로그인Taymur yang kaget berkomentar, "Pemahaman pemuda ini sangat mengerikan. Padahal dia baru pertama kali menghadapi teknik andalan sekte kita, tapi dia bisa langsung menemukan cara untuk melawannya dalam waktu singkat!'Kael menghela napas dan menimpali, "Masalahnya tubuh pemuda itu terlalu tangguh. Orang biasa pasti sudah panik dan dibunuh kalau menghadapi serangan kita. Mereka nggak mungkin masih sempat berpikir seperti pemuda itu."Sekarang Tirta sudah bisa menebak serangan mereka, jadi tidak ada gunanya lagi mereka mengerahkan teknik rahasia itu. Mereka langsung menunjukkan diri.Taymur berkomunikasi dengan Kael melalu kesadaran spiritual, 'Kita coba serang kelemahannya, kita serang wanita di belakang pemuda itu. Wanita itu ikut dia datang, mungkin wanita itu kekasihnya!'Taymur menerjang Tirta untuk menahannya. Tirta yang tidak tahu trik Taymur pun melawannya.Sementara itu, Kael segera menyerang Kamala.Kamala menjerit histeris. Dia yang panik buru-buru mundur, tetapi dia baru menca
Tiba-tiba, Pedang Terbang lain muncul di depan Tirta secepat kilat. Tirta berseru, lalu meninju pedang itu.Pedang Terbang lain memanfaatkan kesempatan ini untuk menusuk leher Tirta. Untung saja, fisik Tirta sangat tangguh. Kultivator biasa pasti mati jika ditusuk pedang ini.Tirta memang tidak terluka, tetapi dia tetap kesakitan. Saat hendak menyerang balik, dua Pedang Terbang memelesat di udara lagi.Setelah diserang Pedang Terbang beberapa kali, baju Tirta sudah robek. Kondisi Tirta agak menyedihkan. Beberapa bagian tubuhnya terasa sakit.Tentu saja Taymur dan Kael yang mengendalikan dua Pedang Terbang ini. Hanya saja, sekarang Tirta tidak bisa merasakan energi mereka.Tirta juga tidak bisa memperkirakan arah serangan mereka. Dia mengernyit.Tirta baru pertama kali melawan dua kultivator tingkat inti emas tahap kedelapan. Saat bertarung tadi, Tirta merasa kemampuan dan kekuatan artefak mereka berdua masih kalah dari Razin. Bahkan, Neoma lebih hebat dari mereka.Tirta berpikir mereka
Melihat Taymur dan Kael bertindak, beberapa murid yang tersisa berteriak antusias, "Baguslah! Dua tetua bertindak sama-sama! Pemuda ini pasti mati!"Kekuatan yang dahsyat itu membuat mereka tidak bisa berkutik.Sementara itu, Tirta adalah target utama serangan Taymur dan Kael. Tentu saja tekanan yang dirasakan Tirta lebih mengerikan.Melihat Taymur dan Kael menyerang dengan cepat, Kamala yang berdiri di belakang Tirta ketakutan. Dia terbengong-bengong dan tidak tahu harus melakukan apa saat menghadapi kekuatan yang mengintimidasi."Huh! Baguslah, aku memang menunggu kalian!" seru Tirta yang sama sekali tidak takut. Dia menginjak tanah dengan kuat, lalu terbang ke udara untuk melawan Taymur dan Kael.Dalam waktu singkat, Tirta tidak sempat menyiapkan banyak strategi. Dia hanya bisa mengerahkan energi ungu di seluruh tubuhnya untuk menyelubungi tinjuannya.Tinju Tirta akan beradu dengan pedang Taymur yang super besar. Pada saat yang sama, Tirta membagi fokusnya untuk mengendalikan kertas
Mereka juga langsung dihabisi Tirta. Tubuh mereka hancur menjadi kabut darah.Melihat tindakan Tirta, Kamala membatin, 'Sepertinya ... orang ini cukup baik padaku. Dia memang memukul bokongku beberapa kali, tapi setidaknya dia nggak menyakitiku.'Tiba-tiba, terdengar teriakan seseorang yang menggelegar. "Penjahat, hentikan! Beraninya kamu membunuh murid sekteku di wilayah kekuasaanku! Apa kamu menganggap nggak ada orang lain di sekteku? Cari mati!"Taymur dan Kael belum sampai, tetapi mereka sudah memeriksa situasi di bawah dengan kesadaran spiritual. Keduanya mengeluarkan Pedang Terbang andalan mereka dan memelesat ke arah Tirta.Kecepatan Taymur dan Kael sangat tinggi, bahkan muncul percikan api pada Pedang Terbang mereka. Sudah jelas mereka sangat marah.Kamala mengingatkan, "Tirta, hati-hati!""Dua kultivator tingkat inti emas tahap kedelapan!" ujar Tirta. Dia langsung fokus pada dua tetua tingkat inti emas. Tirta tidak memedulikan beberapa murid yang tersisa lagi.Tirta mengeluark
Nama panggilan pria tua di sebelah kiri adalah Taymur. Dia adalah salah satu dari delapan tetua Sekte Lumen. Pria tua di sebelah kanan juga merupakan tetua Sekte Lumen, nama panggilannya Kael.Mereka berdua menguasai Sekte Kebebasan yang tidak meninggalkan warisan, batu spiritual, artefak, dan obat spiritual. Keduanya sangat kesal. Setelah kembali ke sekte, mereka pasti akan dimarahi habis-habisan.Sekarang Tirta juga menerobos Sekte Kebebasan. Kebetulan mereka bisa menjadikan Tirta sebagai tempat pelampiasan. Tentu saja bukan untuk melampiaskan nafsu, melainkan untuk melampiaskan amarah.Saat Taymur dan Kael sedang dalam perjalanan menuju pintu sekte, Tirta sudah membawa Kamala masuk ke dalam Sekte Kebebasan dengan tenang.Terdapat banyak api unggun di tengah lapangan. Tiga puluh lebih murid duduk bersila di tanah. Mereka berkomentar dengan ekspresi terkejut saat melihat Tirta dan Kamala masuk."Kenapa ada yang menyusup ke dalam sekte? Jangan-jangan Elio dan Abdar tertidur?""Mereka b
Kamala menunduk dan menjelaskan dengan lirih, "Tapi, aku cuma fokus berkultivasi selama tinggal di sekte kami. Paling-paling aku keluar cuma untuk menyelesaikan tugas dari sekte. Selain guru dan seniorku, kamu itu orang asing pertama yang kutemui. Bahkan kamu berasal dari dunia fana."Kamala menambahkan, "Jadi, aku nggak tahu mau bicarakan apa denganmu. Selain itu, caramu bertindak membuatku sulit menilai sifatmu. Kalau aku salah bicara, kamu pasti ... memukul bokongku."Kamala tidak mengatakan Tirta juga membunuh guru dan canggahnya. Walaupun dia menyukai Tirta, tetap saja dia merasa tidak nyaman.Tirta melirik paras dan bodi Kamala, lalu menanggapi, "Tsk, wajar kalau aku memukul bokongmu. Kamu nggak usah khawatir. Sifatku juga gampang dipahami, aku sangat genit."Tirta meneruskan, "Aku lihat kamu cukup cantik. Lebih baik kamu lepaskan baju pria itu dan ganti baju wanita saja.""Aku nggak mau," tolak Kamala sembari menggeleng. Dia menarik bajunya karena merasa dilecehkan.Kamala melan







