Share

Bab 1237

Author: Hazel
"Aku bisa membuatmu bertemu denganku dalam mimpi."

Mendengar kata-kata Genta itu, Tirta langsung merasa sangat gembira. Sejak pertama kali melihat lukisan dinding yang menggambarkan Genta, wajahnya yang luar biasa cantik, keanggunannya yang tak tertandingi, serta tubuhnya yang sempurna ....

Tirta tidak bisa melupakannya dan selalu berharap bisa benar-benar bertemu dengannya sekali saja.

Sekarang, setelah mendengar bahwa ada kesempatan untuk bertemu Genta dalam mimpi, Tirta pun merasa sangat sena
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpffff lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2822

    Melihat Luvia tidak bicara, Tirta merasa Luvia punya masalah. Dia bertanya, "Kak Luvia, kamu kenapa?"Luvia tidak menutupi masalahnya dari Tirta. Dia menyahut, "Nggak ada murid wanita di antara orang-orang itu ....""Apa maksudnya?" tanya Tirta. Bukan hanya Tirta, Elisa dan lainnya juga tidak mengerti.Luvia menghela napas, lalu menjawab dengan tatapan muram, "Aku rasa ... aku tahu alasan leluhur Sekte Kristala kabur dari dunia itu dan tinggal di dunia misterius."Althea bertanya, "Kak Luvia, apa alasannya?"Luvia tersenyum getir dan menjelaskan, "Karena mereka menjadikan murid wanita yang berkultivasi teknik ini sebagai tungku. Mereka akan menyerap energi semua murid wanita yang kultivasinya berhasil hingga mati dengan cara meniduri para murid wanita itu. Bagi mereka, wanita yang berkultivasi teknik ini cuma sumber daya."Luvia menambahkan, "Kalau aku jadi leluhurku, aku juga akan berjuang mati-matian untuk kabur setelah tahu hal keji seperti ini."Namun, masih ada yang belum dikataka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2821

    Tatapan tetua tingkat inti emas tahap kelima itu terus tertuju pada Luvia. Dia tampak serakah.Mendengar ucapan tetua itu, orang yang berbicara terlebih dahulu tadi juga memandang Luvia. Dia yang antusias berkata dengan ekspresi mesum, "Um? Kak, wanita ini memang berkultivasi teknik yang sama dengan Sekte Hima .... Kalau kita merenggut kesuciannya, kultivasi kita pasti meningkat pesat!"Tetua tingkat inti emas tahap kelima yang tahu teknik Luvia melihat Elisa dan lainnya. Dia langsung mengabaikan Tirta, bahkan air liurnya menetes.Tetua itu tertawa dan berkomentar, "Kita beruntung bisa bertemu wanita cantik yang lembut seperti ini ... salah ... bahkan jumlahnya lebih dari satu!"Mendengar perkataan mereka, Luvia tampak marah. Dia menceletuk, "Jangan-jangan ... mereka itu orang-orang yang disebutkan leluhurku?"Luvia merasakan teknik kultivasi mereka memang sama dengannya. Elisa dan Althea juga marah. Mereka hendak bertindak.Tiba-tiba, Tirta membentak, "Sialan! Beraninya kalian menginc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2820

    Bahkan Modeus juga menggaruk kepalanya. Dia yang tidak sabar bertanya, "Kak Gorgon, jangan buat kami penasaran. Kenapa aku nggak lihat ada peluang besar?"Gorgon menjawab, "Simpel sekali. Pelakunya pasti bukan berasal dari dunia awani. Kemungkinan besar dia itu kultivator tingkat pembentukan dewa asli dari tempat ini. Delapan ratus tahun yang lalu, orang itu belum muncul waktu anggota berbagai sekte datang ke tempat ini."Gorgon melanjutkan, "Delapan ratus tahun kemudian, orang itu malah mencapai tingkat pembentukan dewa di tempat yang kekurangan energi spiritual dan bahan berharga seperti ini. Dia pasti punya teknik rahasia yang mengejutkan."Modeus yang hampir melompat kegirangan berseru, "Oke, Kak Gorgon! Maksudmu, teknik itu bahkan sangat mengerikan di tempat ini. Setelah berlatih teknik itu dan pergi ke dunia awani, kita pasti makin kuat!"Gorgon menahan keserakahannya dan menanggapi, "Benar. Kalian sampaikan omonganku pada semua sekte super besar. Aku yakin mereka bukan cuma ngga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2819

    Semua orang di tempat kaget mendengar Gorgon ingin bekerja sama dengan semua sekte super besar untuk melawan kultivator tingkat pembentukan dewa. Bukannya ini sama saja dengan cari mati?Jika ingin cari mati, Gorgon bisa maju sendiri. Seharusnya dia tidak melibatkan mereka. Hanya saja, mereka tidak berani berkomentar di depan Gorgon.Wajah tiga tetua Sekte Prabu, Sekte Morta, dan Sekte Pedang Raksasa pucat pasi. Mereka sangat ketakutan. Salah satu dari mereka bertanya dengan suara bergetar, "Jadi ... menurut Tetua Gorgon, kapan kita bertindak?"Gorgon menegaskan, "Sebaiknya kita jangan tunda waktu lagi. Kita bertindak sekarang. Seharusnya kalian punya artefak dan teknik rahasia untuk menghubungi sekte super besar. Hubungi mereka secepatnya."Mendengar ucapan Gorgon, dua tetua Sekte Prabu dan Sekte Morta menunjukkan ekspresi bimbang. Mereka mengeluarkan teknik rahasia untuk menghubungi sekte super besar, tetapi tidak langsung menggunakannya. Entah apa yang mereka rencanakan.Tetua Sekte

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2818

    Tatapan Modeus sangat dingin. Dia menyipitkan matanya, lalu membentak seraya memancarkan niat membunuh yang intens, "Nyalimu besar sekali! Beraninya kamu menegur seniorku! Apa kamu sudah bosan hidup? Kalau aku membunuhmu dan anggota sektemu memanggil sekte yang kalian andalkan, memangnya mereka bisa melawanku?"Ucapan Modeus membuat tetua Sekte Pedang Raksasa gemetaran. Tetua Sekte Pedang Raksasa ingin mengatakan sesuatu, tetapi akhirnya dia tidak melontarkan sepatah kata pun.Dua tetua dari Sekte Prabu dan Sekte Morta refleks mundur sesudah melihat situasi ini. Mereka takut dihabisi di tempat.Gorgon melambaikan tangannya seraya mengingatkan, "Modeus, nggak usah perhitungan dengannya."Modeus baru mundur. Tekanan yang dirasakan tetua Sekte Pedang Raksasa baru berkurang. Dia diam-diam merasa lega.Gorgon bicara lagi, "Maksudku, kemampuan pelakunya jauh lebih hebat dari kalian. Bahkan kami juga nggak mampu melawannya. Sekalipun kalian mencari sekte yang kalian andalkan, juga nggak bergu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2817

    Sekarang masalah Sekte Kebebasan dan Organisasi Publikasi sudah selesai. Tidak ada lagi orang yang dikhawatirkan Tirta di dunia misterius, jadi dia tidak perlu buru-buru.....Saat Tirta dan lainnya dalam perjalanan menuju gunung tinggi itu, sekelompok tamu tak diundang berkumpul di Organisasi Publikasi lagi.Di antara orang-orang itu, ada kultivator yang berasal dari Sekte Prabu, Sekte Morta, dan Sekte Pedang Raksasa. Vikrama, Zelia, dan Cakra juga berasal dari sekte itu.Mereka adalah tetua tingkat pembentukan jiwa yang menjadi pemimpin tim. Setidaknya kemampuan mereka sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap kedua.Murid dari berbagai sekte mengikuti di belakang mereka. Jumlah murid dari setiap sekte sekitar 30 lebih orang.Tiga tetua tingkat pembentukan jiwa berkumpul. Mereka melayang di udara sambil membahas sesuatu. Ketiga tetua tampak sedih dan juga marah.Tentu saja, ada juga tim yang memancarkan aura kegelapan. Mereka sudah mendarat di tanah dan mengamati penyebab kematia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1276

    Bella sama sekali tidak tahu bahwa Tirta ingin meningkatkan kekuatannya agar bisa menghadapi Yudha. Makanya, Tirta ingin melakukan hal itu dengannya di tempat dan situasi seperti ini.Karena tidak tahu apa-apa, Tirta kini terlihat seperti orang yang dikuasai oleh nafsunya. Hal ini membuat Bella mera

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1370

    Sementara itu, di lantai 2 rumah panggung milik Susana di Desa Benad."Benda apa ini ...?" Setelah menjerit kesakitan, Susana memegang lengannya yang mati rasa, lalu bangkit dari lantai. Dengan waspada dan bingung, dia menatap lapisan cahaya yang menyelimuti Susanti."Serangga Besi, maju!" Agar Sera

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1377

    Apalagi kompetisi serangga akan segera diadakan. Demi memenangkan kompetisi, mereka juga ingin datang untuk mengambil keuntungan. Tujuan mereka adalah merebut Serangga Emas yang dimurnikan dengan susah payah. Jadi, mereka baru menerobos masuk ke Desa Benad.Jamil buru-buru maju dengan napas terengah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1361

    "Sudah, sudah! Jangan ribut, cuma hal sepele kok. Besok Tirta juga sampai. Selama ada Tirta, meskipun Nenek maksa aku belajar pelihara serangga guna-guna, Tirta pasti nggak akan izinin.""Jadi, tenang saja ya." Melihat kedua orang tuanya hendak bertengkar, Susanti buru-buru menenangkan mereka."Semo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status