Mag-log inOrang yang berbicara adalah Tirta. Gumilar dan Kamala memandang ke arah suara.Gumilar sangat ketakutan sampai-sampai menjatuhkan jimat. Ternyata Tirta berdiri pada jarak sepuluh meter di belakang mereka. Dia memandangi Gumilar dan Kamala dengan ekspresi sinis. Dengan jarak sedekat ini, mereka berdua tidak mungkin bisa kabur lagi."Kak ... kapan kamu datang?" tanya Gumilar dengan suara bergetar. Dia makin ketakutan, entah Tirta mendengar percakapan mereka atau tidak.Kamala langsung menangis. Dia bersembunyi di belakang Gumilar dan berujar, "Kak Gumilar, tolong aku! Aku nggak mau mati!"Tirta tertawa dan berbicara dengan ekspresi tenang, "Haha .... Aku sudah datang dari tadi. Jimat Teleportasi memang hebat, tapi aku tetap bisa menemukan keberadaan kalian dengan perkiraanku yang akurat. Bahkan aku sampai terlebih dulu dibandingkan kalian."Sebenarnya Tirta hanya membual. Genta bangun dan memprediksi keberadaan mereka berdasarkan gejolak spasial. Itulah sebabnya Tirta baru bisa menemukan
Gumilar memandang permukaan laut yang luas. Hatinya tetap tidak tenang, bahkan dia merasa tertekan.Gumilar berkata, "Kamala, kita masih punya waktu setengah hari. Formasi Teleportasi di pulau akan diaktifkan. Dalam waktu setengah hari, kita harus memikirkan cara untuk menemukan pulau. Kalau nggak, kemungkinan kita akan mati di dunia fana."Kamala membalas, "Kak Gumilar, kita sudah kabur sejauh 25 kilometer. Seharusnya dia nggak bisa menemukan kita dalam waktu singkat, 'kan? Selain itu, aku nggak paham. Kita nggak menyinggung orang itu, kenapa dia mau membunuh kita?"Tubuh Kamala berkeringat dan napasnya tersengal-sengal. Hal ini karena Kamala menghancurkan Jimat Teleportasi yang mengandung kekuatan spasial. Saat mengaktifkan jimat ini, kekuatan spiritual dalam jumlah besar di tubuh pengguna akan terkuras.Kamala juga tidak tahan biarpun sudah mencapai tingkat pembentukan fondasi. Itulah sebabnya Tirta malas membuat jimat seperti ini.Gumilar menyipitkan matanya. Biasanya dia sangat me
Awalnya, Pedang Terbang yang dikerahkan Tirta hanya satu. Namun, pedang itu langsung terbagi menjadi sembilan dan terus bertambah saat melaju di langit. Totalnya ada 81 pedang.Ini adalah jurus Pedang Ilusi dari Mantra Pedang Spiritual. Walaupun hanya terbagi menjadi 81 pedang, jurus ini sudah cukup untuk melawan sembilan pemurni energi.Whoosh! Whoosh! Whoosh! Kecepatan hujan cahaya pedang sangat tinggi seperti membelah ruang kehampaan.Kala ini, tujuh junior Gumilar sedang berpikir nanti mereka harus menangkap anak kecil secepatnya. Mereka takut timbul masalah lain atau bertemu dengan kultivator tingkat inti emas liar seperti Tirta.Saat mendengar suara yang kencang, mereka hendak berbalik. Srak! Srak! Srak! Namun, Pedang Terbang sudah menembus tubuh mereka dalam sekejap dan menimbulkan suara teredam.Tujuh pemurni energi itu masih mempertahankan posisi berjalan, tetapi mereka sudah mati. Sudah jelas kecepatan Pedang Terbang sangat tinggi."Kamala, cepat hancurkan ...," ucap Gumilar.
Gumilar tetap berbicara dengan hormat dan terlihat sangat sabar."Oh, aku juga nggak tahu tentang masalah ini," ucap Tirta. Dia berpikir dirinya yang membunuh orang-orang itu, tetapi dia tidak perlu memberi tahu Gumilar.Namun, tiba-tiba muncul seribu lebih pemurni energi di dunia misterius. Kenapa bisa begitu?Dari ingatan Genta, Tirta tahu sebenarnya ada banyak dunia di alam semesta ini. Bumi hanya salah satu dari dunia-dunia itu.Tirta curiga kemungkinan besar orang-orang ini berasal dari dunia yang lain. Hanya saja, mereka bisa membuka jalur menuju dunia misterius.Melihat Tirta tidak bertanya lagi, Gumilar berujar, "Kak, aku sudah menjawab semua pertanyaanmu. Kalau begitu, aku bawa semua juniorku untuk lanjut menyelesaikan tugas dari guru kami. Kalau kamu pergi ke dunia misterius, aku pasti akan meminta guruku dan Master Neoma menjamumu."Selesai bicara, Gumilar perlahan berbalik dan pergi. Saat menghampiri delapan pemurni energi, Gumilar tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.Zak
Gumilar menunjuk wanita yang memakai baju pria dan menjelaskan, "Selain itu, wanita ini piutnya pemimpin Gunung Nila. Kalau terjadi sesuatu padanya, Master Neoma pasti akan menyalahkan kami nggak melindungi piutnya dengan baik."Piut adalah panggilan untuk anak dari cicit.Ucapan Gumilar terdengar tulus. Sebenarnya dia sengaja mengalah terlebih dahulu untuk mencapai tujuannya. Dia ingin membuat Tirta mundur sendiri.Bagaimanapun, hanya Tirta sendiri yang merupakan kultivator tingkat inti emas. Sementara itu, mereka punya dua kultivator tingkat inti emas. Sebaiknya Tirta tahu diri dan membiarkan mereka pergi secepatnya. Kalau tidak, Tirta pasti tidak bisa menanggung konsekuensinya.Beberapa junior di belakang diam-diam merasa lega setelah mendengar ucapan Gumilar. Sekalipun Tirta adalah kultivator tingkat inti emas, dia pasti juga akan menghormati mereka.Zaki membatin, 'Kak Gumilar memang hebat. Kenapa aku nggak kepikiran untuk mengintimidasi orang ini dengan guruku dan Master Neoma? S
Gumilar menegur, "Tutup mulutmu! Aku sudah tahu permasalahannya, jelas-jelas kamu yang menyinggung senior ini terlebih dulu. Sudah seharusnya mereka membunuhmu! Mulai sekarang, kamu jangan bicara lagi. Kalau nggak, nanti kami semua terlibat dan mati karenamu."Zaki menutup mulutnya dan mengakui kesalahannya, "Oke. Kak Gumilar, aku memang salah. Aku nggak bicara lagi."Gumilar segera menghampiri Tirta, lalu memberi hormat dan berkata dengan perasaan bersalah, "Maaf, Kak. Zaki yang bodoh menyinggung orang hebat sepertimu. Dia memang pantas mati. Aku mau menjawab pertanyaanmu."Sementara itu, wajah tujuh pemurni energi lainnya menjadi pucat pasi begitu mendengar Tirta adalah kultivator tingkat inti emas. Mereka tidak berani maju.Tentu saja, mereka harus menghormati kultivator tingkat inti emas. Meskipun ada 20 kultivator tingkat pembentukan fondasi seperti mereka, juga tidak mampu melawan Tirta. Ternyata ada orang hebat semuda ini di dunia fana!Tirta mengangkat alisnya dan membalas, "Oh







