LOGINSelain itu, Hasana juga masih berharap Tirta tertarik dengan seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan yang dikuasainya. Bahkan dia ingin Tirta mencoba semua teknik itu bersamanya.Saat Hasana berimajinasi, Tirta sudah berkelebat dan sampai di depan istana.Terdengar suara tawa yang arogan. Penguasa agung tiba-tiba muncul di atas istana dan berteriak dengan ekspresi bengis, "Hei, teruslah bersikap sombong! Aku mau lihat selanjutnya kamu masih bisa bersikap sombong atau nggak! Aku sudah berhasil mengaktifkan formasi perlindungan!"Penguasa agung meneruskan, "Dulu ada empat kultivator tingkat pemurnian dewa yang nggak suka dengan tindakanku sepertimu, tapi akhirnya mereka dilenyapkan formasi ini. Selanjutnya, nasibmu juga akan sama seperti mereka. Aku mau lihat kamu mati dibunuh formasi ini!"Kala ini, darah di dahi penguasa agung sudah berhenti mengalir. Bum! Bum! Formasi perlindungan yang menyelubungi tempat ini aktif.Dalam sekejap, langit cerah dalam area ratusan kilometer berubah
Sulit dibayangkan, jika panah cahaya tadi menembak tubuh mereka berdua, Bisma dan Hasana pasti mati.Tirta tertawa sinis dan menanggapi, "Tentu saja busur ini sudah menjadi milikku setelah aku merebutnya. Bukannya tadi kamu bilang mau bunuh aku? Kenapa sekarang kamu kabur?"Tirta menarik tali busur lagi. Ngung! Ngung! Esensi energi terpancar. Gambar burung emas muncul di busur hitam yang tampak biasa dan melahap semua energi spiritual.Panah cahaya yang menyilaukan terbentuk secepat kilat. Dibandingkan panah cahaya sebelumnya, panah cahaya kali ini lebih padat seperti terbentuk dari besi berwarna emas.Penguasa agung berteriak dengan ekspresi panik, "Bisma, Hasana, kalian tahan dia. Aku mau aktifkan formasi perlindungan di tempat ini untuk melawannya!"Penguasa agung bergerak dengan cepat dan hendak kembali ke bagian dalam istana. Dia tidak terlihat karismatik seperti sebelumnya lagi. Sosoknya tampak menyedihkan."Oke, Penguasa Agung!" sahut Bisma dan Hasana secara terpaksa. Mereka men
Penguasa agung terkejut dan juga marah. Dia tertawa sinis, lalu mengomentari, "Kamu sombong sekali! Padahal kamu cuma mengandalkan teknik rahasia untuk meningkatkan kemampuanmu. Apa kamu menganggap dirimu sangat hebat?"Pada saat yang sama, energi penguasa agung mencapai puncak dalam sekejap. Di belakangnya, bayangan setinggi ratusan meter terbentuk bagaikan raksasa yang mengguncang dunia dan roh raksasa yang turun ke dunia.Bayangan itu menutupi langit sehingga menimbulkan tekanan yang besar. Ini adalah kehebatan tingkat pemurnian dewa, transformasi langit dan bumi.Begitu bayangan ini memadat sepenuhnya, itu berarti penguasa agung sudah benar-benar memasuki tingkat pemurnian dewa.Bisma, Hasana, bahkan Tigris dan Anca yang sudah mati juga tidak bisa mengerahkan teknik seperti ini. Tingkat kultivasi mereka memang hanya berbeda sedikit, tetapi kesenjangan kemampuan keempat orang itu dengan penguasa agung sangat jauh.Tirta yang sama sekali tidak takut menegaskan, "Aku nggak pernah meng
Semua wanita yang berhubungan intim dengan Tirta secantik bidadari. Kecantikan mereka sangat sempurna.Dibandingkan dengan mereka, Hasana tidak ada apa-apanya. Dia hanya sedikit seksi, mana mungkin dia bisa membuat Tirta tergoda?"Oh? Dik, jangan-jangan kamu mau bermain trik? Hahaha, aku menguasai seratus lebih teknik rahasia untuk pasangan. Aku pasti bisa memuaskanmu biar kamu bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa," timpal Hasana.Hasana tersenyum genit. Dia sudah cukup senang bisa bercinta dengan pria tampan seperti Tirta di dalam dunia imajiner.Namun, Tirta langsung bertindak. Dia memukul Hasana hingga terpental dan memuntahkan darah. Kemudian, dunia imajiner itu juga hancur.Hasana yang berada di dekat sana mengernyit karena kesakitan setelah dunia imajinernya hancur. Dia merasa terkejut.Hasana mengkritik Tirta, "Kamu .... Dik, kamu benar-benar nggak tahu diri. Aku mau biarkan kamu bersenang-senang sebelum mati, tapi kamu malah nggak mau terima.""Kamu itu orang terakhir yang
Vitalitas Tigris juga perlahan melemah. Dia pasti mati.Penguasa agung memerintah dengan geram, "Bisma, Hasana, kalian maju sama-sama! Langsung bunuh dia!"Bisma dan Hasana menyahut secara bersamaan."Oke, Penguasa Agung!""Siap!"Whoosh! Whoosh! Bisma dan Hasana menyerang Tirta dari arah yang berbeda. Keduanya langsung mengerahkan teknik andalan mereka. Bisma berseru, "Guncangan Gunung Nawa!"Duar! Bisma mengeluarkan deretan pegunungan yang bak naga menggeliat. Awalnya, deretan pegunungan itu hanya seukuran lengan. Kemudian, ukurannya memanjang berkali-kali lipat dalam sekejap.Langit pun menjadi gelap karena ditutupi deretan pegunungan itu. Kekuatannya yang dahsyat menimbulkan tekanan besar seperti pegunungan asli.Pegunungan itu tampak begitu nyata sampai-sampai dilengkapi hewan, tumbuhan, dan air terjun. Namun, gunungnya hitam legam seperti terbentuk dari besi cair. Gunung itu juga sangat berat sehingga membuat orang tertekan.Swoosh! Ruang hampa retak dan semua makhluk hidup berge
Bisma memutuskan dia ingin meminta Tigris mengajarinya teknik ini saat ada kesempatan.Penguasa agung meletakkan kedua tangan di punggungnya dan berpesan, "Kerja bagus, Tigris. Kamu dan Bisma pergi ke area formasi untuk berpatroli saja. Hasana, kamu lihat wanita itu masih hidup atau nggak. Kalau masih hidup, bawa dia ke sini ....""Oke, Penguasa Agung," sahut Tigris dan Bisma.Hasana juga maju.Para wanita suci di dalam istana menangis. Mereka semua mengira Tirta sudah mati sehingga mereka tidak melepaskan kesadaran spiritual untuk memeriksa kondisinya. Bagaimanapun, serangan seperti itu terlalu mengerikan.Serangan itu bisa menghancurkan segala sesuatu yang berwujud. Bisma yang sudah mencapai tingkat pembentukan dewa tahap kesembilan puncak juga merasa dia tidak bisa melawan serangan itu.Namun, semua orang di tempat tidak tahu tubuh Tirta sudah dilatih oleh petir hitam destruktif yang sebenarnya. Bagi Tirta, serangan tadi tidak ada apa-apanya dan tidak ada bedanya dengan gelitikan.T
Melihat sikap Tirta, Althea menggenggam tangannya dan menenangkan, "Sayang, aku akan menghadapinya bersamamu apa pun yang terjadi."Elisa juga maju, lalu berkata dengan tatapan khawatir, "Tirta, nggak usah cemas. Setelah pulang, kita bisa merencanakannya baik-baik. Nggak peduli siapa pun yang kamu l
Anjing hitam mencium udara, lalu berseru dengan ekspresi senang, "Oh, pemuda berengsek itu sudah kembali? Bahkan di belakangnya ada aroma obat spiritual yang pekat! Aku harus pergi ke sana untuk melihatnya!"Anjing hitam segera berlari keluar. Sementara itu, kerumunan orang di gerbang rumah Keluarga
Sekarang Tirta makin berhasrat. Dia mencoba mencari kesempatan lagi dengan sengaja berbicara sembari mengernyit, "Kak Luvia, aku nggak bisa lihat karena jaraknya terlalu jauh. Waktu mempelajari teknik misterius seperti ini, kemungkinan kita nggak bisa memahaminya biarpun cuma melewatkan satu detik.
Mendengar perkataan Tirta, Lutfi sangat terkejut. Dia segera membujuk, "Apa? Pak Tirta, kamu mau pergi ke Negara Yumai untuk membalas dendam sendirian? Jangan! Dengan statusmu sekarang, aku nggak mampu menanggung konsekuensinya kalau terjadi sesuatu padamu."Lutfi menambahkan, "Kalau Pak Tirta bersi







