Share

Bab 531

Author: Hazel
Hati ini seperti disayat-sayat, hidup terasa tidak berarti lagi!

"Bella, Bella, apa kamu tahu hatiku sudah hancur berkeping-keping! Kenapa kamu malah suka sama dia?"

"Tirta sialan. Aku bersumpah, kalau nggak menghabisimu, aku bukan manusia!"

....

Di Desa Persik, di dalam klinik.

Tirta sudah pergi sekitar empat atau lima hari. Sementara itu, Nabila juga masih belum kembali.

Setelah menjalani perawatan dari Tirta dan dibantu dengan ramuan obat, mata Ayu benar-benar pulih sepenuhnya.

Namun selama T
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
hans
***** Lanjut
goodnovel comment avatar
Nicholas Gilai
pokoknya ditebang
goodnovel comment avatar
cindi ayu
mantaap pokoknyd
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2960

    Tirta mengenali pemilik suara itu. Dia adalah putra pemimpin sekte, Danendra. Tirta berucap seraya mengusap dagunya, "Nggak disangka, orang itu bangun begitu cepat. Dia buru-buru datang untuk membalas dendam padaku."Nova mengingatkan dengan alis berkerut, "Kamu jangan keluar. Danendra sangat licik. Dia sudah dikalahkan olehmu sekali. Kalau dia datang mencarimu lagi, dia pasti sudah membuat persiapan."Tentu saja Nova membenci Tirta yang merenggut kesuciannya, tetapi sekarang sepertinya Tirta memang bisa mengubah takdirnya.Sebaliknya, Danendra sering diam-diam mempermainkan murid wanita di sekte. Selama ini, Nova sangat membenci Danendra. Jadi, Nova baru membujuk Tirta.Selain Danendra, terdengar suara beberapa orang yang sinis di luar gua. Jika didengarkan dengan saksama, sebagian besar dari mereka merasa cemburu dan marah."Kenapa? Wanita suci dari sekte kita yang baru bangun langsung bermesraan dengan bajingan mesum?""Cih, wanita suci apanya! Jelas-jelas dia itu wanita murahan yan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2959

    Tirta meneruskan, "Kalaupun aku nggak muncul, setengah bulan lagi kamu juga akan dinodai penguasa agung berengsek itu. Penguasa agung itu pasti nggak sebaik aku. Setidaknya aku akan memperlakukanmu dengan tulus dan bertanggung jawab menjagamu selamanya.""Bajingan mesum, menurutku kamu nggak ada bedanya dengan penguasa agung itu!" balas Nova yang sangat marah. Dia mengeluarkan Pedang Terbang lagi dari Cincin Penyimpanan dan menebas lengan Tirta."Hais, maaf!" ujar Tirta dengan perasaan tidak berdaya. Dia tahu Nova tidak akan mendengar ucapannya jika dia tidak menaklukkannya.Tirta langsung berkelebat dan berdiri di belakang Nova. Dia memasukkan kekuatan spiritual dengan jari tangannya untuk menyegel pusat energi dan meridian Nova, jadi Nova tidak bisa mengerahkan kekuatan spiritual."Bajingan mesum, apa ... yang kamu lakukan padaku?" tanya Nova. Dia baru pertama kali melihat teknik untuk menyegel energi seperti ini.Seketika tubuh Nova lemas seolah-olah tenaganya terkuras. Klang! Pedan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2958

    Melihat Tirta berbicara dengan santai dan tidak menganggap masalah ini serius, Nayara yang awalnya memang tidak banyak berharap merasa sangat putus asa.Nayara menggeleng, lalu menghela napas dan bergumam, "Nova, jangan salahkan aku. Cuma ini yang bisa kulakukan."Nayara meninggalkan gua Nova dengan lesu. Sudah jelas, sejak awal dia tidak percaya ucapan Tirta serius.Sebenarnya bukan hanya Nayara yang tidak percaya, bahkan Shanaya dan beberapa murid yang ikut keluar tadi juga tidak percaya Tirta bisa membunuh penguasa agung.Jadi, mereka juga tidak menanyakan nama Tirta. Bagi mereka, Tirta pasti mati setengah bulan lagi.Sementara itu, Tirta terkejut setelah masuk ke dalam gua. Ternyata di dalam gua tidak terdapat apa pun selain meja batu, kursi batu, dan tempat tidur batu."Apa gua seperti ini bisa dijadikan tempat tinggal? Selain energi spiritualnya yang melimpah, gua ini nggak ada bedanya dengan penjara," komentar Tirta.Tirta yakin bahkan anjing hitam juga akan menggila dalam waktu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2957

    Bisa dibilang, waktu setengah bulan adalah momen terakhir bagi Nova. Namun, Tirta malah tidak ingin melepaskannya. Tindakan Tirta benar-benar keterlaluan!Shanaya berkomunikasi melalui kesadaran spiritual, 'Pemuda ini benar-benar keterlaluan! Tetua Nayara, apa kita bisa langsung membunuhnya kalau bekerja sama sekarang?'Nayara menolak melalui kesadaran spiritual, 'Sudahlah. Kalau kita bertindak, dia pasti akan membunuh Nova. Sebaiknya kita tahan dulu. Dia sudah datang ke Sekte Hala.'Nayara meneruskan, 'Setengah bulan kemudian, penguasa agung pasti akan melawannya. Hanya saja, kasihan Nova.'Kemudian, Nayara berucap kepada Tirta, "Oke. Kalau kamu begitu mengkhawatirkan Nova, kami turuti kemauanmu. Kamu ikut aku saja, aku bawa kamu ke tempat tinggal Nova secara diam-diam."Selesai bicara, Nayara melompat dan Pedang Terbang langsung muncul di bawah kakinya. Pedang Terbang membawa Nayara ke belakang gunung Sekte Hala. Dia berencana masuk melalui pintu belakang secara diam-diam.Whoosh! Ti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2956

    Ketika Tirta dan lainnya sudah pergi sekitar sepuluh menit, tiba-tiba seekor anjing hitam besar yang bulunya mengilap melompat keluar dengan lincah dari hutan luas di belakang.Saat ini, wajah anjing hitam tidak membengkak lagi. Dia kembali terlihat gagah seperti sebelumnya. Anjing hitam memandangi titik hitam di langit yang perlahan menjauh.Anjing hitam yang terkejut bergumam, "Eh? Kenapa pemuda itu meninggalkanku tanpa berpamitan? Sepertinya dia jatuh cinta pada wanita yang ditidurinya. Hais, manusia memang repot. Mereka harus bertanggung jawab."Anjing hitam meneruskan, "Nggak seperti aku yang meniduri banyak wanita selama ribuan tahun, tapi nggak ada yang meminta pertanggungjawaban padaku. Kalau dia mau membereskan masalahnya, lebih baik aku berkeliling saja untuk mencari jejak majikanku dulu. Nanti aku baru cari dia dan mengembalikan peta bintang kepadanya waktu senggang."Anjing hitam menambahkan, "Sayang sekali, semua obat spiritual itu dibawa Tirta. Aku baru mengonsumsi satu k

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2955

    Nayara terpaksa berbuat seperti ini karena Nova ditangkap Tirta.Mendengar perkataan Nayara, Tirta langsung cemas. Dia membalas, "Nggak usah bicara omong kosong. Gambar itu milikku, cepat kembalikan padaku. Aku sudah kembalikan obat spiritual pada kalian, jadi kalian juga nggak boleh menyimpan barangku."Peta bintang adalah barang berharga yang bisa membawa Tirta kembali ke Desa Persik kapan saja. Mana mungkin dia membiarkan peta bintang diambil orang lain?Nayara menegaskan, "Kamu mau aku mengembalikan gambarmu, aku juga ingin kamu mengembalikan kesucian muridku. Kalau kamu bisa memberi kompensasi pada muridku, aku akan mengembalikan gambarmu. Kamu nggak tahu Nova itu wanita suci di sekte kami. Di masa depan, dia akan dibawa ke Gunung Dewa untuk dipersembahkan kepada penguasa agung."Nayara menambahkan, "Tapi, mana mungkin penguasa agung mau menerima Nova dengan kondisi seperti ini? Mungkin dia yang mengamuk akan melenyapkan sekte kami!"Nova yang berstatus sebagai wanita suci dipilih

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1198

    Adegan beralih ke Tirta.Saat kesadaran ular berkepala delapan tiba-tiba menerobos masuk ke dalam pikirannya, Tirta refleks berteriak keras. Teriakannya yang mendadak itu membuat Tina, Laras, dan Kimmy yang berjalan di sampingnya langsung terkejut."Kak ... tadi kamu bilang apa?"Kamu bilang ada ula

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1131

    Tirta meninggalkan Desa Persik pada pukul 1 siang. Dia pergi ke labirin obat untuk melihat pertumbuhan bahan obat-obatan. Untung saja, Nia mengikuti gambar yang diberikan Tirta dengan menggabungkan cara penanaman bibit bahan obat di buku kuno pengobatan.Jika bukan karena Tirta memahami keistimewaan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1183

    "Kamu sudah menyelamatkan nyawaku. Aku akan cari cara untuk membalas budi ini." Elisa mengalihkan pandangannya dan menghindari tatapan Tirta. Di balik sikapnya yang dingin, terdengar helaan napas yang nyaris tak terdengar.Setelah mengatakan itu, Elisa segera berjalan melewati Tirta dan turun dari g

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 1209

    "Malam ini Elisa akan tidur satu kamar denganku. Tolong kabari Bu Bella, sekalian tanyakan kapan dia akan pulang.""Kita sudah sepakat akan pergi jalan-jalan malam ini. Kebetulan, aku bisa memperkenalkan Elisa pada Bu Bella." Mendengar perkataan Tirta, Ayu tidak bisa menahan senyumannya."Bibi Elisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status