LOGINElisa menanggapi sembari mengernyit, "Um, semoga begitu. Tapi, entah kenapa aku merasa ada yang nggak beres dengan orang tuaku."Tirta bertanya, "Apa yang nggak beres?"Elisa menjawab, "Aku juga nggak tahu jelas. Nanti kita baru bisa tahu setelah menyelamatkan mereka. Mungkin ... aku yang curigaan."Whoosh! Seberkas cahaya putih masuk ke dalam tubuh Tirta. Tiba-tiba, Tirta menggenggam Busur Matahari.Tirta berucap dengan ekspresi terkejut, "Eh? Apa ini?"Terdengar suara Genta. "Itu barang berharga. Cuma kultivator tingkat pencapaian agung yang bisa mengerahkan seluruh kekuatan barang itu. Kulihat itu barang bagus, jadi aku merebutnya biar kamu bisa menggunakannya."Tirta bertanya, 'Kak, bagaimana dengan orang-orang di kaki gunung? Apa kamu sudah membunuh mereka semua?'Tirta tidak tahu kekuatan Busur Matahari. Kala ini, dia juga malas bertanya. Tirta langsung memasukkan busur itu ke dalam Cincin Penyimpanan.Genta menyahut, "Aku nggak membunuh wanita berpakaian merah itu dan klona makh
Gorgon dan Modeus mendesak, "Cepat turunkan Busur Matahari!"Ternyata Magani tiba-tiba mengeluarkan Busur Matahari lagi dengan ekspresi sinis. Dia membidik Gorgon dan Modeus.Menghadapi Gorgon dan Modeus yang marah, Magani bertanya dengan tenang, "Kenapa aku harus turunkan Busur Matahari? Bagaimana caranya aku membunuh orang kalau menurunkannya?"Kemudian, Magani menarik tali Busur Matahari dengan mudah. Cahaya panah yang mengandung kekuatan dahsyat langsung terbentuk. Perbedaan kekuatan cahaya ini berbeda berkali-kali lipat dengan sebelumnya. Tembakan kali ini seakan-akan memang bisa menjatuhkan matahari.Modeus berteriak sembari mundur, "Gawat! Kak Gorgon, cepat mundur! Pria tua ini sudah gila!"Gorgon sudah menghindar dari tadi. Dia memelototi Magani dan menanggapi, "Tadi aku merasa dia agak aneh. Sepertinya tubuhnya diambil alih orang lain."Magani tertawa sinis, lalu membalas, "Aku mengambil alih tubuhnya? Haha, tubuh ini nggak pantas untukku. Aku cuma memanfaatkannya untuk membun
"Baguslah kalau begitu, aku juga sudah mencapai batas maksimalku. Aku nggak sanggup menarik tali busur lagi. Semoga klona Penguasa Tulang Putih bisa membunuh wanita itu," timpal Magani.Magani baru mengembuskan napas lega. Dia menyimpan Busur Matahari. Tubuhnya dibasahi keringat dan wajahnya tampak lelah. Rambut dan alisnya juga sedikit berantakan, dia terlihat seperti baru dikeluarkan dari gunung berapi.Modeus berkata, "Pasti bisa! Klona Penguasa Tulang Putih sangat percaya diri!"Gorgon membatin, 'Busur itu memang nggak biasa. Sayang sekali, aku berkultivasi teknik iblis. Justru aku yang celaka kalau menggunakan busur itu. Untungnya, sekarang Tetua Magani nggak sanggup menarik tali busur lagi. Jadi, kami nggak akan terancam bahaya.'Gorgon menahan keinginannya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah klona Penguasa Tulang Putih dan wanita berpakaian merah.Kultivasi klona Penguasa Tulang Putih memang tidak sehebat wanita berpakaian merah, tetapi kecepatannya sangat tinggi.Kedua lengan
Kekuatan tembakan Busur Matahari bisa langsung menghancurkan kerangka inti Formasi Mematikan Tingkat Tinggi. Alhasil, formasi langung berhenti beroperasi.Sewaktu wanita berpakaian merah ingin memperbaiki formasi, kabut hitam bergejolak di Cermin Kegelapan. Klona Penguasa Tulang Putih langsung muncul di udara.Klona Penguasa Tulang Putih tertawa licik dan berseru, "Banyak sekali darah yang murni! Um ... benar-benar lezat. Junior dari Sekte Asura, apa kamu mau memintaku membunuh wanita ini?"Awalnya klona itu hanya setinggi satu meter lebih. Tubuhnya sangat kecil. Namun, klona itu langsung meninggi setelah melahap semua mayat yang bergelimpangan di tanah. Dia berubah menjadi iblis setinggi 30 meter lebih.Wajah klona itu tampak bengis. Dia memancarkan energi kegelapan yang mengerikan. Auranya sangat garang, jadi sekarang nama "Penguasa Tulang Putih" baru sesuai dengan tampang klona ini.Gorgon sudah tidak peduli lagi. Dia berbicara terus terang, "Senior, benar! Aku ingin minta bantuanmu
Sebelum Gorgon dan lainnya merespons, seseorang meminta ampun kepada wanita berpakaian merah dengan suara bergetar, "Dewi, semua ini salah paham. Kamu bukan orang yang kami cari."Sebagian besar tetua tingkat pembentukan jiwa menimpali."Ini cuma salah paham. Kami sama sekali nggak berniat meremehkanmu.""Mereka yang memaksa kami berbuat begini. Tolong biarkan kami hidup.""Ke depannya kami pasti menyiapkan hadiah berharga dan mengunjungimu setelah kembali ke sekte. Kami nggak akan melupakan kebaikanmu!"Kala ini, mereka tidak menunjukkan karisma sebagai pemurni energi dan kebanggaan sebagai tetua sekte. Bahkan Magani dan lainnya juga sadar mereka tidak mampu melawan wanita berpakaian merah. Mulut mereka bergerak. Mereka ingin meminta ampun.Namun, ucapan wanita berpakaian merah selanjutnya mengejutkan semua orang. Dia sama sekali tidak berniat menghentikan tindakannya.Wanita berpakaian merah tertawa sinis dan berujar, "Sekalipun kalian salah cari orang, apa hubungannya dengan aku ing
Magani belum sempat merenungkan kenapa anggota tiga tempat suci terbesar di dunia awani bisa muncul di sini. Bahkan dia ingin menyarankan rekan-rekannya untuk mundur secepatnya.Namun, Magani melihat wanita berpakaian merah berkata dengan ekspresi sinis, "Ini Formasi Mematikan Tingkat Tinggi, jadi nggak sia-sia kalian mati. Formasi ini mengandalkan kekuatan langit dan bumi untuk mengendalikan unsur alam. Membunuh dan menghancurkan jiwa seseorang sangat mudah."Wanita berpakaian merah menegaskan, "Formasi sudah terbentuk! Kalian bisa mati dengan tenang!"Ngung! Ngung! Ngung! Setelah wanita berpakaian merah selesai bicara, Formasi Mematikan Tingkat Tinggi langsung aktif dan membesar berkali-kali lipat.Formasi itu menyelubungi area yang sangat jauh. Seketika langit yang cerah langsung menjadi sangat gelap. Jika dilihat dengan saksama, ternyata awan hitam yang tebal memenuhi langit.Formasi itu membangkitkan kekuatan empat unsur alam yang tak tertandingi pada langit dan bumi. Unsur air bi
"Eh ...." Tirta sebenarnya tidak menyangka bahwa Marila bisa sekompetitif itu dalam hal seperti ini. Namun, dia tetap menatap tubuh Marila dari atas sampai bawah dengan serius, lalu berkata, "Marila, sebenarnya postur tubuhmu cenderung lembut dan anggun.""Ukuran sebesar jeruk bali itu sudah sangat
Genta meninju tubuh Tirta dengan kuat lagi hingga meledak. Namun, dalam sekejap Tirta muncul lagi di hadapan Genta dengan ekspresi mesum.Tirta berucap, "Kak, kenapa kamu nggak lanjut menginjak aku lagi? Sebenarnya aku lebih suka kamu menginjakku. Kak, cepat injak aku lagi."Sekarang Tirta sudah tah
Tirta mendengus dan berkata, "Aku memang mau membuat perhitungan denganmu! Sekarang kamu yang cari aku, jadi aku bisa menghemat waktuku!"Tirta melihat dengan menggunakan mata tembus pandang. Ternyata Jamil yang pergi tadi sudah kembali. Dia membawa Jayadi dan belasan ahli serangga di Desa Benad. Me
"Kalau nggak bisa lihat jelas, pegang tanganku. Aku akan membawa kalian menangkap orang-orang dari Black Gloves."Tirta tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, jadi dia langsung mengalihkan topik pembicaraan. Dengan mata tembus pandangnya, penglihatannya sama sekali tidak terpengaruh dalam lingkun







