Share

Masa Lalu

Author: Erna Azura
last update Last Updated: 2025-12-27 22:33:32

Anita kesulitan tidur semalam gara-gara ciuman tiba-tiba itu, sekalinya sempat terlelap—pagi menjelang begitu cepat.

Anita terbangun dengan kepala pening, dia menegakan punggung, duduk di tengah ranjang sambil memegang kepala.

Napasnya langsung tercekat begitu mengingat kejadian semalam—bagaimana ia nyaris kehilangan kendali, bagaimana Rex menciumnya, bagaimana tubuhnya merespons dengan cara yang selama ini ia tolak mati-matian.

“Ya Tuhan…,” bisiknya sambil memeluk bantal.

Pipinya panas sepagi ini.

Jantungnya berdegup tidak karuan.

Dia buru-buru bangun, mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi meski kepalanya ingin sekali menoleh ke arah pintu meski di sana tidak ada Rex tapi di sebrang pintu itu adalah pintu kamar Rex.

Namun baru dua langkah menuju kamar mandi, suara kecil memanggil:

“Mi….”

Nathan berdiri di box bayinya, rambut acak-acakan, piyama setengah naik, memeluk Dino kecil.

Anita lekas mendekat. “Sayang… ayo mandi pagi? Biar wangi .…”

Nathan menggeleng cepa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Aaahh... Ngapain lagi tuh Cewek Masalalu Dateng Ganggu REX lagi, dulu lebih milih Cowok lain, Sekarang REX sdh Mulai MOVE ON dgn ANITA, dia NGERUSAK Momen Baik REX...
goodnovel comment avatar
sevenseasof7
kan kan.. mulai Dateng deh angin puting beliung.. yg BS bikin hati Anita berantakan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dunia Rex

    Stevie tidak pernah terbiasa merasa tertinggal.Selama ini, jika Rex melangkah satu langkah, dia tinggal berdiri—dan Rex akan menunggu.Jika Rex menjauh, dia tinggal memanggil—dan Rex akan berbalik.Selalu begitu.Tapi hari ini berbeda.Stevie duduk di salah satu kafe lama di kawasan Jakarta Selatan, tempat yang dulu sering mereka datangi saat masih SMA. Meja kayu panjang di pojok dekat jendela—tempat nongkrong favorit “geng Rex” dulu—masih sama. Bahkan pelayan yang lewat barusan sempat menatapnya lama, seolah mencoba mengingat wajah yang pernah sering muncul bertahun-tahun lalu.Dan satu per satu, mereka datang.Bukan Rex.Melainkan teman-teman Rex dan Anita.Ada Vano, si paling cerewet yang dulu selalu jadi jembatan antara Rex dan dunia luar.Ada Ruben, pendiam tapi paling jujur—yang sering bilang Rex terlalu baik untuk orang-orang tertentu.Ada Raka, si paling santai, tapi justru paling tajam membaca situasi.Begitu mereka melihat Stevie, ekspresi mereka berubah.Bukan

  • Dimanja Suami Kontrakku   Tidak Lagi Terbagi

    “Eeeh … Nathan mau sekolah dianter papi mami ya?” Bu Hera bertanya dari teras rumahnya membuat keluarga kecil itu menoleh.“Iyaaa Nathan mau sekolah dianter papi … papi sekarang enggak akan pergi lagi,” jawab Nathan dengan nada tidak jelas.Bocah kecil itu kemudian diturunkan ke car seat dari gendongan sang ayah. “Kereeeen ….” Bu Hera mengacungkan dua jempol.“Pamit dulu Bu ….” Anita menyapa Bu Hera sebelum masuk ke dalam mobil.“Hati-hati ya … aduuuh, kalian ini pasangan serasi ya.” Bu Hera berujar ketika mobil Rex melewati rumahnya dan masih bisa Anita dan Rex dengar.Anita tersipu, menundukan pandangannya sebentar.Semua orang berkata demikian, dia dan Rex serasi, tapi apa iya?Rex tampak fokus menyetir dengan satu tangan, sementara tangan lainnya sesekali mengusap lutut Nathan yang duduk di car seat belakang.Nathan terlihat segar dan bersemangat pagi ini, rambutnya rapi, tas kecilnya tergantung manis di punggung. Tidak banyak ocehan pagi ini—hanya senyum kecil dan dengu

  • Dimanja Suami Kontrakku   Harapan dan Kebahagiaan Baru

    Anita menutup mata.Ia merasakan tangan Rex yang hangat di kulitnya, mencoba menanggalkan pakaiannya, gerak jemari dengan gurat otot samar itu begitu hati-hati, seperti seseorang yang sedang menyentuh sesuatu yang sangat berharga—bukan sekadar tubuh, melainkan kepercayaan.Setiap sentuhan Rex seolah bertanya, dan setiap tarikan napas Anita adalah jawaban.Satu persatu kain di tubuh mereka luruh ke lantai seperti kecupan demi kecupan Rex yang terus turun ke leher lalu ke tulang selangka kemudian ke dada.Seperti tadi, Rex begitu bernafsu mengulum puncak di dada Anita.Hanya desahan yang bisa Anita cetuskan untuk memberitahu Rex kalau dia menikmatinya.Anita pikir Rex akan berhenti tapi bibir dan lidahnya terus turun ke perut, Rex sampai membungkuk dalam kemudian turun lagi ke selangkangan hingga pria itu berjongkok.“Rex …,” panggil Anita serak, matanya mulai berkabut.Rex mendongak, pria tampan itu tersenyum sebelum membenamkan wajahnya di antara kedua paha Anita.“Aaaah …,”

  • Dimanja Suami Kontrakku   Melanjutkan Apa yang Tertunda

    “Papi… lagi ngapain?”Suara kecil itu terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti.Rex dan Anita membeku bersamaan. Jantung mereka memukul keras di dalam sana.Nathan berdiri di dalam box bayi, kedua tangannya mencengkeram pagar kayu sambil menatap mereka yang berada di atas ranjang dengan mata setengah mengantuk. Rambutnya berdiri, pipinya merah karena baru bangun tidur.Anita refleks menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, napasnya tercekat.“Kamu sembunyi di dalam selimut, biar Nathan aku yang urus,” kata Rex berbisik.Anita mengangguk kemudian menutup tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut.Setelah itu Rex turun dari atas ranjang sembari memakai celananya.Rex berdeham kecil, melangkah mendekati box bayi.“Nathan kenapa bangun, Buddy?” tanyanya lembut, suaranya sudah kembali normal—tenang, penuh kontrol.Nathan mengucek mata.“Papi… kok enggak pakai baju?”Rex tersenyum kecil, sama sekali tidak panik.Dia menyelesaikan dulu memakai kaosnya.“Papi k

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dijemput Suami Tampan

    Lalu—“ASTAGAAAA…”“Itu suaminya Bu Anita??”“YA AMPUN TAMPAN AMAT—”“BU RATNA ITU ARTIS ATAU SUAMI ORANG?”Nathan yang tadinya duduk langsung melompat.“PAPIIIIIIII!!!”Ia berlari sekencang-kencangnya dan melompat ke pelukan Rex.Rex menangkapnya dengan satu tangan, tertawa lebar. “Halo jagoan Papi.”Nathan langsung melingkarkan tangan ke leher Rex. “Papi jemput Nathan?”“Iya. Sekalian jemput Mami.”Anita berdiri terpaku.Matanya berkaca-kaca.Rex menatapnya, lalu melangkah mendekat.“Hey… apa kabar,” tanyanya pelan, merengkuh pinggang kemudian mengecup pelipisnya.Anita menggeleng cepat. “Aku … baik … Kamu—”Rex mengulurkan tangan, meraih jemari Anita di depan semua orang.“Kamu capek?” tanyanya lembut.Anita mengangguk kecil.“Kita pulang ya,” ujar Rex.Ibu-ibu di sekitar mereka saling sikut.“BU ANITA INI SUAMINYA ROMANTIS BANGET.”“ANITA DAPET DARI MANA SIH SUAMI KAYAK GITU—”“SUAMINYA BU ANITA PUNYA ADIK ATAU TEMAN ENGGAK YANG SEPERTI SUAMI BU ANITA?”“BU

  • Dimanja Suami Kontrakku   Ibu PKK

    Malam itu, rumah besar keluarga Lazuardy akhirnya kembali tenang.Atau setidaknya terlihat tenang.Mama Ayara lebih dulu masuk kamar, pintu tertutup rapat—tanda klasik bahwa suasana hatinya belum sepenuhnya stabil meski tas limited edition sudah papa pesan langsung dari Paris. Papa Nicholas duduk di ruang keluarga, melepas jam tangan, membuka kancing kemeja, lalu menghela napas panjang seperti orang yang baru saja menyelesaikan perang dunia kecil.Tak lama kemudian—Tap… tap… tap…Rex masuk dari arah pintu depan, disusul Axel yang masih membawa ponsel dan earphone tergantung di leher.“Pa,” sapa Rex. “Mama mana?”Papa Nicholas mengangguk pelan.“Mama di kamar. Kayanya tidur tapi baru sepuluh menit. Jadi… kecilkan suara.”Axel menjatuhkan diri ke sofa.“Kenapa memangnya? Mama lagi PMS?”Papa Nicholas melirik tajam.Axel langsung mengangkat kedua tangan.“Oke. Salah. Maaf. Lanjutkan.”Rex mengernyit.“Pa… ada apa? Kok auranya aneh?”Papa Nicholas diam sebentar.Sepert

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status