Share

Bab 1653

Author: Hazel
Wajah Bella makin memerah setelah merasakan sentuhan Tirta di tubuhnya. Bella mendesah, lalu berinisiatif mencium Tirta. Kemudian, Bella menggunakan kehangatannya untuk meredakan kesedihan Tirta ....

....

Sementara itu, Marila dan Shinta sudah membawa kedua pejabat senior kembali ke tempat tinggal mereka. Saat dalam perjalanan ke vila Tirta, Marila dan Shinta merenungkan masalah masing-masing.

Marila memikirkan bagaimana caranya mencari alasan untuk menyuruh Shinta istirahat di kamar. Jadi, Shin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
goodnovel comment avatar
Ibnu Sakdan
banyak in sesi nya. paling tidak 7 sehari
goodnovel comment avatar
Jancuk81
jancuk jancuk kecewa baca cerita taik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3218

    Di belakang mereka yang sejak tadi sunyi, dari arah lautan hitam tak berujung, tiba-tiba terdengar raungan rendah yang menyerupai auman harimau dan lenguhan banteng.Suara-suara itu mengingatkan mereka pada binatang buas purba. Rasanya mereka seperti berada di dunia liar zaman kuno yang dipenuhi raungan bersahutan berbagai makhluk aneh."Auuuu ....""Roarrr!""Grrr!"Bukan hanya ratusan ekor, bukan pula ribuan ekor, melainkan puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan tak terhitung jumlahnya monster iblis yang meraung bersamaan.Suara itu memiliki daya tembus yang luar biasa. Guncangannya membuat bumi dan langit bergetar. Deburan tsunami terdengar makin jelas dari kejauhan dan makin dahsyat. Itu adalah suara air laut hitam yang meluap dan menerjang daratan.Bau amis menyengat bercampur dengan aura-aura kuat yang mendekat dengan kecepatan tinggi.Hutan lebat yang sebelumnya dilalui Tirta dan yang lainnya sampai berguncang hebat akibat suara itu. Pepohonan bergetar, daun dan ranting berguguran t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3217

    Setelah tiba di sisi Tirta, Priya tersenyum tipis. Senyumannya merekah bak bunga yang bermekaran."Santai saja, namaku Tirta. Cuma nama biasa," balas Tirta dengan sopan.Memang begitulah dirinya. Jika orang lain bersikap sopan padanya, dia akan membalasnya lebih sopan lagi."Tuan Tirta ya? Namaku Priya. Salam kenal. Kekuatanmu begitu luar biasa, tapi kamu tetap rendah hati. Aku belum pernah lihat orang sepertimu. Gimana kalau berkunjung ke Paviliun Ufuk kami dulu?" Priya membuka bibir merahnya dan sengaja melemparkan ajakan.Krek! Mendengar perkataan itu, Sodam yang sedang memimpin jalan di depan langsung mengepalkan tangannya erat-erat. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa."Nggak perlu sampai begitu ...." Tirta baru saja hendak menolak ketika tiba-tiba teringat sesuatu. Kemudian, dia bertanya, "Oh ya, apa di sekte kalian ada formasi teleportasi yang bisa langsung menuju Istana Samara?""Kalau ada, aku bersedia menyediakan batu spiritual yang dibutuhkan untuk mengaktifkan formasi itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3216

    Irena merasa dirinya seperti baru benar-benar menyadari kekuatan Tirta. Hatinya terguncang hebat.'Guru minta aku cari kesempatan untuk membunuh Tirta, tapi itu benar-benar mustahil. Setelah kembali nanti, aku harus bujuk Guru. Apa pun yang terjadi, beliau harus minta maaf kepada Tirta,' pikir Yumika.'Bocah ini ... kekuatannya benar-benar mengerikan. Dia sama sekali nggak butuh perlindunganku. Kemampuannya sudah cukup untuk bertindak sesuka hati di seluruh dunia awani.' Lavanya menghela napas dalam hati.Dia teringat saat pertama kali bertemu Tirta. Saat itu, Tirta masih butuh perlindungan wanita berambut putih itu. Namun, waktu itu saja kekuatan yang diperlihatkan Tirta sudah bisa disebut mengerikan.Dia sama sekali tidak menyangka bahwa kini Tirta telah jauh melampauinya."Gimana mungkin Kak Sodam kalah begitu saja?""Ini baru satu pertukaran serangan .... Terlalu mengerikan!""Aku nggak halusinasi, 'kan? Nggak, ini bukan halusinasi, ini nyata ...."Tak jauh dari sana, para murid pr

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3215

    Melihat Priya tetap tidak bergerak, Sodam tersenyum dan berkata, "Kalau nanti saat kami bertarung, kamu nggak bisa tahan pukulan kami ...."Namun, Priya langsung menyela, "Kak Sodam, nggak perlu mengkhawatirkanku. Aku bisa hati-hati.""Baiklah, anggap saja tadi aku nggak bilang apa-apa tadi," kata Sodam sambil tersenyum kejam, lalu tubuhnya berkelebat. Dengan kecepatan yang begitu luar biasa hingga sulit dipercaya, dia melayangkan pukulan telapak tangan ke arah kepala Tirta.Tadi, Sodam mampu mengangkat monster yang beratnya jutaan kg dan besarnya bagaikan sebuah kota hanya dengan satu tangan. Kini, dia mengerahkan seluruh kekuatannya dalam serangan ini, daya hancurnya tentu jauh lebih mengerikan. Hanya tekanan angin dari telapak tangannya saja, sudah memadatkan udara menjadi dinding baja yang keras.Serangan itu melaju dengan kekuatan yang tak terbendung dan tekanan yang dipancarkannya sangat mengerikan."Tirta, hati-hati!" teriak ketiga wanita itu yang tidak dapat menahan diri secara

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3214

    "Bocah, cukup omong kosongnya. Aku hanya mau tahu satu hal, kamu berani terima tantangan ini atau nggak? Kalau kamu nggak berani, langsung saja berlutut dan korek kedua matamu," kata Sodam sambil menyipitkan matanya dan terus menekan Tirta."Baik, aku terima. Tapi, kalau nanti kamu kalah dan nggak mengakui kekalahanmu, bagaimana?" tanya Tirta dengan nada mengejek sambil tersenyum tipis."Huh. Aku selalu tepati perkataanku. Kalau kamu nggak percaya, seluruh orang yang hadir di sini boleh menyerangku bersama-sama," cibir Sodam langsung saat mendengar Tirta benar-benar berani menerima tantangannya."Benar.""Asalkan kamu bisa kalahkan Kak Sodam, kami pasti nggak akan berbelas kasihan.""Tapi, takutnya kamu nggak punya kemampuan itu.""Kalau nggak mampu, lebih baik langsung bersujud dan mengaku kalah saja. Kami bisa bantu kamu memohon ampun pada Kak Sodam.""Mungkin saja Kak Sodam akan murah hati dan hanya korek satu matamu."Sebenarnya bukan hanya Sodam yang yakin dirinya tidak akan kalah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3213

    Priya menunjuk satu per satu dari ketiga wanita itu dan mengungkapkan identitas mereka dengan tepat. "Aku tentu saja tahu. Wanita ini bisa membentuk pedang dari kehampaan tanpa pakai artefak, itu membuktikan dia pasti dari Dinasti Pembunuh.""Wanita ini punya pencapaian formasi yang sangat mendalam dan bisa langsung buat formasi dengan kekuatan yang luar biasa, itu membuktikan dia pasti punya sangat erat dengan Sekte Formasi Surgawi. Sedangkan wanita ini. Kalau tebakanku benar, teknik yang tadi dipakainya adalah teknik rahasia yang nggak diwariskan pada orang luar Istana Samara, 'kan?""Aku sudah lama dengar Paviliun Ufuk jauh lebih misterius dibandingkan kedua tanah suci lainnya dan jarang sekali muncul di dunia luar. Aku nggak menyangka Nona ini ternyata tahu begitu banyak hal tentang dunia luar. Benar-benar mengagumkan," kata Irena sambil memberi hormat."Jumlah sekte besar di dunia awani hanya sebanyak itu. Kalau itu saja pun aku nggak bisa ingat, maka aku nggak pantas disebut seba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 687

    Melihat kejadian ini, sisa anak buah Budi yang berjumlah belasan orang pun naik darah dan segera menyerang ke arah Lutfi. Sayangnya, suara benturan keras terdengar.Ternyata mereka bukan tandingan bagi para pengawal yang dibawa Lutfi dan Shinta. Dalam sekejap, mereka semua sudah dikalahkan."Kalian in

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 661

    Ucapan Karta ini penuh dengan nada sindiran dan penghinaan."Syarat macam apa itu? Aku nggak mungkin setuju." Ekspresi Bima langsung tampak muram."Selama Pak Bima nggak menyetujui persyaratan Kak Karta, kami nggak akan pergi dari sini. Tapi, sepertinya Pak Bima nggak sehebat biasanya hari ini! Pengec

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 650

    Sejak awal, kesan orang-orang terhadap Tirta memang sudah buruk. Setelah mendengar ucapan Tabir, mereka pun langsung percaya. Orang-orang menunjuk Tirta dan membentak."Dasar bocah! Masih muda, tapi sudah pintar bohong! Kamu terlalu menjijikkan!""Kamu kira kami semua bodoh?""Mau kamu jelasin sampai m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 576

    Begitu Tirta melangkah masuk, Mauri, Saad, dan Susanti pun mengikuti. Situasi mendadak ini membuat para penari di ruang privat buru-buru memakai pakaian mereka, lalu berdiri di samping tanpa berani bergerak. Sekalipun Saad dan lainnya tidak bersuara, mereka bisa menebak identitas pendatang ini."Kali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status