Home / Romansa / Dimanja Suami Kontrakku / Melanjutkan Apa yang Tertunda

Share

Melanjutkan Apa yang Tertunda

Author: Erna Azura
last update Last Updated: 2026-01-11 16:09:21

“Papi… lagi ngapain?”

Suara kecil itu terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti.

Rex dan Anita membeku bersamaan. Jantung mereka memukul keras di dalam sana.

Nathan berdiri di dalam box bayi, kedua tangannya mencengkeram pagar kayu sambil menatap mereka yang berada di atas ranjang dengan mata setengah mengantuk. Rambutnya berdiri, pipinya merah karena baru bangun tidur.

Anita refleks menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, napasnya tercekat.

“Kamu sembunyi di dalam selimut, biar Nathan aku yang urus,” kata Rex berbisik.

Anita mengangguk kemudian menutup tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut.

Setelah itu Rex turun dari atas ranjang sembari memakai celananya.

Rex berdeham kecil, melangkah mendekati box bayi.

“Nathan kenapa bangun, Buddy?” tanyanya lembut, suaranya sudah kembali normal—tenang, penuh kontrol.

Nathan mengucek mata.

“Papi… kok enggak pakai baju?”

Rex tersenyum kecil, sama sekali tidak panik.

Dia menyelesaikan dulu memakai kaosnya.

“Papi k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
sevenseasof7
ya ampun Rex vibes nya udah kyk papa2 bangeeed...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dimanja Suami Kontrakku   Harapan dan Kebahagiaan Baru

    Anita menutup mata.Ia merasakan tangan Rex yang hangat di kulitnya, mencoba menanggalkan pakaiannya, gerak jemari dengan gurat otot samar itu begitu hati-hati, seperti seseorang yang sedang menyentuh sesuatu yang sangat berharga—bukan sekadar tubuh, melainkan kepercayaan.Setiap sentuhan Rex seolah bertanya, dan setiap tarikan napas Anita adalah jawaban.Satu persatu kain di tubuh mereka luruh ke lantai seperti kecupan demi kecupan Rex yang terus turun ke leher lalu ke tulang selangka kemudian ke dada.Seperti tadi, Rex begitu bernafsu mengulum puncak di dada Anita.Hanya desahan yang bisa Anita cetuskan untuk memberitahu Rex kalau dia menikmatinya.Anita pikir Rex akan berhenti tapi bibir dan lidahnya terus turun ke perut, Rex sampai membungkuk dalam kemudian turun lagi ke selangkangan hingga pria itu berjongkok.“Rex …,” panggil Anita serak, matanya mulai berkabut.Rex mendongak, pria tampan itu tersenyum sebelum membenamkan wajahnya di antara kedua paha Anita.“Aaaah …,”

  • Dimanja Suami Kontrakku   Melanjutkan Apa yang Tertunda

    “Papi… lagi ngapain?”Suara kecil itu terdengar pelan, tapi cukup untuk membuat waktu berhenti.Rex dan Anita membeku bersamaan. Jantung mereka memukul keras di dalam sana.Nathan berdiri di dalam box bayi, kedua tangannya mencengkeram pagar kayu sambil menatap mereka yang berada di atas ranjang dengan mata setengah mengantuk. Rambutnya berdiri, pipinya merah karena baru bangun tidur.Anita refleks menarik selimut hingga menutupi tubuhnya, napasnya tercekat.“Kamu sembunyi di dalam selimut, biar Nathan aku yang urus,” kata Rex berbisik.Anita mengangguk kemudian menutup tubuhnya hingga kepala menggunakan selimut.Setelah itu Rex turun dari atas ranjang sembari memakai celananya.Rex berdeham kecil, melangkah mendekati box bayi.“Nathan kenapa bangun, Buddy?” tanyanya lembut, suaranya sudah kembali normal—tenang, penuh kontrol.Nathan mengucek mata.“Papi… kok enggak pakai baju?”Rex tersenyum kecil, sama sekali tidak panik.Dia menyelesaikan dulu memakai kaosnya.“Papi k

  • Dimanja Suami Kontrakku   Dijemput Suami Tampan

    Lalu—“ASTAGAAAA…”“Itu suaminya Bu Anita??”“YA AMPUN TAMPAN AMAT—”“BU RATNA ITU ARTIS ATAU SUAMI ORANG?”Nathan yang tadinya duduk langsung melompat.“PAPIIIIIIII!!!”Ia berlari sekencang-kencangnya dan melompat ke pelukan Rex.Rex menangkapnya dengan satu tangan, tertawa lebar. “Halo jagoan Papi.”Nathan langsung melingkarkan tangan ke leher Rex. “Papi jemput Nathan?”“Iya. Sekalian jemput Mami.”Anita berdiri terpaku.Matanya berkaca-kaca.Rex menatapnya, lalu melangkah mendekat.“Hey… apa kabar,” tanyanya pelan, merengkuh pinggang kemudian mengecup pelipisnya.Anita menggeleng cepat. “Aku … baik … Kamu—”Rex mengulurkan tangan, meraih jemari Anita di depan semua orang.“Kamu capek?” tanyanya lembut.Anita mengangguk kecil.“Kita pulang ya,” ujar Rex.Ibu-ibu di sekitar mereka saling sikut.“BU ANITA INI SUAMINYA ROMANTIS BANGET.”“ANITA DAPET DARI MANA SIH SUAMI KAYAK GITU—”“SUAMINYA BU ANITA PUNYA ADIK ATAU TEMAN ENGGAK YANG SEPERTI SUAMI BU ANITA?”“BU

  • Dimanja Suami Kontrakku   Ibu PKK

    Malam itu, rumah besar keluarga Lazuardy akhirnya kembali tenang.Atau setidaknya terlihat tenang.Mama Ayara lebih dulu masuk kamar, pintu tertutup rapat—tanda klasik bahwa suasana hatinya belum sepenuhnya stabil meski tas limited edition sudah papa pesan langsung dari Paris. Papa Nicholas duduk di ruang keluarga, melepas jam tangan, membuka kancing kemeja, lalu menghela napas panjang seperti orang yang baru saja menyelesaikan perang dunia kecil.Tak lama kemudian—Tap… tap… tap…Rex masuk dari arah pintu depan, disusul Axel yang masih membawa ponsel dan earphone tergantung di leher.“Pa,” sapa Rex. “Mama mana?”Papa Nicholas mengangguk pelan.“Mama di kamar. Kayanya tidur tapi baru sepuluh menit. Jadi… kecilkan suara.”Axel menjatuhkan diri ke sofa.“Kenapa memangnya? Mama lagi PMS?”Papa Nicholas melirik tajam.Axel langsung mengangkat kedua tangan.“Oke. Salah. Maaf. Lanjutkan.”Rex mengernyit.“Pa… ada apa? Kok auranya aneh?”Papa Nicholas diam sebentar.Sepert

  • Dimanja Suami Kontrakku   Mama Ayara VS Mami Herni Bab 2

    Restoran Prancis mewah – Pukul 13.10 Suasana restoran dipenuhi wangi bunga segar, musik jazz lembut, dan ibu-ibu sosialita yang memakai outfit seharga DP rumah cluster.Mama Ayara melenggang masuk dibalut dress biru lembut, rambut disanggul rapi, kaki jenjangnya yang putih nan mulus melangkah berwibawa khas wanita sosialita. Begitu ia muncul, beberapa sosialita langsung melambai.“AYARAAAA! Sini sayang! Duduk sama kita!”Mama Ayara tersenyum anggun.Tapi lalu ia melihat seseorang duduk di ujung meja.Herni, mamanya Stevie.Dengan kacamata hitam, lipstick merah gelap, dan wajah yang jelas-jelas masih menyimpan dendam makan siang tempo hari.Mata mereka bertemu.Duar.Aura permusuhan langsung terasa.Namun karena arisan adalah arisan dan martabat sosialita harus dijaga, mereka tersenyum tipis.Senyum palsu kelas Sultan.Ayara duduk di kursi kosong— hanya berjarak satu kursi dari Herni padahal selama ini mereka selalu duduk berdua.Mama Ayara sangat dekat dengan mamanya

  • Dimanja Suami Kontrakku   Resmi Jadi CEO

    Setelah makan malam, mama dan papa pindah ke ruang televisi untuk menonton film dokumenter tentang singa.Sedangkan Axel langsung ke kamarnya dan Rex belum pulang. Pekerjaan yang terpending karena audit di Bandung masih menumpuk dan targetnya harus selesai sebelum dia pindah ke Bandung.Jadi mau tidak mau, Rex lembur hari ini.“Astaga Pa, itu singanya galak banget. Mirip Mama kalau PMS.”“Ma… itu singa betina lagi berburu.”“Makanya mirip Mama ‘kan, Pa?”Papa Nicholas menarik nafas dalam kemudian menghelanya perlahan, masih berpikir menggunakan kalimat apa yang tepat karena khawatir salah menjawab dan malah berakhir tidur di sofa.Dari lantai dua terdengar suara Axel berteriak pada dirinya sendiri.“SIAPA YANG NGAMBIL CHARGER AKU?!”Lalu muncul sosoknya yang turun tangga setengah berlari, rambut acak-acakan seperti habis duel dengan angin ribut.“Maaa! Charger aku hilang!”Mama dan papa menatap Axel bingung.“Coba cari di hidup kamu dulu, Xel.” Mama menimpali.“Itu… mak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status