Share

Meminta Restu Untuk Pergi

Sambil menunggu sholat subuh, sambil memandangi wajah-wajah sejuk dari dua bocil itu, aku memantapkan diri lagi bahwa keputusan aku untuk pergi ke sana sudah benar.

Aku harus ingat bahwa di sana nanti, aku akan hidup sendiri, berjuang sendiri, dan menjaga diri sendiri. Tidak ada siapa-siapa.

Tapi, karena memandang wajah anak-anak aku itu, aku justru semakin mantap. Mereka harus bersama lagi dengan Abinya, aku harus berjuang untuk itu.

Setalah selesai sholat, aku berjalan ke kamar ibu mertuaku, untuk meminta izinnya.

"Bu??" Aku melihat beliau sedang membaca ayat suci Alquran. Aku merasa bersalah juga karena kemarin memarahi beliau yang mencoba menenangkan aku, itu sih gara-gara wali murid lebay nauzubillah. Mereka yang nitip, mereka yang ragu.

Jangan dicontoh deh!

"Shodaqollah hul'adzim... Iya Nak, masuk saja," sahut ibu mertuaku di antara heningnya suasana subuh.

Aku langsung mendekati di mana beliau sedang duduk. "Bu, saya nitip anak-anak selama beberapa hari ini."

Ibu termangu men
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Widya Jaya Fitri
waduh ceritanya semakin seru ya
goodnovel comment avatar
Meyke Sartika
Amiinn,,,,semoga dpt pencerahan
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status