Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku

Enam Tahun Berlalu, Hatimu Masih Milikku

By:  Mika RaniUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
50Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Enam tahun lalu, Mitzy Gozali dengan penuh semangat mengejar seorang pria idola di fakultas hukum, Leeon Alaric. Setelah berpacaran selama tiga bulan, Mitzy dengan enteng mengucapkan satu kalimat "aku sudah bosan tidur denganmu", lalu dengan sadis memutuskan hubungannya dengan Leeon. Enam tahun setelah putus, mereka kembali bertemu. Identitas mereka sebagai gadis keluarga kaya dan pria miskin di masa lalu telah sepenuhnya berubah. Kini, Leeon telah menjadi pengacara papan atas di firma hukum elite, sementara Mitzy yang memiliki seorang anak perempuan justru terlilit utang, bahkan hidup dalam rumah tangga penuh kekerasan. Leeon muncul sebagai pengacara yang menangani perceraian Mitzy. Saat menatapnya, sorot mata pria itu penuh ejekan. "Semua ini akibat perbuatanmu sendiri." Mitzy tahu, Leeon membencinya sampai ke ubun-ubun. Mitzy pun berusaha untuk tidak lagi terlibat dengan pria itu. Pada hari kepergiannya, Mitzy tersenyum dan mengucapkan selamat padanya, "Semoga kamu bahagia dengan pernikahan barumu." Namun, pria itu justru menempuh perjalanan jauh untuk mencarinya. Di sebuah penginapan di kota terpencil, Leeon menahan Mitzy di dalam kamar yang remang-remang. Sambil memeluknya erat dengan mata memerah, pria itu bertanya, "Kamu benaran tega meninggalkanku sekali lagi?"

View More

Chapter 1

Bab 1

"Aku sudah bosan tidur denganmu. Kita putus."

Enam tahun lalu, putri sulung Keluarga Gozali, Mitzy Gozali, meninggalkan kalimat itu begitu saja, lalu dengan tegas memutuskan hubungan dengan Leeon Alaric yang kala itu masih miskin dan tidak punya apa-apa. Setelah itu, Mitzy menikah secara politik dengan putra wali kota, Valdo Ezekiel.

Enam tahun kemudian, Keluarga Gozali bangkrut. Mitzy mengalami KDRT oleh Valdo. Dia pun memutuskan untuk bercerai. Pada saat dirinya berada di titik paling memalukan dan terpuruk dalam hidupnya, dia kembali bertemu dengan Leeon.

Di sebuah kafe.

Mitzy duduk di dekat jendela kaca besar dengan mengenakan kacamata hitam dan topi bisbol. Dia terus-menerus melirik jam tangannya.

Hari ini, Mitzy sudah membuat janji untuk bertemu dengan pengacara yang akan menangani perceraiannya. Namun entah kenapa, padahal waktu yang dijanjikan sudah lewat, tetapi pengacara itu belum juga datang. Saat dia hendak menelepon untuk bertanya, pintu kafe didorong terbuka. Seorang pria bertubuh tinggi masuk ke dalam.

Pria itu mengenakan setelan jas abu-abu lengkap, kemeja hitam, dan dasi bergaris. Auranya terlihat elegan dan berkelas.

Sejak pria itu melangkah masuk, beberapa staf wanita di kafe itu terus melirik ke arahnya. Wajar saja, wajah dengan struktur tulang yang begitu sempurna seperti model kelas atas memang jarang ditemui di dunia nyata, kecuali di industri hiburan.

Orang lain mungkin terkejut karena ketampanannya. Namun, Mitzy justru terkejut karena ketakutan.

Sebab, pria yang masuk itu adalah Leeon, mantan pacar yang enam tahun lalu Mitzy singkirkan hanya dengan kalimat sudah bosan tidur dengannya.

Enam tahun tidak bertemu, kini Leeon terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda.

Dalam ingatan Mitzy, Leeon selalu mengenakan kemeja linen putih, juga berperawakan lembut dan bersih, seperti seorang pria yang hangat. Namun, pria di hadapannya sekarang sudah kehilangan kesan remaja itu. Garis wajahnya makin tegas dan tajam, sementara sorot matanya dingin dan penuh agresivitas, bagaikan pemburu berbahaya.

Jantung Mitzy berdegup kencang. Dengan panik, dia menurunkan sedikit topinya dan berdoa agar Leeon sama sekali tidak melihatnya.

Mitzy baru saja dipukuli oleh Valdo kemarin. Wajahnya penuh luka. Dia tidak ingin Leeon melihat dirinya dalam kondisi seburuk ini. Dia lebih memilih jika kesan terakhir Leeon tentang dirinya tetap berhenti pada sosoknya yang arogan dan tidak masuk akal saat putus dulu, daripada melihat dirinya sebagai wanita lemah yang hancur dalam pernikahan.

Namun, kenyataan tidak berjalan sesuai harapan Mitzy. Leeon berjalan lurus ke arah mejanya dan menarik kursi di seberangnya, lalu duduk dengan tenang.

"Maaf, macet," kata Leeon.

Mitzy kehabisan kata-kata.

Dengan siapa sebenarnya Leeon janjian? Apa dia salah duduk?

"Pak," panggil Mitzy sambil menundukkan kepala. Topi dan kacamata hitam menutupi sebagian besar wajahnya. Dia sengaja menegangkan suaranya agar terdengar berbeda. "Apa kamu salah orang? Ini bukan tempat dudukmu."

"Nona Mitzy, nggak usah berpura-pura. Bahkan kalau kamu jadi abu pun, aku tetap bisa mengenalimu."

Nona Mitzy.

Mitzy langsung membeku. Sejak Keluarga Gozali bangkrut, sudah lama sekali tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan itu. Dulu, panggilan ini adalah favorit Leeon. Pria itu sangat suka memeluknya erat-erat saat mereka berdua berhubungan intim. Kemudian, Leeon akan memanggil di telinga Mitzy dengan suara serak dan samar berulang kali, "Nona Mitzy".

"Nona Mitzy, boleh masuk?"

"Nona Mitzy, mau lagi atau nggak?"

"Nona Mitzy, bilang kamu mencintaiku."

Kenangan tentang kedekatan mereka, tentang hasrat dan kepemilikan yang begitu kuat, semuanya menyerbu sekaligus. Namun hari ini, saat kata "Nona Mitzy" keluar dari mulut Leeon, tidak ada sedikit pun nuansa mesra. Yang ada hanyalah kebencian yang terang-terangan.

"Pak, aku bukan orang yang kamu cari. Tolong tinggalkan tempat ini. Orang yang kutunggu sebentar lagi akan datang." Mitzy tetap bersikeras berpura-pura tidak mengenalnya.

"Bobby nggak akan datang," kata Leeon. Sambil memesan secangkir kopi, dia berbicara dengan nada santai, "Kasus perceraianmu akan ditangani olehku sekarang."

Mitzy mendongak dengan tiba-tiba. "Kenapa? Bukannya aku sudah janji dengan Pak Bobby?"

"Kamu akhirnya mau mengangkat kepala dan melihatku."

Mitzy tertegun.

Di balik lensa hitam kacamata, tatapan Leeon terlihat tenang dan sulit ditebak, bahkan penuh aura orang yang berada di posisi atas.

Mitzy tidak sempat memikirkan hal lain dan langsung bertanya, "Kenapa Pak Bobby nggak datang?"

"Selama masa praktiknya, Bobby berkali-kali melanggar aturan. Hari ini, dia sudah dikeluarkan dari firma hukum."

"Tadi malam kami masih berkomunikasi, tapi hari ini izin praktiknya langsung dihentikan. Mana mungkin bisa begitu kebetulan? Leeon, kamu sengaja, 'kan?"

"Aku sengaja untuk apa? Datang menemuimu?" Leeon mendengus dingin. "Mitzy, kamu pikir aku masih belum bisa melupakanmu?"

Tentu saja Mitzy tidak sebodoh itu untuk berpikir demikian. Dia tahu Leeon membencinya. Tidak ada pria yang akan terus merindukan wanita yang telah menghancurkan harga dirinya.

"Aku bukan bermaksud begitu."

"Jadi, maksudmu apa?"

"Maksudku, mungkin kamu sengaja datang cuma untuk melihatku jadi bahan tertawaan."

"Setidaknya kamu masih sadar diri."

Leeon mengakuinya. Dia benar-benar datang untuk melihat Mitzy dipermalukan.

Meski Mitzy sudah menduganya, mendengar pengakuan itu langsung dari mulut Leeon tetap membuat dadanya terasa nyeri.

Selama enam tahun menikah ke Keluarga Ezekiel, hubungan Mitzy dengan suaminya tidak harmonis. Mertuanya juga tidak menyukainya. Setelah Keluarga Gozali bangkrut, Keluarga Ezekiel makin memandang rendah dirinya. Hidupnya terasa sangat tersiksa. Kesombongan yang dulu hanya dimiliki oleh Mitzy telah habis terkikis oleh kenyataan. Orang-orang yang ingin mentertawakannya ada di mana-mana, tetapi jika bicara tentang siapa yang benar-benar pantas mentertawakannya, memang hanya Leeon.

"Kalau kamu ingin melihatku jadi bahan tertawaan, sekalian saja kuperlihatkan semuanya."

Mitzy melepas kacamata hitam dan topi bisbolnya.

Hari ini, Mitzy tidak memakai riasan. Kulitnya yang pucat terlihat seperti kanvas kosong. Hal itu membuat kemerahan di pelipis dan lebam kebiruan di sudut matanya terlihat makin mencolok.

Ketika Leeon melihat luka di wajah Mitzy, pandangannya langsung menjadi suram. Jari-jarinya mencengkeram cangkir kopi dengan erat, sementara urat-urat di punggung tangannya menonjol jelas.

Valdo benar-benar berengsek!

"Sudah puas lihatnya?" Suara Mitzy bergetar. "Kalau belum puas, aku bisa jelaskan. Luka di dahi ini karena dihantam asbak. Yang di sudut mata ini karena ...."

"Cukup! Diam!" Leeon merasa dadanya seperti ditusuk benda tajam. Rasa sakit menyebar tanpa henti. "Ini semua pilihanmu sendiri! Semua ini akibat perbuatanmu sendiri!"

"Benar, ini pilihanku sendiri. Semua ini memang pantas kuterima. Sekarang, kamu sudah lihat hidupku nggak bahagia. Kamu juga bisa merasa lega," kata Mitzy dengan mata memanas. Dia menatap Leeon sambil melanjutkan, "Dulu memang aku yang salah. Aku minta maaf. Mulai sekarang, kita impas."

Usai berkata demikian, Mitzy mengambil kacamata hitam dan topinya, lalu pergi dengan langkah cepat seolah-olah hendak melarikan diri.

Leeon tetap duduk di tempatnya. Tatapannya mengikuti punggung Mitzy yang menjauh. Emosinya bergulung hebat dan nyaris meluluhlantakkannya dalam sekejap.

Ponselnya tiba-tiba berdering.

"Leeon, kamu di mana?"

"Lagi bertemu klien."

"Kamu baru pulang dari luar negeri, gimana bisa dapat klien?" Orang di seberang terdiam beberapa saat, lalu berkata, "Jangan bilang kamu benar-benar mengambil alih kasus perceraian yang sebelumnya dipegang Bobby? Tolonglah, kamu itu pemilik firma hukum besar. Sejak kapan kamu mau menangani kasus kecil seperti itu?"

Leeon tidak menanggapi pertanyaan itu. Sebaliknya, dia hanya berkata, "Tolong bantu aku satu hal."

"Apa?"

"Selidiki Valdo."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
50 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status