Share

Bab 1821

Penulis: Hazel
Tirta menambahkan, "Selain kamu, aku nggak akan menyentuh wanita lain lagi seumur hidupku. Tapi ...."

Tirta tidak memedulikan pemberontakan Devika. Dia berjongkok, lalu melepaskan sepatu dan kaos kaki Devika. Tirta memijat kaki Devika dengan lembut.

Devika berhenti memberontak setelah melihat tatapan Tirta yang sedih. Dia segera bertanya, "Tapi kenapa? Pria berengsek, cepat bilang."

"Tapi, semuanya sudah terlambat waktu aku bertemu denganmu. Aku memang genit, tapi aku bukan orang yang nggak berp
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3452

    Ternyata, posisi Tirta dan Selvi saat ini tepat berada di atas lokasi Paviliun Ufuk yang sekarang, setelah dikirim oleh formasi teleportasi. Namun, saat mereka melihat ke bawah, formasi pelindung sudah hancur dan bangunan megah milik sekte telah dihantam hingga porak-poranda serta menjadi reruntuhan.Selain itu, sosok-sosok hitam yang bagaikan iblis itu sedang merenggut nyawa satu per satu anggota Paviliun Ufuk dengan kejam. Priya dan ayahnya bersama para tetua dan murid lainnya telah dipaksa berkumpul dalam satu kelompok di bawah Tirta dan Selvi. Dengan darah yang menggenang di mana-mana, pemandangan itu benar-benar terlihat mengerikan."Iblis! Binatang! Berhenti sekarang juga!" teriak Tirta yang sudah tidak mampu menahan diri lagi dan langsung marah.........Tepat saat Tirta dan Selvi masih sedang mencari formasi teleportasi, Sodam sudah membawa dua puluhan roh ganas dan muncul di atas Paviliun Ufuk dengan kuat. Radif juga sedang menyerahkan peta bintang untuk menyerah."Radif tua

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3451

    "Tempat ini memang di wilayah timur dunia awani, tapi pasti ada mata laut jauh di bawah tanah yang terhubung dengan lokasi Paviliun Ufuk saat ini. Kalau nggak, mereka juga nggak mungkin susah payah pindahkan sekte dari sini ke wilayah utara yang begitu jauh," jelas Selvi.Mendengar itu, Tirta merasa tercengang. Namun setelah dipikir-pikir, perkataan Selvi memang bukan tanpa alasan. Meskipun terdengar cukup tidak masuk akal.Meskipun berpikir demikian, keduanya tetap tidak membuang waktu dan langsung masuk ke dalam laut. Air laut berwarna biru serta sangat jernih dan berbagai monster laut biasa berenang dengan cepat di dalam air, seolah-olah sedang menghindari dua tamu tak diundang ini.Alasan utamanya adalah kesadaran spiritual Selvi yang menyebar ke segala arah. Meskipun tidak ingin melarikan diri, para monster itu juga tidak memiliki pilihan lain."Di bawah sana memang ada mata laut. Bocah, tebakanku tepat. Formasi teleportasinya pasti ada di bawah sana," kata Selvi sambil menunjuk t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3450

    Mendengar perkataan Selvi, Tirta juga mulai merasa sedikit gelisah. Dia berpikir jika sejak awal tahu ada kemungkinan seperti ini, mungkin lebih baik membawa Lavanya bersamanya.Namun, setelah kejadian sebelumnya saat Lavanya jatuh ke tangan Dinasti Pembunuh dan hampir terjadi sesuatu yang tak bisa diperbaiki, Tirta benar-benar tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi. Oleh karena itu, kali ini dia hanya membawa Selvi seorang. Sementara itu, Irena dan Yumika ditinggalkan di tempat yang aman."Saat ini, Nova dan Arshala juga harusnya sudah kembali dengan selamat ke Istana Samara, 'kan?" gumam Tirta. Setelah teringat dengan Irena, dia tentu saja juga teringat dengan Nova, Arshala, dan gadis kecil bernama Nivia.Namun, Tirta tidak begitu mengkhawatirkan keselamatan ketiga wanita itu karena kini Sekte Bulan Berdarah pada dasarnya sudah musnah sepenuhnya. Dinasti Pembunuh pun sudah tidak menargetkan Istana Samara lagi dan Sekte Formasi Surgawi yang penuh ambisi itu juga telah kehilang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3449

    Namun, tepat pada saat itu, tiba-tiba terjadi perubahan yang tak terduga.Entah sejak kapan, sudah muncul satu per satu sosok aneh yang tubuhnya diselimuti aura hitam di atas formasi pelindung. Mereka sekilas terlihat seperti orang-orang dari Sekte Bulan Berdarah, tetapi mereka sangat berbeda jika diperhatikan lebih teliti. Mereka adalah para roh ganas yang sebelumnya dipenjara di reruntuhan surgawi dan telah dibebaskan Sodam. Jumlah mereka ada dua puluhan orang.Selain itu, soal tingkat kultivasi kelompok itu. Meskipun baru beberapa hari berlalu, kekuatan mereka sudah pulih hingga tingkat yang sangat mengerikan. Hampir setengah dari mereka telah kembali mencapai tingkat pencapaian agung. Sodam bahkan langsung melewati tingkat pencapaian agung tahap awal dan mencapai batas berikutnya, yaitu tahap menengah."Paviliun Ufuk ... Priya. Huh. Saatnya aku balas dendam akhirnya tiba juga. Hanya sebuah formasi pelindung seperti ini, sekarang sudah nggak mampu halangi aku lagi," kata Sodam, soso

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3448

    Teriakan itu membuat banyak tetua secara refleks mengira Radif sedang mempermainkan mereka. Mereka mengira dia ingin memanfaatkan kesempatan saat perhatian semua orang teralih untuk langsung melarikan diri.Namun, di antara tujuh Tetua Agung itu, tetap ada yang tidak bisa menahan diri untuk menoleh ke belakang. Mereka melihat sosok-sosok yang datang itu memang para tetua yang sebelumnya keluar dari aula utama dan sedang bergegas ke arah sini dengan ekspresi penuh amarah."Gawat, mereka benar-benar datang.""Dan jumlah mereka ada empat belas orang. Tetua Radif, kita harus segera pergi."Karena pihak lawan unggul dalam jumlah dan pihak mereka sendiri berada di posisi yang kalah, Radif dan kelompoknya tentu saja tidak ada yang berani bentrok secara langsung. Mereka yang mulai panik pun buru-buru berbalik dan hendak meninggalkan tempat itu untuk menghindari konflik. Namun, saat mereka berbalik, Radif sudah tidak berada di tempat semula.Swoosh!"Sialan! Orang tua itu benar-benar menipu kit

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3447

    "Penyebab utama berakhirnya era surgawi kemungkinan besar adalah roh-roh ganas yang tersegel di dalam buku rahasia, seperti yang diceritakan Priya. Kalau mau tahu detail sebenarnya sekarang, mungkin kita hanya bisa dapatkan jawabannya dari Pegunungan Belantara atau wilayah terlarang Laut Utara. Tapi, itu sama sekali nggak mungkin dilakukan."Setelah mendengar penjelasan tetua itu dalam diam, Zuhair mengepalkan jemarinya erat-erat. Dengan perasaan tak berdaya dan penuh penyesalan, dia berkata, "Kalau begitu ... apa yang dikatakan Priya pada dasarnya memang benar. Menghadapi sosok sekuat itu, Paviliun Ufuk yang merupakan salah satu dari tiga tanah suci dan punya kedudukan luar biasa pun nggak mampu melawannya.""Kita hanya bisa bekerja sama dengan tanah suci lainnya atau tinggalkan sekte untuk sementara waktu, lalu bersembunyi."Tetua senior lainnya yang adalah gurunya Zuhair pun ekspresinya terlihat tidak santai. Sambil mondar-mandir, dia berkata, "Zuhair, meskipun kamu ikuti perkataan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1384

    Melihat Hafiz kabur, para bawahan yang panik ingin membuang senjata mereka dan mengejar Hafiz. Mereka berkomentar."Bos ... kabur! Sialan!""Sialan! Biarkan saja. Setelah mendapatkan uang, kita juga bisa bersenang-senang di luar negeri!"Kemudian, seorang pria paruh baya yang cukup berpengaruh maju.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1297

    Seperti yang diduga, pemandangan penuh dengan mayat yang tewas dalam kondisi mengenaskan."Sepertinya mereka semua adalah orang dari Negara Yumai. Bagus kalau mereka mati! Eh, nggak, maksudku ini terlalu kejam!""Kenapa pelakunya kejam sekali?""Mereka nggak sepantasnya dibantai dengan begitu sadis

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1131

    Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1127

    Di atas tempat tidur yang empuk dan luas, Melati berbaring sendirian, memegang ponselnya. Dia gelisah, terus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur sama sekali.“Andai aku tahu Tirta akan pergi begitu lama, aku pasti ikut dengannya. Aku nggak akan seperti sekarang, hanya bisa diam-diam menonto

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status