LOGINHelia baru memulai puncak kesuksesan dihidupnya sebagai penulis novel ternama berkat karya novelnya yang melenjit naik daun. Helia tak pernah tahu jika hidupnya harus berakhir tragis di tangan fans fanatiknya. Setelah itu Helia hidup kembali namun berada dalam tubuh seorang Lady Bangsawan cantik jelita namun bersifat keji. Helia berada dalam tubuh Michelia Avestry Andraste yang menjadi tokoh antagonis dari novel buatannya. Helia pun memulai hidup sebagai Michelia dengan berbekal pengetahuannya dia bertekad untuk merubah takdir tokoh antagonis yang seharusnya ada dalam bad ending. Saat itu pula Michelia malah tak sengaja menarik perhatian Second Main Lead dari novelnya sendiri, masalahnya Pria ini terkenal dingin dan tak memiliki hati. Mampukah Michelia bertahan dan merubah takdirnya sendiri?
View More"Okay, aku bercanda soal tadi dan kau benaran membawaku ke rumahmu?" tanya Michelia masih memengangi lengannya.Hael masih diam-diam melirik luka itu dari sudut pandang matanya. Hael berjalan disamping Michelia memastikan jika Gadis itu merasa nyaman, dia berjalan terus masuk ke dalam. Ruang utama saat pintu terbuka seperti hall yang luas, kemudian Hael berbelok ke kiri. "Michelia, sebelah sini," ucap Hael. Pria itu tinggi, tegap, bahu tegap dan kekar namun suaranya yang biasanya berat itu terdengar lebih lembut. Dia membawa Michelia ke sebuah kamar tamu. "Tunggu disini," suruh Hael setelah itu dia pun keluar dari kamar. Sisa Michelia yang memandangi isi kamar tamu dengan perpaduan antara takjub dan kagum. "Apa karena aku terlalu lama meninggalkan Klan Andraste jadi aku terpukau sendiri?" Michelia terkikih geli setelah itu dia duduk dipinggiran kasur dan mulai membuka lengan kemejanya. "Yeah, ini bukan luka lagi namanya," ucap Michelia meringis sendiri. Michelia setelah itu mender
Keheningan jadi latar belakang perjalanan sepi ini. Michelia yang diam sambil memengangi lengannya yang terluka dan Hael yang diam menyetir sembari sesekali melirik Michelia, memastikan Gadis itu baik-baik saja. Hael tahu jika luka itu juga cukup dalam dan Michelia sudah menerima terror yang dia sendiri belum bisa memastikannya. "Kita harus obati dulu lukamu," ucap Hael lunak. Michelia mengeryitkan dahinya. "Bagaimana kau tahu aku disana? di supermarket itu?" Hael menatap Michelia sejenak setelah itu kembali memandangi jalan raya. "Kebetulan," jawab Hael singkat. "Aku yakin sekali melihat jika semua orang di supermarket itu hilang," celetuk Michelia."Benar, aku juga tahu," ucap Hael. "Kau mengikutiku?" tanya Michelia tampak curiga. "Tidak," sahut Hael singkat. Michelia mengangguk. Pura-pura memahami dan tidak mau terlibat banyak biacara. "Jadi bisa kau bawa aku pulang?" Michelia tertegun sejenak jika Hael tahu kediaman Amelia yang ia tempati maka Hael lebih tahu banyak soalnya
Michelia baru saja memasukkan beberapa barang terakhir ke dalam mobil truck tua milik Edward.Hari ini tugasnya sederhana.Pergi ke Silverport, membeli beberapa supply untuk café, kemudian kembali ke Veridian sebelum sore.Tidak ada yang istimewa.Tidak ada pekerjaan berbahaya.Tidak ada urusan dengan Andraste.Setidaknya begitulah yang Michelia pikirkan.Dia menutup pintu belakang truck kemudian mengusap kedua tangannya.“Okay… selesai.”Michelia masuk ke kursi pengemudi kemudian memasang sabuk pengaman.Dia menyalakan mesin yang langsung mengeluarkan suara kasar.“Please jangan mogok hari ini.”Mesin truck itu bergetar.Michelia menatap dashboard.“Jangan membuatku menyesal meminjam mobilmu, Edward.”Setelah memastikan semuanya aman, dia memutar musik dari radio tua yang berada di dashboard. Senyum kecil muncul di wajahnya. “Setidaknya perjalanan ini tidak sepi,” ucap Michelia sembari menyetir. Truck tua itu kemudian meninggalkan Veridian.Silverport.Kota metropolitan itu terasa be
Malam semakin larut. Sebuah mobil hitam melaju membelah jalanan Silverport yang mulai sepi. Lampu-lampu kota memantul pada kaca mobil, sementara suara mesin terdengar stabil di tengah jalan yang hampir kosong.Di balik kemudi, Hael Canisfrost masih memegang kendali mobil dengan satu tangan. Tatapan birunya tertuju pada jalan di depan, sementara tangan satunya sesekali menyentuh layar kecil yang terpasang di dashboard.Sebuah data baru muncul di layar.WESTERN MERCENARY NETWORK.Hael memperhatikannya selama beberapa detik. Kemudian dia membuka data berikutnya.ANDRASTE PHARMACEUTICAL GROUP.Tatapannya semakin tajam. Dua nama itu kembali muncul berdampingan. Hael menghela napas pelan.“Dua bulan.” Hael berucap sembari mengetuk jarinya. Dua bulan sebelum fasilitas Canisfrost diserang. Dua bulan sebelum Formula Zero Nine menjadi target. Dan tujuh hari setelah Michelia meninggalkan Andraste, seseorang membayar Sindikat Pencuri Klan Rubah untuk mengambil formula tersebut. Semuanya terlalu t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.