Share

Bab 51. Bangkit

Penulis: Astika Buana
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 16:27:32

[Aya, saya masih ada meeting di luar. Jangan ke restoran kalau saya tidak ke sana] Cahya membaca pesan dari Ethan, kemudian memasukkan ponsel ke dalam tas tanpa membalas.

Ini sudah sekian pesan yang masuk setelah Pak Sopir memberikan nomor telponnya kepada majikan, setelah dia enggan mengangkat telpon. Setelah mengantarkan anak sang majikan ke sekolah, dia langsung berangkat kerja.

Setelah turun dari mobil, langkah kaki Cahya melambat ragu ketika mendapati mobil merah parkir di areal khusus direksi. Dia berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam. Seperti akan memasuki medan perang, dia harus menyiapkan semua kemungkinan yang terjadi.

“Aku harus menghadapinya. Kalau aku tidak masuk kerja, sama saja menguatkan pemikiran Erika,” ucap Cahya dalam hati sebelum melanjutkan langkahnya.

Tubuhnya ditegapkan dengan pandangan lurus ke depan. Seperti biasa dia mengulas senyum dan sapaan kepada teman kerja yang berpapasan dengannya. Namun, yang membuatnya heran, kenapa sorot mata mereka me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 52. Bagaimana Menjadi Kuat?

    Di restoran masih riuh sisa kejadian ini. Mereka belum kembali bekerja, tetapi memilih fokus membantu Cahya. Pada umumnya geram. Keluarga bos sudah semena-mena kepada karyawan.Rekan kerja yang menolong Cahya, memberi jalan. Bukan Ethan yang datang, tetapi asistennya-Galang. Atas perintah pimpinan, Galang yang mendampingi Ethan terpaksa mengundurkan diri dari meeting.“Cahya! Kamu harus ke rumah sakit!” Mata Galang membesar melihat kondisi Cahya. Dia langsung membuka jasnya dan menangkupkan pada tubuh wanita itu.“S-saya tidak apa-apa. Hanya lecet sedikit.”“Sedikit apa? Ini parah banget. Ayok!” Tangan Galang terulur di hadapan Cahya.Wanita itu ragu. Sejujurnya, dia tidak ingin menyeret lelaki lain masuk ke pusaran masalahnya. Meskipun ini suruhan sang majikan.Tanpa bertanya lagi, Galang merengkuh lengan Cahya. Namun, bisikan Galang kalau ini perintah Ethan yang tidak boleh ditolak, wanita itu pun patuh.Mereka meninggalkan tempat dan diiringi tatapan rekan kerja yang bertanya-tanya

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 51. Bangkit

    [Aya, saya masih ada meeting di luar. Jangan ke restoran kalau saya tidak ke sana] Cahya membaca pesan dari Ethan, kemudian memasukkan ponsel ke dalam tas tanpa membalas.Ini sudah sekian pesan yang masuk setelah Pak Sopir memberikan nomor telponnya kepada majikan, setelah dia enggan mengangkat telpon. Setelah mengantarkan anak sang majikan ke sekolah, dia langsung berangkat kerja.Setelah turun dari mobil, langkah kaki Cahya melambat ragu ketika mendapati mobil merah parkir di areal khusus direksi. Dia berhenti sejenak untuk mengambil napas dalam-dalam. Seperti akan memasuki medan perang, dia harus menyiapkan semua kemungkinan yang terjadi.“Aku harus menghadapinya. Kalau aku tidak masuk kerja, sama saja menguatkan pemikiran Erika,” ucap Cahya dalam hati sebelum melanjutkan langkahnya.Tubuhnya ditegapkan dengan pandangan lurus ke depan. Seperti biasa dia mengulas senyum dan sapaan kepada teman kerja yang berpapasan dengannya. Namun, yang membuatnya heran, kenapa sorot mata mereka me

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 50. Pengasuh Anak atau Pengasuh Bapak?

    Pintu mobil berwarna merah itu terbuka. Kaki jenjang menggunakan sepatu hak tinggi berwarna merah, menunjukkan siapa yang datang. Wanita bergaya sosialita dengan baju terusan berwarna hitam dengan jaket kulit hitam yang dibagian leher dihiasi bulu-bulu.Jantung Cahya berdenyut lebih kencang. Dia melepaskan genggaman tangan Keira, kemudian dia memundurkan langkah di belakang Ethan. Lelaki itu pun mengerti, seakan menjadi tameng dia menegakkan diri.Sedangkan si kecil Keira justru berteriak senang.“Hai, Aunty Erika!”Erika menekuk kaki sambil merentangkan kedua tangan. Dia menyambut sang ponakan yang berlari ke arahnya.“Hmm…. Aunty kangen banget. Bagaimana kabarmu, Cantik?”“Senang, Aunty.”“Maaf, ya. Aunty lama tidak kesini.”“Tidak apa-apa. Keira tahu, pasti Aunty sibuk. Tidak usah kawatir karena Keira sudah ada yang menemani.” Gadis itu tersenyum lebar“Siapa?”“Ibu__”“Keira! Ayo berangkat sekolah. Nanti terlambat.” Ethan memotong ucapan Keira. Dia memberi tanda ke arah sopir untu

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan    Bab 49. Janji

    Sepulang kerja, Ethan langsung ke kamar anaknya-Keira.Dia mengedarkan pandangan. Tidak terlihat seseorang yang dicarinya. Hanya ada Keira dan Mbak Pengasuh. Seketika ketakutan mendera. Jangan-jangan ….“Papi…!” teriak Keira berlari memeluknya. Dia meloncat ke gendongan dan mengalungkan ke leher ayahnya.“Keira kok sendiri. Adik Satria mana?”“Adik tidur.”“Tumben. Biasanya menemani Keira belajar.”“Ibu Aya capek dan Adik Satria diajak tidur.”“Oh, gitu,” ucap Ethan sambil menurunkan anaknya.Lelaki itu menelan kekecewaan. Kemudian meninggalkan kamar Keira setelah mencium anaknya itu.Dengan kedua tangan masuk ke saku celana, Ethan berjalan dengan dahi berkerut dalam. Dalam pikirannya berputar tentang wanitanya. Apa yang terjadi kepada Cahya? Apa dia benar-benar marah?Ingin rasanya menemui Cahya yang meluruskan semuanya.Huuft!Wanita itu memang makhluk complicated!Ethan meneruskan langkah ke kamarnya. Dia melepas kasar kemeja dan menghempaskan diri ke ranjang. Dia berusaha mengoson

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 48. Ternyata Hanya Pemuas

    Seketika dunia seakan berhenti berputar. Sesuatu rahasia yang digenggam rapat-rapat ternyata ada yang mengetahui. Cahya tidak bisa berkata-kata, sampai tangan pengasuh itu menyentuh lengannya.“Tidak usah sungkan, Mbak Cahya. Semua yang di sini mengerti dan itu tidak buruk.”“S-semua?” Mata Cahya melebar.Pengasuh itu mengangguk sambil tersenyum.“Termasuk Pak Chef?”“Iya.”Tak sadar kedua tangan Cahya meremat. Seperti pencuri yang ketahuan dan tidak tahu harus berbuat apa. Ada yang dia takutkan berikutnya.“Hmm… Bu Hanum?” tanya Cahya takut-takut. Dia menatap lekat Mbak Pengasuh. Menunggu jawaban.“Nah, kalau itu saya tidak tahu, Mbak. Dan kami pun tidak akan ikut campur kehidupan pribadi Tuan dan Mbak Cahya. Itu hal wajar, kok. Toh kalian sama-sama lajang. Dan kata Pak Chef__”“Ha? Jadi kalian membicarakan kami?”Dalam hati, Cahya mulai malu. Pak Chef adalah orang yang di-tua-kan di sini setelah Bu Hanum. Selain sudah lama kerja dengan keluarga William, dia juga terkenal orang yang

  • Dimanjakan sang Majikan Tampan   Bab 47. Teman Wanita di Ranjang

    Mendadak kepala Ethan pening. Dengan satu tangan dia memijit pelipis berulang kali. Tangan kanannya meremat kemudi.Masih terngiang ucapan Cahya, “S-saya bukan wanita yang bisa 'dipakai', Tuan."Hatinya mencelos tatkala mata wanita itu berkaca-kaca dan kemudian mengaliri pipi.“Apakah aku sebegitu jahatnya kepada dia? Sungguh, aku tidak pernah menganggapkan wanita jalang,” ucapnya dalam hati.Bahkan ketika dia memberikan uang cash dan kartu yang dulu Cahya tolak, wanita itu tetap menggeleng. Padahal, Ethan tahu betul kalau Cahya tidak membawa apapun termasuk uang dan ponsel.“Aya, please. Jangan over thingking. Apapun keadaannya, kamu adalah wanitaku. Kamu tidak percaya dengan tanda ini dan ini?” Ethan menunjuk perhiasan yang dipakai Cahya.Kemudian lelaki itu menghela napas panjang. “Aku tidak pernah memberi seperti ini kepada wanita. Termasuk kepada mantan istriku. Hanya kamu wanitaku, Aya.”Wanita itu tersenyum miris. Tertawa kecil seakan mentertawakan dirinya sendiri. “Iya benar.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status