Chapter: Rania yang Dijatuhi TalakDori pulang dari kantor tanpa berbicara apa pun. Rania mengunci pintu dan mencabut kuncinya supaya Dori bisa membuka pintu sendiri tanpa membangunkannya. Dori memilih tidur di kamar sebelahnya. Sejak malam ini Dori dan Rania pisah kamar. Situasi ini berlangsung hampir satu bulan. Tanpa ada niat untuk memperbaiki. Dori juga telah menerima pengumuman akan hari pelantikannya. "Aku mau bicara," kata Rania tidak tahan dengan situasi diam-diam tanpa kejelasan. "Apa lagi yang mau dibicarakan? Aku sudah bilang tidak mencintaimu lagi," jawab Dori."Terus kita bagaimana?" tanya Rania."Aku sudah menalakmu, mula malam ini sudah bisa dimulai masa iddahmu," kata Dori tegas."Kamu benar-benar serius?" Rania tak percaya."Iya, tolong kamu dan Gavin juga tidak perlu datang di hari pelantikanku nanti," kata Dori. Rania masuk ke dalam kamar bersama anaknya. Tangisnya pecah setelah menahan segala kecewa di depan Dori. Hati kecil Rania masih tak menyangka begitu mudah dirinya dibuang dengan segala pe
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Kenyataan Pahit Bagi RaniaKalau kesusahan ekonomi masih bisa ditabahkan seorang istri, tidak dengan perselingkuhan. Perempuan mana yang tidak hancur mengetahui kenyataan dirinya diduakan. Mungkin ada istri yang masih memilih bertahan, tapi tidak semua istri kuat untuk memilih bertahan. Seperti gelas kaca yang sudah pecah tentu tidak bisa menjadi utuh lagi. Rania sangat tak menyangka bahwa semua yang selama ini diperjuangkannya untuk keluarga kecil mereka tak berarti apa-apa bagi suaminya. Laki-laki yang paling dia cintai dan orang yang selalu menjajdi prioritas dibandingkan dirinya sendiri. Usai Rania membuka semua isi chat mereka, handphone diletakkan kembali di tempatnya. Rania berpikir keras apa yang harus dia lakukan untuk pernikahan ini. Tapi hati kecil Rania masih ingin bertahan, ia tidak rela kalah dengan semua yang sudah dikorbankannya. "Selamat pagi, Mas," sapa Rania yang lagi memasak nasi goreng seafood di dapur. "Pagi Bun," jawab Dori."Sarapan dulu ya, Mas baru ke kantor. Sudah lama kita tidak s
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Saat Rania Mulai Merasa CurigaPagi ini Rania bangun lebih awal. Alarmnya berbunyi jam 4 pagi. Ada orderan untuk acara hajatan kue 200 kotak. Rania mengerjakannya sendiri. Pesanan sudah masuk 3 hari yang lalu. Rania sudah mengangsur membentuk kotaknya. Sebagian isi kuenya sudah dikerjakannya kemarin. Pagi ini tinggal menambah kue yang asinnya. Rania sibuk di dapur. Sampai tidak sadar Dori pergi kerja tanpa pamit dengannya. Rania hanya ke kamar saat sholat subuh dan dilihatnya Dori sedang mandi. Sehabis sholat Rania tidak ada ke kamar lagi, sampai tersadar kenapa Dori kok belum berangkat kerja."Mas...mas." Panggil Rania sambil berjalan ke kamar. Saat dilihat tidak ada lagi.Rania berpikir mungkin dia yang tidak sadar kalau Dori berpamitan. Rania lanjut lagi menyelesaikan orderannya yang harus dikirimkan ke tempat jam 11 siang. "Assalamualaikum, Bu Rania. Jangan lupa ya Bu, jam 11 sudah di sini." Telepon dari Buk Anda yang memesan kue kotak."Iya Bu, bantu share loc ya Bu," pinta Rania."Baik Bu, ini saya share lo
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Kepercayaan Menjadi KunciHidup kadang memang tidak adil bagi mereka yang tulus. Kadang ketulusan dibalas dengan kejahatan yang tak terkira. Cinta Rania untuk suaminya tak pernah menuntut banyak, hanya ingin dicintai dengan ikhlas. Tak meminta kehidupan yang mewah, hanya ingin hidup yang berkah.“Gak papa, Mas. Ini saja sudah membuatku sangat bahagia,” jawab Rania saat di hari ulang tahunnya hanya diberikan sebuah kerudung yang dibeli Dori saat diskonan.Meski telat memberikan hadiah, setidaknya Dori sudah ingat dengan hari ulang tahun istrinya. Meski dengan perayaan kecil-kecilan tetap membuat senyum mereka merekah. Rania selalu merasa dihargai keberadaannya, hal kecil yang dilakukan oleh suami selalu ia anggap sebagai sesuatu yang amat berharga.Dori sudah mulai memasukkan berkas-berkas untuk seleksi pembukaan pegawai tetap. Di antara banyaknya persiapan dan seleksi, Dori sibuk sekali di kantor. Memenuhi persyaratan sekaligus juga menyelesaikan banyak pekerjaan. Siang itu saat akan mengantarkan berkas lamara
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Support Tulus Seorang IstriPerempuan tinggi semampai dengan bibir yang merah alami ini selalu tersenyum menyambut pagi. Pagi yang selalu hetic. Dikejar-kejar waktu menyiapkan beragam kue-kue basah di pagi hari tak membuat senyumnya menjadi kecut. Meja lipat yang tiap pagi ia buka. Kue-kye disusunnya di atas meja dengan rapi. Selalu tersenyum riang, menyapa orang yang lewat. Jarang sekali yang tak singgah untuk membeli dagangannya. Sosok yang dikenal penuh semangat ini punya semangat yang tak pernah pudar untuk memberikan memberikan support terbaik kepada karir suaminya."Aku berangkat kerja dulu ya," Dori menyapa Rania yang sibuk di dapur. Rania berjalan menghampirinya dan menyalami suami yang amat dia cintai.'Hati-hati ya Mas. Semoga hari ini segala urusannya dilancarkan, dimudahkan, semangat ya,ucapan doa yang sama setiap paginya." Rania mengantarkan suaminya hingga tak terlihat lagi dari pintu. "Gak ada yang ketinggalankan, Mas?" tanya Rania sambil menyodorkan kotak bekal untuk Dori.Rania cekatan sekali t
Last Updated: 2026-05-01