Share

Bab 2815

Author: Hazel
Galih mendarat dan melayangkan serangan telapak tangan yang dahsyat. Kecepatannya terlalu tinggi sehingga api membara di telapak tangannya. Dia bagaikan dewa api yang mengamuk. Auranya sangat mengintimidasi.

Sebelum serangan telapak tangan Galih yang membara mendarat, angin serangan telapak tangan yang kencang menekan Elisa dan lainnya. Mereka merasa sesak dan tidak bisa berdiri dengan stabil.

Elisa berseru, "Kultivasinya sudah mencapai tingkat apa? Setidaknya dia sudah mencapai tingkat pembentu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3102

    Sekarang, mentalitas Tirta sudah menjadi sangat tenang. Sekalipun pemuda tampan itu memang mendekatinya dengan niat tersembunyi, Tirta juga tidak akan terlalu terkejut ataupun marah. Sebaliknya, kalau bisa mendapat satu teman lagi, dia justru cukup senang.Mereka menghabiskan sebagian besar buah spiritual hasil rampasan Tirta, termasuk lima obat spiritual berusia 1.500 tahun yang dibawa pemuda tampan itu. Tiga sisanya dibagikan Tirta kepada mereka masing-masing.Bisa dikatakan, selain Arshala yang tidak menunjukkan reaksi terlalu besar, Tirta dan Nova sama-sama merasa energi spiritual dalam tubuh mereka berada dalam kondisi meningkat pesat.Mereka harus segera memurnikannya. Kalau tidak, sangat mudah menyebabkan energi spiritual menjadi kacau."Ayo, kita langsung ke kediaman Tetua Suryana. Setelah memurnikan energi spiritual dalam tubuh, baru kita bahas hal lain."Rombongan itu langsung meninggalkan Menara Legit. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa di sudut ruangan, Yumika diam-di

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3101

    Dengan mantap, dia meletakkannya di atas meja segi delapan. Ucapannya terdengar rendah hati, tetapi obat spiritual yang dia dapatkan benar-benar luar biasa. Semuanya ternyata berusia 1.500 tahun.Dari situ bisa diperkirakan, kultivasinya setidaknya berada di tingkat penebas dewa.Krak. Tirta sama sekali tidak sungkan. Dia mengambil satu obat spiritual, lalu mengunyahnya. Cairan manis yang mengandung energi spiritual itu melimpah, meledak di dalam mulutnya, dan kultivasinya juga meningkat dengan jelas.Pada saat yang sama, dia bertanya, "Boleh tahu siapa gurumu? Jangan-jangan juga murid Tetua Suryana?""Bukan. Kamu curiga aku mendekatimu karena punya niat jahat ya?" Pemuda tampan itu tersenyum, samar-samar terlihat satu atau dua lesung pipi kecil di wajahnya."Bukan begitu. Kalau aku wanita cantik, masih masuk akal kalau bilang kamu mendekatiku dengan niat jahat. Tapi kita berdua sama-sama pria sejati. Apa yang harus kucurigai darimu?" sahut Tirta dengan sangat terus terang.Dalam beber

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3100

    "Kalau nanti kalian masih berani mencari masalah denganku lagi, aku nggak akan semurah hati sekarang. Kalian harus menyerahkan seluruh obat spiritual yang ada di tubuh kalian."Meminta mereka berlutut, meminta maaf, dan memanggilnya "Kakek", tidak akan memberikan keuntungan nyata apa pun.Tirta sangat realistis. Dari belasan orang itu, setiap orang mengeluarkan beberapa batang obat spiritual. Kalau digabung jumlahnya hampir lebih dari 40 batang. Inilah keuntungan nyata yang sebenarnya."Nih, ambil saja, ambil saja. Kami nggak akan berani ganggu kamu lagi."Belasan orang itu bukan hanya kehilangan semua obat spiritual yang baru saja mereka ambil, sekarang bahkan sebagian obat spiritual yang mereka bawa sendiri juga harus diserahkan. Benar-benar rugi bandar.Pada akhirnya, mereka semua pergi dari Menara Legit dalam keadaan sangat menyedihkan tanpa berani menoleh ke belakang lagi."Ayo, kita cari tempat untuk makan. Kalau nanti masih ada orang buta yang datang cari masalah, suruh saja dia

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3099

    Bahkan beberapa tetua pun mengeluarkan seruan kaget dan semakin memperhatikan Tirta."Bocah ini ternyata sekuat itu?" Yunda yang sejak tadi memperhatikan Tirta tanpa sadar mengepalkan tangannya. Dalam hatinya muncul rasa waspada dan tidak rela.Awalnya dia mengira Tirta masih akan mengandalkan pedang kecil itu untuk menyelesaikan masalah. Tak disangka, kekuatan Tirta sendiri ternyata jauh lebih kuat darinya.Yumika mengernyit, tetapi tidak mengatakan apa-apa."Apa?! Aura bocah ini kenapa tiba-tiba melonjak setinggi itu?""Jangan-jangan tadi dia nggak bergerak karena menjalankan semacam teknik rahasia?""Sudahlah, jangan pikirkan itu lagi. Kita serang bersama!""Dia yang bergerak lebih dulu. Hari ini kita harus membuatnya cacat!"Tujuh atau delapan murid yang tersisa melihat beberapa orang pertama langsung dijatuhkan hanya dalam satu pertukaran serangan. Mereka benar-benar marah dan terkejut.Dalam sekejap, mereka menjalankan berbagai teknik kultivasi dan mengeluarkan beragam pusaka, la

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3098

    "Benar. Kalau nggak berani merampas, berarti kamu cucu kami. Kamu harus berlutut dan bersujud 100 kali, manggil kami 'Kakek', baru boleh pergi. Kalau nggak, akibatnya nggak akan sanggup kamu tanggung!"Beberapa orang berjalan mendekati Tirta lagi sambil mencibir dingin. Bahkan cukup banyak orang diam-diam mulai mengedarkan energi spiritual mereka.Asal Tirta berani mengulurkan tangan untuk merampas, mereka akan langsung bergerak secepat kilat dan mematahkan tangan serta kaki Tirta.Keributan di tempat itu semakin membesar. Di dalam Menara Legit, dari ribuan murid yang datang untuk makan, sebagian besar perhatian mereka tertarik ke arah ini."Bocah itu benar-benar keras kepala.""Dia sama sekali nggak bisa membaca situasi. Gimana bisa dia memprovokasi belasan kultivator tingkat pembentukan dewa sendirian?""Sekarang bahkan kalau dia mau minta maaf pun sudah terlambat. Pihak lawan pasti nggak akan membiarkannya pergi."Mereka semua berdiskusi dengan sikap menonton keseruan. Bahkan sudah

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3097

    Banyak orang langsung tertawa mengejek."Hahahahaha!""Memangnya kenapa kalau ada tetua yang melindungimu? Aku nggak percaya dia bisa terus melindungimu setiap saat!"Orang-orang yang tadi diusir dari Tebing Pengajar Teknik melihat tujuan mereka sudah tercapai. Mereka langsung tertawa besar sambil pergi mengambil makanan khusus mereka masing-masing."Suamiku, jangan marah. Makananku untukmu saja," kata Nova dengan kesal."Aku juga nggak butuh ini, kamu saja yang makan." Arshala juga menyerahkan seluruh buah spiritualnya kepada Tirta."Nggak perlu, kalian makan saja. Memang aku nggak bisa ambil makanan, tapi ada orang yang khusus mengantarkannya untukku. Tentu aku nggak boleh menyia-nyiakannya."Tirta sama sekali tidak memedulikan ejekan orang-orang di sekitarnya. Dia malah menatap rombongan yang tadi memprovokasinya sambil mencibir dingin."Suamiku, jangan-jangan kamu ingin ...." Nova belum selesai berbicara, Tirta sudah berjalan ke belakang rombongan itu."Bocah, kamu mau apa? Jangan-

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2431

    Terdengar suara teriakan histeris. Pedang Terbang itu sudah menebas kaki dan tangan 20 orang. Mereka terus merintih kesakitan.Tirta menyimpan Pedang Terbang dengan ekspresi tenang dan bertanya, "Apa sekarang kalian masih mau bertindak kejam padaku?"Melihat tindakan Tirta, bukan hanya pria bertato

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2369

    Para kekasih Tirta memegang dahi mereka saat melihat segerombolan orang yang datang untuk merebut cara pembuatan air spiritual dan jimat. Shazana dan Orion juga bereaksi sama.Alasannya karena beberapa waktu ini mereka sudah bertemu banyak pembunuh yang datang dengan tujuan seperti ini. Jadi, mereka

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2367

    'Kalau Tirta cacat, kalian pasti sedih!' batin Shazana. Namun, dia tetap mengerahkan seluruh tenaganya.Pukulan Shazana memang tidak sakit bagi Tirta, rasanya seperti digelitik. Setelah Tirta dipukul belasan menit, Nabila dan lainnya tahu Tirta pasti baik-baik saja. Amarah mereka juga hampir reda.A

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2398

    Seorang pria yang mabuk berjalan keluar dari kabin dengan tubuh sempoyongan. Dia juga dikeliling empat wanita. Pria ini adalah Zargo yang sedang bersantai di laut.Zargo membentak, "Kenapa kamu ribut sekali? Kapal kita tabrak apa? Bisa diperbaiki nggak? Jangan ganggu aku bersenang-senang dengan para

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status