Share

Bab 2509

Author: Hazel
Melihat ketua Black Gloves tidak memberitahunya tentang senjata ajaib itu, Yelena mulai merasa cemas. Sekarang dia sudah tunduk pada Tirta, tentu saja dia harus memikirkan kepentingannya.

Jadi, Yelena ingin mengetahui tentang senjata ajaib itu. Dengan begitu, Tirta bisa membuat persiapan.

Yelena menunjukkan ekspresi ragu, lalu lanjut mengingatkan ketua Black Gloves, "Aku rasa kalian lebih tahu kehebatan Tirta. Kalau kalian nggak tulus dan nggak mau mengungkapkan senjata andalan kalian, aku juga
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Arko Airis
bab nya tolong di perbanyak dong setiap hari jangan hanya 4 bab, lama lama jadi bosan untuk membaca
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3016

    Gadis itu bertanya dengan ekspresi bingung, "Kalian ... siapa? Kenapa kalian masuk ke rumah leluhurku?"Mendengar pertanyaan gadis itu, mata Tirta berbinar-binar. Dia bertanya balik, "Apa? Kamu bilang ini rumah leluhurmu?"Nova juga sangat emosional. Jangan-jangan orang yang Tirta selamatkan adalah keturunan Nayara?Nova menjelaskan, "Dik, kami nggak berniat jahat. Kami diminta seorang senior untuk mencari keturunannya. Margamu apa? Kenapa rumah ini nggak terawat?"Gadis itu menyahut, "Um ... ayahku melarangku bicara dengan orang asing. Tapi, kulihat kalian sangat memedulikan masalah ini. Aku ceritakan pada kalian."Gadis itu mengamati sekeliling, lalu berbisik, "Margaku Hemanta dan namaku Nivia. Sekitar 760 tahun yang lalu, leluhurku itu pedagang yang paling kaya di Kota Safir. Mereka menguasai hampir seluruh industri di kota ini. Tapi ... kesuksesan mereka nggak berlangsung lama.""Bukan hal yang bagus kalau orang biasa terlalu kaya. Kekayaan keluarga kami diincar wali kota waktu itu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3015

    Melihat wanita berjubah hitam tiba-tiba menghilang, wakil jenderal makin emosional. Dia mengayunkan tangannya dan memerintah, "Haha, master ini hebat sekali. Teman-teman, bisa dibilang ini berkah di balik musibah. Buka mata kalian lebar-lebar dan kalian harus fokus.""Kalau kita berhasil menyanjung master ini, kesempatan kita untuk sukses sudah datang! Kenapa kalian masih diam saja? Cepat kerahkan lebih banyak bawahan! Sebagian jaga pintu gerbang kota, sebagian ikuti aku untuk melakukan pemeriksaan di setiap rumah," lanjut wakil jenderal.Wakil jenderal menambahkan, "Oh iya. Kita juga harus interogasi semua penduduk kota. Pasti ada yang melihat orang yang dicari master itu!""Oke, Pak!" sahut belasan tentara. Mereka tertawa, lalu mengerahkan kekuatan spiritual di dalam tubuh mereka dan berlari ke dalam kota dengan cepat. Para tentara itu mengabari rekan mereka.....Dengan kondisi Tirta sekarang, dia tidak bisa melepaskan kesadaran spiritual. Jadi, dia tidak tahu semua yang terjadi di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3014

    Belasan tentara dan seorang jenderal di tempat refleks minggir cukup jauh saat melihat seorang wanita berjubah hitam tiba-tiba muncul. Mereka semua menghunus pedang, ekspresi mereka tampak waswas.Jenderal itu menegur, "Kamu siapa? Jangan bergerak! Kalau nggak, jangan salahkan kami menebasmu!"Wanita berjubah hitam memandangi empat mayat di tanah sambil bergumam, "Jantung mereka berempat dihancurkan dengan tenaga besar dan mereka mati pada waktu bersamaan. Tingkat pembentukan fondasi memang sangat lemah, tapi kultivasi orang yang bertindak pasti jauh di atas mereka."Wanita berjubah hitam menambahkan, "Selain itu, orang yang bertindak sengaja menyembunyikan kekuatan spiritualnya. Jadi, apa dia orang yang dicari guruku?"Wanita berjubah hitam mengabaikan teguran jenderal itu. Dia menganggap mereka seolah-olah tidak berada di sini.Jenderal menunjuk wanita berjubah hitam dengan pedang dari jauh dan berteriak marah, "Hei, apa yang kamu bilang? Kamu nggak dengar omonganku tadi? Kalau kamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3013

    Kemudian, seorang gadis berteriak, "Ah ... apa yang kalian lakukan?"Para tentara tertawa, lalu mengepung gadis itu dan berseru."Apa yang kami lakukan? Haha, kamu terlihat seperti pembunuh. Jadi, kami harus memeriksa tubuhmu. Siapa tahu kamu menyembunyikan senjata!""Benar! Terutama dada dan bokongmu, benar-benar mencurigakan! Sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu di sana.""Kami harus periksa dengan teliti!"Seorang pria tua berambut putih melindungi gadis itu. Dia berucap dengan ekspresi panik, "Jangan, Pak! Putriku baru berusia 16 tahun. Dia bahkan nggak sanggup mengangkat tong air, mana mungkin dia itu pembunuh? Tolong lepaskan putriku!"Pria tua menambahkan, "Aku punya tiga tahil perak. Cuma ini harta keluarga kami. Tolong terima!"Tentara yang merebut emas Nova tadi menendang pria tua hingga memuntahkan darah. Bahkan delapan tulang rusuknya patah. Dia jatuh ke tanah dan mulutnya berbusa.Tentara itu membentak, "Dasar tua bangka, uangmu sedikit sekali! Kamu kira kami pengemis? C

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3012

    Bagaimanapun, dulu Nayara juga tidak menemukan keluarganya di sini.Nova juga tidak yakin. Dia menanggapi, "Aku juga nggak tahu, tapi tempat ini satu-satunya petunjuk. Kita coba masuk untuk cari dulu."Tadi Tirta merasakan dengan jelas kesadaran spiritual tak berwujud yang sangat kuat mendeteksi tempat ini. Tirta langsung panik. Dia teringat ayahnya penguasa agung, tetua agung yang kultivasinya sangat mengerikan itu.Namun, yang membuat Tirta tenang adalah formasi anjing hitam benar-benar menunjukkan kegunaan yang luar biasa. Kesadaran spiritual itu tidak menemukan keberadaan Tirta dan Nova. Kalau tidak, Tirta tidak mungkin datang ke kota ini.Menurut cerita Shanaya, tempat ini dunia orang biasa dan kota paling miskin di antara 36 kota Negara Camar. Kota ini juga merupakan kampung halaman Nayara.Tirta dan Nova baru sampai di depan pintu gerbang kota, tetapi dicegat oleh empat tentara bersenjata lengkap. Salah satu tentara menegur, "Berhenti! Kalian harus membayar dua tahil perak untuk

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3011

    Hasil ini tidak membuat pria tua terkejut. Hal ini karena klonanya melihat momen formasi perlindungan dihancurkan. Dia menebak pasti ada ahli yang menguasai teknik formasi di antara Tirta dan lainnya.Saat ini, pria tua tidak menemukan jejak Tirta dan lainnya. Itu berarti tebakannya terbukti benar.'Mereka menggunakan teknik rahasia untuk menyembunyikan diri. Kalau aku ingin mencari mereka, aku harus mencoba peruntunganku dengan mencari di satu per satu tempat,' pikir pria tua.Pria tua tidak ingin menghabiskan waktu. Dia seperti mencari jarum di tumpukan jerami jika mencari Tirta dan lainnya dalam kondisi seperti ini.Selain itu, jika keberadaan Genta diketahui tokoh hebat seperti pria tua, saingannya pasti bertambah banyak.Whoosh! Tiba-tiba, terdengar suara deru. Sepuluh pria dan wanita muda yang sangat menawan bergegas datang.Energi mereka sangat kuat. Rata-rata kultivasi mereka sudah mencapai tingkat pemurnian dewa tahap menengah, bahkan ada dua orang yang kultivasinya sudah menc

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2351

    Whoosh! Setelah melontarkan ucapannya, tiba-tiba muncul Pedang Terbang di tangan Tirta. Kemudian, cahaya spiritual berkedip dan langsung memenggal kepala Alec.Srak! Darah Alec menyembur ke wajah Erhard dan lainnya. Kepala Alec jatuh ke tanah.Anggota Keluarga Galen berteriak sambil terus mundur, "S

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2311

    Begitu Tirta melontarkan ucapannya, Lilian yang berada di pelukan Tirta bertanya dengan ekspresi polos, "Pak Tirta, bagaimana mereka memuaskan satu sama lain di puncak gunung yang tandus ini? Kamu bercanda dengan mereka ya?"Tirta tertawa mesum dan menyahut, "Kamu masih kecil, nggak boleh tahu hal-h

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2308

    "Cih ...," balas Brianna seraya mencebik. Dia tidak buta. Jika tidak berpikiran kotor, kenapa Tirta berereksi?"Haha ... oke, Pak Tirta. Aku suruh mereka turun sekarang," sahut Faleo. Awalnya dia mengira Tirta akan menolak setelah melihat dia bicara dengan penuh wibawa. Siapa sangka, Tirta malah bic

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2250

    Brianna mencebik dan menanggapi, "Kamu benar-benar bodoh. Aku nggak tahu apa kelebihan pria itu. Barang pemberiannya memang menyelamatkan nyawa kita, tapi kamu juga nggak perlu terus memikirkannya. Kita baru kenal dia setengah hari."Tiba-tiba, Brianna mengangkat alisnya dan buru-buru bertanya, "Oh,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status