Share

Bab 1859

Author: Hazel
Bahera bertanya dengan ekspresi masam, "Apa ... yang ingin kamu lakukan? Kenapa kamu menghalangiku?"

Wajah Bahera memerah saat merasakan para penonton melihatnya dengan ekspresi penasaran dan terkejut.

Tirta tertawa sinis, lalu menyahut, "Pak Bahera, kamu nggak usah berpura-pura bodoh di depanku. Sebelum kompetisi dimulai, jelas-jelas kita taruhan. Kenapa? Apa Pak Bahera mau mengelak?"

Bahera menyeka keringat dingin di dahinya dan membalas, "Jangan bicara sembarangan. Aku sama sekali nggak menge
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Dpc Pkn Bengkalis
Cerita nya asik ngontot aja
goodnovel comment avatar
Abimanyu
GAAAASSSSSS
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3428

    Pemandangan yang ada di hadapan sekarang dipahami dengan sangat jelas oleh Bowo.Hanya Tirta seorang saja sudah membuat para tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah tidak mampu berbuat apa pun terhadapnya.Kalau Selvi ikut turun tangan, nasib Sekte Bulan Berdarah sudah bisa dibayangkan.Mereka harus membunuh Tirta dengan secepat kilat dan tanpa ragu. Hanya dengan begitu mereka bisa mencegah keadaan itu terjadi."Baik, Ketua!""Kami juga ingin melihat sampai sejauh mana bocah ini mewarisi kemampuan Bakrie!"Para tetua Sekte Bulan Berdarah pun mulai merasakan tekanan. Mereka segera mundur hingga mencapai jarak tertentu, lalu berdiri pada posisi formasi yang telah ditentukan dan secara bersamaan mulai menyusun formasi.Bum! Bum! Bum! Sekitar 20 lebih tetua dan Panglima Iblis yang berada di tingkat semi pencapaian agung berteriak serempak. Wajah mereka dipenuhi rasa sakit.Semburan demi semburan energi dan darah berwarna hitam kemerahan memancar dari tubuh mereka, meluncur lurus ke a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3427

    "Huh! Bocah, biar aku yang mengujimu!"Pada saat itu, seorang Panglima Iblis yang merasa terdesak berteriak keras. Sambil memegang sebuah segel hitam pekat, dia langsung menghantamkannya ke arah kepala Tirta.Segel besar itu membesar tertiup angin, berubah sebesar gunung, dan siap menghancurkan Tirta hingga menjadi daging cincang.Ruuumm! Tekanan dahsyat yang terpancar darinya langsung menghancurkan pegunungan dalam radius ratusan kilometer yang sudah tidak lagi dilindungi formasi.Tang!"Pusaka rongsokan macam apa ini? Jangan mempermalukan dirimu di depanku! Lebih baik dilebur dan ditempa ulang saja!"Tirta tetap melayangkan satu pukulan. Namun, kali ini yang muncul bukan lagi energi pedang sepanjang sekitar 3 kilometer, melainkan tujuh ekor harimau surgawi.Bayangan ketujuh harimau itu memang tidak besar, tetapi mereka menerjang lurus ke angkasa. Dengan sekali tabrak, mereka langsung menghancurkan segel raksasa itu hingga berkeping-keping.Aura spiritualnya lenyap. Senjata itu beruba

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3426

    "Cucuku ... cucuku!"Stefan adalah satu-satunya keturunan Bowo yang tidak dijadikan bahan untuk melatih Teknik Iblis Abadi.Bahkan karena Stefan, Sekte Bulan Berdarah sampai kehilangan 3.000 anggotanya. Karena itulah, para tetua Sekte Bulan Berdarah sama sekali tidak berani menunjukkan sedikit pun ketidakpuasan terhadap Stefan.Kini, mereka malah melihat Stefan diperlakukan seperti sampah, dilempar begitu saja oleh Tirta hingga yang tersisa hanyalah sebuah kepala. Kondisinya sungguh mengenaskan sampai tidak lagi menyerupai manusia.Bisa dibayangkan betapa murkanya Bowo."Arghhh! Semuanya dengarkan! Dengan segala cara, segera hancurkan bocah sialan itu! Siapa pun yang berani menghalangi, bunuh tanpa ampun!""Setelah membunuhnya, segera serang Istana Samara! Perang ini nggak akan berakhir sampai salah satu pihak musnah!"Bowo meraung penuh amarah. Amarahnya bagaikan seratus ribu gunung berapi meletus bersamaan, menggelegar hingga mengguncang langit.Siapa pun dapat merasakan kobaran amar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3425

    Pikiran seperti itu muncul begitu saja di benak para anggota Sekte Bulan Berdarah.Namun, orang-orang itu tidak tahu kekuatan Selvi sama sekali tidak bisa diukur dengan akal sehat. Formasi Pelahap Langit memang sangat kuat, tetapi formasi itu sudah langsung dihancurkan sebelum sempat menunjukkan kekuatan sesungguhnya."Jangkrik Suci? Kenapa kamu dan bocah ini datang hancurkan gerbang Sekte Bulan Berdarah kami? Aku ingat Sekte Bulan Berdarah nggak pernah menyinggungmu," tanya Bowo yang saat itu segera mengenali identitas Selvi dan ekspresinya langsung terlihat kesal."Bukan aku yang mau hancurkan gerbang kalian, aku hanya memenuhi permintaan seseorang. Kalau ada dendam, selesaikan saja dengan bocah itu. Aku nggak akan mudah ikut campur," kata Selvi sambil menguap dengan malas, seolah-olah tidak menganggap semua ini sebagai masalah."Hehe. Nggak akan mudah ikut campur berarti tetap akan ikut campur. Jangkrik Suci, ucapanmu sama sekali nggak ada artinya," cibir seorang tetua."Kalian seda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3424

    Pemuda itu adalah Tirta yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa bersama Selvi.Boom.Begitu tiba di Puncak Elokwi, Tirta tidak membuang-buang waktu untuk berbicara dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Energi pedang yang panjang menyapu ke segala arah, seolah-olah hendak membelah langit dan bumi.Formasi pelindung di Puncak Elokwi langsung aktif. Bentuknya seperti mangkuk raksasa yang terbalik dan menutupi seluruh gunung. Meskipun tidak langsung hancur, permukaannya bergetar dengan hebat dan riak-riak besar menyebar dari puncaknya seperti ombak yang bergulung-gulung.Tak lama kemudian, sebuah sosok makhluk raksasa melesat keluar dari atas formasi itu. Wujudnya menyerupai binatang buas, tubuhnya seperti kambing dengan wajah manusia. Seluruh tubuhnya diselimuti sisik berwarna emas gelap dan setiap sisiknya memancarkan kilau logam yang dingin sekaligus terlihat nyata.Di bawah kedua ketiak makhluk itu, terdapat sepasang mata merah dan tatapannya terlihat mengerikan. Setiap kali menatap

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3423

    Hal itu yang menyebabkan Sekte Bulan Berdarah kehilangan tiga ribu lebih anggotanya. Meskipun demikian, fondasi mereka tetap mampu menekan sepuluh sekte besar dan hanya berada di bawah tiga tanah suci besar.Namun, karena siapa pun yang berniat jahat bisa bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kekuatan sekte ini jauh lebih lemah dibandingkan sekte-sekte jalan lurus. Ini merupakan kelemahan yang sangat jelas. Jika bukan karena kelemahan itu, sekte ini sebenarnya sudah lama mewujudkan ambisi besarnya untuk musnahkan tiga tanah suci besar dan menguasai seluruh dunia awani."Setelah selidiki selama dua hari, sekarang sudah pasti Istana Samara menderita kerugian yang sangat besar dan hanya tinggal nama. Asal formasi pelindung sekte berhasil ditembus, Sekte Bulan Berdarah bisa musnahkan Istana Samara dengan mudah dan balas dendam. Aku mau tahu siapa di antara para tetua yang berani memimpin pasukan dan buka jalan baru bagi Sekte Bulan Berdarah?"Di kursi utama aula dan di balik bayangan yang

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1152

    Sesudah Kurnia masuk ke hotel, Azhar bertanya kepada Kimmy, "Kimmy, sikap Kakek Kurnia sangat serius. Apa identitas orang yang kalian tunggu? Kamu bisa beri tahu aku?"Kimmy tidak berani melihat Azhar. Dia memandang ke tempat lain sambil menggigit bibirnya. Kimmy mendesah dan menyahut, "Kak Azhar, a

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1131

    Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1141

    Tirta sering memandangi pemandangan gunung dari kamar Bella. Dia memutuskan untuk memancing Kurnia ke daerah pegunungan yang belum dikembangkan. Tirta akan melawannya di tempat itu.Tirta berseru, "Kurnia, aku ini orang yang kamu cari! Kalau kamu ingin tahu rahasiaku, ikut aku!"Tirta segera berpesa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1127

    Di atas tempat tidur yang empuk dan luas, Melati berbaring sendirian, memegang ponselnya. Dia gelisah, terus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur sama sekali.“Andai aku tahu Tirta akan pergi begitu lama, aku pasti ikut dengannya. Aku nggak akan seperti sekarang, hanya bisa diam-diam menonto

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status