Home / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Malam di Penginapan Sederhana

Share

Malam di Penginapan Sederhana

Author: Jimmy Chuu
last update Huling Na-update: 2025-09-21 17:25:55

Lampu neon warung mie "Berkah Jaya" masih menyala terang ketika Peter melangkah memasuki gang sempit yang menghubungkan jalan utama dengan Penginapan Melati. Aroma kuah kaldu ayam bercampur dengan bau knalpot motor yang hilir mudik menciptakan simfoni urban khas Kota Teratai di malam hari.

Meski video kesembuhannya di Mansion Atmajaya telah viral dan kartu hitam senilai seratus miliar rupiah tersimpan rapi di dompetnya, Peter memilih menginap di bangunan tiga lantai yang cat dindingnya mengelupas. Papan nama "Penginapan Melati" tergantung miring di atas pintu masuk yang dicat hijau pudar.

Pak Sutejo, pemilik penginapan berusia enam puluhan dengan kacamata tebal, sedang duduk di meja resepsionis sambil menonton TV tabung yang menayangkan berita malam. Matanya melebar ketika melihat Peter masuk.

"Astaga, ini bukan Dokter Peter yang di video itu?" Pak Sutejo bangkit dari kursinya dengan tergesa-gesa. "Yang menyembuhkan istri konglomerat Atmajaya?"

Peter tersenyum sambil meletakkan tas ku
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kesalahpahaman Fatal

    Peter merasa seperti orang kampung yang baru pertama kali menginjakkan kaki di istana kerajaan. Matanya tak henti-hentinya memindai setiap detail luar biasa ini.Sebelum ia bisa memikirkan lebih lanjut, Peter merasakan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri tegak. Sebuah sensasi dingin merayapi tulang punggungnya.Tekanan. Aura kultivasi yang sangat kuat menekan tubuhnya dari atas. Rasanya seperti gunung raksasa yang tiba-tiba menimpa pundaknya.Napasnya tercekat, sulit untuk menghirup udara. Peter mendongak dengan cepat, mencari sumber tekanan itu.Dua sosok melayang turun dari langit dengan kecepatan terkontrol dan anggun. Sayap mereka mengepak dengan ritme presisi, menciptakan desiran angin lembut.Mereka mendarat di depan Peter dengan gerakan sangat ringan, tanpa suara. Salah satunya adalah pria tua berjanggut putih panjang yang terurai hingga dada.Hanfu sutra biru tua dengan bordiran awan emas menutupi tubuhnya, memancarkan kemewahan. Sayapnya berwarna kuning keemasan yang m

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kedatangan di Kota Langit Bersayap

    Sensasi yang luar biasa langsung menghantam Peter saat tangannya menyentuh portal hijau keemasan itu. Rasanya seperti menyentuh batas antara dua dunia.Tarikan yang sangat kuat menyeret tubuhnya ke dalam pusaran energi. Peter merasakan dunia di sekelilingnya berputar dengan kecepatan dahsyat, seolah ia masuk ke dalam blender raksasa.Perutnya mual. Kepalanya pusing seperti dipukul palu besar berkali-kali. Tekanan yang sangat besar menekan tubuhnya dari segala arah. Rasanya ia tenggelam di kedalaman laut yang paling dalam.Ia mencoba bernapas, tapi udara terasa sangat berat. Seperti menghirup air kental yang memenuhi paru-parunya. Dadanya terbakar dengan sensasi yang sangat menyakitkan. Setiap tarikan napas terasa seperti menelan api yang membara.Cahaya hijau keemasan menyelimuti segalanya. Begitu terang sampai matanya perih seperti ditusuk ribuan jarum. Peter menutup matanya dengan sangat erat. Namun, cahaya itu tetap menembus kelopak matanya, meninggalkan bintik-bintik merah yang be

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kematian Bayangan Cermin

    Peter mengambil napas panjang. Lalu menyalurkan Qi emasnya ke dalam tanah.Desss...Energi emas mengalir seperti akar yang mencari, merambat menuju jarum-jarum yang tertanam di lantai, meninggalkan jejak cahaya emas di permukaan batu.Saat energi emas menyentuh jarum pertama, Peter menyalurkan ledakan kecil Qi.Duar!Jarum itu meledak dengan cahaya terang yang menyilaukan, mengirimkan gelombang energi ke segala arah. Formasi runtuh dalam sekejap. Tekanan yang menghimpitnya lenyap seketika."Haaah!" Peter menarik napas lega, tubuhnya sedikit tersentak ke depan.Percival tidak terlihat terkejut sedikit pun. Ia malah mengangguk pelan, senyum tipis terukir di wajahnya. Seolah ini adalah bagian dari rencananya. "Kau bisa memecahkan formasi tingkat menengah," katanya sambil merogoh jubahnya, "Bagaimana dengan yang ini?"Ia mengambil lima jarum sekaligus dari dalam jubahnya dengan gerakan sangat cepat. Cahaya ungu menyelimuti setiap jarum. Kali ini ia melemparnya dengan pola yang jauh lebih

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pukulan Terakhir untuk Percival

    Keheningan di aula kristal yang hancur terasa sangat berat. Peter dan Percival masih berdiri berhadapan, tubuh keduanya penuh luka dan kelelahan. Debu kristal melayang di udara, memantulkan cahaya redup yang tersisa.Percival menatap Peter dengan tatapan yang sangat serius. Darah menetes dari sudut bibirnya. "Kau membuktikan dirimu," katanya dengan suara serak sambil menyeka darah di bibirnya dengan punggung tangan, "Tapi ujian belum selesai. Kau harus menunjukkan bahwa kau bukan hanya petarung. Kau harus menunjukkan bahwa kau adalah tabib sejati."Peter tidak menjawab. Napasnya memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Ia hanya mengencangkan genggaman Pedang Naga Emas, meskipun tangannya gemetar karena kelelahan. Keringat dingin membasahi dahinya.Percival bergerak lagi. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya.Srak! Tubuhnya melayang seperti asap, tanpa suara, meninggalkan jejak kabut ungu tipis. Tangan kanannya mengayun halus, melemparkan lima jarum perak sekaligus dengan kecepatan ya

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib – Part II

    Peter merasakan sesuatu yang aneh. Percival tidak menyerang secara fisik. Namun, aura di sekelilingnya berubah. Energi di seluruh aula mulai bergerak, mengikuti ritme napas Percival yang tenang dan teratur.Lalu Peter menyadarinya. Percival sedang membaca pola napasnya. Dia sedang membaca ritme aliran Qi Peter. Mencari celah, titik lemah, dalam pertahanan Peter yang selama ini ia jaga.Peter mengubah pola napasnya dengan sangat halus. Perubahan itu nyaris tidak kentara. Namun, itu cukup untuk mengacaukan prediksi Percival, membuatnya sulit ditebak.Percival tersenyum tipis. "Bagus. Kau mengerti," katanya, suaranya pelan namun penuh makna.Ia melemparkan ketiga jarum dengan gerakan yang sangat cepat. Tapi bukan ke arah Peter. Jarum-jarum itu menancap di lantai, membentuk segitiga sempurna di sekeliling Peter.Energi ungu gelap meledak dari jarum-jarum itu. Energi itu membentuk formasi yang sangat rumit dan kuno. Peter merasakan tekanan energi yang sangat besar menghimpitnya dari segala

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Pertarungan Para Tabib

    "Lalu aku merasakan celah dimensi," kata Percival. Matanya menatap Peter dengan sangat tajam. "Celah itu menghubungkan duniaku dengan dunia lain. Aku merasakan aura yang sangat kukenal. Aura yang sama denganku."Percival melanjutkan, "Dan aku tahu, di dimensi lain, ada seseorang yang mungkin bisa menyelamatkan duniaku."Ia melangkah lebih dekat. Peter tidak mundur. Mereka berdiri berhadapan, jaraknya hanya beberapa meter."Aku membuat dungeon ini," kata Percival dengan tenang. "Bukan untuk membunuh. Bukan untuk menghancurkan. Tapi untuk mencari penyembuh sejati. Untuk menguji apakah kau layak."Peter menatap Percival dengan sangat tajam. "Kau membunuh enam Hunter Level A hanya untuk menguji aku?"Percival tidak menunjukkan penyesalan. "Mereka bukan penyembuh. Mereka petarung. Dan mereka lemah. Dungeon ini dibuat untuk menarik perhatian orang yang luar biasa. Dan kau datang."Peter merasakan amarah yang sangat dalam. Tapi ia menahannya. Marah tidak akan membantunya sekarang. Ia harus t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status