Share

Bab 1271

Author: Hazel
Tatapan wanita itu penuh ketakutan dan keengganan, menatap Tirta dengan mata yang terbelalak. Dalam sekejap, nyawanya pun melayang. Bahkan, kalimat terakhirnya tidak dapat dia selesaikan.

Sejak awal hingga akhir, Tirta tetap tak tergoyahkan. Wajahnya tetap tenang, hanya menatap dingin saat wanita itu mengembuskan napas terakhirnya.

Sejak menerima warisan ingatan dari Genta, mental Tirta telah berubah banyak. Baginya, membunuh hanyalah hal sepele.

Bagaimana tidak? Dalam ingatan yang diwariskan ol
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (8)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantabpfff Lanjut
goodnovel comment avatar
Oppo Oppo
knp bab nya putus putus cuma 3 halaman JD malas di baca..
goodnovel comment avatar
Albert Steven
sudah ngikutin dari awal
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3416

    Saat para anggota Sekte Bulan Berdarah menuju Puncak Elokwi, Bowo si Ketua Sekte, tokoh ambisius yang mengguncang dunia, dan iblis di zaman kekacauan tentu saja ikut keluar dari pengasingannya. Berbeda dengan orang lain, sudah terdapat sebuah formasi teleportasi di depan kediaman guanya. Selain memudahkan perjalanan, itu juga memudahkannya melarikan diri saat diperlukan.Begitu cahaya berkilat, tubuh Bowo yang tinggi besar dan kekar sudah langsung muncul di depan aula di Puncak Elokwi."Hormat pada Ketua," sapa kedua tetua yang segera berlutut memberi hormat.Saat itu, sudah satu jam berlalu sejak lencana darurat tertinggi dihancurkan, sehingga puluhan tetua telah berkumpul di tempat itu juga ikut berlutut memberi hormat. Karena Sekte Bulan Berdarah berbeda dengan tanah suci, setiap tetua wajib berlutut di hadapan ketua sekte untuk menunjukkan kekuasaan mutlak seorang ketua."Bangun. Apa yang sebenarnya telah terjadi? Kalian sudah selidiki?" tanya Bowo dengan nada muram sambil menyipit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3415

    Pecahan genting berserakan memenuhi lantai."Huh. Kalau lain kali masih berani bicara kurang ajar, aku akan langsung melumpuhkannya," kata Selvi sambil menghela napas, lalu berjalan keluar dari aula dengan kedua tangan di belakang punggung dan berpura-pura tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Ekspresi semua orang menjadi canggung.Tabib Suci dan tiga Orang Suci dunia awani merasa malu hingga hanya bisa menundukkan kepala.Wajah Irena, Yumika, dan para gadis lainnya memerah karena merasa malu dan tanpa sadar mengalihkan pandangannya.Sementara itu, Afifah menunjukkan ekspresi tercengang yang sama sekali tidak sesuai dengan citranya.Anjing hitam besar menggerutu dengan kesal. "Sialan. Bocah itu benar-benar binatang berkedok manusia!"Namun pada saat itu, terdengar suara Tirta dari kejauhan. "Ketua, tolong bantu perhatikan keberadaan kedua istriku dan adik seperguruanku, Nivia. Aku dan Senior Selvi berangkat lebih dulu ...."........Dua hari sebelumnya.Di wilayah tenggara dunia a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3414

    Di dalam aula utama, Tirta langsung berkata dengan terus terang, "Selama dua hari ini, memang banyak sekte besar dan kecil yang datang untuk selidiki keadaan Istana Samara. Untungnya, Sekte Formasi Surgawi dan Sekte Bulan Berdarah hancur tragis, jadi kita berhasil menggentarkan dan mengurungkan niat jahat sekte-sekte yang sembunyi di balik bayang-bayang untuk sementara ini.""Sekarang aku akan lakukan perjalanan jauh. Aku mohon Kak Tabib Suci memimpin ketiga Orang Suci dunia awani untuk tetap berjaga di sini sebagai antisipasi kalau terjadi sesuatu."Tabib Suci tentu saja tidak keberatan. "Itu bukan masalah. Selama aku berjaga di sini, aku akan pastikan siapa pun yang berani manfaatkan kesempatan ini untuk menyerang Istana Samara nggak akan pernah bisa kembali lagi."Afifah memanfaatkan kesempatan itu untuk mengulurkan ajakan. "Terima kasih, Senior Tabib Suci. Terima kasih juga pada ketiga senior. Mulai hari ini, Istana Samara akan perlakukan para senior seperti Tetua Agung. Nggak ada

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3413

    Sama seperti melempar seseorang ke dasar laut sedalam sepuluh ribu meter dan tidak mengizinkannya muncul ke permukaan laut untuk bernapas."Aargh! Bocah, lepaskan aku. Kalau nggak, aku akan buat kamu mati mengenaskan. Kamu dengan nggak .... Lepaskan aku .... Aku bersedia ... kubur semua dendam kita .... Apa pun syaratnya ... aku akan setuju tanpa syarat ...."Rasa sesak napas dan tekanan yang begitu dahsyat terus menggerogoti jiwa spiritual Stefan yang masih sadar dan membuatnya menjerit memilukan. Dan tak lama kemudian, ancaman itu berubah menjadi permohonan belas kasihan karena dia sudah tidak sanggup menahannya lagi.Namun, Tirta sama sekali tidak menggubrisnya. Selama Stefan masih menyisakan satu napas hingga Sekte Bulan Berdarah dimusnahkan, dia merasa itu saja sudah cukup.Sementara itu, Tirta justru memberikan kematian yang lebih mudah bagi Danu yang masih tidak sadarkan diri. Dia langsung melenyapkannya."Makamkan semua tetua dan murid yang telah gugur. Biarkan mereka istirahat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3412

    Jika ini terjadi sebelumnya, tentu saja tidak akan ada seorang pun yang memercayai ucapan Tirta. Mereka pasti akan menganggap dia hanya sedang membual atau bermimpi di siang bolong. Atau mengira dia hanya mencari alasan untuk menenangkan semua orang.Namun, setelah pertempuran ini dan menyaksikan sendiri betapa hebatnya Tirta, tidak seorang pun lagi yang memiliki pikiran seperti itu. Apalagi, ada dua sosok besar juga selain Tirta, yaitu Tabib Suci dan Selvi.Semua orang telah menyaksikan dengan mata mereka sendiri, sehingga tidak berlebihan jika dibilang Tirta hanya menunggu waktu untuk menjungkirbalikkan Sekte Bulan Berdarah. Meskipun dia ingin menyatukan seluruh dunia awani, itu juga bukan masalah."Baik untuk kepentingan pribadi atau keadilan, membasmi Sekte Bulan Berdarah adalah kewajiban kami. Kami bersedia pergi bersamamu," kata seorang tetua yang segera maju dan menyatakan sikapnya."Setelah kejadian ini, jumlah korban di Istana Samara sangat besar. Aku sarankan para tetua sebai

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3411

    Dua jam kemudian, seluruh tetua Sekte Formasi Surgawi, Tetua Agung, dan ketua sekte yang berada di lokasi itu sudah tidak ada satu pun yang masih hidup. Semuanya tewas di bawah luapan amarah para tetua dan murid Istana Samara."Ketua, kita harus bagaimana tangani para murid Sekte Formasi Surgawi ini?" tanya seorang tetua yang amarahnya masih belum reda pada Afifah.Afifah menatap seribu lebih murid Sekte Formasi Surgawi yang ekspresinya terlihat dipenuhi ketakutan dan gelisah. Usia mereka hampir sama dengan usia para murid Istana Samara yang telah gugur.Dia menghela napas panjang, lalu berkata, "Kalau bunuh mereka, terlalu kejam. Tapi, kalau nggak bunuh ... kita juga akan merasa bersalah pada para murid dan tetua yang telah gugur. Biarkan mereka tetap tinggal di sini dan jaga gerbang sekte untuk menebus dosa. Batas waktunya seribu tahun."Semua orang memang ingin membunuh para murid Sekte Formasi Surgawi itu. Namun, seperti yang dikatakan Afifah, membunuh mereka memang terlalu kejam.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1412

    Melihat sikap Idris dan Rasmi, Tirta yang merasa tidak berdaya berkata, "Bukan masalah penting. Pak Idris, Bu Rasmi, kalian nggak usah begitu tegang. Hari ini aku berencana kembali ke Provinsi Dohe, jadi aku mau berpamitan dengan kalian."Tirta melanjutkan, "Semalam Bu Selina sudah kembali. Aku piki

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1687

    Melihat situasi ini, Nabila, Tina, dan lainnya berseru kaget, "Yasmin, hati-hati!"Mereka berkeringat saking takutnya. Mulut anjing hitam yang besar itu seperti hendak menelan lengan Yasmin. Anjing hitam meraung.Namun, Yasmin sama sekali tidak panik. Dia mengitari anjing hitam setengah putaran deng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1769

    Kali ini, giliran Devika yang menghindari tatapan Marila. Dia menyahut dengan ragu, "Ha? Aku ... karena aku teringat dengan apa yang dilakukan pria berengsek padaku malam itu. Itulah sebabnya aku tahu.""Masalahnya ... biarpun begitu, bukannya kamu sangat membenci Pak Tirta? Kenapa kamu menanyakan m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1659

    Setelah ditembak secara berturut-turut, muncul banyak lubang di celana Tirta. Bahkan sampai berasap. Terdengar suara yang nyaring, peluru seperti menembak baja yang tebal dan tampak percikan api.Devika yang sangat marah tertegun. Tadi dia melirik sekilas setelah bangun. Jelas-jelas Devika tidak mel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status