Compartir

Merasa Bersalah

last update Fecha de publicación: 2026-04-15 10:01:59

Di RDJ.

Elvano menekuk lengan kirinya, dia menatap ke jarum yang ada di arlojinya, sebelum pandangannya tertuju ke luar ruangan.

Sudah hampir setengah jam dan Kiran belum kembali dari kafe.

“Apa dia terjebak antrian panjang? Ini bukan jam istirahat, harusnya kafe tidak akan ramai di jam-jam ini.”

Elvano mulai gelisah.

Dia meraih ponsel di atas meja untuk menghubungi Kiran.

Namun, sebelum Elvano berhasil menekan tombol panggil, ponselnya sudah lebih dulu bergetar.

Kiran menghubunginya.

“Halo, Ki
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (12)
goodnovel comment avatar
Adeena
jangan cemburu dulu El...denger penjelasan Kiran jangan ambil kesimpulan sendiri..
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
makasih up nya kk
goodnovel comment avatar
Enisensi klara
Aku tuh degdegan takut kalo El marah sama Noah dikira Noah suka Kiran
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Dimanja Mantan Posesif   Masalah Sabrina

    Punggung Kiran ditegakkan melihat Sabrina terkejut, apalagi wajahnya mendadak pucat.Setelah saling tatap sejenak dengan Elvano, Kiran kembali memandang Sabrina yang baru saja mengakhiri panggilan.“Sab, ada apa?” Kiran melihat kepanikan di wajah Sabrina.Sabrina menggigit bibir bawahnya, sebelum tatapannya tertuju pada Kiran.Dengan tatapan ragu, Sabrina bicara dengan suara lirih. “Ibu menghubungiku dan mengatakan kalau anak mantan suaminya datang meminta izin tinggal dengannya.”Bola mata Kiran membulat. “Tunggu, maksudnya? Anak mantan suami? Maksudnya anak lain dari ayahmu? Ayahmu yang pergi meninggalkanmu saat kecil karena berselingkuh?”Suara Kiran berat tertahan mengingat cerita yang pernah Sabrina katakan padanya.Sabrina mengangguk-angguk.“Entahlah, mau apa coba anak itu menemui ibuku? Sore ini mau tidak mau aku harus pulang dan memastikan sendiri. Jangan sampai dia datang hanya untuk menyakiti ibuku.” Jemari Sabrina mencengkram erat ponsel yang ada di tangannya.Kiran menoleh

  • Dimanja Mantan Posesif   Tetap Formal

    Siang hari.Kiran masuk ke dalam ruang kerja Elvano setelah sebelumnya mengetuk pintu.Kiran berdiri di depan meja kerja Elvano sebelum bertanya, “El, siang ini tidak ada jadwal keluar perusahaan. Apa kamu mau dipesankan makanan?”Saat pandangan Elvano tertuju pada Kiran, tangannya bermasaan menutup berkas di atas meja.“Bagaimana kalau makan di luar?” tanya Elvano.Kiran tak sepakat.“Aku sudah lama tidak makan di kantin, aku mau makan di kantin perusahaan saja.” Senyum Kiran terangkat kecil setelah bicara, takut menolak ajakan Elvano, tetapi juga ingin dengan pilihannya sendiri.“Oke.” Elvano berdiri dari duduknya. “Kita ke kantin bersama.”Kiran mengangguk-angguk, senyumnya lebar mendengar Elvano menyetujui pilihannya.Mereka keluar dari ruangan bersama menuju kantin.Saat tiba di kantin.Semua tatapan langsung tertuju pada Elvano dan Kiran.Sebagai Presdir baru, tentu kedatangan Elvano di kantin sukses mencuri perhatian semua orang.Semua aktivitas makan para karyawan sampai terhe

  • Dimanja Mantan Posesif   Pindah Ruangan Kerja

    Di rumah Bimantara.Yessica berdiri di depan cermin, mematut bayangan dirinya sambil merapikan setelan kerja yang sudah melekat di tubuhnya.Yessica terdiam, gerakan tangan yang mengangsur di permukaan pakaiannya perlahan turun ke sisi tubuhnya.Matanya menyorot begitu tajam, menembus ke pemikiran-pemikiran akan bayangan yang mungkin terjadi di masa depan.Yessica sudah memiliki semuanya.Tetapi semua ini, tak dia dapatkan begitu saja.Ada perbuatan yang harus dia bayar ketika Kiran kembali mendapat ingatan di masa kecilnya.“Tidak, aku tidak akan membiarkannya mendapat ingatannya lagi.”Yessica berpikir sangat keras.Adrian tidak bisa dia andalkan untuk mengikat Kiran.Noah sekarang juga mulai waspada padanya sejak kejadian di danau.Jadi, Yessica harus menjalankan rencana lainnya.Ketika Yessica masih termangu di depan cermin, suara ponsel mengejutkannya.Tatapannya berpindah ke atas meja, benda pipih itu terus bergetar.Melangkah pelan menghampiri meja, tangan Yessica kini menggapai

  • Dimanja Mantan Posesif   Harus Ada Bukti Lain

    Noah dan Elvano duduk di depan teras rumah Kiran.Keduanya sama-sama diam, menatap lurus ke pagar kayu yang ada di sisi jalan.“Memang benar, selama ingatan Kiran belum kembali, kita tidak benar-benar bisa memastikan bagaimana sikap Yessica pada Kiran.” Elvano membuka suara setelah keheningan menyelimuti keduanya.Elvano menoleh pada Noah. Dia tatap Noah yang hanya diam.“Kesaksian teman-teman sekolahnya dulu bisa menjadi petunjuk jika feeling Kiran juga tidak salah. Apa kamu akan tetap membelanya?” Elvano kembali bicara.Noah mengembuskan napas kasar.“Membela tentu tidak jika Yessica memang sudah berbuat salah selama ini. Tapi untuk menyadarkannya, butuh lebih dari bukti-bukti yang sekarang dimiliki.” Noah akhirnya menoleh pada Elvano. “Aku akan meminta orang mengawasinya. Setiap sikap buruknya harus memiliki bukti kuat, dengan begini aku bisa meyakinkan orang tuaku untuk mengambil sikap.”Elvano mengalihkan pandangan ke depan. Bagaimanapun Yessica sudah terlalu lama tinggal bersam

  • Dimanja Mantan Posesif   Insting Yang Kuat

    Elvano duduk bersama Surya, Noah, dan Kiran. Dia mengajak semua orang ke ruang tamu agar bisa bicara dengan tenang.“Jadi, Kiran sudah mulai ingat masa kecilnya?” Noah memastikan, tatapannya penuh harap pada Kiran.“Tidak.” Kiran membalas cepat. “Aku hanya bermimpi, dan mimpi itu pun tidak terlalu aku ingat.”Kening Noah berkerut dalam.Tatapan Noah dialihkan pada Elvano. “Lalu, apa sebenarnya maksudmu ingin membicarakan soal Kiran?” Noah menatap penasaran.Elvano melirik pada Surya, sebelum dia berkata, “Aku dan Paman ingin tahu, bagaimana kejadian saat Kiran jatuh di sungai dulu? Mungkin saja, mimpi yang Kiran lihat, sebenarnya adalah masa lalunya?”Perlahan Noah menoleh pada Kiran yang duduk di samping Elvano.“Kamu bermimpi jatuh di sungai?” Noah memastikan.Kiran mengangguk, walau agak ragu, tetapi dia berkata, “Aku hanya ingat sedang melihat kupu-kupu, saat ingin berdiri, tiba-tiba ada yang mendorongku.”Mata Noah sedikit menyipit. Dia menarik ingatannya jauh ke kejadian saat Ki

  • Dimanja Mantan Posesif   Dugaan Kiran

    Kiran tidak berani menebak.Namun, dilihat dari bagaimana cara Yessica bersikap yang membuat Kiran tak nyaman.Mungkin benar Yessica sebenarnya senang Kiran hilang.Ditambah, kejadian di danau. Kiran yakin Yessica sengaja?Kiran menatap ngeri pada Elvano karena pemikirannya sendiri. “El, apa menurutmu Yessica berniat membunuhku?”Elvano tersentak.Kalimat yang Kiran ucapkan benar-benar sangat menyeramkan.“Di danau, aku yakin Yessica ingin menenggelamkanku ke danau. Dia pasti tahu aku tidak bisa berenang, karena itu dia berniat menjatuhkanku ke air? Bisa saja seperti itu bukan?” Kiran mengungkap apa yang ada di benaknya, hal yang mengganggunya setelah kejadian di danau.“Aku juga merasa kejadian itu bukanlah sebuah candaan atau kebetulan.” Elvano diam sepersekian detik setelah bicara, sebelum kembali berkata, “Jika bukan karena kamu sigap mendorongnya lebih dulu. Sudah bisa dipastikan kamu yang jatuh ke danau.”Kiran menggigit bibir bawahnya.Pikirannya semakin bekerja ekstra.Jadi, s

  • Dimanja Mantan Posesif   Sikap Yang Berbeda

    Sore hari. Kiran melangkah meninggalkan RDJ menuju halte bus terdekat, sampai langkahnya terhenti ketika melihat siapa yang menghadang jalannya. “Kenapa Kak Yoga di sini?” Kiran menatap waspada karena kemunculan Yoga. Tangan Yoga terulur cepat mencengkram kuat lengan Kiran. “Kemarin kamu tidak me

    last updateÚltima actualización : 2026-03-25
  • Dimanja Mantan Posesif   Coba Saja Dulu

    Saat jam makan siang. Dania masuk ke ruang kerja pamannya. Langkah pelannya terarah pasti menuju meja sang paman. “Paman, bagaimana hasil rapatnya tadi?” Dania langsung mengambil posisi duduk setelah bertanya. Malik menatap pada Dania, napasnya berembus pelan sebelum dia menjawab, “Elvano melindu

    last updateÚltima actualización : 2026-03-22
  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Terlalu Ikut Campur

    Jemari Kiran menarik nota yang tertempel di luar plastik. Namanya dan divisi tempatnya berada, tertera di sana. “Mungkinkah Sabrina yang kirim?” Tadi, saat menghubunginya, suara Sabrina panik karena mencemaskan dirinya. Ah, benar. Pasti dari Sabrina. Kiran menatap serius ke layar ponsel kala me

    last updateÚltima actualización : 2026-03-20
Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status