Home / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Perjalanan Menuju Takdir

Share

Perjalanan Menuju Takdir

Author: Jimmy Chuu
last update Last Updated: 2025-07-22 16:45:09

Tiga jam kemudian, Peter bersiap dengan pakaian kasual yang dipilih secara hati-hati. Kemeja putih lengan panjang yang digulung hingga siku, celana chino hitam yang disetrika rapi, dan sepatu kulit coklat yang sudah dia poles hingga berkilau seperti permukaan air tenang.

Penampilannya sederhana namun elegan, seperti pedang yang disimpan dalam sarung sutra berkualitas tinggi.

"Pak Wong, jagalah rumah. Saya akan kembali dengan kabar baik yang menggembirakan."

Perjalanan menuju kawasan bisnis pusat kota memerlukan kehati-hatian ekstra. Peter tidak ingin terlambat dengan Sandra Steel, wanita yang mungkin akan menjadi kunci kesuksesannya di masa depan.

Dia memutuskan menggunakan teknik Seni Meringankan Tubuh yang dipelajari di Benua Zicari untuk bergerak lebih cepat dan efisien.

Dari atap apartemen, Peter melompat dengan gerakan yang mengalir seperti air terjun yang jatuh dengan anggun. Tubuhnya melayang di udara seolah gravitasi tidak berlaku baginya, seperti burung elang yang sedang meng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penyelidikan Peter Davis.

    Peter merasakan kehadiran Marcus, meski ia tidak pernah melihatnya secara langsung. Indranya yang telah diasah melalui pengalaman bertahun-tahun memberi tahu ada seseorang yang mengawasi dengan sangat teliti.Tapi Peter tidak bereaksi. Ia terus bekerja seperti biasa, merawat pasien dengan keahlian dan ketulusan yang sama. Ia tidak memberi sinyal bahwa ia menyadari pengawasan itu.Malam itu, Peter duduk sendirian di ruang praktiknya. Lampu redup menerangi meja kerjanya yang penuh dengan catatan medis dan dokumen legal.Ia menatap peta Kota Wada yang tergantung di dinding, menatap titik-titik yang menandai lokasi toko-toko kecil yang sudah tutup atau terancam tutup.Peter menutup matanya sebentar, menarik napas panjang, lalu membukanya kembali dengan tatapan yang sangat tajam."Kalian ingin bermain dengan aturan?" gumamnya pelan kepada kegelapan, "Baik. Kita akan bermain."Malam berikutnya, setelah klinik tutup dan semua pasien sudah pulang, Peter duduk di ruang praktiknya dengan ekspre

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Tekanan Di Balik Tirai

    Pagi ketiga setelah pertemuan di kafe, Nyonya Evelyn datang ke Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera dengan wajah yang jauh lebih pucat dari biasanya. Tangannya gemetar saat menyerahkan amplop cokelat tebal kepada Peter.Amplop itu tampak sangat formal, dengan logo firma hukum yang dicetak dengan tinta emas di sudut kiri atas.Peter membuka amplop itu dengan gerakan yang sangat tenang. Ia mengeluarkan setumpuk kertas legal yang sangat tebal, mungkin sekitar dua puluh halaman. Matanya membaca dengan teliti setiap kata, setiap kalimat, setiap pasal yang tertulis dengan bahasa hukum yang sangat rumit.Surat itu berasal dari firma hukum Victor Sterling and Associates. Isinya adalah tuntutan ganti rugi sebesar dua miliar rupiah atas klaim kepemilikan tanah yang menurut mereka telah dilanggar oleh Nyonya Evelyn. Bahasa yang digunakan sangat teknis, penuh dengan istilah seperti "pelanggaran hak kepemilikan berdasarkan Pasal 570 KUH Perdata," "tuntutan ganti rugi material dan immateri

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Provokasi Di Kafe

    Peter meletakkan surat itu dengan pelan. Ia menatap Nyonya Evelyn dengan tatapan yang sangat tenang, namun penuh dengan kepastian. "Jangan khawatir, Nyonya. Saya akan membantu Anda. Ini tidak akan terjadi."Nyonya Evelyn menatap Peter dengan mata yang penuh harapan. "Terima kasih, Tuan Davis. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi."Setelah Nyonya Evelyn pulang, Peter duduk sendirian di ruang praktiknya. Ia menatap surat klaim kepemilikan tanah itu dengan ekspresi yang sangat serius. Ini bukan hanya tentang toko bunga. Ini adalah pesan. Pesan untuk Peter.Mereka menyentuh orang yang Peter sayangi.Sore itu, Sandra mengajak Peter untuk makan malam ringan di sebuah kafe kecil di pusat kota. Kafe itu sederhana, tidak mewah, dengan menu tradisional yang enak. Mereka duduk di meja dekat jendela, menikmati teh hangat dan roti bakar.Tapi ketenangan itu terganggu saat pintu kafe terbuka dan Bobby Malone masuk bersama Julian Thorne dan Bianca Vance.Bobby terlihat sangat berbeda dari Bobby yang

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Jaringan Baru, Ancaman Lama

    Peter membuka matanya dengan pelan. Ekspresinya tetap tenang, namun ada kilatan pemahaman di matanya."Ada apa, Peter?" tanya Sandra dengan nada khawatir, melihat Peter terdiam.Peter menatap Sandra dengan ekspresi yang sulit dibaca. "Bobby Malone kembali."Sandra menatapnya dengan mata terbelalak. "Bobby? Tapi bukankah dia sudah..."Peter menggelengkan kepala. "Tidak pernah hilang. Hanya bersembunyi. Dan kali ini, dia tidak sendirian. Ada seseorang di belakangnya. Seseorang yang jauh lebih berbahaya."Mereka kembali ke klinik dalam keheningan. Pak Wong masih menunggu di ruang tunggu, sedang merapikan beberapa dokumen.Peter duduk di sofa ruang tunggu, Sandra di sampingnya. Pak Wong menatap mereka dengan ekspresi yang penuh pertanyaan."Ini Bobby Malone," kata Peter dengan nada yang sangat tenang, seolah sedang mendiagnosis penyakit pasien, "Tapi kali ini dia punya otak yang jauh lebih cerdas. Seseorang yang tahu bagaimana menggunakan sistem, menggunakan hukum, menggunakan kata-kata i

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Bayangan Yang Kembali

    Empat minggu setelah skandal Bernadus yang mengguncang Kota Wada, Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera kembali menemukan ritme normalnya. Ruang tunggu dipenuhi pasien seperti biasa, bahkan lebih ramai dari sebelumnya.Beberapa di antara mereka adalah pasien lama yang kembali setelah sempat ragu karena kampanye media negatif yang pernah menyerang Peter. Yang lain adalah wajah-wajah baru, orang-orang yang datang karena mendengar tentang integritas dokter yang membongkar jaringan penipuan terbesar di kota ini.Peter Davis duduk di ruang praktiknya, memasang jarum akupunktur pada seorang pria paruh baya dengan nyeri punggung kronis. Gerakannya presisi, tidak tergesa, seolah waktu tidak memiliki kekuasaan di ruangan ini."Tuan Davis," kata pasien itu dengan nada hormat, "saya baru kembali setelah enam bulan. Maaf saya sempat percaya artikel-artikel buruk tentang Anda."Peter tersenyum tipis sambil menyesuaikan posisi jarum di titik meridian yang tepat. "Tidak perlu minta maaf, Pak

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kehancuran Atas Kesombongan

    Ted Bernadus duduk di sofa dengan ekspresi yang sangat lelah. Di tangannya, tumpukan surat tuntutan hukum dari berbagai pihak. Investor yang merasa tertipu. Pemasok yang belum dibayar. Bahkan beberapa mantan rekan bisnis yang menuntut ganti rugi.Irene Bernadus berdiri di jendela, menatap keluar dengan mata yang kosong. Perhiasan mewah yang biasa ia pakai sudah dijual sebagian. Gaun-gaun desainer yang pernah ia banggakan kini tergeletak di dalam dus, siap dilelang."Bagaimana ini bisa terjadi, Ted?" bisik Irene dengan suara yang bergetar, "Kita sudah punya segalanya. Kita sudah di puncak."Ted tidak menjawab. Ia hanya menatap surat-surat tuntutan dengan ekspresi yang hancur.Di sudut ruangan, Amanda Bernadus duduk sendirian dengan ponsel di tangannya. Layar ponselnya menampilkan media sosial yang dulu ia gunakan untuk memamerkan gaya hidupnya. Tapi sekarang, timeline-nya dipenuhi dengan komentar jahat, ejekan, dan cemoohan."Amanda Bernadus si bodoh yang tertipu Adrian Sinclair.""Dir

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status