Share

Bab 2210

Penulis: Hazel
Saat Tirta keluar dari toilet, terdengar suara langkah kaki sekelompok orang di pintu masuk. Axel adalah orang pertama yang muncul.

Seorang pria berambut cepak yang usianya sekitar 28 tahun mengikuti di samping Axel. Pria itu mempunyai janggut dan memakai sarung tangan putih.

Axel berucap pada pria itu dengan ekspresi menyanjung, "Pak Kenji, maaf sudah merepotkanmu datang jauh-jauh dengan membawa anggotamu. Tapi, orang ini terlalu arogan. Dia bukan cuma memukulku, tapi juga menghina Negara Yumai
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3078

    Sebenarnya menurut aturan, orang dengan bakat serendah Tirta tidak akan diterima sebagai murid oleh Istana Samara.Karena orang seperti itu pada dasarnya mustahil memiliki pencapaian besar di masa depan. Kalaupun berkultivasi di sekte tingkat tertinggi, hal itu tetap tidak akan berubah.Namun, nenek tua itu berpikir, bagaimanapun Tirta adalah orang yang dipilih langsung oleh penguasa istana, jadi dia tidak mengusirnya begitu saja."Mencari guruku?" Tirta terpikir akan sesuatu, lalu dia mengangguk sambil berkata, "Baiklah."Dia memang perlu mendapatkan beberapa informasi dari Suryana secara tidak langsung."Suamiku, suruh Guru atur kamu masuk ke istana elemen emas juga. Dengan begitu, kita bisa bertemu setiap hari," kata Nova."Eh? Tetua Suryana belum kasih tahu kalian peraturan di sini ya?" tanya nenek tua itu dengan heran."Peraturan apa?" tanya Tirta."Antara murid pria dan wanita nggak boleh terlibat hubungan perasaan agar nggak mengganggu kultivasi. Karena kalian sudah menjadi muri

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3077

    Jangankan mendapatkan Mutiara Naga dan roh naga sejati, bahkan pendiri Istana Samara yang sangat hebat itu pun hanya memperoleh sepasang mata naga purba."Dewa yang dulu membimbing leluhur pernah menunjukkan kitab emas yang persis seperti itu kepadanya.""Sayangnya, keberuntungan leluhur kurang dalam, sehingga beliau nggak berhasil memahaminya dan akhirnya melewatkan kesempatan itu.""Tapi karena hal itu, leluhur juga memperoleh banyak pencerahan. Itu sebabnya basis kultivasinya kemudian melesat maju tanpa hambatan," jelas Afifah dengan emosional."Nggak kusangka setelah bertahun-tahun berlalu, aku masih punya kesempatan melihat kitab emas itu dengan mata kepalaku sendiri."Suryana bertanya dengan kaget, "Maksud Ketua, bocah itu juga mendapat petunjuk dari dewa?""Seharusnya begitu." Afifah berkata, "Karena itulah aku ingin menjalin hubungan baik dengannya dan memutuskan menggunakan pusaka rahasia peninggalan leluhur untuk memperbaiki bakatnya.""Tentu saja, itu juga bergantung apakah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3076

    Mereka adalah kekuatan paling mengerikan di bawah tiga tanah suci besar. Yang paling utama, penyamaran mereka sangat sempurna dan sistem intelijen mereka juga sangat kuat. Selama bayarannya cukup besar, mereka berani membunuh siapa pun.Begitu suatu target telah diincar, kecuali target itu mati, tugas itu tidak akan pernah dihentikan.Dahulu pernah ada seorang Tetua Agung Istana Samara yang menyinggung Dinasti Pembunuh saat berlatih di luar. Pihak lawan bahkan menyamar menjadi salah satu tetua agung dan menyusup masuk ke Istana Samara.Kemudian, mereka secara diam-diam membunuh tetua agung itu beserta muridnya tanpa meninggalkan jejak.Itu adalah tragedi besar, sekaligus membuat nama Dinasti Pembunuh menjulang tinggi di dunia awani.Saat orang-orang Istana Samara menyadarinya, pembunuh itu sudah lama melarikan diri tanpa jejak. Meskipun setelahnya Istana Samara menghancurkan tiga markas Dinasti Pembunuh, tetua agung itu dan muridnya telah mati, tidak mungkin bisa hidup kembali.Karena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3075

    Sang penguasa istana memberi perintah."Baik, Ketua."Begitu suara itu terdengar, seorang nenek tua segera berjalan masuk dari luar pintu dan berkata kepada Tirta serta yang lainnya, "Silakan ikut denganku.""Nggak perlu mengadakan upacara penerimaan murid?" tanya Tirta dengan penasaran.Nova dan Nivia juga merasa bingung. Di antara mereka, Arshala adalah yang paling heran.Jelas-jelas kultivasi sang penguasa istana berada di atas dirinya. Kalaupun dia memakai formasi untuk menyembunyikan diri, kemungkinan besar pihak lain tetap bisa menembusnya dalam sekali pandang.Namun, ternyata dia juga diterima masuk sebagai murid. Ini benar-benar tidak normal."Karena sudah bertemu Ketua dan mendapat izinnya, tentu nggak perlu lagi. Istana Samara nggak memiliki terlalu banyak aturan," kata Suryana."Nggak, nggak, Guru salah paham. Maksudku, upacara penerimaan murid memang nggak perlu diadakan. Tapi sebagai guru, setidaknya kamu harus kasih kami hadiah pertemuan yang lumayan bagus, 'kan?" Tirta m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3074

    "Anak Muda, beraninya kamu bersikap begitu lancang pada Ketua. Dengan sikapmu yang begitu arogan, kurasa akan sulit bagiku menerimamu sebagai murid!"Sebelum sosok itu berbicara, Suryana sudah lebih dulu menatap Tirta dengan dingin sambil memarahinya.Padahal sebelumnya saat Tirta menggeledah tubuhnya, Suryana bahkan tidak semarah ini. Jelas, dia sedang memperingatkan Tirta, jangan sampai menyinggung penguasa istana!Dalam pandangannya, Tirta hanyalah bocah yang sama sekali tidak mengerti betapa mengerikannya pemimpin mereka dan itu bisa membuatnya celaka besar!"Aku arogan? Bukannya kamu tadi juga dengar? Jelas-jelas dia yang lebih dulu bilang bakatku jelek," ucap Tirta dengan acuh tak acuh."Memangnya yang dikatakan Ketua bukan fakta?" Suryana balik bertanya."Bakat itu bawaan lahir, sama sekali nggak bisa diubah setelah lahir. Kamu pikir aku ingin punya bakat jelek? Mengejek kekurangan bawaan orang lain, menurutmu ketua kalian itu sangat mulia?" Walaupun Tirta berbicara kepada Surya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3073

    "Status tetua agungmu benar-benar nggak punya wibawa sama sekali ya?"Mendengar itu, kedua murid penjaga gunung langsung memandang Tirta dengan tidak senang. Namun, tampaknya demi menjaga wibawa Suryana, mereka tidak mengatakan apa-apa, hanya mendengus dingin."Jangan bicara sembarangan." Suryana mengernyit sambil memarahi, "Ini berkaitan dengan masa lalu menyakitkan di sekte kami. Nanti kamu akan tahu.""Baiklah." Tirta hanya bertanya asal saja. Karena pihak lain tidak ingin menjelaskan, dia juga tidak tertarik terus bertanya.Mereka mengikuti Suryana berjalan melintasi wilayah Istana Samara. Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah paviliun di lereng gunung.Terlihat Suryana mengeluarkan lempengan giok itu dan paviliun itu seketika memancarkan cahaya menyilaukan. Ternyata itu adalah sebuah formasi teleportasi.Sret! Begitu formasi teleportasi diaktifkan, cahaya berkilat, Tirta beserta rombongannya langsung menghilang dari tempat semula.Saat penglihatan mereka kembali normal, sebuah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 794

    "Hehe, Sebenarnya ini belum ada apa-apanya. Kalau rekening perusahaan kalian nggak terblokir, kami bisa mentransfer lebih banyak," ujar Joshua yang menyombongkan diri saat melihat keterkejutan Aiko."Apa? Kamu bilang rekening perusahaan kami diblokir?" Hubert sangat tercengang. Tadi dia memang penasa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 713

    "Bukan begitu, Kak Irene. Jangan rendah diri begitu," ucap Tirta dengan iba."Aku sayang banget sama Kak Irene, tapi ... aku sudah lama nggak menemani bibiku. Gimana kalau nanti aku ke rumahmu dulu, baru pulang?" tambah Tirta."Serius? Oke, boleh banget! Ikut kamu ke desa dan menginap semalam juga bol

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 801

    Budi harus masuk sekarang juga!Setelah Harwin dan putranya masuk, mereka pasti akan menggunakan namanya untuk menekan Tirta dan tiga keluarga besar lainnya. Jika dia pergi begitu saja, bukankah Tirta nantinya akan balas dendam padanya?Begitu melihat Tirta yang duduk di dalam, langkah Budi menjadi te

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 742

    "Tenang saja, aku sudah ingat semua 30-an gaya itu. Kujamin sekarang aku lebih hebat daripada kamu ...." Mendengar itu, ekspresi wajah Ayu berubah menjadi sedikit malu-malu, tetapi dia tetap menjawab dengan suara pelan."Baguslah. Kalau begitu, semuanya tergantung pada kemampuanmu untuk benar-benar m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status