Share

Bab 1858

Author: Hazel
Beberapa tahun yang lalu, situasi seperti ini tidak pernah terjadi. Sekarang orang Negara Kawria dihajar hingga melompat dari platform dan mengaku kalah. Pembawa acara yang tertegun bergumam, "Lagi-lagi ada tim yang mengaku kalah? Kelihatannya tahun ini anggota pasukan khusus Negara Darsia sangat kuat!"

Dua wasit Negara Darsia berseru, "Kita menang lagi! Haha, pasti kali ini Negara Darsia yang memenangkan kompetisi!"

Selain 2 wasit Negara Darsia, 6 wasit lainnya menunjukkan ekspresi masam. Merek
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3096

    "Baik."Tetua Pengajar Teknik menggerakkan tubuhnya sedikit. Gerakannya sangat lincah dan tanpa suara. Seketika, dia menghilang dari tempat semula.Alis indah Afifah sedikit berkerut. Dia mengingat kejadian tadi sambil bergumam pada diri sendiri, "Pedang kecil itu benar-benar luar biasa. Dalam sekejap saja mampu menekan lebih dari 80 kultivator tingkat pembentukan dewa. Bahkan dari jarak sejauh itu, aku merasa sangat gelisah.""Pasti asal-usulnya luar biasa. Aku perlu meminta Tetua Suryana memberi tahu bocah itu agar nggak sembarangan memperlihatkannya, supaya nggak mendatangkan bencana."....Sementara itu di pihak Tirta, setelah meninggalkan Tebing Pengajar Teknik bersama Nova dan Arshala, mereka tidak langsung menuju tempat tinggal Suryana, melainkan datang ke tempat makan bersama seluruh murid Istana Samara.Tempat itu bernama Menara Legit, terletak di tengah lereng gunung yang seperti terpotong menjadi dua bagian. Medannya datar dan wilayahnya sangat luas.Secara logika, kultivato

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3095

    Namun, Tirta sama sekali tidak merasa takut.Sebagian kecil dari para murid itu sudah pergi. Meskipun murid yang tersisa di tempat itu menatap Tirta dengan tidak senang, mereka juga hanya bisa diam-diam marah dalam hati. Lagi pula, penjelasan dari Tetua Pengajar Teknik tentang kultivasi memang sangat detail. Mereka pun segera tenggelam dalam pemahaman itu dan mendengarkan pelajaran dengan penuh perhatian.Bahkan Tirta sendiri juga merasakan banyak manfaat dari Tetua Pengajar Teknik.Tak lama kemudian, pelajaran pagi itu pun berlalu. Setelah selesai menjelaskan materi hari itu, Tetua Pengajar Teknik pergi begitu saja dan menghilang dengan cepat."Sialan. Tetua Pengajar Teknik benar-benar nggak membawanya ke Aula Penegak Hukum.""Kalau begitu, lebih baik kita saja yang kerja sama mengirimnya ke sana.""Kalau nggak, anak ini terlalu sombong. Benar-benar nggak bisa ditahan lagi.""Menurutku, kita jangan buang tenaga lagi. Kalau besok Tetua Pengajar Teknik datang dan nggak melihat dia di si

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3094

    "Ada begitu banyak orang di tempat ini. Meskipun dia punya niat buruk padaku, dia juga harusnya nggak akan turun tangan di depan umum. Kalau dia benar-benar mau turun tangan, aku akan lawan habis-habisan. Aku nggak akan biarkan dia berhasil," gumam Tirta.Setelah mengambil keputusan, Tirta berjalan ke depan dengan sangat waspada dan duduk di samping Tetua Pengajar Teknik. Meskipun tinggi tubuhnya 180 sentimeter lebih dan terlihat tidak berotot, tubuhnya jelas tidak kurus. Namun, saat dia duduk di samping Tetua Pengajar Teknik, dia malah terlihat seperti wanita kecil."Hm. Memang seperti yang gurumu bilang, bakatmu sangat buruk," kata Tetua Pengajar Teknik yang duduk di sana setelah menundukkan kepala dan mengamati Tirta. Pada saat yang bersamaan, dia juga menganggukkan kepala seolah-olah cukup puas dengan penampilan Tirta."Uh ...."Seolah-olah sedang menghadapi harimau, Tirta diam-diam bergeser sedikit dan siap melarikan diri kapan pun.Mengira Tirta merasa tertekan, Tetua Pengajar Te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3093

    Sementara itu, sebelumnya juga belum pernah ada orang yang berbakat rendah seperti Tirta yang berhasil masuk ke Istana Samara. Para murid itu bertanya-tanya apa haknya dia bersikap seperti itu. Suasana hati yang sangat tidak seimbang itu pun membuat emosi mereka benar-benar meledak."Huh. Bocah ini sudah berani melanggar aturan Istana Samara, masih saja merasa hebat.""Ayo semuanya berkumpul. Kita tangkap dia dan serahkan ke Tetua Penegak Hukum. Biarkan dia dihukum berat."Hampir ratusan murid yang berada di sana langsung menyerbu maju. Meskipun tidak mati, Tirta juga akan dipenjara selama sepuluh tahun jika Tirta benar-benar dibawa ke Aula Penegak Hukum dengan tuduhan berat seperti ini."Hehe."Saat Tirta mendengus dan hendak bergerak, terdengar suara wanita yang berwibawa. "Semuanya berhenti. Ini tempat latihan, apa pantas kalian membuat keributan seperti ini? Cepat mundur."Dari langit di kejauhan, Tetua Pengajar Teknik yang berjubah perak turun dari udara dan mendarat di atas batu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3092

    "Pfft!""Hahahaha.""Ternyata bakat bocah itu buruk sekali sampai token identitasnya harus dibuat khusus. Benar-benar konyol.""Entah bagaimana dia bisa masuk ke salah satu dari tiga tanah suci besar, Istana Samara ini. Jangan-jangan dia punya hubungan keluarga dengan ketua istana?""Sayang sekali, Tetua Suryana yang bijaksana seumur hidupnya malah terima murid seperti ini.""Sepertinya reputasinya bisa hancur di masa tuanya nanti."Begitu Suryana pergi, langsung terdengar suara tawa dan bisik-bisik yang pecah di mana-mana. Para murid itu bisa masuk ke Istana Samara tentu saja karena mereka memiliki bakat yang luar biasa. Oleh karena itu, mereka sangat meremehkan Tirta yang dianggap masuk ke sana melalui koneksi. Apalagi mereka semua sesama murid baru.Karena para murid itu tidak berada dalam lingkaran murid senior, mereka tidak tahu kemarin Tirta sudah menghajar murid dari Shindy, Yunda. Jika mereka tahu, mungkin mereka tidak akan tertawa seperti itu."Apa hubungannya dengan kalian ka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3091

    "Tebing Pengajar Teknik itu tempat apa? Bukannya kamu pribadi yang akan mengajariku soal kultivasi? Oh ya. Bukannya semalam kamu bilang mau pergi cari pengasuh ketua istana itu dan memintanya minta maaf padaku? Menurutku, lebih baik kamu bawa aku pergi menemuinya dulu," kata Tirta yang terus berbicara tanpa henti sambil berjalan cepat untuk mengejar Suryana."Aku sebenarnya mau membawamu pergi menemui Nenek Shindy agar dia minta maaf padamu. Tapi, semalam aku tiba-tiba merasa itu nggak perlu. Lagi pula, dia nggak akan bisa melukaimu, jadi untuk apa aku ikut campur urusanmu?" jawab Suryana tanpa menoleh."Ck. Nenek Siluman yang sombong. Jelas-jelas kamu ini dendam padaku. Malem ini aku masih tidur di kediaman guamu. Aku mau lihat kamu bisa lakukan apa padaku," gerutu Tirta dalam hati.Tirta mengikuti Suryana melewati formasi teleportasi. Tak lama kemudian, mereka tiba di puncak pegunungan luas yang diselimuti kabut dan banyak murid yang sudah berkumpul di sana.Bahkan Nova dan Nivia jug

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1312

    Satu jam kemudian, Tirta merasa sangat puas. Dia menjadikan Ayu sebagai alasan untuk mengancam Elisa memenuhi semua permintaannya.Begitu mendengar suara ketukan pintu, Tirta berbisik di telinga Elisa, "Bi Elisa, ada yang datang. Seharusnya kita dipanggil untuk makan. Aku pergi dulu. Nanti aku baru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1376

    Orang yang ditarik Jayadi untuk mengadang serangan pedang Tirta sudah mati. Namun, Jayadi tidak merasa kesakitan selain kepalanya yang makin gatal dan pandangannya yang makin kabur.Jayadi berusaha mengerahkan Serangga Batu dan Serangga Pelumpuh, lalu berujar pada Tirta dengan sinis, "Pemuda sialan,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1361

    "Sudah, sudah! Jangan ribut, cuma hal sepele kok. Besok Tirta juga sampai. Selama ada Tirta, meskipun Nenek maksa aku belajar pelihara serangga guna-guna, Tirta pasti nggak akan izinin.""Jadi, tenang saja ya." Melihat kedua orang tuanya hendak bertengkar, Susanti buru-buru menenangkan mereka."Semo

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1264

    Orang yang berbicara adalah ibunya Camila, Davina. Begitu Davina melontarkan ucapannya, suasana di aula menjadi canggung. Tentu saja semua orang tahu Davina sengaja menyindir Darwan, Tirta, dan lainnya. Dia ingin mempermalukan Darwan dan lainnya di depan umum.Hanya saja, semua tamu di aula datang u

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status