Compartir

Bab 17 : Ini Bukan Rumahku

Autor: Maufy Izha
last update Fecha de publicación: 2026-08-07 11:29:31
Sinta mendengus dingin. Dulu, Sinta-lah yang selalu menunggu Abimanyu di meja makan, sementara suaminya itu lebih sering makan di luar, termasuk saat sarapan. Tapi sekarang, malah Sinta yang dipaksa untuk makan bersama.

Pada akhirnya, Sinta terpaksa harus menuruti perintah Abimanyu. Ia keluar dari kamar dengan ekspresi dingin.

"Jangan terlalu sering mengambek, tidak baik untuk pemulihanmu," ucap Abimanyu. Suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya, hanya saja Sinta tidak menyadarinya kare
Maufy Izha

Ahayyy, berondongku datang! 🫶🫶

| 4
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
untung ada Arjuna ,pasti itu ulah si Rashta
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 184 : Kejujuran (Bagian 2)

    Arjuna kembali menatap Sinta, kemudian memainkan jemarinya yang bertumpu di atas meja. "Setiap malam, aku menunggumu di rumah sakit, dan kebetulan saat itu kamu keluar dari ruang rawat—tengah malam—dan nyaris terjatuh. Jadi, aku datang menemuimu untuk pertama kalinya setelah aku dewasa." Air mata Sinta jatuh. Ia tidak menyangka akan mendengar pengakuan seperti itu dari Arjuna. "Mengenai Tante Utari..." Arjuna mengetatkan rahangnya, jemarinya yang bertumpu di atas meja tampak gemetar. "Aku adalah satu-satunya saksi di tempat kejadian saat Tante Utari dibunuh." "Ap—apa?" "Maafkan aku, Sinta... Aku tidak—" "Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kamu menyembunyikan hal sebesar ini dariku?!" "Karena aku merasa takut. Takut kamu akan membenciku. Aku yang seharusnya menjadi saksi malah menghilang saat itu. Ayahku membawaku berobat ke luar negeri sesaat setelah tahu bahwa aku menyaksikan sebuah pembunuhan, dan saat itu aku hampir tidak pernah bisa tidur karena ketakutan." "Siapa? Siapa yang

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 183 : Kejujuran

    Arjuna mematung di tempatnya. Matanya terpaku pada lembaran kertas di tangannya, lalu beralih menatap Sinta yang kini menunduk dengan bahu yang bergetar menahan tangis. Jay, yang berdiri tak jauh di belakang Arjuna, menarik napas dalam-dalam dan melangkah mundur secara perlahan untuk memberikan ruang pribadi bagi mereka berdua. Arjuna perlahan duduk di hadapan Sinta. Tangan yang biasanya kokoh dan selalu memberikan kehangatan itu kini tampak sedikit gemetar saat meletakkan map merah di atas meja. "Sinta..." panggil Arjuna dengan suara parau, sarat akan rasa bersalah dan emosi yang berkecamuk. Sinta mendongak. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya meluncur membasahi pipinya. "Juna, tolong jawab dengan jujur. Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Apa kamu tahu tentang kecelakaan Ibu?" Sinta kembali menunjuk ke arah map merah yang terbuka, memperlihatkan foto kecil Arjuna dan rekam medisnya. Arjuna memejamkan mata sesaat. Napasnya berat, seolah ada sesuatu yang tengah menghimp

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 182 : Anak yang Familiar

    Sinta memandangi foto anak laki-laki berwajah rupawan namun memiliki sorot mata sendu itu dengan lekat. Ada getaran aneh di dalam dadanya—sebuah perasaan familiar yang sangat samar, seolah memanggil memori lamanya dari balik kabut masa lalu yang pekat. Jemarinya yang memegang pinggiran kertas perlahan membalik lembaran berikutnya. Mata Sinta membelalak saat membaca data pribadi di berkas medis lama dari sebuah rumah sakit luar negeri. Nama anak laki-laki itu tertulis jelas: Arjuna Pandawa, dengan catatan medis mengenai trauma fisik akibat kecelakaan lalu lintas belasan tahun lalu. Sinta membelalak sempurna saat melihat catatan kecelakaan itu menyebutkan nama sang ibu, Utari Saraswati. Trauma psikis? Arjuna mengalami trauma psikis karena kecelakaan yang dialami oleh ibunya? Apa maksud dari semua ini? Apa saat kejadian itu, Arjuna juga ada di tempat? Sinta kembali membuka halaman-halaman berikutnya dimana di sana terdapat rekam jejak Arjuna yang mencari tahu tentang Sint

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 181 : Aku Akan Menjelaskan Semuanya

    Sinta tertegun mendengar pernyataan Abimanyu. Membongkar rahasia Arjuna? "Apa maksudmu, Mas? Kalau kedatanganmu hanya untuk merusak kebahagiaanku, sebaiknya kamu pergi." "Sinta, aku melakukan semua ini untuk kebaikanmu." "Untuk kebaikanku?" Sinta menarik napas dalam-dalam. Ia mencoba menekan amarahnya yang mulai bergejolak. "Mas, kamu bahkan tidak pernah memikirkan kebaikanku saat masih menjadi istrimu. Sekarang kamu tiba-tiba datang dan mengatakan hal aneh tentang calon suamiku, padahal aku akan menikah dengannya beberapa hari lagi." Abimanyu tampak menegang, rahangnya mengeras. Pria itu membuka mulutnya seolah ingin mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya hanya menyodorkan sebuah map berwarna merah kepada Sinta. "Aku tahu kamu membenciku karena kematian anak kita, tapi—" "Tidak, Mas, kamu salah paham. Aku sudah berhenti mencintaimu jauh sebelum kecelakaan itu terjadi." Abimanyu terperangah. "Apa maksudmu?" "Kamu mungkin lupa, jadi aku akan mencoba mengingatkanmu. Kamu ingat

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 180 : Rahasia Arjuna (Bagian 2)

    Setelah meninggalkan kantor polisi, Sinta tidak kembali ke kantornya. Karena pernikahannya dengan Arjuna hanya tinggal hitungan hari, Sinta melakukan tradisi keluarga, yaitu dipingit. Itu sebabnya selama beberapa hari ke depan sebelum hari akad tiba, Sinta akan tinggal di rumah neneknya.Mobil Arjuna sudah terparkir dengan rapi di halaman rumah Nenek Gayatri.Mulai besok, Sinta akan tinggal di sini, jadi Arjuna sudah tidak diperbolehkan untuk bertemu atau keluar bersama Sinta."Bagaimana kalau aku tinggal di rumah pamanmu?""Juna, hentikan..." Sinta terkekeh.Sudah dua hari Arjuna terus merengek gara-gara tidak boleh bertemu dengan Sinta selama seminggu ke depan sampai hari pernikahan."Bagaimana aku akan menjalani hari-hariku nanti?""Lebay. Kan kita bisa video call?"Arjuna tetap cemberut, wajahnya jadi sangat lucu kalau sudah begitu karena sangat berlawanan dengan tubuhnya yang tinggi besar."Kamu benar-benar mau menikah denganku tidak sih?""Mau, dong!""Kalau begitu, yang patuh,

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 179 : Rahasia Arjuna

    Apa lagi yang direncanakan Mas Bima? batin Sinta gelisah. Arjuna yang menyadari perubahan ekspresi Sinta langsung mengusap lembut punggung tangan wanita itu. "Ada apa, Queen? Kamu lelah?" Sinta menggeleng pelan, menepis bayangan Abimanyu dari pikirannya. "Tidak apa-apa, Juna. Hanya merasa... semuanya berjalan begitu cepat." "Tenanglah, semuanya sudah berakhir untuk mereka," ucap Arjuna menenangkan, meski jauh di lubuk hatinya, Arjuna tahu bahwa ancaman sebenarnya justru belum dimulai. Sementara itu, di dalam mobil mewah yang melaju kencang membelah malam kota Jakarta, Abimanyu duduk di kursi belakang dengan tangan mengepal erat di atas lututnya. Ia baru saja menerima pesan masuk dari Detektif Arya Gunadi di ponselnya, lengkap dengan foto-foto lama Arjuna dan beberapa catatan yang menjadi fakta baru bagi Abimanyu. "Arjuna..." desis Abimanyu penuh dendam dengan mata menyala-nyala di balik temaram lampu jalanan. "Kau pikir kau bisa menyembunyikan kebenaran itu selamanya dari Sinta?

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status