Share

Prioritas Sekarang

last update Tanggal publikasi: 2026-06-06 10:07:15

Kiran dan Elvano akhirnya pergi ke taman.

Menikmati bias warna jingga yang memancar di langit menembus gumpalan awan sore ini.

Duduk di atas rumput tanpa alas, tatapan keduanya tertuju ke langit.

“Sore ini sangat cantik.” Senyum Kiran tak lekang dari bibir saat tatapannya terus tertuju ke burung-burung yang berterbangan untuk kembali ke sarang.

“Memang sangat cantik.”

Kiran menoleh setelah mendengar ucapan Elvano. Dia baru menyadari kalau kekasihnya menatap padanya.

Cantik yang Elvano maksud, t
Aililea (din din)

Kakak, done 2 bab buat pagi ini, selamat membaca. jangan lupa komentarnya, nanti aku nangis kalau ga ada yang komen :(

| 6
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Wida
so sweet nya mrk
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dimanja Mantan Posesif   Kapan Pacaran?

    Di rumah keluarga Bimantara.Senyum Kiran terangkat lebar membaca pesan dari Elvano.Meski keluarga Radjasa dan Bimantara bersaing dalam bisnis, Kiran lega karena orang tuanya dan orang tua Elvano tidak menghalangi hubungan mereka.Kiran keluar dari kamarnya. Dia pergi ke ruang makan dan mendapati semua orang sudah ada di sana.“Hm … kamu sudah selesai mandi? Duduklah, kita makan malam bersama.” Kamila langsung menarik kursi sampingnya untuk Kiran.Kiran mengangguk pelan lalu duduk di kursi yang Kamila siapkan.“Tapi aku tidak ikut makan, Ma. Tadi, sebelum pulang, El sudah mengajak makan.” Senyum Kiran begitu lebar setelah bicara.“Huft … kamu bilang ingin membuat list panjang yang harus kami kerjakan untukmu, tapi kamu tetap sibuk dengan Elvano Radjasa.” Noah menatap lesu, sampai kapan pun sepertinya memang tidak akan bisa mendapatkan waktu bersama Kiran.Kiran terkekeh pelan.Kedua pundak Kiran kini mengedik dengan wajah mengejek sang kakak.“Ya, bagaimana lagi? Sulit menjauhkan El

  • Dimanja Mantan Posesif   Hanya Canggung Saja

    Menjelang malam.Langkah Elvano begitu ringan kala memasuki dalam rumah.Senyum tak lekang dari wajahnya, sejak dia mengantar Kiran hingga kini tiba di rumah.Elvano siap melangkah menaiki anak tangga, tetapi gerakan kakinya berputar arah ke ruang keluarga, saat tatapannya tertuju ke sang mama dan papa.Kakinya bergerak pasti, sebelum dia menghempaskan tubuhnya di sofa tunggal dekat sang mama.Alina mengerutkan kening. Dia tatap Elvano yang bersikap sedikit … berlebihan.“Ada apa? Datang-datang sikapmu aneh sekali?” Mata Alina sampai menyipit saat memperhatikan putranya.Senyum Elvano semakin lebar. Dia duduk bersandar, tatapannya tertuju ke Alina dan Aksa.“Minggu depan Kiran akan pindah rumah bersama ayah dan orang tuanya.” Elvano lebih dulu menyampaikan kabar ini.Alina menegakkan punggung. “Tunggu, maksudnya pindah kota?” Alina memastikan, wajahnya berubah panik.“Bukan.” Kini Elvano mencondongkan tubuhnya ke depan. “Pindah rumah, tapi tetap di kota ini. Orang tuanya akan tinggal

  • Dimanja Mantan Posesif   Prioritas Sekarang

    Kiran dan Elvano akhirnya pergi ke taman.Menikmati bias warna jingga yang memancar di langit menembus gumpalan awan sore ini.Duduk di atas rumput tanpa alas, tatapan keduanya tertuju ke langit.“Sore ini sangat cantik.” Senyum Kiran tak lekang dari bibir saat tatapannya terus tertuju ke burung-burung yang berterbangan untuk kembali ke sarang.“Memang sangat cantik.”Kiran menoleh setelah mendengar ucapan Elvano. Dia baru menyadari kalau kekasihnya menatap padanya.Cantik yang Elvano maksud, tampaknya tak seperti yang Kiran kagumi, akhirnya Kiran memastikan dengan bertanya, “Apanya yang cantik?” Elvano tersenyum kecil, sambil mengalihkan pandangan dari Kiran, dia lantas berkata, “Tentu saja gadis pilihanku.”Kiran melotot. Sudah diduga kalau wajahnya yang sejak tadi Elvano pandang.Kedua tangan Elvano bertumpu di tanah, menyangga tubuhnya agar tidak jatuh ke belakang.Tatapan Elvano tertuju ke langit, lalu dia berkata, “Sampai sekarang, tidak ada kabar sama sekali tentang Yessica. T

  • Dimanja Mantan Posesif   Real Makcomblang

    Setelah selesai menonton.Kiran dan yang lain pergi ke fine dining yang ada di lantai atas Radja Mall.Kiran dan Sabrina pergi ke toilet.Kiran berdiri dengan kedua tangan yang dia ulurkan di bawah guyuran air kran wastafel.“Aku lihat-lihat, Aldo perhatian padamu saat di bioskop tadi.” Kiran melirik pada Sabrina, menunggu bagaimana reaksi sahabatnya ini.“Biasa saja.” Sabrina mematikan aliran air kran. Dia menoleh sambil memberikan tatapan kesal pada Kiran, lalu Sabrina berkata, “Bagaimana bisa kamu tadi meninggalkanku begitu saja? Tidak setia kawan.”Kiran melipat bibir melihat kekesalan di wajah Sabrina. Bahu Kiran menyenggol lengan Sabrina, lalu berkata, “Siapa yang meninggalkan? Kan kita masih sama-sama, hanya saja tadi ada Aldo, masa iya dia mau ditinggal gitu aja?”“Lagi pula bukankah pas kalau kamu jalan sama Aldo. Biar tidak seperti obat nyamuk, apalagi dikira orang ketiga di antara aku dan El.” Kiran tertawa kecil di akhir kalimatnya. Kedua tangannya dia lap dengan tisu set

  • Dimanja Mantan Posesif   Akan Mencoba

    Sabrina terkejut mendengar apa yang Kiran katakan. Sebelum dia memprotes, Aldo sudah lebih dulu membalas, “Tentu, tidak sia-sia aku jalan-jalan hari ini. Jadi bisa ketemu dan gabung dengan kalian.”Setelah selesai bicara, tatapan Aldo tertuju pada Sabrina dengan senyum semringah. Tetapi Aldo melihat Sabrina yang langsung mengalihkan pandangan darinya.“Ya sudah, kita pergi sekarang.” Dengan sengaja Kiran melepas lengan Sabrina. Kedua tangannya merangkul lengan Elvano, lalu melangkah lebih dulu mengajak kekasihnya itu pergi menuju bioskop.Sedang Sabrina bergeming karena ditinggal Kiran begitu saja.Tatapannya tak sengaja bertemu dengan Aldo yang tersenyum padanya.“Kita ikut pergi.” Aldo mempersilakan Sabrina berjalan lebih dulu.Sabrina tidak banyak bicara. Dia mengangguk, lalu berjalan menyusul Kiran dan Elvano yang sudah ada di depan mereka.Senyum Aldo terangkat kecil di bibirnya. Dia akan memanfaatkan dengan baik kesempatannya kali ini.Mereka membeli tiket menonton film romance a

  • Dimanja Mantan Posesif   Jadi Obat Nyamuk Lagi?

    Keesokan harinya sabtu.Kiran berdiri di depan cermin, tatapannya tertuju pada pantulan bayangannya. Kiran memakai kaus warna biru langit dengan celana jeans. Rambutnya dia gerai, menonjolkan wajah manis dan cerianya.Masih fokus dengan penampilannya. Kiran menoleh ke ponselnya yang terus berdering di atas meja.Nama Aldo terpampang di layar.“Hm … ada apa?” Kiran langsung bicara begitu menjawab panggilan dari Aldo.“Hari ini jadi, ‘kan?” Kiran mengembuskan napas kasar mendengar pertanyaan Aldo.“Jadi, kita nanti ketemu di mall. Aku dan El akan jemput Sabrina dulu.” Kiran membalas cepat. Satu tangannya sibuk menyemprotkan parfum ke tubuhnya.“Baiklah, terima kasih, Ki.”“Jangan terima kasih, aku cuma bantu bawa Sabrina bertemu denganmu. Sisanya kamu atur sendiri.” Kiran meletakkan botol parfum di atas meja, lalu kembali bicara. “Ingat ya, nanti kamu pura-pura nggak sengaja ketemu kami. Jangan bikin Sabrina kabur sebelum kita bertemu.”“Iya, aku paham. Aku akan melakukan apa yang kam

  • Dimanja Mantan Posesif   Sakit

    Hari berikutnya. Kiran berada di ruangan Elvano. Merapikan meja seperti biasanya sebelum sang atasan datang. Namun, ada yang berbeda hari ini dari Kiran. Wajahnya sedikit pucat, hidungnya juga memerah. Beberapa kali telunjuk Kiran menggosok pangkal hidungnya. Ketika baru saja selesai merapikan tu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Dimanja Mantan Posesif   Kebencian Dania

    Wajah Dania memucat, dia meneguk ludah kasar melihat sorot mata Elvano yang begitu tajam. “Bu-bukan begitu maksud saya, Pak.” Kepala Dania menggeleng pelan. Lagi-lagi ludah meluncur susah payah saat melewati kerongkongannya. Sorot mata Elvano yang begitu dingin, membuat kepala Dania tertunduk. Ta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Dimanja Mantan Posesif   Bingung

    Keesokan harinya.Elvano memperhatikan Kiran yang baru saja masuk ke dalam mobilnya.Elvano memperhatikan wajah Kiran yang lesu. “Ada apa, Ki? Apa ada masalah?”

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Dimanja Mantan Posesif   Untuk Ayah Kiran

    Elvano tersentak mendengar semua omelan sang mama, apalagi kini Aksa juga melotot ke arahnya.Dia menarik napas dalam-dalam dan siap menjelaskan ke sang mama, tetapi sebelum bibirnya sukses bergerak, Elvano kembali mend

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status