مشاركة

Bab 18 : Pelan Tapi Pasti

مؤلف: Maufy Izha
last update تاريخ النشر: 2026-08-08 08:02:08
Arjuna tersenyum. "Ya, Kak Sinta, ini aku."

Sinta bernapas lega; entah kenapa, melihat pemuda ini membuat Sinta merasa aman.

"Terima kasih," ucap Sinta dengan suara bergetar. Arjuna membantu Sinta berdiri, lalu mengambil kruk siku yang terlempar di samping tubuhnya.

"Kak Sinta baik-baik saja?" tanya Arjuna. Pemuda itu tampak khawatir melihat wajah Sinta yang masih pucat pasi.

"Aku baik-baik saja, Juna. Terima kasih, kalau tidak ada kamu, aku mungkin..."

'Sudah jadi mayat,' Sinta melanj
Maufy Izha

Abimanyu pede juga yak (⁠T⁠T⁠)

| 2
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Mariam Marife
maksud nya apa yah yg di katakan Arjuna " biar Sinta memilih nya sendiri"? ...
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 30 : Saya Memutuskan Hubungan Dengan Anda

    Sinta berdiri kaku di ambang pintu. Untuk sesaat, ia bahkan lupa caranya bernapas. Orang yang berdiri di hadapannya adalah ayah kandungnya, Krisna Jayadi. Pria paruh baya itu berdiri tegak dengan setelan jas lengkap, menatap tajam dengan wajah penuh kemarahan. Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan hangat. Bahkan tidak ada pertanyaan sederhana seperti, "Bagaimana keadaanmu?" Tatapan matanya justru langsung tertuju pada pakaian Sinta, kemudian beralih pada koper kecil yang masih terletak di sudut ruang tamu. "Jadi benar kamu tinggal di sini." Sinta menelan ludah. "Ya. Kenapa Papa bisa ada di sini?" Plak! Alih-alih menjawab, Sinta justru mendapatkan tamparan keras hingga tubuhnya nyaris terjatuh. Sinta masih berdiri di tempat saat Krisna melangkah masuk ke dalam apartemen seraya mencibir, "Kamu meninggalkan keluarga Djaja hanya untuk hidup seperti ini?" Sinta tidak menjawab. Tiba-tiba, sebuah keberanian untuk membela diri membara di dalam hatinya. Selama ini, ia tid

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 29 : Papa?

    Sinta tersenyum pahit. "Bukan pernikahannya." "Lalu?" "Karena aku terlalu mencintai suamiku, makanya aku bertindak bodoh." Arjuna terdiam. Sinta tidak menyadari perubahan sorot mata pemuda itu yang menjadi sendu. Sinta kembali mengaduk bumbu di dalam mangkuk. Satu jam kemudian, makanan akhirnya tersaji di meja makan. Sinta menatap beberapa hidangan di hadapannya dengan mata berbinar. "Kelihatannya enak." "Tentu saja." Arjuna duduk di hadapannya. "Aku yang memasaknya." Sinta mencicipi sedikit daging yang dimasak Arjuna. Matanya langsung membesar. "Enak!" Arjuna tersenyum puas. "Benarkah?" "Benar." Sinta kembali mencicipi masakan itu. "Rasanya pas." "Aku senang Kak Sinta menyukainya." Mereka pun mulai makan. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Sinta menikmati makan malam tanpa merasa harus menjaga sikap di hadapan seseorang. Tidak ada tatapan dingin. Tidak ada kata-kata yang menyakitkan. Tidak ada rasa takut. Hanya percakapan sederhana dan tawa kecil. "Kak Sinta.

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Episode 28 : Aku Menyukaimu

    Sinta refleks menyentuh pipinya. "Kelihatan?" Arjuna mengangguk pelan. "Sedikit." Sinta tersenyum tipis, kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit lelah." Arjuna menatapnya beberapa saat. Jelas sekali pemuda itu tidak percaya, namun ia tidak memaksa. "Kalau begitu, jangan dipaksakan. Kita makan dulu." Arjuna mengangkat kedua kantong belanja yang dibawanya. "Saya sudah membeli bahan makanan yang mudah dimasak." Sinta mengintip isi kantong tersebut, kemudian berdecak kagum. "Wow... kamu membeli banyak sekali." "Saya tidak tahu porsi makan Kak Sinta." Sinta tertawa kecil. "Jadi kamu takut aku kelaparan?" "Ya." Jawaban spontan itu membuat Sinta terdiam. Entah kenapa, hatinya terasa hangat. Selain Nenek, tidak ada yang peduli apakah ia makan dengan baik atau tidak. Terlebih, Arjuna adalah seorang pria; meskipun jauh lebih muda darinya, sikapnya sangat dewasa. "Terima kasih..." ucap Sinta dengan tulus. Arjuna mengangguk. "Saya yang berterim

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Episode 27 : Karena Pria Itu?

    Abimanyu menoleh ke samping, kemudian menatap Sinta yang berdiri dengan wajah merah dan basah oleh air mata. Pria itu tertegun, tampak terkejut melihat reaksi istrinya. Mungkin karena selama tiga tahun menikah, Sinta tidak pernah sekalipun berani mengangkat tangan kepadanya. Bahkan ketika Abimanyu menyakitinya dengan perkataan tajam, wanita itu selalu memilih diam. Namun, malam ini berbeda. Tatapan Sinta tidak lagi menunjukkan ketakutan seperti sebelumnya. Ada kemarahan, kekecewaan, dan luka yang selama bertahun-tahun ia pendam sendirian. "Jangan pernah menyentuhku lagi." Suara Sinta bergetar, tetapi terdengar sangat jelas. Abimanyu tidak menjawab. "Kamu dengar?" ulang Sinta. "Jangan pernah menyentuhku lagi tanpa izinku." Rahang Abimanyu mengeras. "Aku suamimu." "Suami?" Sinta tertawa lirih. Air matanya kembali jatuh. "Kenapa baru sekarang kamu menyadari bahwa kamu adalah suamiku?" Abimanyu kembali terdiam. Bibirnya tampak bergerak seolah ingin mengatakan sesuatu

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 26 : Tamu Tak Diundang

    Sinta yang sedang mengambil segelas air seketika menghentikan gerakannya. Ia menatap Arjuna beberapa saat, kemudian tersenyum tipis. "Karena dia memang selalu seperti itu." Arjuna sedikit mengernyit. "Maksud Kak Sinta?" "Dia bersama siapa pun yang dia inginkan. Aku juga tidak punya hak untuk melarangnya." Sinta mengatakannya dengan begitu tenang hingga Arjuna tidak tahu harus menjawab apa. "Maaf, kalau pertanyaanku membuatmu tidak nyaman." Sinta tersenyum. "Tidak apa-apa. Kamu juga akan segera berpisah—" Sinta menghela napas. Ia tahu tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu pada orang yang baru dikenalnya, tetapi Arjuna dan Jay juga sudah melihatnya sendiri bagaimana mesranya Abimanyu dan Rashta serta cara mereka memperlakukan Sinta. Sinta hanya tidak ingin Arjuna dan Jay menganggapnya sebagai wanita menyedihkan yang mudah ditindas. "Aku juga sudah tidak peduli lagi," lanjutnya dengan santai lalu meneguk minumannya perlahan. Kalimat sederhana itu justru membuat Arj

  • Ditinggal Pergi, Mantan Suami Justru Mengemis Cinta    Bab 25 : Bukankah Dia Suamimu?

    Arjuna mengangguk. "Ya, pernah." "Benarkah? Sejak kapan?" "Sudah cukup lama, saya baru mengingatnya setelah melihat nama akun Kak Sinta." Arjuna tersenyum, kemudian melanjutkan, "Saya tidak tahu apakah saya boleh mengatakan ini." "Katakan saja." "Tulisan Kak Sinta membuat pembacanya merasa seperti sedang membaca perasaan mereka sendiri." Sinta membeku. Tidak pernah ada yang mengatakan hal seperti itu kepadanya. Bahkan ketika akun tersebut masih aktif dan memiliki ratusan ribu pembaca, ia tidak pernah menganggap dirinya benar-benar istimewa. Baginya, ia hanya menulis apa yang ia rasakan. "Terima kasih," ucap Sinta pelan. Matanya sedikit memanas. Arjuna tersenyum lembut. "Sama-sama." Lula yang sejak tadi memperhatikan keduanya hanya bisa menahan senyum. Ia kemudian menyenggol lengan Sinta pelan. "Sepertinya ada yang menjadi penggemarmu." Sinta langsung memelototinya. "Lula!" Arjuna tersenyum, menatap Lula dan Sinta dengan sorot mata yang tajam. "Saya meman

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status