Share

Bab 1592

Penulis: Hazel
"Bagaimana ... kamu bisa tahu?" tanya pria itu. Dia terlihat panik setelah mendengar ucapan Tirta.

Kemudian, pria tersebut menyadari dia salah bicara. Dia segera menutupi kepanikannya dan menegur Tirta, "Jangan bicara sembarangan! Mengobati pasien itu tanggung jawab dokter! Mana mungkin kami mencelakai pasien?"

Pria itu mengancam, "Cepat lepaskan aku! Kalau nggak, aku lapor polisi biar kamu ditangkap!"

Walaupun pria itu berusaha menyangkal, ekspresi dan reaksinya sudah menunjukkan kebenarannya. Mana mungkin Tirta tidak tahu pria itu berbohong?

"Kamu nggak mau bilang ya? Oke! Kalau begitu, kamu nggak usah bicara lagi!" bentak Tirta. Tatapannya menjadi dingin.

Terdengar suara retakan. Tirta meninju mulut pria berusia di atas 40 tahun itu, lalu bibir pria itu berlumuran darah dan belasan giginya tanggal. Dagu dan langit-langit mulutnya mencekung.

Pria itu menjerit histeris, "Tolong! Ada pembunuh!"

Namun, Tirta tidak memberi pria itu kesempatan menjerit terlalu lama. Dia langsung menendang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2493

    Tirta memandang ke kejauhan seraya bergumam, "Ada gejolak kekuatan spiritual, tapi nggak murni. Energinya sangat mirip dengan energi manusia burung yang kusimpan. Jangan-jangan ... Keluarga Randolph masih punya manusia burung yang lain?"Tirta melanjutkan, "Tapi, kemampuan manusia burung ini terlalu lemah. Paling-paling mereka baru memasuki tingkat pembentukan fondasi. Selain itu, sepertinya mereka itu pria. Tsk, tsk .... Sayang sekali."Ekspresi Tirta tampak kecewa.Luvia yang berdiri di samping Tirta juga menyadari keberadaan orang-orang itu. Dia menanggapi, "Mereka seperti kultivator tingkat pembentukan fondasi, jumlahnya sembilan orang. Meskipun banyak, tetap nggak bisa mengancam keselamatan kita. Biar aku yang bereskan mereka saja."Ngung! Pedang panjang muncul di tangan Luvia. Dia yang sudah tidak sabar ingin beraksi hendak terbang ke udara.Tiba-tiba, Tirta mendengar permintaan Genta. Dia berbisik kepada Luvia, "Nggak usah, Kak Luvia. Semua manusia burung itu ... um ... sebenarn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2492

    Salah satu orang dari pasukan Negara Raigorou berkata, "Kami nggak mampu melawanmu dan kami memang berbuat salah. Kami akan minta maaf kepada Putri Linda."Mereka tidak berani bertatapan dengan Tirta. Mungkin perkataan Tirta membuat mereka merasa bersalah. Ternyata mereka benar-benar meletakkan senjata., lalu berjalan ke depan benteng emas dan bersujud seraya meminta maaf."Maaf, Putri Linda. Seharusnya kami nggak mengkhianati Putri, presiden sebelumnya, dan Negara Raigorou.""Kami memang pantas mati. Kami harap Putri Linda bermurah hati memaafkan kami ...."Awalnya hanya puluhan pasukan Negara Raigorou yang meminta maaf sambil bersujud, lalu jumlahnya terus bertambah. Akhirnya, sebagian besar pasukan Negara Raigorou bersujud.Tentu saja Linda yang bersembunyi di balik benteng mendengar suara mereka. Air matanya terus mengalir.Setelah menenangkan diri sejenak, dia baru berucap, "Kalian bukan bersalah pada aku dan ayahku, melainkan rakyat Negara Raigorou. Jangan minta maaf padaku, mint

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2491

    Di sisi lain, peperangan antara Tirta dan pasukan Negara Raigorou sudah hampir berakhir. Hal ini karena semua peluru yang mengandung besi bintang sudah habis.Namun, Tirta tetap tidak terluka. Dia melayang di langit bak gunung yang tak tergoyahkan.Puluhan ribu pasukan di darat terbengong-bengong. Ini adalah pertama kalinya mereka merasakan seseorang begitu mengerikan.Salah satu dari mereka bertanya, "Pak, kami sudah berusaha mati-matian. Tapi, nggak ada peluru khusus yang bisa ditembakkan lagi. Apa kita mau lanjut menyerangnya?"Wakil pemimpin dari Keluarga Randolph terpaksa menjawab, "Kalau nggak ada peluru khusus, tembak dengan peluru biasa saja. Kita semua nggak boleh mundur sebelum bantuan datang."Akan tetapi, kali ini tidak ada yang bertindak setelah wakil pemimpin memberi perintah. Waktu satu menit pun berlalu. Sudah jelas mereka tidak ingin menyerang lagi.Melihat sikap pasukan Negara Raigorou, wakil pemimpin itu juga tidak mendesak mereka. Bagaimanapun, dia juga tidak ingin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2490

    Lebih baik mereka tetap bersembunyi di balik benteng supaya tidak merepotkan Tirta.....Sementara itu, di Istana Krimlin. Presiden muda Negara Raigorou berada di dalam ruangan yang tersembunyi. Dia sedang mengamati situasi peperangan.Beta meletakkan kedua tangannya di belakang punggung. Di bawah cahaya remang-remang, ekspresi Beta tampak muram. Dia terlihat sangat mengerikan. Alasannya karena situasi peperangan saat ini membuatnya kesal.Beta tidak menyangka ternyata Tirta begitu mengerikan. Bahkan senjata yang digunakan untuk menghadapi dewa juga tidak berefek untuk Tirta.Melihat pasukan di medan perang tidak bisa bertahan lagi, Beta bertanya, "Paman Jibril, kapan bantuan bisa sampai?"Wakil kepala staf angkatan darat di samping yang bernama Jibril menjawab dengan suara bergetar, "Paling cepat sepuluh menit ... ini sudah sangat cepat. Bagaimanapun, semua ini terjadi secara mendadak. Nggak ada yang menyangka pemuda Negara Darsia itu begitu hebat."Jibril juga merupakan anggota Kelua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2489

    Setelah mendengar perintah itu, para pasukan yang panik dipaksa untuk bersatu lagi. Mereka terus melancarkan serangan ke arah Tirta.Whoosh! Whoosh! Whoosh! Dor! Dor! Dor! Peluru yang ditembak secara beruntun hampir menghancurkan tempat ini.Penduduk yang tinggal di dekat sini sangat ketakutan begitu mendengar suara tembakan. Selain itu, banyak yang penasaran dengan apa yang terjadi. Namun, tidak ada yang berani maju.Mendengar pihak lawan masih mengirim bantuan, Tirta juga tidak terlalu panik. Dia berucap, "Nggak usah pedulikan bantuan yang dikirim presiden Negara Raigorou. Aku pasti punya cara untuk menghadapi semua trik mereka. Pokoknya aku akan membunuh mereka semua."Tirta tahu jelas dia pasti kesulitan pergi dari Negara Raigorou jika tidak ada hasil yang jelas dalam peperangan ini.Swoosh ... Swoosh .... Ular api merah membesar lagi. Transformasi ular api sangat besar sehingga membuat langit tampak memerah. Energinya juga sangat menakutkan.Dengan bantuan batu matahari mentah, se

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2488

    Melihat situasi ini, senyuman bangga di wajah Harman menghilang. Namun, dia juga tidak panik. Harman lanjut memerintah pasukan, "Ledakkan semua emas itu pakai peluru artileri. Peluru kendali balistik antarbenua juga nggak bisa membuatnya mati, seharusnya nggak masalah kalau kita menembakkan peluru artileri."Saat pasukan Negara Raigorou menerima perintah dan hendak menggunakan peluru artileri untuk menghancurkan benteng emas, tiba-tiba sosok Tirta muncul di atas Harman.Tadi Tirta sedang berkomunikasi dengan Genta untuk menggunakan batu matahari mentah. Dia juga mencari keberadaan Harman.Tirta berujar, "Dasar tua bangka! Apa kamu kira trik ini bisa berefek untukku? Mati saja!"Harman melihat Tirta yang tersenyum dingin makin mendekat. Dia berteriak panik, "Jangan ... kapan kamu datang? Jangan mendekat, jangan bunuh aku! Aku lepaskan kamu!"Namun, Tirta tetap bergeming. Dia langsung memenggal kepala Harman. Kekuatan Tirta sangat dahsyat. Dia benar-benar tak tertandingi!Para pasukan N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status