Share

Bab 713

Author: Hazel
"Bukan begitu, Kak Irene. Jangan rendah diri begitu," ucap Tirta dengan iba.

"Aku sayang banget sama Kak Irene, tapi ... aku sudah lama nggak menemani bibiku. Gimana kalau nanti aku ke rumahmu dulu, baru pulang?" tambah Tirta.

"Serius? Oke, boleh banget! Ikut kamu ke desa dan menginap semalam juga boleh," ucap Irene dengan mata berbinar.

Irene melanjutkan, "Kebetulan aku juga bisa bertemu bibimu. Kita sudah lama saling kenal, tapi aku belum pernah bertemu bibimu."

"Jangan sekarang, Kak Irene. Se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
hans
***** mantap lanjut
goodnovel comment avatar
budi f
manrab sekali ....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3628

    "Baik, Tuan!"Di bawah tatapan iri dari banyak monster iblis, kedua monster iblis itu bergerak menuju lubang tempat Tirta berada dan bersiap untuk mengakhiri semuanya. Bisa dibayangkan, sebentar lagi mereka pasti akan mendapatkan jasa besar dan kedudukan mereka di Pegunungan Belantara pun akan makin tinggi.Melihat hal itu, anjing hitam besar langsung melompat dan berteriak, "Sialan. Bocah sialan, kamu nggak mati semudah itu, 'kan? Bagaimanapun juga, kamu adalah pewaris dari sosok itu. Nggak bisakah kamu bertahan lebih lama?"Sampai pada titik ini, anjing hitam besar itu benar-benar hampir menangis dan bahkan sudah tidak berminat untuk terus berpura-pura mati. Itu karena jika Tirta mati, berarti sebentar lagi dia pasti akan menyusul Tirta ke alam baka."Tentu saja nggak akan mati semudah itu. Hanya dua monster iblis saja, masih belum berhak untuk membunuhku," kata sebuah sosok tiba-tiba. Dengan seluruh tubuh yang diselimuti Api Ilahi Vermilion, dia melesat keluar dari lubang dan langsu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3627

    "Niat Pedang Bergelora!"Tirta seolah-olah sudah memperkirakan hal itu sejak awal. Meskipun tidak ada pedang di tangannya, dia tetap mengayunkan tangannya ke belakang dan melepaskan aliran sungai cahaya pedang yang panjang. Seperti seekor naga yang sedang berenang, cahaya pedang itu melesat lurus menuju kepala serigala tua. Terlebih lagi, dia sama sekali tidak berniat untuk bertahan.Bagi serigala tua, ini adalah gaya bertarung yang mempertaruhkan nyawa untuk membunuh lawan. Ini adalah hal yang sangat berbahaya."Huh. Aku mau lihat apa kamu memang benar-benar nggak takut mati!" seru serigala tua itu yang tidak percaya begitu saja, lalu langsung menggerakkan sepasang sayapnya dan melindungi kepalanya. Cakar besarnya yang mengerikan hanya berjarak tidak sampai setengah meter dari kepala Tirta. Dia seolah-olah sudah bisa membayangkan bagaimana nanti kepala Tirta dihancurkan."Argh! Kenapa bisa kepala bocah ini lebih keras daripada cakarku?"Namun, tepat pada saat yang sangat genting itu,

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3626

    "Seharusnya bocah sialan itu yang menang, 'kan? Semoga begitu. Nggak, pasti begitu," gumam anjing hitam besar sambil berpura-pura mati di tanah. Dibandingkan para monster iblis itu, dia membuat penilaian lebih dulu berdasarkan penciumannya.Saat gelombang energi yang mengerikan itu perlahan-lahan menghilang, terlihat sosok seseorang. Ternyata Tirta masih berdiri tegak di medan pertempuran, sedangkan iblis buaya sudah terluka parah hingga pingsan.Memanfaatkan kesempatan sebelum iblis itu sadar kembali, Tirta mengeluarkan kertas emas.Pufft!Dengan satu tebasan, Tirta langsung memenggal kepala iblis buaya itu. Darah pun berhamburan dan membasahi tanah. Setelah itu, dia langsung memurnikan sedikit darah naga yang terkandung di dalam darah itu.Tindakan yang begitu berani dan tidak merasa takut sedikit pun itu tentu saja membuat banyak monster iblis yang berada di tempat itu menjadi murka."Apa? Ternyata benar-benar bocah manusia itu ....""Kekuatan iblis buaya itu nggak lemah. Serangan t

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3625

    Ini adalah sesuatu yang baru-baru ini dipikirkan Tirta di waktu senggangnya. Jika dia bisa memadatkan cahaya pedangnya hingga seukuran sehelai rambut, dia pasti bisa menebas segala sesuatu yang berwujud di dunia ini."Trik murahan begini saja kamu berani pamer? Lihat saja gimana aku menghancurkannya," kata iblis buaya itu yang sama sekali tidak menganggapnya serius. Dia mencibir, lalu membuka cakar yang tertutup sisik serta berkilauan dengan cahaya dingin dan berniat langsung menghancurkan cahaya pedang itu.Pufft!Yang tidak disangka oleh semua orang yang hadir di sana adalah cahaya pedang itu seharusnya sudah hancur karena fisik iblis itu begitu kuat. Namun, saat keduanya bertabrakan, malah muncul percikan-percikan api dan iblis buaya itu hampir kehilangan cakarnya. Jika tulangnya tidak cukup keras, ketiga cakarnya pasti sudah ditebas dan darah merah pekatnya pun mulai mengalir."Energi pedang yang sangat tajam .... Bocah, kamu berhasil buat aku marah," kata iblis buaya itu dengan ma

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3624

    "Oh, kamu seyakin itu bisa membunuhku?" kata Tirta sambil mengernyitkan alisnya dan mulai sedikit tertarik.Ada begitu banyak monster iblis di tempat ini. Jika mereka menyerangnya secara bersamaan, Tirta benar-benar tidak akan mampu menahannya. Namun, jika mereka menyerangnya satu per satu, dia tetap yakin bisa melawan meskipun lawannya berada di tingkat semi pengguncang langit."Omong kosong. Kalau aku nggak bisa membunuhmu, aku rela jadi budakmu," kata kera iblis muda itu dengan sangat percaya diri."Tapi, tadi kamu jelas-jelas bilang ini adalah duel hidup dan mati. Kalau kamu nggak bisa membunuhku, berarti aku yang akan membunuhmu. Lagian, penampilanmu sejelek itu. Meskipun kamu mau jadi budakku, aku juga nggak bakal terima," kata Tirta.Tirta pun mengaktifkan kedua teknik kultivasinya secara bersamaan. Kekuatan tempurnya terus meningkat. Setelah kekuatannya benar-benar stabil, dia akhirnya sudah setara dengan seorang ahli tingkat pencapaian agung tahap akhir."Berani-beraninya kamu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3623

    "Untuk sementara, aku nggak bisa kasih tahu kamu karena aku sendiri juga nggak yakin apa mereka akan menyetujuinya," kata Tirta dengan suara pelan."Sialan, rencana apa ini .... Nggak bisa. Kamu tahan saja mereka sebisanya ... aku mau pergi dulu. Ah, nggak. Maksudku, aku pasti akan secepat mungkin mencari bala bantuan untukmu," kata anjing hitam besar. Harapan yang baru muncul di hatinya langsung padam. Seolah-olah telah membuat keputusan tertentu, dia langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga tanpa menoleh sedikit pun.Boom!Petir tiba-tiba menyambar dari langit dan menghantam tanah tepat di depan anjing hitam besar itu, lalu menciptakan sebuah lubang raksasa sedalam sepuluh ribu meter. Lubang itu hanya beberapa puluh meter dari tempatnya berdiri. Jika berdiri lebih dekat sedikit saja, dia pasti sudah tersambar dan berubah menjadi abu."Anjing ini setara dengan obat spiritual berusia tiga puluh ribu tahun, benar-benar makanan bergizi yang langka. Dalam situasi seperti ini, kamu masi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status