Teilen

Kebiasaan

last update Zuletzt aktualisiert: 26.12.2025 21:05:30

Udara Bandung pagi itu terasa sejuk, langit bersih tanpa sisa hujan semalam. Rumah kontrakan bergaya American minimalis bernuansa putih itu dipenuhi suara kegiatan pagi—suara ribut Anita memasukan barang-barang ke dalam tas, zip jaket ditarik, dan tawa Nathan yang riang karena mengetahui hari ini ia akan “jalan-jalan sama papi dan mami”.

Anita memasukkan termos susu ke dalam tas ransel, memastikan ada popok cadangan, baju ganti, tisu basah, dan selimut kecil.

Dia menegakan punggung kemudian mengikat rambutnya ke atas, Rex sampai berhenti melangkah, terus menatap Anita yang sedang mengikat rambut tidak mau kehilangan momen seksi tersebut.

Wajah istri kontraknya itu juga tampak segar dan berseri.

“Mi, lihat Nathan .…” suara Rex terdengar di belakang setelah dia berhasil mengendalikan diri.

Anita menoleh—dan hampir tertawa.

Nathan sudah mengenakan jaket tebal bergambar dino, sandal crocs dino, topi dino, bahkan membawa robot Dino kecil di tangan kanan

“Ya Tuhan, Rex… kamu pakaikan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
Sm Andaaa
Gara-garanya Bu Hera genit sih ke Rex.. Pak Andrinya kan cemburu....
goodnovel comment avatar
Ami tsamarat
ada apa dengan pak andri ya rex.... mungkinkah dia tau sesuatu... atau dia udah salah paham sama kamu rex
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dunia Rex

    Stevie tidak pernah terbiasa merasa tertinggal.Selama ini, jika Rex melangkah satu langkah, dia tinggal berdiri—dan Rex akan menunggu.Jika Rex menjauh, dia tinggal memanggil—dan Rex akan berbalik.Selalu begitu.Tapi hari ini berbeda.Stevie duduk di salah satu kafe lama di kawasan Jakarta Selatan, tempat yang dulu sering mereka datangi saat masih SMA. Meja kayu panjang di pojok dekat jendela—tempat nongkrong favorit “geng Rex” dulu—masih sama. Bahkan pelayan yang lewat barusan sempat menatapnya lama, seolah mencoba mengingat wajah yang pernah sering muncul bertahun-tahun lalu.Dan satu per satu, mereka datang.Bukan Rex.Melainkan teman-teman Rex dan Anita.Ada Vano, si paling cerewet yang dulu selalu jadi jembatan antara Rex dan dunia luar.Ada Ruben, pendiam tapi paling jujur—yang sering bilang Rex terlalu baik untuk orang-orang tertentu.Ada Raka, si paling santai, tapi justru paling tajam membaca situasi.Begitu mereka melihat Stevie, ekspresi mereka berubah.Bukan

  • Dimanja Suami Kontrakku   Tidak Lagi Terbagi

    “Eeeh … Nathan mau sekolah dianter papi mami ya?” Bu Hera bertanya dari teras rumahnya membuat keluarga kecil itu menoleh.“Iyaaa Nathan mau sekolah dianter papi … papi sekarang enggak akan pergi lagi,” jawab Nathan dengan nada tidak jelas.Bocah kecil itu kemudian diturunkan ke car seat dari gendongan sang ayah. “Kereeeen ….” Bu Hera mengacungkan dua jempol.“Pamit dulu Bu ….” Anita menyapa Bu Hera sebelum masuk ke dalam mobil.“Hati-hati ya … aduuuh, kalian ini pasangan serasi ya.” Bu Hera berujar ketika mobil Rex melewati rumahnya dan masih bisa Anita dan Rex dengar.Anita tersipu, menundukan pandangannya sebentar.Semua orang berkata demikian, dia dan Rex serasi, tapi apa iya?Rex tampak fokus menyetir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali mengusap lutut Nathan yang duduk di car seat belakang.Nathan terlihat segar dan bersemangat pagi ini, rambutnya rapi, tas kecilnya tergantung manis di punggung. Tidak banyak ocehan pagi ini—hanya senyum kecil dan dengu

  • Dimanja Suami Kontrakku   Harapan dan Kebahagiaan Baru

    Anita menutup mata.Ia merasakan tangan Rex yang hangat di kulitnya, mencoba menanggalkan pakaiannya, gerak jemari dengan gurat otot samar itu begitu hati-hati, seperti seseorang yang sedang menyentuh sesuatu yang sangat berharga—bukan sekadar tubuh, melainkan kepercayaan.Setiap sentuhan Rex seolah bertanya, dan setiap tarikan napas Anita adalah jawaban.Satu persatu kain di tubuh mereka luruh ke lantai seperti kecupan demi kecupan Rex yang terus turun ke leher lalu ke tulang selangka kemudian ke dada.Seperti tadi, Rex begitu bernafsu mengulum puncak di dada Anita.Hanya desahan yang bisa Anita cetuskan untuk memberitahu Rex kalau dia menikmatinya.Anita pikir Rex akan berhenti tapi bibir dan lidahnya terus turun ke perut, Rex sampai membungkuk dalam kemudian turun lagi ke selangkangan hingga pria itu berjongkok.“Rex …,” panggil Anita serak, matanya mulai berkabut.Rex mendongak, pria tampan itu tersenyum sebelum membenamkan wajahnya di antara kedua paha Anita.“Aaaah …,”

  • Dimanja Suami Kontrakku   Melanjutkan Apa yang Tertunda

    “Papi… lagi ngapain?”Suara kecil itu terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti.Rex dan Anita membeku bersamaan. Jantung mereka memukul keras di dalam sana.Nathan berdiri di dalam box bayi, kedua tangannya mencengkeram pagar kayu sambil menatap mereka yang berada di atas ranjang dengan mata setengah mengantuk. Rambutnya berdiri, pipinya merah karena baru bangun tidur.Anita refleks menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, napasnya tercekat.“Kamu sembunyi di dalam selimut, biar Nathan aku yang urus,” kata Rex berbisik.Anita mengangguk kemudian menutup tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut.Setelah itu Rex turun dari atas ranjang sembari memakai celananya.Rex berdeham kecil, melangkah mendekati box bayi.“Nathan kenapa bangun, Buddy?” tanyanya lembut, suaranya sudah kembali normal—tenang, penuh kontrol.Nathan mengucek mata.“Papi… kok enggak pakai baju?”Rex tersenyum kecil, sama sekali tidak panik.Dia menyelesaikan dulu memakai kaosnya.“Papi k

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dijemput Suami Tampan

    Lalu—“ASTAGAAAA…”“Itu suaminya Bu Anita??”“YA AMPUN TAMPAN AMAT—”“BU RATNA ITU ARTIS ATAU SUAMI ORANG?”Nathan yang tadinya duduk langsung melompat.“PAPIIIIIIII!!!”Ia berlari sekencang-kencangnya dan melompat ke pelukan Rex.Rex menangkapnya dengan satu tangan, tertawa lebar. “Halo jagoan Papi.”Nathan langsung melingkarkan tangan ke leher Rex. “Papi jemput Nathan?”“Iya. Sekalian jemput Mami.”Anita berdiri terpaku.Matanya berkaca-kaca.Rex menatapnya, lalu melangkah mendekat.“Hey… apa kabar,” tanyanya pelan, merengkuh pinggang kemudian mengecup pelipisnya.Anita menggeleng cepat. “Aku … baik … Kamu—”Rex mengulurkan tangan, meraih jemari Anita di depan semua orang.“Kamu capek?” tanyanya lembut.Anita mengangguk kecil.“Kita pulang ya,” ujar Rex.Ibu-ibu di sekitar mereka saling sikut.“BU ANITA INI SUAMINYA ROMANTIS BANGET.”“ANITA DAPET DARI MANA SIH SUAMI KAYAK GITU—”“SUAMINYA BU ANITA PUNYA ADIK ATAU TEMAN ENGGAK YANG SEPERTI SUAMI BU ANITA?”“BU

  • Dimanja Suami Kontrakku   Ibu PKK

    Malam itu, rumah besar keluarga Lazuardy akhirnya kembali tenang.Atau setidaknya terlihat tenang.Mama Ayara lebih dulu masuk kamar, pintu tertutup rapat—tanda klasik bahwa suasana hatinya belum sepenuhnya stabil meski tas limited edition sudah papa pesan langsung dari Paris. Papa Nicholas duduk di ruang keluarga, melepas jam tangan, membuka kancing kemeja, lalu menghela napas panjang seperti orang yang baru saja menyelesaikan perang dunia kecil.Tak lama kemudian—Tap… tap… tap…Rex masuk dari arah pintu depan, disusul Axel yang masih membawa ponsel dan earphone tergantung di leher.“Pa,” sapa Rex. “Mama mana?”Papa Nicholas mengangguk pelan.“Mama di kamar. Kayanya tidur tapi baru sepuluh menit. Jadi… kecilkan suara.”Axel menjatuhkan diri ke sofa.“Kenapa memangnya? Mama lagi PMS?”Papa Nicholas melirik tajam.Axel langsung mengangkat kedua tangan.“Oke. Salah. Maaf. Lanjutkan.”Rex mengernyit.“Pa… ada apa? Kok auranya aneh?”Papa Nicholas diam sebentar.Sepert

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status