Share

Bab 2149

Author: Hazel
Setelah itu, Orion juga menimpali, "Benar. Sekarang aku memang memimpin Keluarga Hadiraja, tapi aku dan kakak iparmu nggak punya kuasa. Air spiritual dan jimat ini dibuat oleh Tirta. Tanpa ide dari Tirta, kami nggak bisa hasilkan uang sebanyak ini. Kalian tetap harus minta persetujuan Tirta kalau mau kembali ke rumah Keluarga Hadiraja."

Begitu Shazana dan Orion melontarkan ucapan mereka, Baswara dan Mahesa tidak bisa menahan emosi lagi. Mereka berteriak dengan geram, "Kak Orion ... tapi, kami ..
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
daniel wijaya
mksih min,andai tiap hari updet 10 bab trus mntap minn
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2858

    Kemudian, sepuluh kultivator tingkat pembentukan dewa memelesat ke langit dan meninggalkan tempat ini. Mereka meninggalkan tetua tingkat pembentukan jiwa dan murid tingkat inti emas yang bertatapan.Setelah beberapa saat, sepuluh kultivator tingkat pembentukan dewa buru-buru kembali dan membawa orang yang mahir memperbaiki formasi.Hanya saja, Neiva yang memegang Busur Matahari. Dia mengerahkan kekuatan dahsyat saat menembak jalur. Jadi, jalur sudah rusak total.Kesulitan untuk memperbaiki jalur sama dengan membangun jalur baru. Biarpun sekarang ahli dalam perbaikan formasi sudah berkumpul, mereka tidak mampu memperbaiki jalur sampai selesai tanpa menghabiskan waktu panjang dan bahan-bahan berharga.Para tetua itu berkomentar lagi."Waktu wanita berpakaian merah itu pergi, jalurnya masih bisa digunakan. Tapi, jalurnya langsung rusak tak lama setelah dia keluar.""Sebenarnya siapa yang merusak jalur ini? Apa yang disembunyikannya?""Apa anggota sekte kita masih hidup?"Mereka semua kebi

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2857

    Elisa menjelaskan, "Karena ada yang mengorek ingatan mereka. Tapi, Kak Genta sudah membantu kita mengobati mereka.""Ternyata begitu. Pantas saja ...," timpal Ayu. Perasaannya campur aduk dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.Tirta menyarankan, "Bi Ayu, kami istirahat di vila dulu. Mereka pasti lelah setelah melakukan perjalanan selama dua hari. Mungkin ingatan Paman dan Bibi bisa pulih setelah istirahat sebentar."Kemudian, mereka berjalan ke vila.....Sementara itu, Humaira langsung kembali ke dunia awani dengan melewati jalur sesudah kabur. Dia muncul di daerah pegunungan yang luas, bahkan ujungnya tidak terlihat.Tempat ini berada di bagian timur dunia awani. Sekitar 2 ribu tahun yang lalu, pemurni energi dunia misterius membuka jalur dan sampai di tempat ini.Namun, pemurni energi dunia misterius terpuruk seiring berjalannya waktu. Jadi, orang-orang di dunia misterius tidak tahu jalur ini. Akhirnya, jalur ini malah dikuasai orang dari dunia awani.Kemunculan Humaira mengejutkan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2856

    Tirta diam-diam merencanakan, 'Setelah ingatan mereka pulih, aku akan mencari bahan-bahan berharga. Kemungkinan bisa membantu mereka memasuki tingkat pembentukan dewa yang sebenarnya.'Tirta baru paham. Dia juga terkejut.Kemudian, orang tua Elisa mengendalikan pedang untuk kembali. Mereka melaju bersama Tirta dan lainnya.Saat masuk ke Desa Persik, Elisa memperkenalkan kepada orang tuanya, "Ayah, Ibu, ini tempat tinggalku dan Tirta. Semua orang yang tinggal di sini itu keluarga kita. Kakakku juga di sini. Nanti aku bawa kalian temui dia."Orang tua Elisa mengamati sekeliling. Mereka yang bingung berkomentar."Um, pemandangan di sini benar-benar bagus. Udaranya juga segar. Banyak buah, sayur, dan bahan obat-obatan ditanam di luar. Orang-orang yang tinggal di sini bisa memenuhi kebutuhan sendiri.""Tapi, kenapa cuma wanita yang tinggal di sini? Kita nggak melihat pria. Bahkan yang membangun rumah juga wanita."Semua orang tahu jawaban untuk pertanyaan ini, kecuali Kamala. Bahkan anjing

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2855

    Tirta berpikir sejenak. Akhirnya, dia membuat keputusan. Tirta menjawab, "Kita kembali ke dunia fana dulu."Althea dan lainnya menyahut seraya mengangguk, "Oke."Kamala bertanya, "Tirta, apa kamu nggak jadi pergi ke dunia awani?"Elisa dan lainnya terkejut. Sebelum mereka sempat menanyakan alasannya, Tirta menggeleng dan menjelaskan, "Nggak jadi. Sekarang kemampuanku terlalu lemah, aku juga nggak bisa melakukan apa pun kalau pergi ke sana. Selain itu, aku rasa kekuatan semua sekte di dunia awani nggak lemah."Tirta melanjutkan, "Takutnya mereka punya banyak kultivator di atas tingkat pembentukan dewa. Kalau mereka menyerbuku, aku juga celaka biarpun disokong tokoh hebat."Genta yang terhibur menceletuk, "Bagus. Untung kamu mempertimbangkannya dengan baik."Awalnya Genta memang ingin pergi ke dunia awani. Hal ini karena seingatnya dunia awani tidak besar dan kultivator hebat di sana tidak banyak.Namun, Genta baru sadar setelah membunuh para tetua sekte super besar. Semua yang diingatny

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2854

    Humaira melihat kekuatan tembakan panah Tirta sangat lemah, jadi dia menyimpulkan orang yang menyerangnya secara diam-diam sebelumnya pasti bukan Tirta.Sekarang kemunculan Neiva membuktikan tebakan Humaira benar. Ekspresi Humaira menjadi serius.Tiba-tiba, Humaira tersadar. Dia bergumam, "Tapi, bukan bulu ini yang melukaiku tadi .... Gawat, takutnya pemuda ini masih punya penyokong lain. Hanya saja, orang itu belum muncul!"Humaira langsung terbang jauh tanpa ragu. Bahkan dia tidak bisa merasakan keberadaan orang itu. Pasti kemampuan orang itu jauh lebih kuat darinya.Sebelum pergi, Humaira tidak lupa mengambil dua artefak di gubuk jerami. Dia menegaskan, "Hei! Kalau kamu berani menculik dua tahanan penting Sekte Formasi Surgawi, kamu pasti akan menghadapi pembalasan dendam dari sekte kami!"Whoosh! Neiva sudah melepaskan tali Busur Matahari. Bulunya memang bukan barang biasa, bahkan lebih hebat dari artefak. Tentu saja kekuatan cahaya panah tidak bisa mengimbangi bulu itu.Tembakan i

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2853

    Setelah itu, sebenarnya Humaira berniat mencari orang yang menembakkan panah. Dia baru menyadari semua orang sudah dibunuh sesudah mendarat. Humaira tidak peduli lagi, dia buru-buru kembali ke puncak gunung.Anjing hitam melihat orang yang menyerap kekuatan spiritualnya. Dia menghampiri Humaira, lalu berdiri dan marah-marah, "Beraninya kamu bilang kami pecundang! Dasar wanita jalang, kamu sombong sekali! Aku tunjukkan kehebatan kami! Tirta, maju!"Tirta yang kesal menegur, "Anjing sialan, minggir!"Kemudian, Tirta langsung mengeluarkan Busur Matahari. Dia memang tahu dirinya tidak mampu melawan Humaira, tetapi dia ingin berusaha. Selain itu, Tirta mengaktifkan gerbang ketiga dari Teknik Rahasia Delapan Gerbang untuk meningkatkan kemampuannya hingga tingkat pembentukan jiwa tahap kelima."Um?" gumam Humaira. Siapa sangka, dia langsung mengamuk begitu melihat Busur Matahari. Humaira menegaskan dengan alis berkerut, "Penjahat, ternyata kamu yang diam-diam menembakku! Kalau hari ini aku ng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 154

    "Kumohon beri aku kesempatan!" Setelah tertegun sejenak, Baskoro juga ikut meminta maaf pada Tirta."Kenapa aku harus beri kalian kesempatan? Aku cuma anak miskin dari kampung yang bisa ditindas siapa pun! Kalau aku nggak kenal Pak Saad, kalian pasti sudah menghancurkanku, 'kan? Apa masih akan minta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 94

    "Berengsek! Beraninya kamu menyerangku! Kamu kira dirimu sudah hebat, ya? Cepat berlutut! Kalau nggak, aku akan menceraikanmu!" pekik Utari. Kemudian, dia hendak membalas tendangan Fajar tanpa merasa takut sedikit pun.Dulu setiap kali Utari mengancam ingin bercerai, Fajar pasti akan langsung mengala

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 102

    Rekan Lukas juga berkata dengan iri, "Nggak kusangka Lukas jadi sesukses ini setelah nggak kerja lagi. Kamu bisa beli kalung seharga miliaran begitu saja. Coba infokan aku juga usaha yang bisa buat sukses?"Wajah Lukas tampak sangat canggung. Ingin sekali rasanya dia melarikan diri. Mana mungkin dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 98

    "Ternyata kamu," ucap Susanti. Polisi cantik itu juga mengenali Tirta sekarang. Ketika mengingat usulan pria ini untuk mengobati payudaranya, dia pun merasa sedikit malu. Segera setelah itu, Susanti bertanya, "Kamu bilang aku ditipu, apa maksudnya?"Tirta menjelaskan, "Aku mengobati sesuai dengan kon

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status