Share

Bab 1684

Author: Hazel
Nabila yang bosan berdiri, lalu membelai kepala salah satu harimau dan berucap, "Entah Tirta menaklukkan wanita lain tanpa sepengetahuanku lagi atau nggak."

Mendengar ucapan Nabila, Yasmin yang berada di samping segera menghibur, "Nggak, Kak Nabila. Selama ada Kak Bella yang mengikutinya, Kakak Guru juga nggak punya kesempatan biarpun ingin bertindak macam-macam. Jangan khawatir."

Nabila mencebik, dia sangat tidak memercayai karakter Tirta. Nabila menimpali, "Yasmin, kamu juga tahu sifat gurumu.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3388

    "Bunuh Kamil si anjing tua pengkhianat itu. Bunuh siapa pun yang berniat memusnahkan Istana Samara. Lindungi Istana Samara. Bertarung hingga tetes darah terakhir," seru Suryana berkali-kali, lalu menjadi orang pertama yang menerjang maju."Kami rela menumpahkan tetes darah terakhir demi Istana Samara!""Bunuh!""Bertarung sampai mati, pantang mundur!""Bunuh Kamil si anjing tua pengkhianat!"Swing swing swing!Para tetua dan murid yang dipenuhi semangat mengabdi pada Istana Samara segera mengikuti Suryana untuk menyerbu. Berbagai artefak beterbangan dan memancarkan cahaya berwarna-warni serta aura yang menjulang ke langit, tetapi yang paling terasa adalah niat membunuh yang meluap-luap. Seluruh langit dan bumi seolah-olah dipenuhi olehnya."Ja ... jangan bunuh aku!" seru Kamil yang hendak mundur. Namun, tangan Ditto malah menepuknya dari belakang dan mendorongnya langsung ke tengah medan pertempuran. Hanya dalam sekejap mata, tubuhnya sudah dihantam artefak yang memenuhi langit hingga

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3387

    "Guru, karena Tetua Kamil nggak mau bantuan kita, aku rasa sebaiknya kita pergi saja. Biarkan Tetua Kamil selesaikan semua ini sendirian," kata Parus, Ketua Sekte Formasi Surgawi, sambil menggelengkan kepala dan ekspresi kecewa."Baik," jawab Ditto sambil menganggukkan kepala dan hendak berbalik pergi bersama rombongannya."Tunggu. Senior, jangan pergi. Aku akan ikuti saran Senior. Lagi pula, apa yang Senior bilang memang masuk akal. Dengan kemampuanku sendiri, aku memang nggak sanggup tundukkan mereka. Paling-paling nanti aku bina lagi murid-murid dan para tetua kepercayaanku. Nggak akan butuh waktu lama, Istana Samara akan kembali berjaya," kata Kamil yang segera menghentikan orang-orang itu.Kamil tentu saja tidak ingin Istana Samara yang akan segera diwariskan padanya hanya tinggal nama. Namun, jika Ditto dan yang lainnya benar-benar pergi, dia bisa langsung menebak para tetua dan Tetua Agung Istana Samara itu pasti akan membunuhnya hingga tak bersisa. Bahkan menghancurkan jiwa spi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3386

    "Hehehe. Tetua Kamil, ternyata kepalamu masih jernih, nggak kehilangan akal sehat hanya karena omongan menyesatkan anak itu. Sebaliknya, kalau kamu benar-benar dengarkan ucapannya, nasibmu justru akan sangat mengenaskan," kata Ditto yang tetap tersenyum, meskipun hatinya memandang rendah Kamil."Benar. Tetua Kamil, kamu kerja sama dengan kami untuk balas dendam dengan tekad sebesar itu, kami tentu saja nggak akan biarkan kamu dirugikan. Sebaliknya, kami akan berusaha sekuat tenaga untuk penuhi keinginanmu. Seperti yang kamu bilang, ada beberapa hal yang nggak bisa kembali lagi begitu dimulai," kata Ketua Sekte Formasi Surgawi yang juga berbicara dengan nada menenangkan.Guru dan murid itu saling melengkapi ucapan satu sama lain. Ditambah lagi Kamil memang sudah lama mengincar posisi Ketua di Istana Samara, dia tidak mungkin masih ingin mendengarkan ucapan Adinda."Terima kasih, para senior. Terima kasih juga pada semua rekan. Begitu aku jadi Ketua, Istana Samara pasti akan menjalin hub

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3385

    Arshala berkata dengan ekspresi serius, "Nova, aku mengerti perasaanmu. Tapi, dalam keadaan seperti sekarang, tetap tinggal di sini juga nggak akan banyak membantu. Sebaliknya, kalau kita tertangkap, nasib kita akan sangat mengenaskan. Jadi, kita hanya bisa ikuti kata Guru. Kalau dalam satu jam dia nggak datang, kita hanya bisa pergi. Soal suami kita ... aku yakin dia akan temukan kita."Nova menjawab dengan tak berdaya, "Baiklah. Kita memang terlalu lemah. Selain pergi, kita nggak punya pilihan lain."Nivia masih terlalu muda, sehingga tidak bisa memberikan pendapat. Dia hanya bisa mengikuti keputusan kedua gadis itu.Ketiga gadis itu pun segera berangkat menuju formasi teleportasi terbesar di dalam sekte.....Di depan gerbang gunung, sekitar tiga puluhan tetua dan Tetua Agung telah berkumpul di sana. Selain itu, ada pula beberapa murid yang sangat berbakat yang datang dengan penuh amarah, membuat tempat itu dipenuhi orang."Tetua Kamil, selama ini Ketua perlakukan kamu dengan sangat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3384

    "Guru memang sudah pertimbangkan semuanya dengan matang. Kalau begitu, kita biarkan saja anjing ini tetap hidup untuk sementara ini. Tapi, orang ini benar-benar sangat bodoh. Setelah nanti kita kuasai Istana Samara sepenuhnya, lebih baik dia tetap dibunuh," kata Ketua Sekte Formasi Surgawi. Hatinya tergerak, sehingga dia segera mengirim transmisi suara sebagai tanda setuju."Masalah sekecil itu, lakukan saja sesuai situasinya," kata Ditto.Perlu diketahui, saat ini Bakrie masih belum kembali ke markas Dinasti Pembunuh. Oleh karena itu, di antara tiga puluhan kultivator tingkat semi pencapaian agung itu, masih ada tujuh atau delapan pembunuh dari Dinasti Pembunuh yang ikut serta....."Gawat, Ketua. Tetua Kamil bawa orang-orang dari Sekte Formasi Surgawi dan Dinasti Pembunuh untuk menyerang Istana Samara. Mohon Ketua segera ambil tindakan," kata dua murid penjaga gunung yang segera berlari ke aula utama di puncak Istana Samar dengan ekspresi cemas. Saat itu, Kamil memimpin sejumlah besa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3383

    "Posisi itu harusnya jadi milikku. Guru yang sudah sia-siakan masa mudaku, permainkan perasaanku, dan bahkan hancurkan masa depanku," teriak Kamil hingga urat-urat di dahinya menonjol, wajahnya memerah, dan ekspresinya ganas.Tak lama kemudian, nada bicara Kamil tiba-tiba menjadi lemah dan dipenuhi kepedihan. Dia berkata sambil mengepalkan tangannya dengan erat, "Tapi, aku terlalu mencintainya. Meskipun dia perlakukan aku seperti itu, aku tetap rela menerimanya. Hanya saja, saat dia mencapai akhir hayatnya, aku malah nggak berani datang jenguk dia.""Peristiwa itu hampir jadi iblis dalam hatiku. Bukan hanya kekuatanku nggak berkembang dalam waktu yang sangat lama, bahkan justru merosot. Saat akhirnya aku tersadar, aku sudah bukan tandingan Afifah si gadis kecil itu lagi. Sejak saat itu, posisi Ketua benar-benar lepas dari tanganku. Tapi kali ini, para senior bisa mengepung Istana Samara bersama-sama dan beri aku kesempatan lagi, jadi ...."Sebelum Kamil selesai berbicara, Ditto sudah t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1863

    Pembawa acara hanya bisa mendekati Tirta untuk bicara karena mikrofonnya direbut Tirta. Dengan begitu, suaranya baru bisa didengar semua orang. Dia bertanya dengan ekspresi canggung, "Air spiritual istimewa? Apa itu?"Satu tangan Tirta memegang mikrofon, satu tangannya lagi mengeluarkan batu giok ya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1895

    Begitu mendengar perkataan Genta, Tirta yang lemas mendesah dan menanggapi, 'Sudahlah. Kalau aku melakukannya lagi, mungkin dia benar-benar mati.'Kemudian, Tirta memandangi Arianda dengan ekspresi bimbang sembari berpikir, 'Wanita ini hampir membunuh ayahku, tapi dia sudah ditaklukkan Kak Genta den

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1936

    Gadis harimau putih menyeka air matanya dan menjawab dengan ekspresi sedih, "Itu giok berisi banyak teknik yang ditinggalkan pemurni energi ras manusia. Nggak ada barang lain lagi ...." "Mengenai batu spiritual, obat spiritual, dan artefak yang kamu bilang, semua itu ada di tempat terlarang Sekte A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1829

    Namun, ada juga penonton yang tidak yakin dengan kemampuan anggota pasukan khusus Negara Darsia. Mereka mengungkapkan pemikiran masing-masing."Mungkin saja, tapi kemungkinan mereka menang sangat kecil.""Bagaimanapun, Negara Darsia sudah kalah selama bertahun-tahun. Kalau mampu menang, mereka pasti

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status