Beranda / Urban / Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel / Veteran yang Turun Kembali, Part I

Share

Veteran yang Turun Kembali, Part I

Penulis: Jimmy Chuu
last update Tanggal publikasi: 2025-11-25 18:08:24

Di sudut arena dungeon yang dipenuhi mayat semut raksasa, Peter Davis duduk dengan sangat tenang di atas batu besar. Wajahnya sangat datar, tidak menunjukkan kelelahan sedikitpun meski baru saja membantai puluhan ribu monster dalam sekejap.

Magnus Leroux duduk di sampingnya dengan wajah masih sangat pucat, napas terengah. Keringat dingin membasahi pelipisnya meski udara dungeon sangat dingin.

Tangan Magnus gemetar sedikit saat menggenggam pedang panjang di pinggangnya. Pedang yang sudah lima be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kelahiran Kembali Dalam Kegelapan.

    Perawat jaga tertidur dengan kepala di atas meja, napasnya teratur seperti orang yang terlelap dalam. Monitor keamanan di sudut ruangan menunjukkan pergantian shift dalam tiga menit. Peter melangkah keluar. Tidak ada perlawanan. Tidak ada alarm. Hanya kesunyian yang semakin dalam. "Tepat seperti yang kuhitung," pikirnya sambil bergerak di bayangan. Ia berjalan mengikuti jalur yang sudah ia hafal. Melewati koridor timur dengan gerakan cepat namun tidak tergesa. Masuk ke zona buta kamera tepat saat monitor ditinggal kosong. "Tujuh menit dimulai." Peter mencapai ruang penyimpanan di ujung koridor. Ia membuka pintu dengan kode yang ia amati dari perawat seminggu lalu. Pintu terbuka tanpa suara, menampilkan rak-rak obat dan peralatan medis yang tertata rapi. Di sudut ruangan, ada penutup selokan besi yang ia cari. Peter berlutut, mengangkat penutup dengan kekuatan Qi yang sudah pulih. Logam berat itu terangkat tanpa bunyi gesekan. Lubang selokan terbuka di hadapannya. Gelap, sempit,

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Mengukur Peluang.

    Penjaga menatap lebih lama, kemudian mengaktifkan komunikator di bahunya."Unit medis," katanya dengan nada datar, tanpa kekhawatiran. "Tahanan di sel B-47 percobaan bunuh diri. Catat saja di log."Respons dari komunikator terdengar acuh."Kirim ke rumah sakit penjara kalau masih hidup."Penjaga membuka pintu sel Peter dengan gerakan mekanis. Ia tidak menyentuh Peter dengan lembut, hanya menarik lengannya dengan kasar untuk memeriksa denyut nadi."Masih hidup," gumamnya dengan nada kecewa.Dua penjaga lain datang dengan tandu logam. Mereka mengangkat Peter tanpa hati-hati, melemparkan tubuhnya ke tandu seperti barang yang tidak berharga.Peter tetap tidak sadarkan diri, mengendalikan napas dan detak jantung dengan Qi yang sudah pulih. Ia mendengar setiap kata, merasakan setiap sentuhan kasar, namun tidak bereaksi.Mereka membawanya melewati lorong penjara, melewati sel-sel tahanan yang menatap dengan ekspresi beragam. Beberapa terlihat kasihan, beberapa acuh, beberapa menikmati pender

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Belenggu Yang Terputus.

    Tiga hari berlalu dengan ritme yang sama. Peter tidak tergesa. Ia mengamati pola pergantian penjaga dari balik dinding transparan selnya. Mereka datang setiap empat jam, berganti shift dengan presisi mekanis yang membosankan.Lampu lorong meredup pukul sepuluh malam. Kamera CCTV berputar setiap tiga puluh detik, namun ada jeda lima detik saat pergantian shift malam. Rumah sakit penjara tutup pukul sembilan malam, hanya tinggal satu perawat jaga dan satu dokter yang lebih sering tertidur.Peter mencatat semua detail itu dalam benaknya dengan ketelitian seorang ahli bedah yang memetakan organ vital. Tidak ada catatan tertulis. Tidak ada jejak yang bisa ditemukan.“Mereka tidak ceroboh. Mereka hanya yakin aku tidak punya waktu.”Malam ketiga tiba dengan kesunyian yang lebih dalam. Peter duduk di ranjang logam, menatap pergelangan tangannya yang masih dibelenggu. Belenggu Penekan Qi mengkilap di bawah cahaya redup sel, simbol penindasan yang akan segera berakhir.Ia mengeluarkan pisau tip

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Penjara Yang Tidak Melepaskan Mangsa

    Peter menatap nama itu dengan pandangan yang lebih dingin. Ia memahami sepenuhnya apa yang terjadi. Ini bukan keputusan medis. Ini adalah pembalasan pribadi dari seorang Master Healer yang harga dirinya hancur."Jadi," kata Dorian sambil tersenyum lebar. "Tidak ada pekerjaan. Tidak ada pembebasan. Kamu tetap di sini, Percival."Peter mengangkat pandangannya dari dokumen, menatap Dorian dengan ekspresi yang tidak terbaca."Lord Kaelen Varrus memberi janji secara langsung," kata Peter dengan nada tenang namun tegas. "Ia berjanji akan mengurus pencabutan hukuman mati saya."Dorian tertawa lagi, kali ini lebih keras."Janji?" ulangnya dengan nada mengejek. "Kamu pikir janji seorang bangsawan akan langsung terlaksana? Ada proses, Percival. Ada birokrasi. Dan di dalam birokrasi itu, ada orang-orang seperti saya yang memiliki wewenang untuk memutuskan apakah kamu layak dibebaskan atau tidak."Ia berdiri dari kursinya, berjalan mengelilingi meja dengan gerakan yang lambat dan penuh intimidasi

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Kesengajaan

    Dorian tersenyum tipis, ekspresi yang tidak mencapai matanya. Ia menggeser tablet holografik, memperlihatkan layar yang menampilkan status Peter dalam sistem penjara."Status eksekusimu telah diubah," kata Dorian sambil menatap layar dengan pandangan puas. "Dari 'menunggu eksekusi' menjadi 'ditangguhkan'."Peter tetap diam, namun matanya menyipit sedikit. Ia menangkap nuansa di balik kata-kata itu."Ditangguhkan bukan berarti dibatalkan," lanjut Dorian dengan nada yang lebih tajam. "Itu hanya berarti eksekusimu tidak akan dilaksanakan minggu depan. Namun itu bisa dilaksanakan kapan saja jika ada perintah baru."Senyum sinis Dorian melebar. Ia bersandar di kursinya, menikmati kekuasaan kecilnya atas tahanan di hadapannya."Tangguh bukan berarti bebas," katanya dengan penekanan yang jelas, seolah menikmati setiap kata yang keluar dari mulutnya.Peter menatap Dorian dengan pandangan datar, tidak menunjukkan reaksi apapun. Namun di dalam pikirannya, ia mulai memahami permainan kotor yang

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Janji yang Dibelokkan

    Ruang Operasi Utama masih dipenuhi cahaya panel holografik yang meredup perlahan. Peter berdiri di samping meja operasi, menatap tubuh Joric Varrus yang kini bernapas dengan teratur. Para Master Healer masih berlutut, kepala mereka tertunduk dalam pengakuan yang terpaksa.Pintu ruang observasi terbuka dengan bunyi mendesis halus. Lord Kaelen Varrus melangkah masuk, sayap peraknya berkibar pelan di belakang tubuh tegapnya. Wajahnya yang biasanya dingin kini menunjukkan kelegaan yang tak tersembunyikan.Ia berhenti di samping meja operasi, menatap putranya dengan pandangan yang penuh emosi. Tangannya terangkat, menyentuh dahi Joric dengan gerakan lembut yang kontras dengan auranya yang berwibawa."Joric," bisiknya dengan suara yang sedikit bergetar.Lord Kaelen berbalik menghadap Peter. Matanya yang tajam kini menatap Peter dengan rasa hormat yang tulus. Ia mengangguk pelan, mengakui kenyataan yang tidak bisa dibantah."Percival Thorne," katanya dengan nada resmi namun penuh penghargaan

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Undangan dari Keluarga Tanuwijaya – Part II

    "Ya, Dokter. Semuanya dimulai setelah Samuel melakukan penyelarasan ruang beberapa hari yang lalu. Tuan berkata ini bisa terkait dengan praktik yang baru dipasang."Peter mengambil amplop dari tangan Lani dan membuka segel lilinnya dengan gerakan hati-hati. Matanya membaca undangan itu dengan cepat

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Undangan dari Keluarga Tanuwijaya

    Klinik Pengobatan Tradisional Sehat Sejahtera di Jalan Melati nomor delapan puluh delapan sudah tidak lagi terlihat seperti fasilitas kesehatan sederhana.Bangunan tiga lantai dengan fasad kaca modern berkilau di bawah sinar matahari pagi, mencerminkan kemegahan yang didanai secara diam-diam oleh G

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Uji Klinis Gagal – Part II

    Peter menatap Gerry Romero langsung. "Tanya pada pembuat racunnya. Dia pasti punya penawarnya."Gerry mundur dengan wajah pucat. "Saya... saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan.""Tidak tahu?" Peter tersenyum dingin. "Atau tidak mau mengaku?"Tuan Wijaya semakin lemah. Kejangnya mereda tapi napasn

  • Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel   Uji Publik yang Menguak Kebohongan.

    Para hadirin mulai berbisik. Beberapa mengangguk setuju dengan Gerry."Dia benar, Peter Davis tidak punya ijazah kedokteran.""Hanya tabib kampung yang beruntung.""Mungkin dia memang iri."Peter tidak terpengaruh. Dia merogoh saku jasnya, mengeluarkan botol kecil berisi pil antibiotik PBF."Kalau

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status