LOGINGeng dengan berat hati yang awalnya kisah Olla mau aku lanjut di goodnovel. Aku mengurungkan niat ya. Aku merasa kisah Olla terlalu spesial dan kayak anak tiri kalau ditaruh di bawah kisah emak bapaknya. aku harap kalian maklum Terima kasih pengertiannya love Nasya
“Baby, itu daddy,” ucap Embun dengan senyuman manis. Karena kepalang tanggung untuk memindahkan Embun ke kamar persalinan, akhirnya dokter memutuskan untuk membawa beberapa alat ke sana. Terlebih persalinan itu tidak ada kendala, ibu dan bayinya sehat. Rain mendekat dengan mata yang berkaca-kaca,
“Onty … onty, ya ampun aku harus bagaimana ini?” Una panik setelah mengabari Rain bahwa Embun sakit perut dan mungkin saja akan melahirkan. Remaja itu belutut di depan Embun dan malah bernafas dengan mulut sama seperti yang Embun lakukan. “Huh … hah … huh … hah, nafas onty nafas.” Una merasa perut
Embun pun menoleh kebingungan, hingga Aura mendekat dan meraih tangannya Matanya tiba-tiba berkaca-kaca. “Aku minta maaf karena dulu jahat padamu, sebagai ABG labil yang sok berkuasa aku--” “Tidak apa-apa,” potong Embun cepat. Ia balas mengusap tangan Aura, baginya mendengar kata maaf dari gadis ya
Dua Bulan kemudian Rain hari itu merasa ketar-ketir karena Embun masih saja berangkat bekerja. Kehamilan istrinya itu sudah melewati hari perkiraan lahir, tapi belum juga ada tanda-tanda Boo ingin terlahir ke dunia. Alasan Embun bersikeras bekerja hari itu karena ingin menemui sendiri klien yang ak
“Dia sedang berdansa atau main bola? Anakmu sepertinya besok akan seperti kelinci yang suka melompat ke sana ke mari.” Bening menggelengkan kepala tak habis pikir, bibirnya tersenyum dan tangannya mulai membelokkan kemudi untuk membawa keluar mobil dari parkiran gedung. “Hiss … Tabebe, aku itu prin
Sadar bahwa masalah tentang kelahiran mereka pasti akan terus menjadi kontroversi jika tidak segera diakhiri. Hari itu Bening dan Embun datang ke stasiun TV milik orangtua teman Bening. Keduanya ingin menceritakan sejarah kelahiran mereka. Baik Embun dan Bening sudah meminta izin pada orangtua masin
💦💦💦 Hari berikutnya, Embun terlihat sudah rapi. Dia bahkan mengenakan setelan kerja baru yang terlihat sangat modis, meski begitu dia tidak melupakan kacamatanya. Embun merasa tidak boleh terlihat mencolok di awal-awal bekerja, meskipun nanti pada akhirnya dia juga menjadi sosok wanita paling di
Rain berbalik dan melangkah untuk kembali ke ruangan di mana Embun berada, akan tetapi logikanya menghalangi. Ia hanya bisa geram dan menggenggam erat jas yang ada di tangan.“Tidak, aku tidak akan pernah membiarkanmu masuk kembali ke dalam hatiku, tidak akan.”Akhirnya Rain berbalik pergi, benar-be
Menahan rasa malu Rain bergegas menuju tangga darurat, disusul Embun yang memasang muka hampir menangis karena harus menuruni banyak anak tangga. Rain tidak mau menunggu dan memperlambat langkah, dengan sepatu berhak tinggi tentu saja Embun kesusahan untuk mengejar, tapi tak kurang akal gadis itu me
“R-R-R-Rain.”Embun memeluk erat map berisi salinan kontrak yang diberikan bagian HRD kepadanya. Matanya terus tertuju pada pria yang kini berjalan perlahan menghampirinya. Hening, tidak ada satu staff pun yang membuka suara. Hingga Rain berhenti tepat di depan Embun dan bertanya-“Apa yang kamu lak







