Share

Bab 530

Author: Hazel
Awalnya, Bella sangat pasif. Dia membiarkan lidah Tirta merajalela di mulutnya. Namun, Bella mulai memberanikan diri. Dia merespons ciuman Tirta dengan kaku.

Ketika merasakan respons Bella, Tirta menyerang dengan makin ganas. Seketika, tubuh Bella melemas karena keterampilan mencium Tirta yang luar biasa. Pandangannya mulai kabur.

Manusia memang selalu berubah, terutama Tirta yang tergila-gila pada wanita. Baru-baru ini, Tirta memperingatkan diri sendiri untuk tidak berhubungan dengan Bella. Nam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
goodnovel comment avatar
Abdul
Seharusnya setiap cerita yg di upload sdh sampai selesai shg tdk membuat pembaca di “sandera “ dan seolah di jebak utk membaca cerita lain nya.. Hal ini tdk profesional........
goodnovel comment avatar
Siti Khosidah
kok sedikit bab nya?
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3072

    Bahkan di wilayah perbatasan alam semesta yang terpencil, menguasai ratusan dunia kecil dan mendirikan kekuasaan sendiri pun sama sekali bukan masalah.Sedangkan pendiri generasi pertama Istana Samara ternyata sudah mulai berusaha menembus tingkat seperti itu sejak delapan ribu tahun lalu. Kekuatan dan bakatnya benar-benar luar biasa."Wah .... Kalau begitu, setelah lebih dari delapan ribu tahun berlalu, apakah pendiri generasi pertama itu masih hidup? Apa dia akan kembali?" Nivia merasa sangat takjub, seolah-olah pintu menuju dunia baru telah terbuka di hadapannya.Tirta juga agak terkejut setelah mendengarnya. "Nggak kusangka di dunia ini ternyata pernah muncul ahli seperti itu."Namun, Tirta tetap tidak terlalu percaya pada keberadaan dewa yang disebut-sebut."Tentu saja. Pendiri generasi pertama sekte kami dulu tak terkalahkan di seluruh dunia awani dan meninggalkan nama besar yang mengguncang dunia.""Di puncak kekuatan, dia merasa terlalu sepi. Karena sudah nggak memiliki lawan l

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3071

    "Kamu juga tahu kalau aku seorang dokter. Karena niat baik, aku pun menyelamatkannya. Aku juga nggak nyangka hal seperti ini akan terjadi." Tirta menunjukkan ekspresi tak berdaya.Nova berkata, "Menyelamatkan satu nyawa lebih berharga daripada apa pun. Kalau aku berada di posisimu, aku juga pasti akan menolong orang.""Suamiku, aku ... aku nggak bermaksud menyalahkanmu. Kamu juga nggak perlu merasa bersalah."Setelah mendengar penjelasan Arshala, hati Nova jauh lebih lega. Jika tidak, dia pasti mengira Tirta mencari wanita lain untuk menggantikannya."Nova, aku benar-benar nggak nyangka kamu begitu murah hati!" Dengan ekspresi tulus, Tirta memegang lengan Nova yang ramping sambil berkata, "Aku kira kamu akan memukul dan memarahiku.""Mana mungkin? Tadi aku sudah bilang, dalam situasi seperti itu, kalau aku juga pasti akan menyelamatkan orang."Nova meneruskan, "Lagi pula, kamu menyelamatkan seorang istri yang begitu kuat. Nantinya keselamatanmu juga jadi lebih terjamin.""Oh ya, sebena

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3070

    Begitu ucapan itu keluar, tatapan Arshala tanpa sadar langsung menoleh ke arahnya."Guru, apa itu menggoda?" tanya Nivia polos."Eh ...."Belum sempat Tirta menjawab ....Bam! Dari luar labu pusaka terdengar benturan berat, membuat beberapa orang di dalam hampir kehilangan keseimbangan.'Hal yang nggak seharusnya dilihat, jangan sembarangan dilihat. Setelah tiba di Istana Samara, kembalikan cincin ruang itu kepadaku!' Pada saat yang sama, suara peringatan wanita bergaun putih terdengar di benak Tirta."Oh, aku lupa, ini pusakanya. Semua gerak-gerikku dan setiap perkataanku di dalam sini bisa dia lihat dan dengar." Tirta menepuk dahinya.Dia segera menyimpan cincin ruang itu secara terpisah sambil berpikir dalam hati, 'Sepertinya sekarang aku belum bisa memakai batu spiritual dan tanaman spiritual untuk membangunkan Genta. Kalau nggak, keberadaan Genta juga akan terbongkar.'"Suamiku, ka ... kamu masih hidup? Aku nggak mimpi, 'kan?" Pada saat itu, Nova akhirnya sadar. Begitu melihat Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3069

    Tirta tentu tidak memedulikan hal itu. Dia melirik Arshala dan wanita itu juga mengangguk pelan.Begitulah, karena serangkaian kebetulan dan takdir yang aneh, setelah kembali ke Kota Safir dan membawa Nivia bersama mereka, rombongan itu pun memulai perjalanan menuju Istana Samara."Bakat spiritual gadis kecil ini juga cukup bagus. Menjadikannya murid juga termasuk hal yang lumayan baik."Saat melihat Nivia, hati wanita bergaun putih yang sebelumnya terluka parah akhirnya sedikit terhibur.Ditambah lagi dengan bibit bagus seperti Nova, meskipun dia kehilangan sepuluh artefak ruang dan banyak harta surgawi, dia juga mendapatkan dua murid berbakat.Sementara di pihak Tirta, sebelum wanita bergaun putih itu menyeberangi ruang hampa, dia mengeluarkan sebuah pusaka labu dan memasukkan mereka semua, termasuk Nova.Di dalam sana, meskipun tidak bisa melihat keadaan di luar, Tirta juga tidak khawatir wanita bergaun putih itu akan melakukan sesuatu kepadanya."Guru, kita mau ke mana?" Nivia baru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3068

    "Kamu ...." Wanita bergaun putih itu murka."Apa? Bukannya kamu sendiri yang bilang aku bebas milih? Jangan-jangan sekarang mau menarik ucapanmu?" Tirta terus mengayunkan pedang kecil itu di depan matanya."Aku nggak akan menarik ucapanku. Aku sudah memenuhi janjiku, sekarang simpan pedang kecil itu.""Aku akan membawa Nova kembali ke Istana Samara." Wanita bergaun putih itu menggertakkan giginya, matanya nyaris memancarkan api saat berbicara."Mana bisa dianggap selesai? Bukannya kamu juga bilang akan memenuhi tiga permintaanku?"Tirta berkata tanpa malu, "Sekarang aku sudah memikirkan permintaan pertama. Kalian harus membawa kami juga ke Istana Samara."Arshala tertegun. Dalam hati, dia tak bisa menahan kekaguman. Jadi ini rencana Tirta. Kematian Ganesh pasti akan membuat Sekte Formasi Surgawi sangat gempar.Jika mengikuti senior ini ke Istana Samara, mereka bukan saja tidak perlu menjadi musuh pihak tersebut dan tidak perlu berpisah dengan Nova, tetapi juga bisa menghindari pengejar

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3067

    "Suamiku, kekuatan Istana Samara nggak kalah dibanding Sekte Formasi Surgawi, bahkan mungkin lebih kuat.""Kalau kamu membunuhnya, kita hanya bisa meminjam pusaka milikmu untuk meninggalkan dunia awani dan bersembunyi."Arshala menahan rasa tidak nyaman sambil berjalan mendekati Tirta, lalu berbisik pelan. Karena kesadaran spiritual telah terisolasi, hanya dengan cara itu dia bisa mengingatkan Tirta.Faktanya, Tirta kini bahkan tidak memiliki sedikit pun energi spiritual. Dia sama sekali tidak berniat membunuh wanita bergaun putih itu.Kalau sampai pihak lawan masih memiliki cara menyelamatkan nyawa dan akhirnya terjadi situasi saling binasa, itu justru akan merepotkan.'Bocah ini ternyata ingin membunuhku?' Mendengar ucapan itu, wanita bergaun putih semakin mengernyit. Dia berpikir, 'Dengan pedang mengerikan itu di sini, aku bahkan nggak bisa bergerak. Jangan-jangan aku benar-benar akan celaka di tempat seperti ini?'"Anak Muda, di antara kita nggak ada permusuhan. Bahkan karena Nova,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1797

    Devika menganga saking kagetnya. Bagaimanapun, dia tidak pernah melihat anjing yang bisa bicara. Devika juga tidak pernah mendengarnya.Pada saat yang sama, Devika memikirkan suatu kemungkinan. Dia bergumam dengan ekspresi bingung, "Selain itu, ternyata baju yang dipakai anjing hitam itu milik Tirta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1685

    Nabila yang tertarik mengomentari dengan ekspresi tidak percaya, "Raja Anjing? Nama apa itu? Anjing itu berjalan sambil berdiri, makan bahan obat-obatan, dan bicara seperti manusia .... Bi Ayu, Kak Arum, apa kalian salah dengar?"Seketika Nabila lupa untuk menelepon Tirta. Arum menyahut dengan yakin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1771

    Belakangan ini, Tirta juga tidak mencari Genta lagi. Dia selalu sibuk bermesraan dengan wanita lain. Genta tanpa sadar merasa dirinya diperlakukan secara tidak adil.Tirta tahu Genta marah. Dia terpaksa menjamin, 'Omonganmu nggak sepenuhnya benar. Kak, jangan marah. Beberapa hari lagi, urusanku suda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1684

    Nabila yang bosan berdiri, lalu membelai kepala salah satu harimau dan berucap, "Entah Tirta menaklukkan wanita lain tanpa sepengetahuanku lagi atau nggak."Mendengar ucapan Nabila, Yasmin yang berada di samping segera menghibur, "Nggak, Kak Nabila. Selama ada Kak Bella yang mengikutinya, Kakak Guru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status