Share

Aku Mau Jadi Neli

Author: Mami Lova
last update Last Updated: 2026-01-19 21:41:28

Yuli berbaring meringkuk di atas kasur, kamarnya yang sempit oleh barang-barang yang tak terpakai gelap. Satu-satunya cahaya adalah layar ponselnya yang menyala.

Rambutnya yang biasanya dikuncir rapi kini tampak kusut, dan matanya merah karena kurang tidur.

Di luar, suara jangkrik bersahutan semakin malam semakin nyaring, namun di dalam kepala Yuli, suara jangkrik itu seperti notifikasi yang dia nanti-nanti.

Notifikasi pesan dari suaminya, tentu saja. Bagaimana pun dia sangat menginginkan suami
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Membenci Mantan Suami

    Di siang yang sama, di tempat yang berbeda.Erin sedang duduk di teras rumah Bu Siti sambil mengikir kukunya, menunggu kurir paket yang biasanya datang seperti jadwal minum obat.Tiba-tiba, ponselnya bergetar. Sebuah panggilan masuk dari Siska, temannya yang bekerja di sebuah toko fotokopi tepat di seberang Gedung Pengadilan Agama.[Halo, Rin! Kamu tahu nggak? Tadi aku lihat laki kamu, si Helmi!] suara Siska terdengar melengking penuh semangat gosip.[Ya emang dia ke sana, Sis. Kan sidang pertama sama mantan istrinya yang sok itu,] jawab Erin malas-malasan.[Iya, tapi kamu tahu nggak apa yang dia lakuin di parkiran tadi? Dia ngejar-ngejar mantan istrinya itu, Rin! Sampai mau pegang-pegang tangannya, mukanya melas banget kayak pengemis. Aku denger sendiri dia bilang 'Tolong jangan cerai, aku mau perbaiki semuanya'. Gila ya, Rin, itu suamimu kayak nggak punya harga diri banget di depan mantan istrinya!][Gimana sih, katanya udah nggak suka dan cuma sayang sama kamu, kamu yang dibangga-b

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Yang Mau Cerai

    Gedung Pengadilan Agama itu tampak kaku dan dingin, dengan pilar-pilar putih besar yang seolah menghimpit siapa saja yang datang membawa beban rumah tangga di pundaknya.Bagi Eva, ini adalah langkah besar untuk menjemput kembali kemerdekaannya. Namun bagi Helmi, gedung ini terasa seperti panggung eksekusi bagi harga dirinya yang sudah compang-camping.Eva duduk di kursi tunggu kayu yang keras, didampingi oleh pengacaranya dan Pak Wawan.Ia mengenakan gamis berwarna biru dongker yang rapi dengan kerudung senada. Wajahnya terlihat santai, matanya menatap lurus ke depan. Itu adalah sebuah ketenangan yang lahir dari keputusan yang sudah bulat.Tak lama kemudian, Helmi datang. Penampilannya sangat kontras dengan biasanya. Seragam PNS-nya tampak agak kusut dan warnanya memudar karena salah metode cuci, wajahnya kusam dengan kantung mata yang menghitam.Dia tampak seperti pria yang baru saja melewati badai besar, dan memang begitulah kenyataannya. Hutang pinjol Yuli, teror di kantor, dan sik

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Kabar Sang Mantan

    Di rumah Eva, suasana terasa sangat hangat dan nyaman. Berbanding terbalik dengan rumah sang mantan yang panasnya mengalahkan gurun Gobi di musim panas.Aroma bunga melati dari pot di sudut teras bercampur dengan semerbak teh panas yang baru saja diseduh Bu Aminah.Eva sedang duduk di teras, memilah-milah beberapa pesanan kain yang baru saja sampai, ketika suara langkah kaki terburu-buru dan deru napas yang antusias terdengar dari arah jalan besar."Neng Eva! Aduh, Neng Eva... sudah dengar belum kabar heboh pagi ini?"Itu suara Bu Reni, tetangga depan rumah yang juga pelanggan setia jasa titip beli Eva.Di belakangnya, Bu Erna menyusul dengan wajah yang tak kalah riang karena membawa berita panas. Keduanya adalah informan tercepat di lingkungan itu, lebih akurat dari portal berita daring mana pun.Eva tersenyum tipis, menanggapi para tetangganya itu dengan santai."Kabar apa, Bu Reni? Mari duduk dulu, ini ada teh hangat."Bu Reni dan Bu Erna duduk dengan posisi condong ke depan, tanda

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Digempur DC

    Helmi berdiri di tengah ruang tamu, seragam cokelat PNS-nya tampak sangat lusuh dan basah oleh keringat dingin.Napasnya memburu, matanya memerah menahan amarah yang sudah sampai ke ubun-ubun.Di tangannya, ia menggenggam ponsel yang layarnya masih menyala, menampilkan daftar panggilan tak terjawab dari nomor-nomor asing yang jumlahnya puluhan.Baru ditolak satu, muncul lagi yang lain. Begitu terus hingga jumlah nomor asingnya ada puluhan. "YULI! KAMU KETERLALUAN BANGET SAMA AKANG, YA?!" teriak Helmi hingga suaranya parau."Kamu tahu nggak? Tadi siang, meja resepsionis di kantor kecamatan itu lumpuh gara-gara telepon dari penagih hutang!""Mereka nggak cuma telepon ke mejaku, Yul! Mereka menelepon bagian umum, mereka menelepon Pak Sekcam, bahkan mereka berani menelepon ke ruangan Pak Camat!"Yuli yang keluar dari kamarnya setelah digedor sang jkakak, hanya bisa menutup wajahnya dengan telapak tangan. Isak tangisnya terdengar menyedihkan, namun tak ada lagi empati yang tersisa di hati

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Tabungan Rahasia

    Rumah sempit Bu Siti yang dihuni oleh empat orang dewasa itu biasanya hanya dipenuhi aroma tumis bawang dan asap rokok kretek.Kini mendadak beraroma seperti konter parfum di mal, dan di dalam lemari kecil kamar Yuli yang tadinya hanya berisi tumpukan daster dan baju-baju murahannya, kini berjajar tas-tas belanja berlogo merk ternama—atau setidaknya, KW super yang tampak sangat meyakinkan.Yuli bertransformasi. Dalam waktu singkat, dia tidak lagi memakai kaos murahan dari online shop, apalagi dari pasar.Dia kini lebih sering memakai blazer berwarna pastel yang feminim, kacamata hitam yang selalu disampirkan di kepala, dan sepatu hak tinggi yang bunyinya tak-tuk-tak-tuk memekakkan telinga di atas lantai.Bahkan saat tak pergi ke mana-mana pun Yuli senantiasa mengenakan sepatu ataupun sandal hak tingginya itu. seperti sales MLM yang siap memprospek siapapun yang dia lihat.Keanehan ini tentu saja memancing insting detektif Erin. Sebagai sesama pemuja harta, Erin tahu persis berapa gaji

  • Dimanjakan Duda Saat Suami Terpikat Janda   Aku Mau Jadi Neli

    Yuli berbaring meringkuk di atas kasur, kamarnya yang sempit oleh barang-barang yang tak terpakai gelap. Satu-satunya cahaya adalah layar ponselnya yang menyala.Rambutnya yang biasanya dikuncir rapi kini tampak kusut, dan matanya merah karena kurang tidur.Di luar, suara jangkrik bersahutan semakin malam semakin nyaring, namun di dalam kepala Yuli, suara jangkrik itu seperti notifikasi yang dia nanti-nanti.Notifikasi pesan dari suaminya, tentu saja. Bagaimana pun dia sangat menginginkan suaminya kembali. Walaupun tak bergelimang harta dan seringkali dia yang usaha sendiri supaya bisa update bak istri kesayangan, itu terasa lebih baik daripada sekarang.Jari jempolnya bergerak lincah, melakukan gerakan yang sudah menjadi ritual obsesifnya setiap jam: scrolling akun Instagram Neli, istri baru Edi.Yuli menarik napas tajam saat melihat unggahan terbaru Neli sepuluh menit yang lalu. Sebuah foto carousel.Foto pertama memperlihatkan Edi dan Neli sedang tertawa di sebuah kafe estetik, sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status