Share

Bab 97. Rencana

Author: Astika Buana
last update publish date: 2026-01-31 17:22:34

Ini sudah dua bulan berlalu. Perut Cahya mulai terlihat sedikit, tetapi tidak menghalangi gerakan.

Keira dan Satria begitu senang akan memiliki adik kecil. Meskipun masih kecil, mereka sudah mengerti dan tidak manja apalagi menyusahkan Cahya. Bahkan semakin sayang dan perhatian.

"Mama minum susunya," ucap Keira sambil menunjuk segelas susu yang Cahya abaikan.

Sebenarnya Cahya tidak menyukai susu. Aromanya memantik rasa mual meskipun itu dianjurkan.

"Iya, Sayang. Sebentar."

"Sekaran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 108. Jawaban

    Pintu kayu berukuran tinggi besar ini terbuka pelan. Udara dingin menerpa wajah Cahya. Meskipun terasa sejuk, tetapi tidak mampu mengurai rasa kawatir yang semakin pekat. Genggaman tangan Ethan yang semakin erat yang membuatnya sedikit bisa menyandarkan kecem asan.“Mami. Kami datang.”Kursi kerja dengan sandaran tinggi itu berputar. Menampilkan Nyonya William yang menatap mereka tanpa ekspresi. Tak apalah, paling tidak tidak tersirat ledakan kemarahan.Sekarang, Ethan dan Cahya yang berdiri hanya tersekat meja kerja marmer dengan Nyonya William. "Kalian tahu, kalian salah apa?" tanya Nyonya William. Wanita berambut putih itu melipat tangan kemudian bersandar, tanpa melepas pandangan dari keduanya. Ethan menegakkan badan sambil tersenyum. "Mami. Kami tidak melakukan kesalahan. Kami sudah menikah. Yang kami lakukan atas dasar cinta yang bermartabat."Cahya melirik ke suaminya. Wanita itu menunggu reaksi Nyonya William dengan harap-harap cemas. Genggamannya semakin mengerat dan semaki

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 107. Jangan Kawatir

    “Kenapa ada di sini?” Cahya menatap suaminya yang menutup pintu perlahan. Kemudian membuka tirai sedikit mengintip ke arah luar.“Aman. Mami sudah istirahat di kamar.” Ethan tersenyum lebar dan mendekat. Satu kali rengkuhan, tubuh Cahya sudah berlabuh di pelukan.“A-apa tidak bahaya. Nyonya nanti__”“Stss…. Pasti ini ada pertanda kalau kita harus berterus terang kepada Mami.”“Tapi nanti kalau Nyonya marah gimana?”Ethan membubuhkan ciuman lembut di pucuk kepalanya. “Mami memang orangnya tegas, tetapi Mami bukan orang jahat, Aya. Percaya sama suamimu ini.”Dalam dekapan, Cahya merasakan kedamaian meskipun keresahannya masih begitu pekat. Bagaimana kalau Nyonya William murka dan mengusirnya? Dia sadar diri kalau bukan wanita yang sederajat dengan suaminya.Terbersit ide dia mengalah saja, daripada suaminya berselisih pendapat dengan orang tuanya. Dia bisa menghidupi Satria dan anak dalam kandungannya.Dalam hati Cahya berguman, “Aku tidak boleh serakah. Begitu banyak nikmat yang diberik

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 106. Penasaran

    Bohong kalau Cahya merasa baik-baik saja meskipun dia berada dalam perlindungan suaminya. Jantung wanita itu nyaris copot menatap Nyonya William yang mendekat. Begitu juga Ethan.“Ethan! Kamu tidak memeluk Mami?”Terhenyak, langkah Ethan pun bergegas meninggalkan Cahya yang berdiri mematung. Dengan sendirinya, wanita ayu itu mengempiskan perut menyembunyikan kehamilannya.Ibu dan anak itu berpelukan. “Mami, bukankah rencananya datang minggu depan? Aku kaget.”“Aku bilang minggu-minggu ini, kan? Ada tiket dan Papimu bisa ditinggal, Mami langsung terbang.”“Kenapa tidak menelponku saat diperjalanan? Aku bisa menjemput di bandara.”“Kejutan, Ethan Sayangku.”“Keira pasti senang.”“Oh, iya. Mana cucuku! Mami kangen!” Wanita itu mengedarkan pandangan, kemudian bertumpu pada Cahya yang berdiri di sana. “Itu Cahya, kan? Wanita yang mengasuh cucuku?”Ujung-ujung jemari Cahya membeku seketika. Sorot mata Nyonya William yang terpusat kepadanya seperti penghakiman. Ethan menatap Cahya kemudian b

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 105. Siapa?

    “Ah masih satu minggu lagi. Aku akan cari jalan keluar untuk Cahya,” guman Ethan sambil memasukkan ponsel ke dalam saku.Mobil melaju membelah jalan by pass Nusa Dua. Jalanan mulai padat meskipun masih bisa jalan. Ethan memandang ke arah luar jendela. Lelaki itu terlihat tenang, tetapi di dalam kepalanya berputar dengan banyak rencana.“Cahya itu istriku. Kenapa aku harus menyembunyikan dia?” ucapnya setelah bergulir satu rencana.Baru saja dia memikirkan akan memindahkan Cahya ke Ubud. Di sana ada villa bagus yang sudah dia incar lama. Dia tidak berniat memindahkan Cahya dari rumah supaya tidak bertemu ibunya nanti. Mengingat latar belakang mereka menjadi suami istri, yang bisa memantik amarah ibunya. Apalagi Cahya sedang mengandung. Bukankah itu bisa membahayakan?“Atau, aku terus terang tentang Keira ke Mami? Dengan begitu dia akan menyambut kedatangan cucu yang dikandung Cahya.”Dahi Ethan semakin berkerut, kemudian dia menghela napas panjang sambil memijit pelipis. Ini seperti di

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 104. Berdamai

    “Selamat pagi, sayang-sayangnya papi!” Ethan menghampiri meja makan.Keira dan Satria yang sedang makan didampingi pengasuh pun menoleh bersama. Awalnya mereka terlihat terkejut, kemudian senyum mereka mengembang sempurna. Terutama Keira yang langsung beranjak dari tempat duduk. Mata gadis kecil itu berbinar sarat dengan kerinduan.“Papi…. Selamat pagi.”Ethan tersenyum dan langsung menyambut Keira. Telapak tangan yang awalnya bergerak ragu, kemudian memeluk tubuh setinggi pinggangnya itu setelah Cahya mensejajarinya.Mata Cahya mengedip dan mengangguk. Wanita itu tersenyum lega saat suaminya mengingat yang dia ucapkan. Semalam setelah kebersamaan mereka, Cahya dan Ethan berbincang lama sambil tiduran. Sang istri rebah di lengan suami.“Jalan hidup kita sering tidak tertebak, ya. Kita bertemu dengan kesalahan dan berakhir bahagia seperti sekarang ini,” ucap Cahya sambil mengusap-usap dada Ethan yang berbulu.“Siapa bilang itu kesalahan?”“Iya, gara-gara aku salah kira kamu sopir taxi o

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 103. Temani Aku

    “Apa aku kembalikan dia kepada keluarga Siska saja?”Cahya terkesiap.“Keira?! Jangan! Jangan, Sayangku. Bagiku Keira sudah seperti anakku sendiri. Aku tidak mau berpisah dengannya,” sahut Cahya sambil memegang kedua tangan suaminya."Tapi, Aya. Kamu tahu tidak, setiap melihat dia pikiranku langsung membayangkan Siska bersama dengan lelaki bangsat itu. Kamu tahu rasanya sebagai suami saat membayangkan istrinya dipakai lelaki yang aku tidak tahu siapa dia?!” Mata Ethan menyala nyalang. Kedua alisnya bertaut. “Saya mengerti. Tetapi semua ini bukan salah Keira, Sayang. Dia tidak tahu apa-apa. Coba kamu bayangkan kalau menjadi Keira. Dari lahir yang dia tahu inilah rumahnya. Kamulah papinya.""Tapi bagaimana dengan aku?" ucap Ethan dengan sorot mata memohon. Cahya menghela napas. Ini sungguh berat. Kemudian dia berguman, "Jangan sampai kesalahan orang dewasa menyakiti Keira yang tidak bersalah.”"Aku pun berpikir demikian, Aya."Mereka sama-sama terdiam.“Tapi, Aya. Itulah yang membuat

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 99. Musibah

    "Misi sudah selesai, Bos. Eksekusi berhasil!" ucap lelaki di ponsel setelah keluar mobil. Dari tepi tebing dia menyeringai puas melihat mobil Ethan berguling jauh. Dia mengambil beberapa foto dan mengirimnya kepada orang yang dia telpon tadi. Satu tangan Cahya memeluk Keira, dan tangan satunya me

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 100. Aku Ayahnya!

    “Saya ayah-nya! Ambil darah saya, yang penting anak saya selamat!” seru Ethan langsung berdiri. Begitu juga dengan Cahya. Dia pun menawarkan diri.“Tidak, Aya. Kamu hamil. Itu tidak boleh.”"Ini darurat. Keira harus bisa ditolong!" Cahya bersikukuh. Namun kemudian dia menurut setelah perawat menjel

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 102. Bagaimana Aku?

    Keira dan Satria sudah tidur. Cahya duduk di tepi ranjang memandang keduanya.Wajah damai mereka menyunggingkan senyuman. Tangan kecil Keira memeluk tubuh gembul Satria. Sedangkan kaki si kecil bertumpu pada tubuh Keira.Selalu begitu kalau mereka tidur bersama. Tak ubahnya saudara mereka saling me

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 94. Berjingkat di Rumah Sendiri

    “Keira senang, Sayang?” Ethan menggendong Keira.Gadis kecil itu mengangguk sambil menguap.Kemudian tersenyum sebelum memeluk leher Ethan.Dengan manja kelapanya bertumpu pada bahu dan memejamkan mata. Ethan membawa putrinya ke kamar. Meletakkan perlahan, kemudian diambil alih Mbak pengasuh untuk

    last updateLast Updated : 2026-04-03
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status