Share

Bab 1592

Author: Hazel
"Bagaimana ... kamu bisa tahu?" tanya pria itu. Dia terlihat panik setelah mendengar ucapan Tirta.

Kemudian, pria tersebut menyadari dia salah bicara. Dia segera menutupi kepanikannya dan menegur Tirta, "Jangan bicara sembarangan! Mengobati pasien itu tanggung jawab dokter! Mana mungkin kami mencelakai pasien?"

Pria itu mengancam, "Cepat lepaskan aku! Kalau nggak, aku lapor polisi biar kamu ditangkap!"

Walaupun pria itu berusaha menyangkal, ekspresi dan reaksinya sudah menunjukkan kebenarannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3016

    Gadis itu bertanya dengan ekspresi bingung, "Kalian ... siapa? Kenapa kalian masuk ke rumah leluhurku?"Mendengar pertanyaan gadis itu, mata Tirta berbinar-binar. Dia bertanya balik, "Apa? Kamu bilang ini rumah leluhurmu?"Nova juga sangat emosional. Jangan-jangan orang yang Tirta selamatkan adalah keturunan Nayara?Nova menjelaskan, "Dik, kami nggak berniat jahat. Kami diminta seorang senior untuk mencari keturunannya. Margamu apa? Kenapa rumah ini nggak terawat?"Gadis itu menyahut, "Um ... ayahku melarangku bicara dengan orang asing. Tapi, kulihat kalian sangat memedulikan masalah ini. Aku ceritakan pada kalian."Gadis itu mengamati sekeliling, lalu berbisik, "Margaku Hemanta dan namaku Nivia. Sekitar 760 tahun yang lalu, leluhurku itu pedagang yang paling kaya di Kota Safir. Mereka menguasai hampir seluruh industri di kota ini. Tapi ... kesuksesan mereka nggak berlangsung lama.""Bukan hal yang bagus kalau orang biasa terlalu kaya. Kekayaan keluarga kami diincar wali kota waktu itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3015

    Melihat wanita berjubah hitam tiba-tiba menghilang, wakil jenderal makin emosional. Dia mengayunkan tangannya dan memerintah, "Haha, master ini hebat sekali. Teman-teman, bisa dibilang ini berkah di balik musibah. Buka mata kalian lebar-lebar dan kalian harus fokus.""Kalau kita berhasil menyanjung master ini, kesempatan kita untuk sukses sudah datang! Kenapa kalian masih diam saja? Cepat kerahkan lebih banyak bawahan! Sebagian jaga pintu gerbang kota, sebagian ikuti aku untuk melakukan pemeriksaan di setiap rumah," lanjut wakil jenderal.Wakil jenderal menambahkan, "Oh iya. Kita juga harus interogasi semua penduduk kota. Pasti ada yang melihat orang yang dicari master itu!""Oke, Pak!" sahut belasan tentara. Mereka tertawa, lalu mengerahkan kekuatan spiritual di dalam tubuh mereka dan berlari ke dalam kota dengan cepat. Para tentara itu mengabari rekan mereka.....Dengan kondisi Tirta sekarang, dia tidak bisa melepaskan kesadaran spiritual. Jadi, dia tidak tahu semua yang terjadi di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3014

    Belasan tentara dan seorang jenderal di tempat refleks minggir cukup jauh saat melihat seorang wanita berjubah hitam tiba-tiba muncul. Mereka semua menghunus pedang, ekspresi mereka tampak waswas.Jenderal itu menegur, "Kamu siapa? Jangan bergerak! Kalau nggak, jangan salahkan kami menebasmu!"Wanita berjubah hitam memandangi empat mayat di tanah sambil bergumam, "Jantung mereka berempat dihancurkan dengan tenaga besar dan mereka mati pada waktu bersamaan. Tingkat pembentukan fondasi memang sangat lemah, tapi kultivasi orang yang bertindak pasti jauh di atas mereka."Wanita berjubah hitam menambahkan, "Selain itu, orang yang bertindak sengaja menyembunyikan kekuatan spiritualnya. Jadi, apa dia orang yang dicari guruku?"Wanita berjubah hitam mengabaikan teguran jenderal itu. Dia menganggap mereka seolah-olah tidak berada di sini.Jenderal menunjuk wanita berjubah hitam dengan pedang dari jauh dan berteriak marah, "Hei, apa yang kamu bilang? Kamu nggak dengar omonganku tadi? Kalau kamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3013

    Kemudian, seorang gadis berteriak, "Ah ... apa yang kalian lakukan?"Para tentara tertawa, lalu mengepung gadis itu dan berseru."Apa yang kami lakukan? Haha, kamu terlihat seperti pembunuh. Jadi, kami harus memeriksa tubuhmu. Siapa tahu kamu menyembunyikan senjata!""Benar! Terutama dada dan bokongmu, benar-benar mencurigakan! Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu di sana.""Kami harus periksa dengan teliti!"Seorang pria tua berambut putih melindungi gadis itu. Dia berucap dengan ekspresi panik, "Jangan, Pak! Putriku baru berusia 16 tahun. Dia bahkan nggak sanggup mengangkat tong air, mana mungkin dia itu pembunuh? Tolong lepaskan putriku!"Pria tua menambahkan, "Aku punya tiga tahil perak. Cuma ini harta keluarga kami. Tolong terima!"Tentara yang merebut emas Nova tadi menendang pria tua hingga memuntahkan darah. Bahkan delapan tulang rusuknya patah. Dia jatuh ke tanah dan mulutnya berbusa.Tentara itu membentak, "Dasar tua bangka, uangmu sedikit sekali! Kamu kira kami pengemis? C

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3012

    Bagaimanapun, dulu Nayara juga tidak menemukan keluarganya di sini.Nova juga tidak yakin. Dia menanggapi, "Aku juga nggak tahu, tapi tempat ini satu-satunya petunjuk. Kita coba masuk untuk cari dulu."Tadi Tirta merasakan dengan jelas kesadaran spiritual tak berwujud yang sangat kuat mendeteksi tempat ini. Tirta langsung panik. Dia teringat ayahnya penguasa agung, tetua agung yang kultivasinya sangat mengerikan itu.Namun, yang membuat Tirta tenang adalah formasi anjing hitam benar-benar menunjukkan kegunaan yang luar biasa. Kesadaran spiritual itu tidak menemukan keberadaan Tirta dan Nova. Kalau tidak, Tirta tidak mungkin datang ke kota ini.Menurut cerita Shanaya, tempat ini dunia orang biasa dan kota paling miskin di antara 36 kota Negara Camar. Kota ini juga merupakan kampung halaman Nayara.Tirta dan Nova baru sampai di depan pintu gerbang kota, tetapi dicegat oleh empat tentara bersenjata lengkap. Salah satu tentara menegur, "Berhenti! Kalian harus membayar dua tahil perak untuk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3011

    Hasil ini tidak membuat pria tua terkejut. Hal ini karena klonanya melihat momen formasi perlindungan dihancurkan. Dia menebak pasti ada ahli yang menguasai teknik formasi di antara Tirta dan lainnya.Saat ini, pria tua tidak menemukan jejak Tirta dan lainnya. Itu berarti tebakannya terbukti benar.'Mereka menggunakan teknik rahasia untuk menyembunyikan diri. Kalau aku ingin mencari mereka, aku harus mencoba peruntunganku dengan mencari di satu per satu tempat,' pikir pria tua.Pria tua tidak ingin menghabiskan waktu. Dia seperti mencari jarum di tumpukan jerami jika mencari Tirta dan lainnya dalam kondisi seperti ini.Selain itu, jika keberadaan Genta diketahui tokoh hebat seperti pria tua, saingannya pasti bertambah banyak.Whoosh! Tiba-tiba, terdengar suara deru. Sepuluh pria dan wanita muda yang sangat menawan bergegas datang.Energi mereka sangat kuat. Rata-rata kultivasi mereka sudah mencapai tingkat pemurnian dewa tahap menengah, bahkan ada dua orang yang kultivasinya sudah menc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2407

    Agha bukan hanya tampak tidak berdaya, bahkan dia juga marah kepada Zargo. Selain itu, dia juga sangat takut pada Tirta. Agha benar-benar takut Tirta tetap membuat perhitungan dengannya setelah masalahnya selesai.Ucapan Agha membuat Zargo putus asa. Dia mengepalkan tangannya dengan erat seraya berb

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2377

    Tentu saja Tirta dan Serra yang datang. Seharusnya helikopter yang terbang dari ibu kota ke Pulau Shariza tidak bisa mengimbangi kecepatan pesawat penumpang.Namun, Tirta merasa helikopter terbang terlalu lambat. Jadi, dia tiba-tiba menemukan ide untuk menggunakan Teknik Pengendali Angin pada heliko

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2478

    Apalagi sekarang, Tirta terus menyeringai. Air liurnya juga terus menetes. Tirta terlihat sangat menikmati momen ini.Wadley kebingungan. Dia tidak menyangka sekarang Tirta sedang memberi pelajaran kepada dewi yang sangat dihormatinya.Wadley membatin, 'Apa yang terjadi? Nggak ada anggota Keluarga R

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2419

    Melihat respons orang Negara Kawria, kedua bawahan baru meletakkan kotak di tanah. Salah satu bawahan berujar, "Begini baru benar. Makan pelan-pelan. Satu orang ambil satu roti dan air, jangan rebutan."Bawahan itu berkata kepada rekannya, "Ayo kita kembali."Kemudian, kedua bawahan naik ke mobil da

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status