Home / Rumah Tangga / Ditalak Suami Saat Sukses / Kenyataan Pahit Bagi Rania

Share

Kenyataan Pahit Bagi Rania

Author: Eka Suswanti
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-01 16:04:30

Kalau kesusahan ekonomi masih bisa ditabahkan seorang istri, tidak dengan perselingkuhan. Perempuan mana yang tidak hancur mengetahui kenyataan dirinya diduakan. Mungkin ada istri yang masih memilih bertahan, tapi tidak semua istri kuat untuk memilih bertahan. Seperti gelas kaca yang sudah pecah tentu tidak bisa menjadi utuh lagi. 

Rania sangat tak menyangka bahwa semua yang selama ini diperjuangkannya untuk keluarga kecil mereka tak berarti apa-apa bagi suaminya. Laki-laki yang paling dia cintai dan orang yang selalu menjajdi prioritas dibandingkan dirinya sendiri. Usai Rania membuka semua isi chat mereka, handphone diletakkan kembali di tempatnya. Rania berpikir keras apa yang harus dia lakukan untuk pernikahan ini. Tapi hati kecil Rania masih ingin bertahan, ia tidak rela kalah dengan semua yang sudah dikorbankannya. 

"Selamat pagi, Mas," sapa Rania yang lagi memasak nasi goreng seafood di dapur. 

"Pagi Bun," jawab Dori.

"Sarapan dulu ya, Mas baru ke kantor. Sudah lama kita tidak sarapan bareng," kata Rania dengan suara yang dibesarkan supaya Dori yang lagi di kamar mandi dengar.

"Tapi aku buru-buru," jawab Dori.

"Ayolah, Mas. Sebentar saja, ini sudah ready kok sarapannya. Aku tunggu di meja makan ya. Jangan lama-lama mandinya," pinta Rania.

Rania sudah siap untuk sarapan bareng. Gavin masih pules tidur di kamar. Dua piring nasi goreng seafood, dua gelas milo panas, dan sepiring bakwan siap untuk disantap. Rania hanya ingin merasakan momen berdua bersama suaminya. Hati yang terluka perlu obat untuk mereda. Rania mencoba menemukannya. Melihat bagaimana hatinya merespon saat bersama dengan suami quality time sejenak di pagi hari.

"Ayo, Mas," panggil Rania ke kamar melihat Dori yang lagi berpakaian. 

"Iya, sebentar," jawab Dori.

Dori keluar kamar dengan memegang tas kerjanya dan HP. Meja makan yang jarang sekali didudukinya belakangan ini terasa canggung. Dori meletakkan HP nya di atas meja. Nasi goreng buatan Rania disantap lahap. Selama sarapan obrolan mereka biasa saja seolah memang Rania tidak mengetahui apa-apa. Nasi goreg seafood buatan Rania memang favorite Dori. Sekejap saja sudah habis. Dori berdiri untuk mencuci tangannya. 

Satu pesan masuk mengubah ketenangan Rania menjadi ledakan. Pesan masuk berisi PAP dari perempuan yang sudah merusak hubungan suami istri ini. 

"Perempuan ini memang tidak tahu diri." Rania berteriak sambil memegang HP Dori. 

Dori yang lagi mencuci tangannya langsung berlari ke meja makan dan merampas HP dari tangan Rania.

"Lancang sekali kamu memegang HPku." Dori berteriak.

"Lebih lancang mana dengan perempuan yang menggoda suami orang? Lebih lancang mana, Mas?" Rania menatap Dori. 

"Tidak usah menuduh tanpa bukti," jawab Dori seolah tidak bersalah.

"Chat mesra, foto bersama, apa itu masih kurang jadi bukti?" Rania memegang baju Dori.

"Sudahlah, aku mau berangkat kerja." Dori melepaskan genggaman Rania. 

"Apa tunggu ada bukti kalian tidur bareng baru bisa disebut bukti dia perempuan murahan?" Rania berteriak.

"Perempuan itu tidak salah apa-apa," jawab Dori.

"Mengganggu suami orang itu tidak salah? Harusnya aku percaya saat ada yang menyampaikan melihat kamu jalan dengan perempuan lain. Harusnya aku langsung curiga. Tapi aku terlalu percaya kamu, Mas." Rania berkata sambil berteriak. 

Dori memasang sepatunya. Bergegas ingin berangkat bekerja. Rania mengambil tas kerjanya. Memaksa Dori untuk menjawab semua pertanyaannya.

"Jawab, Mas. Jawab," minta Rania. 

"Aku yang sudah tidak mencintaimu lagi," kata Dori datar.

"Segala yang aku upayakan selama ini tidak ada artinya, Mas?" tanya Rania.

"Aku tidak merasa kehadiranmu sebagai istri yang semestinya. Kamu hanya sibuk dengan kesibukanmu," jawab Dori datar seakan dialah yang tersakiti selama ini.

Jawaban yang teramat jujur dari seorang laki-laki untuk menyakiti hati ibu dari anaknya. Jawaban yang membuat Rania terdiam tanpa suara. Dori mengambil tas kerjanya dan pergi tanpa berkata apa pun lagi. Rania melihat Dori pergi seperti melihatnya pergi untuk selamanya sebagai laki-laki yang pernah amat ia cintai. Rania berjalan menutup pintu rumahnya. Lalu duduk di meja makan. Nasi goreng seafood yang ada di piringnya belum habis. Rania mengambil piring itu dan membuang sisanya ke tong sampah. Itu akan menjadi yang terakhir bagi Rania membuat nasi goreng seafood.

"Bun....daaa..," suara Gavin terbata-bata memanggil Rania. Entah sejak kapan Gavin bangun. 

"Iya, nak." Rania mendekati Gavin dan memeluknya erat. 

Hari itu menjadi sebuah permulaan baru bagi Rania. Hari yang berat untuk dia lalui ke depannya. Kalau saja Dori mengakui kesalahan dan mengatakan ia khilaf, Rania pasti masih mempertimbangkan untuk menyelamatkan rumah tangga mereka. Lantas yang terjadi di luar prediksi. Apa lagi yang harus dipertahankan dari seseorang yang nyata tidak lagi ingin bersama.

"Istri sudah tahu," Dori mengirim pesan WA ke Bella.

"Serius?" balas Bella.

"Iya, aku sudah jujur sama Rania," balas Dori.

"Jujur soal apa?" tanya Bella.

"Soal aku yang sudah tidak mencintainya lagi," jelas Dori.

"Beneran?" tanya Bella tak percaya.

"Nanti jam makan siang aku tunggu di tempat biasa," balas Dori mengajak bertemu.

Sebuah hubungan hanya bisa diperbaiki kalau keduanya punya niat dan perasaan yang sama untuk menyelamatkan. Berjuang di hubungan yang salah satunya tidak lagi ada di jalan yang sama hanya akan menyakiti diri sendiri. Sekeras apa pun Rania ingin bertahan, tidak ada artinya jika Dori telah memilih Bella.

"Aku sudah selesai dengan Rania." Dori mengataka dengan yakin sambil memegang tangan Bella.

"Istrimu tahu aku orangnya?" tanya Bella. 

"Tahu karena dia melihat PAP yang kamu kirim tadi pagi. Mungkin juga sudah melihat isi chat kita," jelas Dori.

"Apa nanti dia tidak tiba-tiba datang ke sini menyerang aku?" tanya Bella cemas.

"Tidak. Rania tidak akan berani. Kalau pun dia berani aku yang akan menghadangnya dan melindungimu," jawab Dori denga kebucinannya.

"Terima kasih ya, Mas," jawab Bella tanpa merasa telah menyakiti Rania. 

Bella merasa dia pemenangnya karena lebih dipilih Dori ketimbang istrinya yang sudah lama bersama. Bella berpikir bahwa ia tidak salah karena memang suami orang ini yang mendekatinya. 

"Kamu sabar ya. Aku akan segera menyelesaikan semua prosesnya," kata Dori.

"Iya, Mas." Bella memegang tangan Dori.

Sejak penyampaian Dori atas perasaanya tadi lagi ke Rania, dia menjadi lebih berani untuk menunjukkan kedekatannya dengan Bella. Biasanya setelah makan siang mereka balik ke ruangan masing-masing, kali ini berjalan bersama. Tidak takut lagi digosipin karena Rania sudah tahu yang sebenarnya.

Di rumah dengan hati yang hancur, Rania tetap mengurusi Gavin. Menyuapkannya makan, sebisa mungkin untuk tidak mengabaikan Gavin di tengah remuk hatinya. Anak yang masih kecil itu belum tahu apa-apa dengan yang terjadi. Rania melihat Gavin yang sekecil ini apa harus kehilangan sosok ayahnya nanti. 

"Bunda menyayangimu." Rania memeluk Gavin. 

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Super Hero Buah Hati

    Rania melihat Gavin dari kaca mobil hingga hilang dari pandangannya. Ethan memutar lagu indie For Revenge di perjalanan. Lagu hits era ini yang banyak relate dengan cerita hidup. Rania menatap Ethan diam-diam tanpa diketahuinya. Sosok laki-laki yang mampu mencuri hati Gavin, satu-satunya tujuan hidupnya hari ini. "Mas gak merasa lelah nemenin saya?" tanya Rania memulai obrolan. "Lelah kenapa?" tanya Ethan. "Iya dari kemarin sepertinya sibuk membantu saya urusan pembukana butik ini, gak ada kemana-mana refreshing," ucap Rania. "Tujuan saya ke Semarangkan memang buat itu, kenapa saya harus merasa jadi kerepotan?" jawab Ethan tersenyum. "Iya, saya merasa gak enak aja sih," kata Rania. "Saya senang menemani kamu," jawab Ethan. Sudah sampai di parkiran, Ethan menatap Rania, tatapan mereka terpaku lama, degub jantung keduanya berdebar kencang, begitu cepat kejadian itu terjadi. "Maaf," kata Ethan menghentikan dekapannya. "Aku juga minta maaf," balas Rania salah tingkah. "Aku

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Pintu Kenyamanan yang Terbuka

    Hati tidak pernah tahu kapan ia akan bergerak menemukan kenyamanan, apa lagi setelah dihajar kecewa yang bertubi-tubi. Jangankan berpikir untuk kembali menjalin hubungan, membayangkannya saja tidak pernah dilakukan Rania karena ia takut hanya memupuk kecewa dan membuat lukanya semakin dalam. Semua orang yang terluka berusaha sembuh, tapi Rania tak pernah memikirkan untuk sembuh dengan mencari orang lain sebagai pelariannya. "Kapan kamu mau mulai membuka hati?" Mama pernah melemparkan pertanyaan itu ke Rania. "Bagiku kebahagian Gavin sudah lebih dari segalanya, Ma" jawab Rania dengan yakin tanpa berpikir akan ada sosok laki-laki seperti Ethan yang hadir di hidupnya. Malam ini ada rasa yang berbeda. Rania terbaring di atas kasurnya mengingat kejadian tadi siang dengan Ethan. Jantungnya berdegup kencang saat berada di dekat Ethan. Ada rasa tenang tiap melihat senyuman di wajah laki-laki yang belum ia kenal jauh tapi terasa begitu memiliki arti di hidupnya kini. "Belum tidur?"

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Permulaan Besar untuk Langkah Baru

    Keberanian memulai perjalanan baru membutuhkan support sistem yang membuat diri memiliki keyakinan. Ethan hadir memberikannya untuk Rania. Sejak awal ia yakin Rania mampu bangkit dari keterpurukannya. "Loh, Mas kapan ke sininya?" ucap Rania kaget keluar dari kamar melihat ada Ethan yang lagi main dengan Gavin. "Baru saja," jawab Ethan. "Kok gak bilang dulu mau ke sini?" tanya Rania. "Tadinya mau ke toko, tapi saya pikir ke rumah kamu saja biar kita bisa langsung lihat lokasi butik," jelas Ethan. "Beneran mau survei lokasi butik hari ini?" tanya Rania kaget. "Iya, saya rasa kamu sudah siap," ucap Ethan. "Mandi dulu lah Ran, nanti Ethan kelamaan lo menunggu kamu," kata Mama nimbrung. "Gak papa bu, saya juga masih main dengan Gavin," ucap Ethan tersenyum. "Oke, maaf ya mas, sebentar saya siap-siap dulu," jawab Rania. Rania bergegas ke kamarnya untuk siap-siap. Gavin kelihatan senang main dengan Ethan. Padahal baru jumpa, tapi seperti sudah kenal lama. Pemandangan ini m

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Dekapan Pertama yang Tak Disengaja

    Malam itu hujan turun perlahan membasahi jalanan. Udara dingin rasanya ikut masuk ke dalam mobil, membuat tubuh gemetaran. Rania juga kelelahan jadi badannya terasa kurang fit hingga menggigil. Ethan yang melihat itu memberikan jaketnya ke Rania, "Pakai ini ya biar kamu hangat," ucap Ethan. "Gak usah Mas," Rania menolak. "Gak papa pakai nanti kamu jadi meriang," ucap Ethan. "Makasih ya," mereka jadi saling bertatapan mata. Ada debar yang Ethan rasakan, ingin rasanya ia mendekap Rania ke pelukannya. Tapi Ethan menahan diri, tidak mau Rania jadi ilfil. Ethan harus sabar untuk membuat Rania luluh dengannya. "Rumah saya yang warna abu-abu itu ya Mas," ucap Rania. "Oh oke," jawab Ethan. "Mau singgah dulu Mas," tawar Rania. "Sudah malam, gak enak," kata Ethan. Mama Rania melihat di balik gorden, tak lama Gavin keluar mengejar mamanya. Ethan melihat dari kaca mobil dan tersenyum melihat Gavin yang lucu. "Pulang sama siapa tadi Ran?" tanya mama. "Itu ma, bosnya aku dari Jakart

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Tatapan Mata yang Meruntuhkan Pertahanan

    Ethan sudah siap untuk ke tempat Rania. Jam 19:00 Ethan sudah di jalan menuju lokasi yang sudah di share loc. Ingatan tentang Nara masih saja membayangi pikirannya."Rania bukan Nara, bukan Nara," Ethan membatin je dirinya sendiri berulang kali.15 menit dari hotel ke lokasi Rania. Ethan sampai di depan ruko kecil tempat Rania live berjualan online dan tempat packing orderannya. Ethan datang membawa makanan yang sudah ia pesankan ke supirnya untuk dibeli."Assalamualaikum," ucap Ethan memasuki ruko yang pintunya terbuka satu."Waalaikumsalam," jawab Rania yang berdiri dari tumpukan pesanan."Gak papa, duduk saja," ucap Ethan."Gak telepon dulu tadi Mas," ucap Rania."Iya, gak papa. Lagian gak nyasar juga kok." Ethan tersenyum."Duduk di sini saja Mas," ucap Rania menarik kursi di dekat meja kerjanya."Ini saya bawaain makanan buat anggota kamu," ucap Ethan."Repot-repot banget Mas," Rania mengambil dan memberikannya ke anggota."Sepertinya ruko ini sudah tidak bisa lagi menerima stok

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Semua tentang Nara

    Pagi yang cerah di Hari Minggu jadi bagian menyenangkan untuk Nara. Menikmati pagi dengan berlari di area Jogging Track Undip sekaligus jadi spot lari yang menyenangkan. Pagi itulah menjadi pagi yang istimewa karena bertemu dengan Ethan.Ethan yang tak sengaja pagi itu juga main ke Jogging Track Undip. Ethan melihat Nara yang lagi Jogging mengutip sampah dan membuangnya ke tong sampah. Jarang banget di hari ini masih ada orang yang peduli dengan hal kecil, apa lagi itu bukan tugasnya.Pertemuan tak di sengaja itu menjadi awal Ethan mengingat wajah Nara. Sepulang dari jogging gak sengaja bertemu lagi di tempat sarapan nasi pecel."Maaf Mas, boleh minta tisunya?" tanya Nara yang membuat Ethan kaget bisa ketemu lagi."Iya, ambil saja," jawab Ethan."Terimakasih," kata Nara.Ethan mau balik ke hotel, tapi melihat Nara lagi kekusahan di parkiran."Kenapa motornya" tanya Ethan."Ini bocor, mana lagi buru-buru," jawab Nara."Mau ke kantor?" tanya Ethan."Tidak, lagi ada janji sama teman buat

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Titik Balik Kenyataan Pahit

    Hati ibu mana yang tidak hancur mendengarkan kabar luka dari anaknya. Ibu Rania yang datang menjemputnya, datang untuk membawanya pergi meninggalkan segala duka."Ikut Mama pulang, sudah cukup kamu berjuang," kata mamanya sebelum meminta Rania mengemas barang-barangnya."Mama selama ini diam bukan

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Rania yang Dijatuhi Talak

    Dori pulang dari kantor tanpa berbicara apa pun. Rania mengunci pintu dan mencabut kuncinya supaya Dori bisa membuka pintu sendiri tanpa membangunkannya. Dori memilih tidur di kamar sebelahnya. Sejak malam ini Dori dan Rania pisah kamar. Situasi ini berlangsung hampir satu bulan. Tanpa ada niat unt

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Saat Rania Mulai Merasa Curiga

    Pagi ini Rania bangun lebih awal. Alarmnya berbunyi jam 4 pagi. Ada orderan untuk acara hajatan kue 200 kotak. Rania mengerjakannya sendiri. Pesanan sudah masuk 3 hari yang lalu. Rania sudah mengangsur membentuk kotaknya. Sebagian isi kuenya sudah dikerjakannya kemarin. Pagi ini tinggal menambah ku

  • Ditalak Suami Saat Sukses   Kepercayaan Menjadi Kunci

    Hidup kadang memang tidak adil bagi mereka yang tulus. Kadang ketulusan dibalas dengan kejahatan yang tak terkira. Cinta Rania untuk suaminya tak pernah menuntut banyak, hanya ingin dicintai dengan ikhlas. Tak meminta kehidupan yang mewah, hanya ingin hidup yang berkah.“Gak papa, Mas. Ini saja sud

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status