로그인Pemandangan yang ada di hadapan sekarang dipahami dengan sangat jelas oleh Bowo.Hanya Tirta seorang saja sudah membuat para tetua dan Panglima Iblis Sekte Bulan Berdarah tidak mampu berbuat apa pun terhadapnya.Kalau Selvi ikut turun tangan, nasib Sekte Bulan Berdarah sudah bisa dibayangkan.Mereka harus membunuh Tirta dengan secepat kilat dan tanpa ragu. Hanya dengan begitu mereka bisa mencegah keadaan itu terjadi."Baik, Ketua!""Kami juga ingin melihat sampai sejauh mana bocah ini mewarisi kemampuan Bakrie!"Para tetua Sekte Bulan Berdarah pun mulai merasakan tekanan. Mereka segera mundur hingga mencapai jarak tertentu, lalu berdiri pada posisi formasi yang telah ditentukan dan secara bersamaan mulai menyusun formasi.Bum! Bum! Bum! Sekitar 20 lebih tetua dan Panglima Iblis yang berada di tingkat semi pencapaian agung berteriak serempak. Wajah mereka dipenuhi rasa sakit.Semburan demi semburan energi dan darah berwarna hitam kemerahan memancar dari tubuh mereka, meluncur lurus ke a
"Huh! Bocah, biar aku yang mengujimu!"Pada saat itu, seorang Panglima Iblis yang merasa terdesak berteriak keras. Sambil memegang sebuah segel hitam pekat, dia langsung menghantamkannya ke arah kepala Tirta.Segel besar itu membesar tertiup angin, berubah sebesar gunung, dan siap menghancurkan Tirta hingga menjadi daging cincang.Ruuumm! Tekanan dahsyat yang terpancar darinya langsung menghancurkan pegunungan dalam radius ratusan kilometer yang sudah tidak lagi dilindungi formasi.Tang!"Pusaka rongsokan macam apa ini? Jangan mempermalukan dirimu di depanku! Lebih baik dilebur dan ditempa ulang saja!"Tirta tetap melayangkan satu pukulan. Namun, kali ini yang muncul bukan lagi energi pedang sepanjang sekitar 3 kilometer, melainkan tujuh ekor harimau surgawi.Bayangan ketujuh harimau itu memang tidak besar, tetapi mereka menerjang lurus ke angkasa. Dengan sekali tabrak, mereka langsung menghancurkan segel raksasa itu hingga berkeping-keping.Aura spiritualnya lenyap. Senjata itu beruba
"Cucuku ... cucuku!"Stefan adalah satu-satunya keturunan Bowo yang tidak dijadikan bahan untuk melatih Teknik Iblis Abadi.Bahkan karena Stefan, Sekte Bulan Berdarah sampai kehilangan 3.000 anggotanya. Karena itulah, para tetua Sekte Bulan Berdarah sama sekali tidak berani menunjukkan sedikit pun ketidakpuasan terhadap Stefan.Kini, mereka malah melihat Stefan diperlakukan seperti sampah, dilempar begitu saja oleh Tirta hingga yang tersisa hanyalah sebuah kepala. Kondisinya sungguh mengenaskan sampai tidak lagi menyerupai manusia.Bisa dibayangkan betapa murkanya Bowo."Arghhh! Semuanya dengarkan! Dengan segala cara, segera hancurkan bocah sialan itu! Siapa pun yang berani menghalangi, bunuh tanpa ampun!""Setelah membunuhnya, segera serang Istana Samara! Perang ini nggak akan berakhir sampai salah satu pihak musnah!"Bowo meraung penuh amarah. Amarahnya bagaikan seratus ribu gunung berapi meletus bersamaan, menggelegar hingga mengguncang langit.Siapa pun dapat merasakan kobaran amar
Pikiran seperti itu muncul begitu saja di benak para anggota Sekte Bulan Berdarah.Namun, orang-orang itu tidak tahu kekuatan Selvi sama sekali tidak bisa diukur dengan akal sehat. Formasi Pelahap Langit memang sangat kuat, tetapi formasi itu sudah langsung dihancurkan sebelum sempat menunjukkan kekuatan sesungguhnya."Jangkrik Suci? Kenapa kamu dan bocah ini datang hancurkan gerbang Sekte Bulan Berdarah kami? Aku ingat Sekte Bulan Berdarah nggak pernah menyinggungmu," tanya Bowo yang saat itu segera mengenali identitas Selvi dan ekspresinya langsung terlihat kesal."Bukan aku yang mau hancurkan gerbang kalian, aku hanya memenuhi permintaan seseorang. Kalau ada dendam, selesaikan saja dengan bocah itu. Aku nggak akan mudah ikut campur," kata Selvi sambil menguap dengan malas, seolah-olah tidak menganggap semua ini sebagai masalah."Hehe. Nggak akan mudah ikut campur berarti tetap akan ikut campur. Jangkrik Suci, ucapanmu sama sekali nggak ada artinya," cibir seorang tetua."Kalian seda
Pemuda itu adalah Tirta yang baru saja tiba dengan tergesa-gesa bersama Selvi.Boom.Begitu tiba di Puncak Elokwi, Tirta tidak membuang-buang waktu untuk berbicara dan langsung melayangkan sebuah pukulan. Energi pedang yang panjang menyapu ke segala arah, seolah-olah hendak membelah langit dan bumi.Formasi pelindung di Puncak Elokwi langsung aktif. Bentuknya seperti mangkuk raksasa yang terbalik dan menutupi seluruh gunung. Meskipun tidak langsung hancur, permukaannya bergetar dengan hebat dan riak-riak besar menyebar dari puncaknya seperti ombak yang bergulung-gulung.Tak lama kemudian, sebuah sosok makhluk raksasa melesat keluar dari atas formasi itu. Wujudnya menyerupai binatang buas, tubuhnya seperti kambing dengan wajah manusia. Seluruh tubuhnya diselimuti sisik berwarna emas gelap dan setiap sisiknya memancarkan kilau logam yang dingin sekaligus terlihat nyata.Di bawah kedua ketiak makhluk itu, terdapat sepasang mata merah dan tatapannya terlihat mengerikan. Setiap kali menatap
Hal itu yang menyebabkan Sekte Bulan Berdarah kehilangan tiga ribu lebih anggotanya. Meskipun demikian, fondasi mereka tetap mampu menekan sepuluh sekte besar dan hanya berada di bawah tiga tanah suci besar.Namun, karena siapa pun yang berniat jahat bisa bergabung dengan Sekte Bulan Berdarah, kekuatan sekte ini jauh lebih lemah dibandingkan sekte-sekte jalan lurus. Ini merupakan kelemahan yang sangat jelas. Jika bukan karena kelemahan itu, sekte ini sebenarnya sudah lama mewujudkan ambisi besarnya untuk musnahkan tiga tanah suci besar dan menguasai seluruh dunia awani."Setelah selidiki selama dua hari, sekarang sudah pasti Istana Samara menderita kerugian yang sangat besar dan hanya tinggal nama. Asal formasi pelindung sekte berhasil ditembus, Sekte Bulan Berdarah bisa musnahkan Istana Samara dengan mudah dan balas dendam. Aku mau tahu siapa di antara para tetua yang berani memimpin pasukan dan buka jalan baru bagi Sekte Bulan Berdarah?"Di kursi utama aula dan di balik bayangan yang
Saking gusarnya, Agus ingin sekali membeli obat kuat!Agus tiba-tiba teringat pada ucapan Betari. Dia menepuk pahanya dan berkata, "Oh ya, untung saja kamu ingatin aku. Kalau Tirta bisa buat Pil Kecantikan yang khasiatnya begitu luar biasa, dia pasti bisa buat obat kuat yang meningkatkan stamina! Aku
Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta
Ketika melihat reaksi Susanti, Tirta tahu bahwa wanita ini cemburu karena melihatnya peduli pada Agatha. Bagaimanapun, ada banyak hal yang terjadi selama mereka berada di makam kuno. Mereka telah memiliki perasaan untuk satu sama lain.Secara fisik, mereka juga melakukan pertukaran yang menyenangkan.
Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar







