ANMELDENPfft! Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa di hadapan tebasan pedang raksasa itu, Teknik Iblis Abadi yang begitu dibanggakan Bowo hanyalah sebuah lelucon.Sebab, tubuhnya telah dihancurkan hingga tak bersisa sedikit pun. Jangankan memulihkan tubuh atau hidup kembali dalam kondisi sempurna, bahkan serpihan tubuhnya pun tidak ada yang tersisa!Rummmm! Tebasan pedang itu terus melaju tanpa kehilangan momentumnya. Baru setelah menyapu habis 108 ribu puncak gunung, kekuatannya mulai melemah dan menunjukkan tanda-tanda akan buyar.Entah berapa banyak murid Sekte Bulan Berdarah yang sedang bergegas menuju tempat ini atau yang tengah melarikan diri, tewas di bawah satu tebasan pedang yang seolah mampu membelah langit dan bumi itu."Uhuk ... uhuk .... Senior, kekuatanmu benar-benar luar biasa."Saat itu, karena Selvi tidak lagi menekan kultivasinya hingga bahkan mampu menekan tribulasi petir, Tirta yang sebelumnya terjebak di dalam tribulasi petir akhirnya berhasil melepaskan diri. Dia datang
Setelah lautan petir menghilang, tampak jelas bahwa seluruh daging di tubuh Bowo telah hangus dan diselimuti warna merah kecokelatan yang membuat siapa pun bergidik ngeri.Dia seolah dilempar hidup-hidup ke dalam lautan api, lalu dipanggang hingga sekitar 70% matang. Rambut, mata, serta wajahnya habis terbakar. Setelah itu, dia baru berhasil melarikan diri."Argh .... Argh! Aku akan membunuhmu!"Bowo juga menyadari betapa mengenaskan kondisinya saat ini. Terlebih lagi, tribulasi petir semakin lama semakin mengerikan. Jika dalam waktu singkat dia masih gagal mengalahkan Selvi, tribulasi petir ini hanya akan berakhir dengan kegagalan!Raungan Bowo dipenuhi rasa sakit dan kemarahan yang mencapai titik ekstrem. Dia nyaris kehilangan akal sehat. Kini, dia bagaikan roh jahat yang meraung di lapisan ke-18 neraka.Sejak kapan seorang Ketua Sekte Bulan Berdarah dipaksa hingga berada dalam keadaan setragis ini?Srrr .... Sungai darah di bawah kakinya melilit seperti ular piton raksasa yang hidup
Di mata Bowo, semua yang terjadi dalam sekejap itu bagaikan sebuah gambar yang bergerak.Hanya saja, di dalam gambar bergerak itu, langit dan bumi seolah membeku. Bahkan sungai darah yang mengalir deras maupun sambaran petir yang hanya muncul sesaat, semuanya tampak diam.Hanya tubuh Selvi yang bergerak lebih cepat daripada segalanya.Swish! Swish! Swish! Dalam waktu yang bahkan belum sampai satu kedipan mata, dia sudah tiba di hadapan Bowo. Sesaat kemudian, kepalan tangannya yang putih dan mungil terus membesar di depan mata Bowo!Bzzzz! Getaran hebat disertai rasa sakit langsung menghantamnya. Tubuh Bowo seketika terlempar membentuk lintasan parabola. Kepalanya terasa sakit dan kacau, berdengung tanpa henti. Bahkan penglihatannya mulai berkunang-kunang."Apa?! Kecepatanmu sama sekali nggak masuk akal!" Jantung Bowo berdegup kencang. Dia terkejut sekaligus marah.Setelah berhasil menstabilkan tubuhnya, dia segera terbang menuju lautan petir yang jauh lebih padat.Duar! Saat itu, ratus
"Guncangan Seluruh Langit!"Melihat Bowo terus mendekat, Tirta tidak berani lengah. Seluruh energi spiritual dalam tubuhnya bergemuruh. Dia merapatkan kedua telapak tangannya, lalu melepaskan cahaya pedang sepanjang puluhan kilometer.Cahaya itu menyapu ke segala arah, membelah seluruh penjuru dunia!"Semua usahamu sia-sia. Berhentilah melawan!" Bowo tertawa garang. Dia mengulurkan tangan.Sungai darah di belakangnya segera berubah menjadi sebuah telapak tangan merah darah raksasa yang menutupi langit.Telapak itu melakukan gerakan yang sama, lalu langsung mencengkeram erat cahaya pedang sepanjang puluhan kilometer itu!"Niat Pedang Bergelora!" Melihat serangannya tidak berhasil, Tirta segera mengubah jurusnya. Sambil mundur, kedua tinjunya terus menghantam ke depan, bahkan meninggalkan banyak bayangan tinju.Bzzzz .... Sungai raksasa yang seluruhnya terbentuk dari cahaya pedang sepanjang ribuan meter membentang di langit, menderu seperti naga ganas, lalu menghancurkan apa pun yang ada
"Teknik Iblis Abadi ternyata bisa melahap energi iblis!""Gawat, cepat bubarkan formasinya! Kalau nggak, seluruh Formasi Iblis Darah akan menjadi makanan bagi Bowo!"Meski hampir semua orang di Sekte Bulan Berdarah tahu bahwa Bowo menciptakan sebuah teknik kultivasi bernama Teknik Iblis Abadi, Bowo tidak pernah memperlihatkannya di depan siapa pun.Ini adalah pertama kalinya.Ibarat bermain kartu, Bowo selama ini terus menyimpan kartu trufnya tanpa memperlihatkan sedikit pun petunjuk, sehingga orang-orang lain sama sekali tidak menganggapnya penting.Kini, kartu truf itu akhirnya menunjukkan kekuatan penghancurnya yang sesungguhnya. Hal itu benar-benar membuat seluruh tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah ketakutan setengah mati.Seorang tetua melihat dengan mata kepalanya sendiri, bayangan Iblis Darah mula-mula kehilangan satu lengannya karena disedot masuk ke mulut Bowo. Tak lama kemudian, bahkan bahu, kepala, dan dadanya pun telah menghilang separuh, berubah menjadi aliran d
Wajah Bowo dipenuhi amarah saat dia mengamuk dan membentak."Lagian kami sudah terbiasa berlutut. Mau berlutut kepada siapa pun sama saja. Yang penting bisa tetap hidup, kami nggak peduli.""Enak saja kamu bicaranya. Kamu nggak tahu Formasi Iblis Darah sudah menguras habis kekuatan kami.""Benar! Melawan pun nggak ada gunanya. Kami sudah nggak bisa mengerahkan kekuatan kami yang sesungguhnya."Setelah berkata demikian, para tetua dan Panglima Iblis itu kembali memasang wajah penuh sanjungan kepada Tirta."Kami benar-benar nggak berani melawan lagi dan memang sudah nggak punya kemampuan untuk melawan.""Asalkan kamu bersedia mengampuni kami, kami akan membawamu mengambil semua harta berharga milik Sekte Bulan Berdarah."Mendengar itu, Bowo semakin murka hingga wajahnya memerah."Hehe. Ada pepatah mengatakan, orang bijak tahu kapan harus menyesuaikan diri dengan keadaan. Kalau kalian benar-benar tulus menyerah dan ingin bertobat, aku juga bukan orang yang berhati kejam dan nggak berperas
Ketika melihat reaksi Susanti, Tirta tahu bahwa wanita ini cemburu karena melihatnya peduli pada Agatha. Bagaimanapun, ada banyak hal yang terjadi selama mereka berada di makam kuno. Mereka telah memiliki perasaan untuk satu sama lain.Secara fisik, mereka juga melakukan pertukaran yang menyenangkan.
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar
"Dasar jalang ...." Melati memegang kepalanya yang terasa agak pusing sambil kembali ke ruang privat dengan wajah berlinang air mata.Ketika melihat air mata Melati dan bekas tamparan di wajahnya, Tirta segera bertanya, "Kak, kamu kenapa? Siapa yang menamparmu?"Wanita lainnya bergegas menghampiri. Me
"Hahaha ...." Putro tidak segan-segan mengejek keputusan Afrian. Aina juga tidak mungkin melewatkan kesempatan ini untuk mengejek Tirta.Dia menyindir Tirta, "Kalau mau mati, langsung bilang saja. Kenapa malah nyeret orang lain? Kamu ini benar-benar orang baik ya."Bahkan beberapa orang di samping mer







