiran menatap Yessica yang memandangnya dengan penuh harap.Dilihat banyak orang seperti ini, sangat tidak nyaman untuk Kiran.Kiran menarik pelan tangan dari genggaman Yessica. “Baiklah, tapi tidak sampai larut malam.”Senyum Yessica terangkat lebar. “Baiklah, aku hanya mau mengajakmu jalan ke mall. Seperti dulu saat kita jalan berdua bersama.”Kiran belum bisa mengingat masa kecilnya sedikit pun.Tetapi sikap dan ucapan Yessica saat ini sangat meyakinkan kalau mereka memang dulu sangat dekat.Yessica mengajak Kiran ke mobil yang menunggu di depan.Sebelum masuk ke dalam mobil, tatapan Kiran tertuju pada sopir yang duduk di belakang setir.Pria paruh baya ini yang biasa mengantar Noah, Kiran bisa sedikit t

  • Dimanja Mantan Posesif   Ketahuan 'Kan?

    Bibir Kiran terlipat dalam. Dia buru-buru berdiri, lalu mengambil rantang di atas meja.Kiran melirik sejenak ke Elvano, sebelum melangkah menjauh.Saat akan melewati Aksa yang berdiri di dekat pintu, Kiran lebih dulu membungkukkan tubuhnya. “Saya permisi dulu, Pak Aksa.” Kiran melewati Aksa begitu saja. Panik dan malu bercampur menjadi satu.Sedang Aksa menatap kepergian Kiran dengan kening berkerut dalam.Begitu pintu tertutup, tatapan Aksa kini beralih pada Elvano yang baru saja bangkit dari duduknya.“Kalian ….” Aksa sengaja menjeda kalimatnya.Tatapannya penuh curiga.Dia tidak melihat jelas apa yang baru saja Elvano dan Kiran lakukan, tetapi dia melihat kepanikan di wajah Kiran.“Kami kenapa? Tidak ada salahnya mencium calon istri, tapi Papa keburu masuk ruangan.” Setelah bicara, senyum Elvano dilebarkan sempurna.Bola mata Aksa membulat lebar.Bisa-bisanya putranya ini bicara dengan sangat blak-blakkan.“Calon istri?” Nada bicara Aksa penuh penekanan. “Memangnya kamu sudah mem

  • Dimanja Mantan Posesif   Tidak Suka

    Kiran tersenyum geli mendengar pertanyaan Elvano.Dia menegakkan tubuhnya. Duduk sedikit miring menghadap Elvano.“Tidak, mereka tidak melakukan itu.” Senyum Kiran terangkat kecil. “Mereka senang bisa bertemu denganku.”“Bagaimana denganmu?” Pertanyaan Elvano mengembangkan senyum Kiran. “Aku hanya lega, tapi tidak tahu apakah itu perasaan senang dan bahagia, atau hanya menerima.” Pasti tidak mudah untuk Kiran menerima begitu saja keluarganya setelah bertahun-tahun berpisah. Elvano memahaminya.“Tidak apa-apa. Kamu berhak mengungkap perasaanmu tanpa tekanan.” Tangan Elvano terulur untuk mengusap rambut Kiran.Kiran mengangguk-angguk manja, sampai dia teringat Yessica.“Masalahnya, sekarang aku bersaudara dengan wanita sombong itu.” Kiran mengembuskan napas kasar setelah bicara. Dia tidak rela memiliki hubungan status dengan wanita yang suka berbuat semena-mena.“Wanita sombong?” Satu sudut alis Elvano tertarik ke atas. “Maksudmu wanita yang berdebat denganmu di toko tas? Siapa namany

  • Dimanja Mantan Posesif   Berubah Aneh

    Keheningan menyelimuti, bahkan permintaan sederhana Elvano juga tak mampu Kiran penuhi.“Apa kamu pikir, setelah semua yang terjadi di antara kita, di masa lalu, apa kamu kira kehidupan kita sekarang akan bisa tenang? Akan seperti sebelum kita bertemu?” Nada suara Elvano rendah tetapi penuh penekan

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Kejutan Berkali-kali

    Alina menghampiri suaminya yang baru saja menginjakkan kaki di dalam kamar. Penuh antusias dia menarik tangan Aksa sebelum dia ajak duduk di tepian ranjang.“Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu kenapa sikap El agak berubah?” Alina tak bisa membendung rasa penasarannya, tatapannya begitu antusia.

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Mulai Melawan

    Operasi ayah Kiran berjalan dengan lancar, meskipun Surya belum sadar setelah operasi yang dijalaninya, tetapi Kiran akhirnya bisa sedikit lega.Hari selanjutnya.Kiran berangkat ke perusahaan seperti biasa sesuai janjinya pada Elvano sebelumnya karena sudah diberi cuti.Kiran datang lebih awal. Kak

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status