Share

Bab 1134

Penulis: Hazel
Sekarang baru pukul 3 sore. Setelah tahu Bella pulang saat jam makan malam, Tirta mulai mengincar Ayu. Beberapa waktu ini, Tirta berlatih Teknik Pasangan dengan beberapa wanita. Kekuatannya meningkat pesat.

Peningkatan kekuatan dan kenikmatan saat menggunakan Teknik Pasangan membuat Tirta terlena. Tak lama kemudian, Tirta sampai di kamar Ayu.

Hanya saja, sekarang Yasmin masih bermain dengan Ayu di kamar. Tirta ingin berlatih Teknik Pasangan dengan Ayu. Jadi, dia harus mengusir Yasmin terlebih da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpffff lanjut
goodnovel comment avatar
DRIYANS TV
iklan yg 76 mnit ilangin untung gw pinter. hadehhhh. mending give berlian....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3072

    Bahkan di wilayah perbatasan alam semesta yang terpencil, menguasai ratusan dunia kecil dan mendirikan kekuasaan sendiri pun sama sekali bukan masalah.Sedangkan pendiri generasi pertama Istana Samara ternyata sudah mulai berusaha menembus tingkat seperti itu sejak delapan ribu tahun lalu. Kekuatan dan bakatnya benar-benar luar biasa."Wah .... Kalau begitu, setelah lebih dari delapan ribu tahun berlalu, apakah pendiri generasi pertama itu masih hidup? Apa dia akan kembali?" Nivia merasa sangat takjub, seolah-olah pintu menuju dunia baru telah terbuka di hadapannya.Tirta juga agak terkejut setelah mendengarnya. "Nggak kusangka di dunia ini ternyata pernah muncul ahli seperti itu."Namun, Tirta tetap tidak terlalu percaya pada keberadaan dewa yang disebut-sebut."Tentu saja. Pendiri generasi pertama sekte kami dulu tak terkalahkan di seluruh dunia awani dan meninggalkan nama besar yang mengguncang dunia.""Di puncak kekuatan, dia merasa terlalu sepi. Karena sudah nggak memiliki lawan l

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3071

    "Kamu juga tahu kalau aku seorang dokter. Karena niat baik, aku pun menyelamatkannya. Aku juga nggak nyangka hal seperti ini akan terjadi." Tirta menunjukkan ekspresi tak berdaya.Nova berkata, "Menyelamatkan satu nyawa lebih berharga daripada apa pun. Kalau aku berada di posisimu, aku juga pasti akan menolong orang.""Suamiku, aku ... aku nggak bermaksud menyalahkanmu. Kamu juga nggak perlu merasa bersalah."Setelah mendengar penjelasan Arshala, hati Nova jauh lebih lega. Jika tidak, dia pasti mengira Tirta mencari wanita lain untuk menggantikannya."Nova, aku benar-benar nggak nyangka kamu begitu murah hati!" Dengan ekspresi tulus, Tirta memegang lengan Nova yang ramping sambil berkata, "Aku kira kamu akan memukul dan memarahiku.""Mana mungkin? Tadi aku sudah bilang, dalam situasi seperti itu, kalau aku juga pasti akan menyelamatkan orang."Nova meneruskan, "Lagi pula, kamu menyelamatkan seorang istri yang begitu kuat. Nantinya keselamatanmu juga jadi lebih terjamin.""Oh ya, sebena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3070

    Begitu ucapan itu keluar, tatapan Arshala tanpa sadar langsung menoleh ke arahnya."Guru, apa itu menggoda?" tanya Nivia polos."Eh ...."Belum sempat Tirta menjawab ....Bam! Dari luar labu pusaka terdengar benturan berat, membuat beberapa orang di dalam hampir kehilangan keseimbangan.'Hal yang nggak seharusnya dilihat, jangan sembarangan dilihat. Setelah tiba di Istana Samara, kembalikan cincin ruang itu kepadaku!' Pada saat yang sama, suara peringatan wanita bergaun putih terdengar di benak Tirta."Oh, aku lupa, ini pusakanya. Semua gerak-gerikku dan setiap perkataanku di dalam sini bisa dia lihat dan dengar." Tirta menepuk dahinya.Dia segera menyimpan cincin ruang itu secara terpisah sambil berpikir dalam hati, 'Sepertinya sekarang aku belum bisa memakai batu spiritual dan tanaman spiritual untuk membangunkan Genta. Kalau nggak, keberadaan Genta juga akan terbongkar.'"Suamiku, ka ... kamu masih hidup? Aku nggak mimpi, 'kan?" Pada saat itu, Nova akhirnya sadar. Begitu melihat Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3069

    Tirta tentu tidak memedulikan hal itu. Dia melirik Arshala dan wanita itu juga mengangguk pelan.Begitulah, karena serangkaian kebetulan dan takdir yang aneh, setelah kembali ke Kota Safir dan membawa Nivia bersama mereka, rombongan itu pun memulai perjalanan menuju Istana Samara."Bakat spiritual gadis kecil ini juga cukup bagus. Menjadikannya murid juga termasuk hal yang lumayan baik."Saat melihat Nivia, hati wanita bergaun putih yang sebelumnya terluka parah akhirnya sedikit terhibur.Ditambah lagi dengan bibit bagus seperti Nova, meskipun dia kehilangan sepuluh artefak ruang dan banyak harta surgawi, dia juga mendapatkan dua murid berbakat.Sementara di pihak Tirta, sebelum wanita bergaun putih itu menyeberangi ruang hampa, dia mengeluarkan sebuah pusaka labu dan memasukkan mereka semua, termasuk Nova.Di dalam sana, meskipun tidak bisa melihat keadaan di luar, Tirta juga tidak khawatir wanita bergaun putih itu akan melakukan sesuatu kepadanya."Guru, kita mau ke mana?" Nivia baru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3068

    "Kamu ...." Wanita bergaun putih itu murka."Apa? Bukannya kamu sendiri yang bilang aku bebas milih? Jangan-jangan sekarang mau menarik ucapanmu?" Tirta terus mengayunkan pedang kecil itu di depan matanya."Aku nggak akan menarik ucapanku. Aku sudah memenuhi janjiku, sekarang simpan pedang kecil itu.""Aku akan membawa Nova kembali ke Istana Samara." Wanita bergaun putih itu menggertakkan giginya, matanya nyaris memancarkan api saat berbicara."Mana bisa dianggap selesai? Bukannya kamu juga bilang akan memenuhi tiga permintaanku?"Tirta berkata tanpa malu, "Sekarang aku sudah memikirkan permintaan pertama. Kalian harus membawa kami juga ke Istana Samara."Arshala tertegun. Dalam hati, dia tak bisa menahan kekaguman. Jadi ini rencana Tirta. Kematian Ganesh pasti akan membuat Sekte Formasi Surgawi sangat gempar.Jika mengikuti senior ini ke Istana Samara, mereka bukan saja tidak perlu menjadi musuh pihak tersebut dan tidak perlu berpisah dengan Nova, tetapi juga bisa menghindari pengejar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3067

    "Suamiku, kekuatan Istana Samara nggak kalah dibanding Sekte Formasi Surgawi, bahkan mungkin lebih kuat.""Kalau kamu membunuhnya, kita hanya bisa meminjam pusaka milikmu untuk meninggalkan dunia awani dan bersembunyi."Arshala menahan rasa tidak nyaman sambil berjalan mendekati Tirta, lalu berbisik pelan. Karena kesadaran spiritual telah terisolasi, hanya dengan cara itu dia bisa mengingatkan Tirta.Faktanya, Tirta kini bahkan tidak memiliki sedikit pun energi spiritual. Dia sama sekali tidak berniat membunuh wanita bergaun putih itu.Kalau sampai pihak lawan masih memiliki cara menyelamatkan nyawa dan akhirnya terjadi situasi saling binasa, itu justru akan merepotkan.'Bocah ini ternyata ingin membunuhku?' Mendengar ucapan itu, wanita bergaun putih semakin mengernyit. Dia berpikir, 'Dengan pedang mengerikan itu di sini, aku bahkan nggak bisa bergerak. Jangan-jangan aku benar-benar akan celaka di tempat seperti ini?'"Anak Muda, di antara kita nggak ada permusuhan. Bahkan karena Nova,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2092

    Tubuh Febri yang berisi tidak sesuai dengan usianya yang masih muda. Tentu saja, perpaduan keduanya membuat Febri terlihat sangat memikat. Apalagi Febri juga menggigit bibirnya dengan ekspresi malu.Tirta tertegun sejenak, lalu menelan ludah dan menutupi matanya dengan tangan. Namun, celah di antara

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2186

    Wajah Marila dan Shinta memerah. Marila menyetujui, "Oke. Kita mau pergi ke mana? Pak Tirta, kamu bawa kami ke sana saja."Devika melihat bodinya yang juga tidak kalah seksi dari Marila dan Shinta. Namun, Tirta sama sekali tidak melihatnya. Devika makin marah sampai-sampai matanya memerah.Devika me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2209

    Kinsella sudah menelepon sekitar delapan kali, tetapi orang tua Lilian sama sekali tidak menjawab panggilan telepon. Sekarang Kinsella baru tahu rasanya tidak ada sandaran saat berada di negara lain.Kinsella yang putus asa berpikir jika tahu masalah seperti ini akan terjadi, seharusnya dia tidak me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2113

    Banyak orang di tempat, jadi Tirta juga tidak bercanda dengan Yasmin lagi. Dia tertawa, lalu berkata, "Yasmin, kamu turun dulu. Aku lagi bertarung dengan Kak Farida.""Oh, oke. Kalian lanjut bertarung saja," timpal Yasmin. Dia masih ingin lanjut berbincang dengan Tirta. Setelah mendengar ucapan Tirt

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status